Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8914

November, Resto Rindu Alam Dibongkar

BOGOR DAILYRencana penataan kawasan puncak terus bergulir dan sampai kini sudah dimulai setahap demi setahap. Meskipun masih menyisakan persoalan untuk beberapa eks PKL yang lapaknya terkena bongkar.

Bukan hanya PKL,restoran besar seperti Rindu Alam rencananya akan diratakan juga dengan tanah. Hal tersebut dikatakan oleh wakil gubernur Jawa barat Dedy Mizwar. Dirinya memaparkan, keberadaan restoran itu memang masuk dalam rencana pembongkaran. “Insya Allah November kami ratakan dengan tanah seiring adanya rencana pemerintah pusat,dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang saat ini sedang melakukan pelebaran jalan Puncak,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, setelah diratakan dengan tanah. Lahan area bekas Restoran Rindu Alam yang disewakan ke pihak keluarga mantan Pangdam Siliwangi Letjend (purnawirawan) Ibrahim Adjie selama 32 tahun ini nantinya akan dijadikan publik area atau ruang terbuka hijau. “Kami akan bangun ruang terbuka hijau atau publik area di tanah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang lokasinya ada di Restoran Rindu Alam dan sekitarnya. Walaupun kami akan bangun sebuah gedung disana, kami hitung atau pastikan dulu agar tidak mengganggu resapan air,” jelasnya.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, semua bangunan liar mulai dari pos polisi Gadog hingga perbatasan Cianjur akan ditertibkan termasuk Restoran Rindu Alam yang sudah beroperasi sejak lama.

“Semua bangunan liar atau 1.300 bangunan liar akan kami bongkar baik itu bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL), warung makan termasuk Restoran Rindu Alam yang masa ijinnya akan habis pada bulan September tahun ini,” terangnya.

Dia menambahkan, pembongkaran bangunan Restoran Rindu Alam dilakukan di akhir masa pembongkaran 1.300 bangunan liar, di mana untuk langkah awal bangunan liar yang dibongkar dari Gadog hingga lokasi Taman Wisata Matahari.

“Pembongkaran bangunan liar ini bertahap, tahap awal dari mulai Gadog hingga TWM, lalu TWM hingga Gunung Mas dan terakhir di Puncak Pass atau Restoran Rindu Alam,” tambahnya.

Di Bogor, Pil ‘Gila’ Dijual di Toko Sembako

BOGOR DAILY-Kabar mencengangkan datang dari Kabupa­ten Bogor. Informasinya, di tanah Bumi Tegar Beriman ini ada pelaku pengedar obat terla­rang berkedok toko sembako. Kabar ini didapat dari laporan masyarakat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor pun sudah menindaklanjutinya. Namun belum ada laporan secara resmi dari tim yang terjun langsung untuk melakukan investigasi.

Obat terlarang yang bere­dar itu diduga berjenis PCC (Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol) atau bisa di­sebut pil gila. Jika mencampur dan mengonsumsi ketiga obat ini secara bersamaan, maka efek masing-masing obat akan saling bekerja sama. Overdo­sis PCC pada akhirnya me­rusak susunan saraf pusat di otak. Perwujudan kerusakan saraf pusat otak bisa beragam, namun obat PCC secara spe­sifik memunculkan efek ha­lusinasi yang tampak pada beberapa korban.

Perubahan mood yang sig­nifikan juga sering terjadi. Begitu pula dengan gang­guan perilaku dan emosi dapat terjadi pada pengguna obat PCC. Gangguan ini sering disebut dengan istilah “bad trip” yaitu gejala cemas, ke­takutan dan panik yang ter­jadi pada pengguna obat. Selain itu, penyalahgunaan obat ini juga dapat menyebab­kan overdosis hingga kema­tian.

