Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8913

Brakk!! Pohon Raksasa Tumbang Dekat Istana Bogor, 2 Luka-luka

0

BOGOR DAILY-Sebuah pohon raksasa yang berada di dekat pintu utama Istana Kepresidenan Bogor, tumbang. Pohon tersebut berada tepat di Jalan Jalak Harupat, Kampung Sempur, Bogor, Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dari informasi yang dihimpun, Rabu (27/9/2017) pohon besar berdiameter 50 centimeter tersebut tumbang sekira pukul 13.30 WIB. Batang pohon itu pun menutup hampir seluruh badan jalan.

Selain itu, pohon juga menimpa kendaraan mobil dan motor yang tengah melintas. Akibatnya dua orang bernama Edwars (31) dan Nur Rizky (25) mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS PMI Kota Bogor.

Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor berusaha membersihkan batang pohon dari badan jalan. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan karena jalan ditutup sementara.

“Proses evakuasi pohon sudah selesai, jalan sudah dilalui kembali,” ujar anggota Denpom III/Siliwangi, Kopka Indra.

PKS Pepet PAN Bangun Koalisi Gemuk di Jabar

0

BOGOR DAILY-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau kalah dengan Gerindra melakukan manuver politik untuk perluasan koalisi. Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu mengaku sedang mendekati Partai Amanat Nasional (PAN).

“Bagaimanapun juga kita ingin koalisi gemuk ini semakin besar, kita bangun dengan kebersamaan dengan bergabungnya PAN tentu saja akan memperkuat koalisi ini (PKS – Gerindra),” kata Syaikhu saat dihubungi via telepon genggam, Rabu (27/9/2017).

Wakil Wali Kota Bekasi ini menilai keberadaan PAN tidak akan ‘mengusik’ pasangan calon Deddy Mizwar – Ahmad Syaikhu. Sehingga, sambung dia, pihaknya memilih PAN untuk memperkokoh koalisi PKS – Gerindra di Jabar.

“Intinya kita ingin saling membangun kerjasama dengan PAN, mungkin kalau di Pilgub Jabar bisa jadi PAN mensupport PKS. Kami juga siap mensupport kader-kader PAN untuk maju di pilkada kabupaten dan kota,” jelas dia.

Ia mengaku sudah mendapatkan restu dari Gerindra untuk menjajaki kerjasama dengan PAN. Bahkan, sambung dia, lampu hijau itu juga sudah didapat dari para pimpinan partai.

“Pertemuannya bersama dengan Presiden PKS (Sohibul), pak Prabowo dan pak Zulkifli,” ungkap dia.

Ia menuturkan sudah mulai membangun berkomunikas dengan PAN baik di tingkat wilayah maupun pusat. Pihaknya berharap komunikasi yang dibangun bisa berbuah terhadap kerjasama nantinya.

“(Komunikasi) pararel. PAN Jabar dengan DPW (PKS) saya menugaskan untuk komunikasi. DPP juga sejalan dengan itu sudah komunikasi,” kata Syaikhu.

Seperti diketahui, DPD Gerindra Jabar juga mendakti poros baru untuk perluasan koalisi di Pilgub Jabar. Sejauh ini Gerindra bersama Demokrat, PPP dan PAN sedang membahas parameter pemimpin Jabar.

Hari Ini Artis Syahrini Diperiksa Soal Kasus First Travel

0

BOGOR DAILY-Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri akan memanggil aktris Syahrini sebagai saksi tersangka terkait First Travel. Syahrini akan dimintai keterangan terhadap perjalanan umrah bersama keluarganya menggunakan jasa First Travel.

“Tentu terkait keberangkatan umroh dia dan keluarganya menggunakan First Travel,” Kata Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Herry Rudolf Nahak, Rabu (27/9/2017)

Lanjutnya, Syahrini akan diperiksa sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB di Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Ke depannya, selain Syahrini beberapa aktris lainnya juga akan diperiksa terkait kasus FT. “Ada beberapa,” imbuh Herry.

