Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 8892

Besok Pasokan Air PDAM Mati, Ini Titiknya

0

BOGOR DAILY-Para pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di zona I mulailah menampung air. Rencanannya Selasa (24/10/17), pengerjaan tahap II relokasi pipa PDAM Tirta Pakuan yang terdampak pembangunan tol Bocimi di Kampung Tengek Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor akan dilaksanakan.

Adapun daerah-daerah di zona 1 yang akan mengalami gangguan distribusi air bersih di antaranya Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, Jalan Wangun, Jl tajur, Jl Rulita, Kompleks Kehutanan tajur, Jl Muarasari, Jl Anshari Jaya, Perumahan Mutiara Bogor Raya.

Kemudian Kelurahan Katulampa, Kelurahan Bojongkerta, Jl Warung Nangka, Jl Raya Dekeng, Kelurahan Kertamaya, Perumahan Rivela Park, Kelurahan Rancamaya, Perumahan Monte Carlo, Perumahan Pakuan Hill, Perumahan Royal Tajur, Lawanggintung, Sindangsari, Sindangrasa, Harjasari, dan Cipaku.

Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Syaban Maulana mengatakan, berdasarkan pertemuan dan notulen rapat antara PDAM dengan pengembang tol Bocimi pekan lalu, pengerjaan relokasi pipa AC 600 mm ke HDPE 600 mm dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober. Meski demikian dia mengingatkan pengerjaannya harus benar-benar siap.

“Memang mereka (pengembang Bocimi) menyanggupi pengerjaan koneksi dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober. Tapi itu harus benar-benar siap. Jangan sampai pada hari H-nya, ternyata mereka belum siap, seperti yang terjadi pada koneksi tahap pertama lalu. Akhirnya yang rugi pelanggan PDAM, karena gangguannya bisa sampai seminggu,” ujar Syaban, Minggu (22/10/17)

Dia telah mengintrusikan Sub bagian Pengaliran dan Jaringan untuk terus memantau perkembangan persiapan pengembang Tol Bocimi hingga hari ini (23/10/17). Jika memang kondisi di lapangan belum memungkinkan, dia tidak mengizinkan koneksi dikerjakan pada Selasa (24/10/17).

“Saya minta teman-teman untuk memantau di lapangan sore ini sampai besok sore . Kalau oke, silakan dikerjakan. Kalau belum siap, sebaiknya jangan. Kasihan pelanggan nanti,” kata dia.

Bagaimana dengan koneksi pipa HDPE di daerah Bojongkoneng? Syaban mengatakan, PDAM menginginkan pengerjaannya berbarengan dengan koneksi di area pembangunan tol Bocimi. Ini untuk menghindari gangguan pengaliran yang akan dialami pelanggan. “Sebaiknya memang harus berbarengan. Kalau wakturnya terpisah, pelayanan akan terus terjadi,” ujar Ade.

PDAM sendiri sejak Sabtu (21/10) telah menyosialisasikan rencana koneksi pada Selasa (24/10/17). Syaban menyarankan pelanggan di wilayah terdampak gangguan untuk menyiapkan diri dengan menampung air saat masih mengalir.

PDAM, lanjutnya, sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiagakan armada tangki air dan Tangki Air Hydran Umum (TAHU) di beberapa titik untuk membantu kebutuhan air bersih saat terjadi gangguan.

Berbuat Cabul, Oknum Guru di Bantarjati Dipolisikan

0

BOGOR DAILY-Wali murid dari anak berusia 14 tahun korban kekerasan seksual berinisial YS melaporkan oknum guru SDN Bantar Jati 1, Jalan Ciremai Ujung No 70, Bantar Jati Atas, Kec.Bogor Utara, Kota Bogor ke polisi.

Oknum guru berinisial MM itu dilaporkan telah melukan perbuatan asusila terhadap YS pada 2014 lalu ketika YS duduk di sekolah dasar.

Orang tua korban, Afendi, dalam laporan yang diterima polisi mengungkapkan ketika itu MM merupakan guru sekaligus walikelas korban.

Terungkap kejadian asusila itu dilakukan pelaku terhadap pelaku pada September 2014.

Belum diketahui apa yang menyebabkan orang tua korban baru melapor setelah tiga tahun berlalu.