Kepala BNNK Bogor Nugra­ha Setya Budi berharap selain BNNK intens melakukan peny­uluhan ke sekolah-sekolah, peran serta orang tua juga lebih ditekankan untuk men­ghindari anak-anaknya terje­rumus dalam penggunaan narkotika. Yakni dengan cara tidak memberikan uang jajan berlebih dan menjaga komu­nikasi dengan anak secara baik.

“Keluarga wajib menga­wasi anak-anaknya agar ter­hindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Nugraha saat peresmian kantor BNNK Bo­gor di Jalan Segar Kompleks Perkantoran Pemda Bogor, kemarin.

Merespons hal ini, Kepala Satnarkoba Polres Bogor AKP Andri Alam Wijaya mengatakan, pencegahan dengan cara turun ke lapangan sudah dilakukan sejak tiga hari lalu. Selain mela­kukan pengecekan, Satnar­koba juga menyebarkan sele­baran imbauan larangan tujuh jenis obat yang sudah dilarang BPOM. “Beberapa toko sudah kita tindak (datangi dan beri­kan solusi). Razia dilakukan bersama BNNK dan Dinkes Bogor,” katanya.

Andri berharap seluruh apotek, toko obat, pedagang serta apoteker tak lagi men­distribusikan, mengedarkan hingga meracik ketujuh jenis obat-obatan yang sudah di­cabut izinnya tersebut. Sebab, jika larangan dan pamflet sudah sudah disebar namun masih ditemukan ada yang dengan sengaja menjual, maka sanksi hukumnya pi­dana.

“Saat ini kita berikan sosialisasi dan imbauan ter­lebih dulu. Kalau masih mem­bandel kita kenakan sanksi hukum,” harapnya.

Untuk pendistribusian, pengedaran, penjualan dan peracikan obat-obatan psi­kotropika golongan I, II, III dan IV masih bisa dilakukan. Akan tetapi, itu wajib menda­pat persetujuan dinkes dan di bawah pengawasan BPOM “Sedangkan penjualan langs­ung kepada konsumen harus berdasarkan resep dokter yang berkompeten, sehingga dapat dipertanggungjawabkan se­cara medis dan hukum,” tutupnya

Bogor Diguyur Hujan Sampai Siang

BOGOR DAILY-Hujan deras yang terjadi di seluruh wilayah Jakarta Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Rabu (27/9/2017) pagi diperkirakan akan terjadi hingga siang.

Masyarakat pun dihimbau untuk berhati-hati karena diperkirakan banyaknya genangan.

Informasi tersebut disampaikan Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta lewat akun twitternya @BPBDJakarta pagi ini.

Hujan yang terjadi sejak pukul 06.00 WIB itu katanya akan berlangsung hingga siang dengan intensitas ringan.

“Untuk para Camat & Lurah daerah rawan banjir atau longsor agar antisipasi dengan siagakan PPSU dan segera tindak lanjuti genangan,” tulis BPBD DKI Jakarta pada Rabu (27/9/2017) pagi.

Berikut ini beberapa wilayah Jabodetabek yang diperkirakan bakal terpapar hujan hingga siang.

Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Teluknaga, Kresek, Balaraja, Pasarkemis, Rajeg, Sepatan, Kosambi, Penjaringan, Tambora, Batuceper, Benda, Kalideres, Cengkareng, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Ciledug, Cipondoh, Kembangan, Tangerang, Jati Uwung, Cikupa, Tigaraksa, Cisoka, Legok, Curug, Serpong, Pamulang, Ciputat, Pondok Aren, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, Palmerah, Tarumajaya, dan dapat meluas ke wilayah Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Cilingcing, Kelapa Gading, Cakung, Pulo Gadung, Matraman, Cempaka Putih, Kemayoran, Sawah Besar, Senen, Johar Baru, Tamansari, Gambir, Menteng, Tanah Abang, Setiabudi, Tebet, Jatinegara, Duren Sawit, Makasar, Kramat Jati, Pancoran, Mampang Prapatan, Kebayoran Baru, Cilandak, Pasar Minggu, Jaga Karsa, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung, Pondok Gede, Bekasi Barat, Bekasi Utara, Babelan, Muaragembong, Jatiasih, Bekasi Selatan, Bantargebang, Gunung Putri, Cimanggis, Sukmajaya, Pancoranmas, Bojonggede, Beji, Lima, Sawangan, Gunung Sindur, Rumpin, Parungpanjang, Tenjo, dan sekitarnya.