Berdasarkan informasi yang tersebar informasi keberangkatan umrah Syahrini menggunakan First Travel. Berikut isi kabar tersebut:

Sekitar Maret 2017 lalu, Syahrini dan keluarga diketahui menggunakan jasa First Travel untuk umrah ke Tanah Suci. Bahkan, Syahrini mengambil kelas mewah VVIP untuk keberangkatannya bersama sekitar 18 anggota keluarganya. Sosok Annisa Hasibuan pun tampak mendampingi Syahrini kala itu.

Dalam kasus ini, penyidik Bareskrim menetapkan tiga tersangka, yakni pasangan suami-istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta adik Anniesa, Kiki Hasibuan.

Penyidik menyita 8 perusahaan, 5 mobil, termasuk 13 rekening bank. Dalam perkara ini, PPATK menelusuri transaksi aliran dana dan ditemukan duit total Rp 7 miliar dalam 51 rekening. Ada juga transaksi aliran dana ke luar negeri yang terlacak.

Rektor UNJ Dipecat Gara-gara Kasus Plagiat Disertasi

0

BOGOR DAILY-Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akhirnya memutuskan mencopot Profesor Djaali dari jabatannya sebagai rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Tim Kemenristekdikti menemukan adanya pelanggaran dalam perkuliahan di Pascasarjana UNJ.

Polemik kasus yang menjerat Djaali bermula dari temuan tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristekdikti soal plagiasi atas disertasi mantan gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Meski sudah berstatus tersangka korupsi, Nur Alam, dapat meraih gelar doktor di bidang ekonomi.

Selain itu, muncul pula infografis di media sosial yang menyebutkan tim EKA menemukan 5 disertasi terindikasi plagiat para pejabat provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satunya adalah Nur Alam.

Dalam infografis juga disebut disertasi mereka dibuat pada satu komputer dengan rentang waktu selesai 1-2 bulan sebelum ujian terbuka.

Melihat adanya indikasi praktik KKN yang dilakukan Djaali, Aliansi Dosen UNJ melaporkannya ke Ombudsman RI. Ketua Aliansi Dosen UNJ, Robertus Robet mengatakan timnya melakukan investigasi dan menemukan sejumlah fakta.

“Kita menunjukkan adanya fenomena penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pimpinan universitas dalam keluarnya SK pengangkatan terhadap keluarganya sendiri. Nah itu yang kami bawa kepada Ombudsman ini” kata Robertus di Kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/9/2017).

Robet menambahkan, pihaknya telah menemukan empat fakta terkait SK pengangkatan yang dilakukan oleh Rektor UNJ yang diberikan kepada anak dan menantunya. Sebanyak tiga SK pengangkatan diberikan ke 3 anak kandung Prof. Dr. Djaali dan satu SK pengangkatan diberikan kepada menantunya.

“Ombudsman merespons ini dengan baik, dengan cepat dan pengaduan kita diterima. Kita tinggal menunggu langkah-langkah untuk memperbaiki apa yang sudah terjadi di UNJ ini. Saya kira harus ada proses yang transparan, yang tegas untuk masalah yang terjadi di UNJ dan untuk mengembalikan lagi kondisi kehidupan kampus yang kondusif,” ucapnya.

Untuk menyelesaikan polemik, Tim Independen Kemenristekdikti kemudian mendalami temuan yang dilakukan tim EKA. Ketua Tim Independen Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan, Djaali dicopot dari jabatannya karena terbukti melakukan pelanggaran.
“Sehingga Pak Djaali sudah tidak lagi menjabat,” ujar Ali dalam keterangan pers dari Forum Alumni UNJ (Forluni), Rabu (27/9/2017).