“Itu kejadiannya 2014 saat masih SD, sekarang anak ini sudah duduk di bangku SMP,” ujar Humas Polresta Bogor, Rachmat Gumilar, Senin (23/10/2017).

Berdasarkan keterangan yang diterima polisi, kejadian itu bermula ketika terduga pelaku menghampiri korban yang sedang sendiri di kelasnya karena tidak ikut pelajaran olahraga.

Di saat waktu itulah pelaku diketahui melakukan tindakan asusila kepada korban. Korban akhirnya baru menceritakan hal tersebut kepada orang tuanya belakangan ini karena merasa terancam.

Polisi pun menangkap korban pada Sabtu (21/10/2017) melalui unit PPA Polresta Bogor Kota dipimpin oleh Kanit PPA di rumah MM sekitar Bantarjati Atas Kec.Bogor Utara Kota Bogor.

Tersanngka langsung dibawa  tanpa melakukan perlawanan.

Hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui telah memijat tubuh korban di kursi dan lantai kelas 4A, namun tidak mengakui telah melakukan persetubuhan terhadap korban.

 

Pegawai PD PPJ Kedapatan Bawa Ganja, Ini Kata Bos Pasar

0

BOGOR DAILY-Peredaran narkoba kini menyasar hingg ke pegawai Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ). Adalah Kaur Operasional Pasar Sukasari berinisial S yang berhasil diamankan oleh polisi dalam razia skala besar yang dilakukan di Tugu Kujang, Minggu (15/10/17) dini hari. S diketahui bersama rekannya berinisial M kedapatan memiliki dua linting ganja, dengan berat hampir 1 gram.

“Kedua orang itu masing masing berinisial M dan S. Saya tidak tahu tepatnya pelaku penjaga pasar dimana, yang jelas pelaku seorang pegawai penjaga pasar,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agah Sonjaya.

Kini, kedua pegawai PD PPJ berada di Rumah Sakit Mardzuki Mahdi (RSMM) guna mengikuti observasi terlebih dahulu. Jika hasil ovservasi memutuskan untuk dilakukan rehabilitasi, maka keduanya akan direhabilitasi selama dua bulan. “Tapi, jika dalam jangka waktu tersebut belum sembuh, maka masa rehabilitasinya akan ditambah sampai benar-benar sembuh,”  tandasnya.

Dikonfirmasi, Dirut PD-PPJ, Andri Latif mengaku ingin terlebih dahulu memastikan kabar tersebut. Karena, dia belum mengetahui informasinya secara pasti. “Saat ini PD-PPJ sedang meminta keterangan resmi dari Polres dan RS Marzuki Mahdi kebenarannya. Apakah yang bersangkutan memang dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba atau bukan,” ujarnya.

Jika memang barang bukti dua linting ganja didapat di mobil yang dikendarai S, maka menurutnya belum tentu narkoba tersebut milik S. Sehingga perlu dipastikan terlebih dahulu. “Didapatkan di dalam kendaraan, harus dibuktikan bahwa barang bukti adalah milik yang bersangkutan dan memang positif pengguna,” ungkap Andri.

Pihaknya kata dia, akan mengambil langkah tegas setelah keterlibatan S dalam pemakaian maupun kepemilikan ganja terbukti. “Apabila terbukti, yang bersangkutan memiliki dan pengguna, pasti kami akan tindak tegas. Sesuai dengan aturan kepegawaian, yang terlibat narkoba diberhentikan dengan tidak hormat,” tandasnya.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Bogor, Nugraha Setia Budhi mendesak Wali Kota Bogor Bima Arya agar memeriksa urin seluruh pegawainya. Pasalnya, keterlibatan pegawai pemerintah (PNS, BUMD dan sebagainya) dengan kasus narkoba bukan yang pertama kalinya

Sesuai dengan surat keputusan (SK) Mendagri Nomor 50 tahun 2017, minimal dalam setahun dilakukan satu kali tes urin untuk PNS. Namun kalau bersifat kasuistik dua minggu sekali juga bisa,” jelasnya.

Dia berharap ota Bogor tak kalah dengan Kabupaten Bogor yang sudah menerapkan peraturan tersebut dari jauh-jauh hari. Pemerikasaan ini  memang ditujukan untuk menghindarkan penggunaan narkoba khususnya di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

“Wali kota harusnya memerintahakan kepada ASN-nya untuk melakukan tes urin, baik SKPD maupun di luar itu.  Kalau kabupaten sudah, bukan himbauan lagi tapi pelaksanaan,” tandasnya.