ADV : Disperindag Kota Bogor Mengawasi Penggunaan LPG Bersubsidi

0

Bogor Daily – Lima rumah makan di kawasan Tajur, kedapatan menggunakan tabung gas elpiji subsidi 3 kg untuk mengolah masakannya. Temuan itu terungkap saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak  ke sejumlah rumah makan di kawasan Tajur yang berlangsung awal September 2017 lalu.

Pada saat itu ditemukan 16 tabung gas elpiji subsidi ukuran 3 kg yang disalahgunakan. Kontan petugas menyitanya dan kemudian mengganti dengan tabung gas non subsidi ukuran 5,5 kg.

Tentu para pengelola lima rumah makan tersebut, telah melakukan pelanggaran. Sebab tabung gas LPG ukuran 3 kg merupakan LPG bersubsidi dan karena itu hanya diperuntukan bagi  masyarakat berpenghasilan rendah. Bukan untuk mereka yang lebih mampu. Apalagi bagi mereka yang melaksanakan kegiatan usaha skala sedang dan besar.

“Gas elpiji 3 kg itu khusus diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu apalagi harga gas tersebut disubsidi oleh pemerintah. Sehingga kami melakukan pengawasan kepada para pelaku-pelaku usaha ini, karena mereka disinyalir sering menggunakan tabung gas elpiji 3 kg,” ungkap Achsin Prasetyo, Kepala Disperindag Kota Bogor yang memimpin langsungsidak tersebut.

“Sementara ini masih dalam tahap pembinaan. Untuk penindakan atau sanksi tegas ada waktunya tersendiri, tentunya kalau nanti ditemukan kembali pelanggaran oleh para pengusaha rumah makan itu,” lanjutAchsin yang didampingi Kepala Bidang Sarana dan Komoditi, Tedy S, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Mangahit Sinaga dan Cecep Fajar,perwakilan dari Hiswana Migas Kota Bogor.

Menurut Tedy, sidak yang dilakukan itu merupakan salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan Disperindag Kota Bogor terhadap pengguna Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg di wilayah Kota Bogor. “Kami berupaya mencegah agar dalam pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian LPG  tidak terjadi kelangkaan,” katanya.

Pengawasan yang dilakukan pihaknya didasarkan pada ketentuan perundang-undangan. Seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen;Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Juga Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 kilogram;Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas; serta Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2011 dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pendistribusian Tertutup Liquefied Petroleum Gas Tertentu di Daerah.

Mengacu pada ketentuan perundang-undangan tersebut, jelas bahan bakar LPG kemasan 3 kilo merupakan jenis bahan bakar bersubsidi. Penyediaan dan pendistribusiannya khusus untuk rakyat miskin dan pelaku usaha mikro. Sayangnya masih saja ditemukan kesalahan penggunaan LPG 3 kg yang dilakukan oleh pengusaha menengah atau warga yang berpenghasilan menengah ke atas.

Tedy mengimbau kepada para pelaku usaha rumah makan, hotel dan restoran skala besaratau warga mampu yang masih menggunakan tabung gas LPG 3 kg agar beritikad baik. Mereka harus mengganti atau menukar tabung gas LPG 3 kg dengan tabung gas LPG 5,5 kg. “Masih banyak saudara-saudara kita yang tidak mampu yang memerlukan gas LPG bersubsidi, supaya mereka terbantu,” ujarnya.