Sementara itu, di situs resmi UNJ (www.unj.ac.id), jabatan rektor digantikan oleh Prof Dr Intan Ahmad sebagai Pejabat Pelaksana Harian. Menristekdikti Mohammad Nasir menunjuk Prof Intan sebagai pengganti Djaali di hadapan Wakil Rektor dan Dekan

Begini Horornya Lintasi Jalan Bojongrangkas Ciampea

BOGOR DAILY- Sudah dua bulan bahu jalan raya di Kampung Bojongrangkas, RT 01/05, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, yang ambrol dicueki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea. Kondisi ini membuat horor bagi pengendara yang melintas.

Warga sekitar, Nandi (35), mengaku sudah dua bulan tebingan Jalan Bojongrangkas yang ambrol tergerus kali yang meluap itu dibiarkan. Saat ini hanya dibatasi bambu dan trafic cone saja sehinggamembahayakan pengendara yang melintas. “Pembatas jalan yang longsor merupakan inisiatif warga agar pengendara tidak terperosok ke lubang longsoran,” katanya.

Bahkan sebelum diberi tanda, lanjutnya, ada beberapa pengendara terjatuh akibat menghidari longsor. Longsor itu diakibatkan curah hujan yang tinggi hingga tebingan jalan tergerus kali yang meluap. “Seharusnya UPT Bina Marga Jalan dan Jembatan Ciampea segera memperbaiki jalan yang longsor sepanjang 20 meter sebelum makan tumbal,” keluhnya.

Warga lainnya, Leni (26) mengungkapkan, area tersebut merupakan wilayah rawan longsor. Apalagi bahu jalan kabupaten berdekatan dengan Kali Bojongrangkas. Akses ini merupakan jalur vital yang merupakan jalan penghubung tiga desa hingga tembus ke wilayah Kecamatan Pamijahan.

“Apalagi sekarang ini musim hujan, jika tidak cepat diperbaiki bakal melebar. Kita minta pemerintah kabupaten secepatnya memperbaiki bahu jalan yang ambrol sebelum longsornya melebar dan menggerus Jalan Bojongrangkas,” pungkasnya.

Kasihan, Kakek Ini 11 Tahun Terkapar di Kasur

BOGOR DAILY-Warga Kampung Tegal Panjang RT 01 RW 04 Desa Tugu Selatan,M.Nasir (77) diketahui menderita sakit stroke sejak sebelas tahun silam. Setiap hari ia  terkulai lemas tak berdaya diatas sebuah kasur yang sudah lapuk di makan usia.

Dia tinggal bersama istri Cicih (73) dan seorang anak angkatnya Yeti (50) di rumah petak yang luasnya hanya sekitar 70 meter persegi saja, akses masuknyapun harus melewati gang kecil, diantara bangunan – bangunan villa mewah.

“Kami disini tinggal bertiga, Saya, Bapak dan Yeti. Sedangkan saudara yang sekandung sudah tidak ada, Sementara Bapak itu sakit sudah sebelas tahun sakit stroke hingga kini, kalau lagi kambuh suka ngeluh nyeri di bagian dada (sesak),” ungkap Cicih

Untuk pengobatan,sambungnya, sekemampuan mereka hanya sebatas pengobatan tradisional.

“Kadang ada juga dari tetangga yang suka ngasih ala kadarnya. Untuk pengobatan bapak paling kita bawa ke klinik 24 jam,paling hanya di uap, itupun tidak rutin,”jelasnya.

Hal serupa juga dikatakan anaknya Yeti dirinya tidak bisa berbuat banyak karena bapaknya hanya memiliki Jamkesmas yang dianggap sudah tak berlaku. “Sekarang itu kalau mau berobat ke rumah sakit kan harus pake BPJS, sedangkan yang saya punya hanya Jamkesmas tapi katanya gak laku,” ungkapnya terbata bata.