Rombongan Anies Bikin Macet, Kapolres Bogor Uring-uringan

BOGOR DAILY-Pernyataan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyatakan telah membuat surat pemberitahuan terkait kegiatan ‘tea walk’ di kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, dibantah Kepolisian Polres Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika mengatakan, bahwa ada surat tertanggal 10/10/2017. Namun isi surat itu, bukan terkait ijin keramaian, akan tetapi permintaan pengawalan VVIP. Ini pula yang membuat Polres Bogor akhirnya kelabakan mengatasi macet Puncak pada Sabtu (21/10)

“Kami dari kepolisian Polres Bogor kembali menegaskan, bahwa memang benar belum ada surat pemberitahuan yang sampai kepada saya. Kalau pemberitahuan kegiatan keramaian sama sekali belum ada,” kata AKBP Dicky Senin (22/10/2017).

Menurut AKBP Dicky, Dinas Perhubungan DKI menyatakan kegiatan itu sudah dikomunikasikan kepada polisi. Bahkan Dishub menunjukkan bukti surat pemberitahuan itu adalah tidak benar.

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini mengatakan, kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakilnya, Sandiaga Uno, tidak berijin keramaian.
AKBP Dickcy tetap pada pernyataan awal pada Sabtu lalu, bahwa dirinya belum menerima pemberitahuan.

Tidak ada ijin pada acara yang diikuti 8.000 orang ini, mengakibatkan arus lalulintas mengalami kemacetan hingga 10 Km.

Panjangnya kemacetan, karena polisi belum sempat membuat rencana antisipasi. “Karena tidak ada ijin, maka kami tidak sempat membuat rencana kegiatan pengamanan. Ribuan PNS hadir diacara di PTPN Gunung Mas Bogor,”paparnya.

AKBP Dicky menjelaskan, ada dua surat yang masuk. Pertama adalah surat berkop Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perihal permohonan bantuan perlintasan VVIP dan pengaturan lalu lintas, ditujukan kepada Kepala Korps Lalu Lintas Markas Besar Polri, tertanggal 10 Oktober 2017.

Lalu surat kedua yang ditunjukkan Dishub DKI yakni berupa Lembar Pengantar berlambang Pemprov DKI, dari Kepala Dishub DKI kepada Polres Bogor, perihal permohonan bantuan perlintasan VVIP dan pengaturan lalu lintas, tertanggal 10 Oktober 2017.

“Ini surat kami Polres Bogor tidak menerima juga tembusannya. Jadi ini surat pengawalan VVIP, bukan pemberitahuan keramaian kepada kepolisian setempat seperti yang disampaikan Pemprov DKI,”ungkap Dicky.

Untuk pengawalan VVIP lanjut AKBP Dicky, hanya untuk dua orang yakni, Anies dan Sandiaga.

“Ternyata di lokasi, banyak sekali kendaraan selain kendaraan Anies dan Sandiaga,”ujarnya.

Jika mengacu kepada aturan, maka surat pemberitahuan biasanya dilayangkan tujuh hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan dengan mengumpulkan massa banyak seperti demonstrasi, konser musik, dan kegiatan yang menimbulkan keramaian lainnya, bagi ABKP Dicky perlu ada pemberitahuan, agar polisi menyiapkan antisipasi keramaian, termasuk pengaturan lalu lintas, hingga keamanan dilokasi acara.

Goa Karst Ciampea Mulai Kritis

BOGOR DAILY- Keberadaan goa vertikal dna gunung karst di wilayah Ciampea jadi perhatian tokoh masyarakat yang tergabung dalam Baraya Kujang Pajajaran (BKP).Apalagi melihat kondisi dua goa yang sudah hancur akibat aktvitas penambangan liar yang hanya berjarak 50 meter dari goa.

Ketua BKP Kabupaten Bogor Ahmad Fatir menyayangkan hal tersebut. Ini mengingat goa vertikal dan gunung karst merupakan kekayaan alam yang patut dilindungi. Dan menjadi warisan dunia.