Memang, yang diperlukan bukan hanya pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap penggunaan LPG dalam kemasan tabung 3 kg, melainkan juga pengawasan bersama serta kesadaran masyarakat pengguna LPG. Janganlah merampas hak dari mereka yang berhak menggunakan LPG bersubsidi, LPG 3Kg.

(Advertorial)

ADV : Melalui Pemecahan Rekor MURI, Masyarakat Diajak Memperbanyak Makan Ikan

0

Bogor Daily – Indonesia adalah negara yang memiliki pantai terpanjang di dunia. Indonesia juga dikenal sebagai negeri bahari. Namun kenyataan itu tidak sebanding dengan tingkat konsumsi masyarakatnya terhadap ikan yang menjadi salah satu sumberdaya laut. Dengan kata lain, orang Indonesia masih sangat sedikit dalam mengkonsumsi ikan.

Catatan Kementrian Kelautan dan Perikanan menyebutkan, konsumsi rata-rata per kapita orang Indonesia baru mencapai 41 kg/ tahun. Itupun sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang masih di bawah 40 kg/tahun. Padahal di Malaysia konsumsi ikan per kapita per tahun telah mencapai 70 K/tahun, di Singapura 80 kg/tahun dan di Jepang bahkan sudah hampir mendekati 100 kg/tahun.

Masih rendahnya tingkat konsumsi per kapita per tahun secara nasional, juga tercermin di Kota Bogor.  Konsumsi ikan warga Kota Bogor  tercatat hanya 26,45 kg/kapita/tahun. Kondisi itulah yang mendorong perlunya terus dilakukan kampanye makan ikan dengan segala jenis makanan olahannya. Sebab ikan merupakan salah satu sumber pangan yang kaya nutrisi seperti omega, lemak, vitamin dan berbagai jenis protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Selama ini kampanye yang mengajak masyarakat lebih banyak makan ikan, dilaksanakan melalui gerakan makan ikan (Gemarikan). Selain oleh pemerintah, kampanye gemarikan juga didukung oleh Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan). Setiap tahun Forikan Kota Bogor yang dipimpin Yane Ardian, bersama Pemerintah Kota Bogor melakukan berbagai aksi dalam rangka mengkampanyekan gerakan makan ikan.

Tahun ini Forikan Kota Bogor menggandeng Dinas Pertanian Kota Bogor, menggelar kampanye yang spektakuler. Mereka berkampanye melalui Festival Olahan Makanan Ikan sekaligus upaya pemecahan rekor MURI atas penyajian terbanyak berbagai jenis makanan olahan berbahan ikan. Kampanye juga dimeriahkan dan diawali dengan kegiatan senam di Lapangan Sempur yang melibatkan 1.000 siswa SD dan SMP Kota Bogor.

Minggu, 24 September 2017, rekor MURI baru tercatat di pedestrian lingkar Kebun Raya Bogor. Sebanyak 680 jenis olahan makanan berbahan ikan berhasil disajikan dalam kegiatan tersebut. Menurut Awan Rahargo, Senior Manager Museum Rekor Indonesia, jumlah jenis olahan makanan berbahan ikan yang disajikan di Kota Bogor, mampu melampaui rekor yang tercatat sebelumnya di Kota Batam.

Waktu itu jumlah  yang tersaji hanya mencapai 562 jenis olahan makanan. Bahkan berdasarkan pengamatannya, rekor tersebut bisa disebut rekor dunia. Sebab seperti dikatakan Awan, “Belum ada di penjuru dunia lain yang dapat menyajikan olahan ikan sebanyak seperti saat ini.”

Memang hari Minggu pagi sampai siang itu, berderet tenda sepanjang 600 meter di pedestrian KRB. Menaungi meja yang menyajikan berbagai jenis olahan makanan berbahan ikan. Diantaranya rolade tenggiri, patty ikan lele, kerupuk lele, biskuit butter coklat lele, pizza sarden keju, kwetiaw sarden, tom yum sarden, sarden pete horror. Makanan yang disajikan tidak hanya sebatas diolah dengan cara dibakar atau digoreng. Disitu juga disajikan dodol rumput laut, cake rumput laut, stik bawang rumput laut dan donat rumput laut.