Larangan PNS Pakai Elpiji 3 Kilo Mulai Berlaku di Jakarta

0

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama PT Pertamina (Persero) menggelar Sosialisasi Larangan Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) alias Elpiji 3 kg bagi PNS/CPNS DKI Jakarta, Pelaku Usaha Non Mikro dan Masyarakat Mampu di Kantor Kecamatan Kebon Jeruk, Jalan Kebon Jeruk No. 2, Jakarta Barat.

Camat Kebon Jeruk, Abdullah, mengatakan sosialisasi ini ditujukan agar penerimaan elpiji bersubsidi ini bisa tepat sasaran. Adapun pihak-pihak yang dilarang menggunakan elpiji dibagi menjadi tiga kelompok.

“Pertama PNS dan CPNS DKI. Kedua usaha mikro yang kekayaannya di atas Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Lalu masyarakat yang pendapatannya di atas Rp 1,5 juta,” katanya dalam sosialisasi tersebut, Jakarta, Rabu (27/9/2017).

Dirinya mengatakan sosialisasi ini digelar sesuai Permendagri ESDM No 26 Tahun 2009 Tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG di seluruh Indonesia, dan Pergub DKI Jakarta No 4 Tahun 2015 tentang Harga Eceran Tertinggi Tabung Gas Ukuran 3 kg, serta Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Penggunaan Tabung Elpiji 3 Kg.

Lebih lanjut Abdullah mengatakan, sosialisasi ini bersifat imbauan. Artinya pemerintah memang tidak memberikan sanksi bagi pihak yang tidak mematuhinya. Namun imbauan ini dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat.

“Sifatnya imbauan. Jadi sifatnya tidak ada sanksi tapi imbauan,” tukasnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini pihak Pertamina juga datang untuk memberikan sosialisasi tata cara penggunaan elpiji yang aman kepada masyarakat luas. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa mencegah potensi kebocoran-kebocoran gas yang terjadi.

Ronaldo Puas Real Madrid Akhiri Kutukan

0

BOGOR DAILY-Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo mengaku senang melihat performa yang ditampilkan timnya saat mengalahkan Borussia Dortmund di ajang Liga Champions.

Bermain di Signal Iduna Park untuk melawan tuan rumah Borussia Dortmund, Rabu (27/9) dini hari tadi, Los Blancos meraih kemenangan dengan skor 3-1.

Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan dengan gol-golnya. Bale membawa Real Madrid unggul lebih dahulu lewat golnya pada menit ke-18 yang bertahan hingga babak pertama usai. Di babak kedua Madrid menggandakan keunggulan lewat aksi Cristiano Ronaldo pada menit ke-50 memanfaatkan umpan Bale.

Empat menit usai gol tersebut, Pierre-Emerick Aubameyang sempat memperkecil kedudukan. Namun pada menit ke-79 Ronaldo mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan untuk Los Blancos.

Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Real Madrid di markas Dortmund. Di enam lawatan sebelumnya, mereka hanya mampu meraih tiga kali seri dan tiga kali kalah.

“Kami ingin mendapatkan kemenangan pertama kami di sini, di Dortmund. Ini sebuah tantangan besar bagi kami dan kami harus menerima tantangan itu bila kami ingin menulis sejarah kami dalam buku sejarah,” ujarnya.

“Tim melakukan pekerjaan yang fantastis, kami bermain benar-benar baik dan menciptakan banyak peluang,” sambungnya.

“Ini tak mudah mencetak tiga gol di sini dan ini performa yang serba bagus. Kami tampil baik dalam serangan, pertahanan dan di sepertiga tengah,” tandasnya.

Dedi Mulyadi Sebut Tokoh Bogor Minta Mahar Cagub Rp10 Miliar

0

BOGOR DAILY- Internal Partai Golkar mulai bergejolak jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar). Setelah muncul surat dukungan bodong untuk Ridwan Kamil serta aksi pengembalian kartu anggota di sejumlah daerah, kali ini permintaan mahar Rp10 miliar juga mencuat. Seperti yang diutarakan Ketua DPD Jabar Dedi Mulyadi secara blak-blakan dalam pencalonannya sebagai Gubernur 2018 hingga menyebut adanya tokoh Bogor yang menjanjikan rekomendasi DPP keluar dengan mahar tersebut.