“Ada sekitar 25 goa di gunung ini. Tapi, dua goa sudah hancur akibat penambangan. Bahkan sebagian dinding goa vertikal ini sudah hancur, diduga kuat akibat dampak ledakan alat penambangan,”sesal Ahmad.

 

Menurutnya, gunung Karst Ciampea harus dipertahankan, karena merupakan sumber air untuk keberlangsungan ekologis dan ekosistem di sekitarnya.

 

 

 

Bahkan, warga di sekitaran gunung kapur yang berada di dua kecamatan yakni Ciampea dan Cibungbulang juga menggantungkan sumber airnya dari keberadaan goa dan gunung karst tersebut.”Karena, di bawah perut gunung karst terdapat aliran sungai, sebagai urat utama sumber mata air daerah setempat,”terangnya.

Selain itu, ia juga menyebut kalau di puncak Gunung Kapur, punggungan hingga kaki terhampar benda-benda bernilai sejarah sebagai warisan peradaban purba Sunda. Salah satunya warisan Kerajaan Tarumanagara abad ke-5 Masehi.

“Jarak Gunung Kapur dengan Situ Prasasti Kaki Gajah Raja Besar Tarumanagara, Prabu Purnawarman di Muara Sungai Cianten, Cibungbulang hanya 1 KM saja. Di sana ada puluhan arca,”bebernya.

Sayangnya, karena terabaikan sejumlah arca justru mengalami kerusakan. Termasuk arca gajah Purnawarman yang sejak beberapa tahun silam ada. “Ya itu rusak berat akibat penambangan. Makanya, sekarang itu dipindahkan lokasinya ke SDN Ciampea 2. Sebagian arca masih berada di lokasinya juga dalam keadaan rusak,”urainya.

Ahmad Fatir berharap agar pemerintah menaruh perhatian terhadap peninggalan sejarah. Sehingga pengrusakan area gunung karst di Kecamatan Ciampea dapat ditekan.  Jika tidak, maka imbas pengrusakan area gunung karst itu akan meluas dan langsung berdampak ke masyarakat setempat.

“Jangan sampai warga yang jadi korban. Dan, sudah saatnya jejak situs cagar budaya berusia ribuan tahun itu dilindungi sebagai warisan adiluhung dan kekayaan sejarah milik bangsa Indonesia,”pesannya

Ia juga mengajak masyarakat untuk bangkit menjaga kawasan Gunung Karst Ciampea. “Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, maka gunung karst Ciampea segera punah,”tandasnya

Mahasiswa IPB Jadi Tersangka Demo ‘Jokowi-JK’

BOGOR DAILY-Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Ardi Sutrisbi dan mahasiswa STEI SEBI Iksan ditetapkan sebagai tersangka unjuk rasa mengkritisi tiga tahun kinerja Jokowi-JK di depan Istana Merdeka, Jumat (20/10/17) lalu.

Penetapan tersangka dilakukan usai keduanya menjalani pemeriksaan selama 1×24 jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta.

“Dua orang ditahan, satunya dari IPB dan dari STEI SEBI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dihubungi, Senin (23/10/17).

Argo mengatakan, keduanya ditahan sejak Minggu (22/10). Mereka diganjar beberapa pasal, terkait perusakan fasilitas umum dan tentang penghasutan.

“Dikenakan Pasal 170 dan Pasal 160 KUHP,” kata Argo.

Sementara itu, 12 mahasiswa lain yang ikut ditangkap telah dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan. Polda Metro Jaya membantah telah melakukan tindak kekerasan terhadap mahasiswa saat membubarkan unjuk rasa di depan Istana Merdeka.

Sebelumnya Polda Metro Jaya mengamankan 14 orang mahasiswa yang ikut demo 3 Tahun Jokowi-JK di depan Istana Kepresidenan, karena diduga sebagai provokator yang menyebabkan demo sempat rusuh.

Bahkan petugas memberikan kesempatan kepada pengunjuk rasa untuk berdemo sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, padahal sesuai aturan batas demo pada pukul 18.00 WIB.

Karena tak menuruti imbauan, petugas membubarkan paksa pengunjuk rasa. Namun beberapa pendemo melakukan perlawanan dan perusakan terhadap fasilitas umum.

Akhirnya, petugas mengamankan 14 pendemo yang diduga terlibat perusakan dan melawan terhadap aparat.