Berbagai jenis makanan itu dibuat oleh berbagai elemen masyarakat dari 68 kelurahan. Selain itu juga ada berbagai makanan yang disajikan oleh beberapa hotel yang ikut serta. Diantaranya Grand Savero Hotel yang menampilkan menu andalan dengan berbahan ikan tertentu dilengkapi dengan bahan dan resep memasaknya. Royal Hotel yang antara lain menampilkan Labu Kuning Ikan Patin Kukus. Festival  ini juga dimeriahkan dengan  demo masak oleh Kungfu Chef Muto dan Sisca Soewitomo pakar memasak yang sering hadir dilayar televisi.

Festival dan juga upaya memecahkan rekor MURI hanyalah salah satu cara yang kali ini dipilih Forikan Kota Bogor untuk berkampanye. Sejatinya kegiatan ini adalah kampanye mengajak warga Kota Bogor untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan dengan berbagai cara memasak dan menyajikannya. Termasuk membiasakan anak-anak sejak dini, mengkonsumsi ikan lebih banyak.

Sebab seperti dikatakan Walikota Bogor, Bima Arya, semakin dini atau semakin awal seseorang mengkonsumsi ikan,  maka hal itu baik untuk kesehatan, mengingat kayanya nutrisi yang terkandung dalam ikan. “Kita ingin generasi masa depan Kota Bogor adalah generasi yang cerdas, sehat dan berkualitas dengan banyak mengkonsumsi ikan,” katanya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor, Irwan Riyanto, melalui kegiatan seperti ini pihaknya juga berupaya mengubah pemikiran dan kebiasaan masyarakat yang selama ini mengandalkan daging sapi atau ayam sebagai sumber nutrisi. “Ikan tidak kalah dengan daging daging itu, sehingga kami ajak masyarakat lebih banyak mengkonsumsi ikan dan mendorong supaya harga ikan semakin terjangkau,” katanya.

Sedangkan Ketua Forikan Kota Bogor, Yane Ardian, menjadikan kegiatan ini sekaligus sebagai ajang mengedukasi masyarakat dalam mengenal dan mencicipi berbagai jenis olahan ikan. Oleh karena itu, “Kami mendorong sektor usaha untuk berkreasi dalam memproduksi olahan ikan, agar masyarakat semakin tertarik untuk makan ikan,” katanya.

Sebagai sebuah ajang kampanye, festival ini berhasil menarik perhatian masyarakat mengingat begitu banyak warga yang hadir. Di luar dugaan, Presiden RI Joko Widodo juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa stand peserta di sela-sela kegiatan olahraga pagi yang dijalaninya. Selain itu kegiatan ini pun mendapat dukungan pemerintah pusat melalui kehadiran Irjen Kementrian Kelautan dan Perikanan, Muhammad Yusuf. Semoga apa yang telah diperjuangkan Forikan Kota Bogor dan Dinas Pertanian Kota Bogor  berhasil lebih memahamkan warga masyarakat, bahwa ikan juga sumber nutrisi yang patut dipilih dalam menkonsumsi makanan.

(Advertorial)

Pengumuman! PLN Buka Lowongan, Gajinya Rp7 Juta

0

BOGOR DAILY– PT PLN (Persero) mulai membuka lowongan kerja untuk putra-putri Indonesia. Lowongan yang ini untuk mulai bekerja di 2018.

“Jadi itu lowongan yang sekarang dibuka untuk mulai berkerja atau menjadi pegawai di tahun 2018 nanti, jadi kita siapkannya mulai dari sekarang,” kata Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali.