Kemunculan surat du­kungan DPP Golkar untuk Ridwan Kamil beberapa waktu lalu berbuntut panjang hingga memunculkan reaksi di sejum­lah daerah. Sampai akhirnya muncul unjuk rasa di kantor DPD Partai Golkar, Jalan Mas­kumambang, Kota Bandung, Selasa (26/9).

Dalam unjuk rasa itulah, fakta soal adanya permintaan mahar Rp10 miliar terungkap. Ketua Dewan Pimpinan Dae­rah (DPD) Partai Golkar Dedi Mulyadi yang berorasi di de­pan ratusan kader Partai Gol­kar buka-bukaan soal mahar itu. Di hadapan pengurus, Dedi mengaku pernah ditele­pon oleh seorang tokoh yang dekat dengan DPP Partai Golkar.

Isi percakapannya mem­bahas soal kesiapan Dedi memberikan mahar demi keluarnya surat rekomendasi DPP Golkar sebagai calon gu­bernur (cagub) yang saat ini tak kunjung dikantongi. “Kita menapaki proses konsolidasi politik. Rapat di DPP kita ikuti. Dari pertama sampai dipu­tuskan (rekomendasi, red) 1 Agustus 2017, habis itu hilang. Saya sabar. Di tengah-tengah itu saya secara pribadi men­galami kegelisahan karena seringkali ada orang telepon. ‘Pak Dedi siap kan? Kalau ng­gak, tidak akan keluar reko­mendasinya’,” kata Dedi me­nirukan ucapan si penelepon, Selasa sore.

Namun, Dedi mengaku per­mintaan itu tak digubris meski surat rekomendasi penun­jukkan sebagai bakal calon (balon) Gubernur Jabar dari DPP Partai Golkar hingga kini masih digantung. “Dengan tegas dia katakan kalau Anda tidak kasih Rp10 miliar, jangan menyesal Anda tidak dapat­kan apa-apa. Saya katakan tidak apa-apa, besok saya tidak jadi apa-apa juga nggak apa-apa,” kata Dedi.

Meski demikian, Dedi men­egaskan bahwa yang menel­eponnya itu bukan kader DPP Partai Golkar. “Yang menelepon saya itu tokoh dari Bogor. Saya katakan yang meminta itu bu­kan pengurus Golkar, hanya seorang tokoh biasa yang merasa dekat dengan Golkar,” terang Bupati Purwakarta ini.

Rupanya, ucapannya terse­but mengundang reaksi di internal DPP. Desakan pada Dedi pun muncul agar yang bersangkutan mengungkap tokoh Bogor yang dimak­sud. Seperti yang diutarakan Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily. “Kalau Kang Dedi merasa diminta mahar oleh oknum pengurus DPP Partai Golkar, terus terang saja, se­butkan oknum pengurus yang melakukannya,” ujar Ace.

Pasalnya, Dedi tak menye­butkan secara gamblang soal orang yang meminta mahar Rp10 miliar itu. Jika memang ada yang meminta mahar, Ace menyarankan orang tersebut dijatuhi sanksi. “Supaya tidak terjadi fitnah, sebutkan nama dan jabatannya agar terang benderang. Kalau benar dia meminta mahar, sebaiknya dikenakan sanksi karena me­langgar pakta integritas terse­but,” kata Ace.

Sementara di Bogor, Sekre­taris DPD Golkar Kota Bogor Heri Cahyono mengaku tidak mengetahui persoalan terse­but. Bahkan, pihaknya tidak paham siapa tokoh Bogor yang dimaksud tersebut. “Saya nggak tahu. Tidak ikut campur urusan itu. Coba tanyakan ke Pak Dedi,” kata Heri.