Selain menetapkan 14 orang mahasiswa tersebut, polisi juga hari ini memanggil dua orang mahasiswa lainnya yakni Wildan dan Panji sebagai tersangka. Dengan demikian, tersangka dalam aksi demo itu menjadi 16 orang.

Wahana Arung Jeram Dufan Makan 5 Korban, Ini Kondisinya

0

BOGOR DAILY-Sebuah perahu di wahana arung jeram di Dunia Fantasi (Dufan) Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, terbalik. Lima orang dilaporkan menderita luka-luka.

“Kecelakaan terbaliknya perahu arum jeram di Ancol terjadi pada Minggu 22 Oktober 2017 pukul 15.30 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Peristiwa tersebut terjadi ketika lima pengunjung menaiki wahana arum jeram. Saat perahu naik dan terkena ombak, perahu tiba-tiba terbalik.

Argo mengatakan, para pengunjung yang menaiki wahana tersebut saat itu memasang safety belt. Begitu perahu terbalik, para korban pun sempat kemasukan air.

“Karena para korban mengenakan sabuk pengaman yang berada di perahu sehingga para korban membentur bagian bawah wahana dan terminum air kolam,” jelas Argo.

Para korban kemudian dibawa ke RS Satya Negara untuk mendapatkan perawatan. Para korban dilaporkan mengalami luka lecet.

Berikut data kelima korban tersebut:

1. M Risma Saputra (20), warga Graha Mandiri Blok B26, Kelurahan Satria Jaya. tambun, Bekasi (luka lecet pada tangan dan perut)
2. Dimas Wildana Putra (luka lecet pada tangan kiri)
3. M Satrio (45)
4. Selvi Yuliani (24), warga Jl Kemandoran RT 04/22 Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan (luka lecet pada tangan).
5. Cut Muria Azuenda (20), warga Bintara, Cakung.

Pihak pengelola Dufan membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini para korban sudah dievakuasi ke RS terdekat. “Betul musibah tersebut terjadi. Seluruh korban telah dievakuasi ke RS terdekat dan alhamdulillah tdk ada korban jiwa dan saat ini semua dalam pemulihan,” kata Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari saat dimintai konfirmasi.

Washington Masih Bungkam Soal Pencekalan Panglima Gatot

0

BOGOR DAILY- Pemerintah Amerika Serikat (AS) belum dapat memberikan penjelasan terkait insiden yang dialami Panglima TNI, Gatot Nurmantyo yang dilarang untuk memasuki wilayah AS pada Sabtu, 21 Oktober. Saat itu, Jenderal Gatot yang sedianya memenuhi undangan dari Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS, Joseph Dunford untuk menghadiri konferensi di Washington DC, AS.

Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia yang diminta oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memberikan penjelasan mengatakan masalah tersebut telah diselesaikan dan Panglima TNI sudah dapat pergi ke AS. Namun, dia masih belum dapat mengungkap alasan yang menyebabkan Jenderal Gatot Nurmantyo sempat dilarang masuk ke wilayah AS.

“Kedutaan bekerja dengan sangat keras untuk mengerti, mengungkap hal-hal seputar insiden ini. Dan kami berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi,” kata Wakil Dubes AS, Erin Elizabeth McKee dalam pernyataan kepada media di Kemlu, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

“Kami juga bekerja keras untuk mefasilitasi komunikasi antara Jenderal Dunford dan Jenderal Gatot untuk memastikan komunkasi itu terjadi,” tambahnya.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo ditolak memasuki wilayah AS oleh lembaga Perlindungan Perbatasan dan Cukai AS. Pemberitahuan penolakan itu disampaikan Maskapai Emirates beberapa saat sebelum Jenderal Gatot terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, menuju Washington DC.

Jenderal Gatot seharusnya terbang ke AS dengan penerbangan Emirates EK 0357 pada 21 Oktober untuk memenuhi undangan Jenderal Joseph F. Durford Jr. untuk hadir pada acara Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations (VEOs) pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC.

Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan telah meminta maaf kepada Menlu RI Retno Marsudi terkait kejadian ini. Namun, Pemerintah RI tetap menginginkan penjelasan mengapa insiden ini bisa terjadi.