Menurut lelaki yang menja­bat Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini, tidak mungkin hal tersebut dilakukan sekelas pengurus Golkar. Selain tidak berwenang melakukan lobi-lobi, daerah hanya berwenang dalam segi memberi dukun­gan. “Itu pelanggaran karena kita tidak berwenang seperti itu. Artinya mencampuri uru­san atasan,” ucapnya.

Menurut Heri, jika mahar itu diminta oleh pengurus DPD Goklar, maka dirinya memas­tikan akan ada sanksi yang dijatuhkan. “Kalau ada bukti nyata tentu bisa dilakukan pemecatan. Tapi itu untuk pengurus. Kalau anggota DPD yang memberikan sanksi,” yakinnya.

Dirinya menambahkan, se­jauh ini DPD Golkar Kota Bogor sudah menyiapkan dukungan kepada Dedi Mu­lyadi untuk maju di Pilkada Jabar. Sehingga, tidak mung­kin sekelas Dedi Mulyadi tidak direkomendasikan maju di Pil­gub Jabar. “Kita sudah siapkan untuk Pak Dedi. Saya rasa di Jabar juga sama (mengusung Dedi, red),” ujarnya.

Kemarin, lanjut Heri, pengu­rus DPD Partai Golkar se-Jabar juga telah menetapkan pilihan untuk satu kata mengusung Dedi Mulyadi. “Hari ini (ke­marin, red) seluruh Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar tingkat kota/kabupaten se-Jabar bersama PK se-Jabar bertemu di Sekretariat DPD Partai Golkar Jabar. Hasilnya, DPD kota/kabupaten se-Jabar menyampaikan dukungannya terhadap DM untuk tetap dicalonkan sebagai gubernur di Pilgub Jabar,” kata Heri ke­pada Metropolitan, kemarin.

Lagi-lagi, PKL Kebon Kembang Diusir Satpol PP

0

BOGOR DAILY-Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Kebon Kembang kembali diusir, Selasa (26/9/2017). Penertiban tersebut dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP Kota Bogor, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi UMKM dibantu TNI/Polri.

Kepala Seksi Operasional pada Satpol PP Kota Bogor Dimas Nito PS mengatakan bahwa penertiban dilakukan dengan melibatkan 250 personel gabungan.

“Tadi baru ada sekitar 50 lapak yang diterbitkan, dan besok kita akan menggelar sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan) di kantor karena mereka telah melanggar Perda 8/2006 tentang Ketertiban Umum,” ujarnya.

Dimas menambahkan bahwa nantinya penertiban juga akan dilakukan di kawasan Jalan MA Salmun, dan Jalan Merdeka.

“Kita akan tata kembali kawasan ini karena ada aturan diperkenankan berjualan asalkan jangan melewati garis merah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PKL pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Ayep Ruyiat mengungkapkan, pihaknya mendata jumlah PKL di Kota Bogor mencapai sekitar 4.000 PKL.

“Kebanyakan para PKL binaan kita adalah pedagang kuliner,” ujarnya.

Namun terkait keberadaan 600 PKL di kawasan Pasar Kebon Kembang Ayep mengatakan bahwa itu tidak termasuk PKL binaan.

Namun, menurutnya Pemkot Bogor mengeluarkan kebijakan sementara PKL boleh berjualan asalkan tidak melewati garis merah. Hal tersebut dikarenakan agar arus lalu lintas tetap tidak terganggu.

“Sementara ini jumlah PKL disini ada sekitar 600 sampai 650 PKL, keberadaan jumlah mereka tidak bisa dipastikan karena suka berpindah-pindah, beda dengan PKL binaan itu terdata jika ada yang keluar, maka dari itu untuk sementara ditertibkan dengan tidak melewati garis merah,” katanya.