Kunjungi Gus Ali, Ferry Didoakan Jadi Gubernur Jateng

0

BOGOR DAILY-Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Dari Partai Gerindra Ferry Juliantono mendatangi Pemimpin  Pondok Pesantren Darussalam Timur  H Agus Ali Qoisor atau yang akrab disapa Gus Ali di Muntilan Magelang, Minggu (22/10/2017).

“Ini Silaturahmi. Wajib bagi saya mampir ke Pondok Pesantren, sekalian ingin mendengar  apa harapan santri dan pengasih  pondok pesantren pada kepemimpinan Jawa Tengah mendatang,” jelas Feri yang disambut hangat Kyai.

Menurut  Ferry, Santri adalah aset dalam menggerakkan roda perekonomian Jawa Tengah yang hingga kini berjalan di tempat. Ferry menambahkan Akan membuka lapangan pekerjaan  seluas-luasnya, sekaligus memberdayakan pesantren untuk mencetak santripreuner. Santri yang diberikan pengetahuan dan pendidikan ekonomi, termasuk membentuk koperasi-koperasi, pelatihan Industri kecil.

“Pesantren ini salah satu pusat pergerakan ekonomi. Jika ada pengajian atau acara haul, ratusan ribu manusia hadir. Ini tidak hanya meningkatkan ekonomi para santri, tapi juga masyrakat sekitarnya,” terang Ferry.

Masih kata Ferry, banyak  peluang untuk meningkatkan ekonomi Santri. “Salah satunya akan memberikan modal usaha  kepada  pesantren-pesantren di Jawa Tengah, juga mempersiapkan para Santri yang siap kerja,” jelas Ferry yang menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Massa di Partai tersebut.

Menurut Ferry, Hari Santri seharusnya bukan cuma diperingati. Tapi juga ada terobosan untuk meningkatkan kualitas kehidupan umat.

Gus Ali berharap keinginan Ferry untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah dikabulkan Allah SWT. “Kalau niatnya baik, dan benar-benar ingin mewujudkan perbaikan bagi masyrakat Jawa Tengah ya monggo. Niat baik dan luhur pasti dikabulkan,” terang Gus Ali.

Mimpi Ustaz Yusuf Mansur Membeli Indonesia, Begini Ceritanya

0

BOGOR DAILY- Ustaz Yusuf Mansur menjalani banyak bisnis di tengah kesibukannya menyebarkan dakwah. Bisnis ini berdiri pada jalur sektor keuangan yang melibatkan banyak orang dengan uang yang tidak sedikt jumlahnya.

Salah satunya adalah PayTren yang merupakan alat pembayaran untuk kebutuhan listrik, telepon, air hingga pembelian tiket. PayTren diklaim telah memiliki banyak pengguna dengan rata-rata frekuensi transaksi harian mencapai 700.000 transaksi.

Beberapa waktu lalu pengisian ulang alias topup PayTren dihentikan sementara oleh Bank Indonesia (BI) karena dianggap tidak memenuhi persyaratan. Yusuf pun kemudian menjalani proses yang diminta BI.

Bisnis lainnya adalah PayTren Asset Management (PAM), yaitu Manajemen Investasi Syariah. Yusuf menyatakan bahwa bisnis tersebut baru pertama kali di Indonesia. Sehingga Ia tampak begitu serius untuk menjalankannya.

Keberanian Yusuf untuk terjun ke sektor keuangan ternyata bukan tanpa pegangan. Menurutnya, dunia bisnis sudah mulai digeluti sejak kecil, walaupun masih dengan kapasitas kecil. “Saya dari kecil sudah menjalankan bisnis sebenarnya,” ungkapnya.

Sepanjang perjalanan, Yusuf juga tidak jarang menghadapi tantangan. Yusuf bahkan sempat diadukan ke pihak Kepolisian karena dianggap melakukan penipuan. Ini terjadi beberapa kali.

Akan tetapi, ia tak berhenti dan tetap berjuang demi mencapai mimpinya. Ia mengungkapkan keinginan untuk memiliki bank hingga klub sepakbola ternama di Eropa. “Itu bukan sesuatu yang mustahil,” tegasnya.

Bahkan uang dari hasil investasi sektor keuangan yang dimilikinya, Yusuf Mansur memiliki mimpi untuk membeli kembali Indonesia dari tangan investor asing di dalam negeri.