Ali mengatakan, PLN membutuhkan 2.000 pegawai untuk tahun 2018 nanti. Saat ini pendaftaran lamaran telah dilakukan, salah satunya melalui situs rekrutmen.pln.co.id.

Dirinya menjelaskan, PLN membutuhkan lulusan untuk kualifikasi D3 hingga S1 dengan berbagai jurusan, antara lain Teknik Elektro, Teknik Industri, Akuntansi, Teknik Geologi, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Hukum, Akuntansi, Manajemen, Administrasi Bisnis, Administrasi Niaga, Ilmu Komputer, serta Sistem Informatika.

Nantinya, pelamar akan ditempatkan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan, mulai dari pekerjaan lapangan seperti engineer maupun kantor di bagian administrasi.

“Jadi nanti pelamar enggak memilih menjadi posisi apa, tapi kita yang menempatkan cocoknya di posisi apa. Nanti kita lihat sesuai kemampuannya,” terangnya.

Adapun, tahap-tahap yang akan dijalani oleh pelamar antara lain, tahap administrasi, psikotes, kesehatan, tes fisik, hingga wawancara user di akhir tahapan tesnya. Para pegawai pun nantinya harus siap untuk ditempatkan di berbagai wilayah PLN seluruh Indonesia.

Lantas, berapa gajinya?

“Untuk yang baru rata-rata di kisaran Rp 7 jutaan, itu untuk yang baru masuk,” ujar Ali.

Siap-siap, Siswa Bogor Dilarang Nongkrong di Mal dan Kafe

0

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bakal mengeluarkan aturan baru soal larangan siswa di BOgor nongkrong di kafe dan mal. Ini digagas Wali Kota Bogor Bima Arya setelah mencuatnya insiden duel gladiator yang ebrujung maut.

Menurtu Bima, aturan tersebut akan dikeluarkan melalui  surat edaran yang ditujukan kepada pengelola mall, restoran dan kafe untuk membatasi pelajar bermain atau “nongkrong” di saat jam sekolah maupun jam setelah pulang sekolah.

“Sifatnya imbauan, ditujukan kepada mall, restoran dan kafe-kafe untuk melarang pelajar `nongkrong` di jam sekolah dan pulang sekolah,” kata Bima usai mengunjungi SMA Mardi Yuana, Selasa.

Selain menerbitkan surat edaran, Pemerintah Kota Bogor juga akan mengevaluasi kinerja Satgas Pelajar yang ada di Dinas Pendidikan.

Selain itu melakukan operasi skala besar kewilayahan melibatkan camat, lurah dan Satpol PP untuk menyisir warung-warung yang ada di sekitar sekolah. “Kemarin saya ke SMAN 7, jarak kurang lebih 50 meter dari sekolah ada penjual minuman keras lengkap segala merek,” kata Bima.

Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan. Seharunya dekat sekolah ada perpustakaan, tempat belajar yang nyaman dan aman. “Tapi ini malah ada penjualan miras (minuman keras),” kata Bima prihatin.

Bima juga akan memperkuat pembinaan di keluarga. Karena berkaca dari banyak kasus melibatkan anak-anak terjadi karena perselisihan di keluarga. “Kita minta Dinkes, BPMKB dan semua lembaga terkait fokus melakukan pembinaan keluarga,” kata Bima.

Bima menambahkan peran lurah, camat dan PKK harus diperkuat membangun situasi positif yang ramah anak, dengan memperbanyak kegiatan ruang baca, taman posyandu. “Pelayanan P2TP juga harus diaktifkan,” kata Bima.

Iwan, salah satu guru di SMA Mardi Yuana menyebutkan, kemampuan guru mengawasi anak didiknya terbatas karena jam pelajaran hanya berlangsung dari pukul 07.00 sampai jam 15.00 WIB di hari sekolah.

Peristiwa “bom-boman” terjadi di luar sekolah di jam bukan sekolah. Hal tersebut di luar jangkauan guru dan juga sekolah.

“Anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua dan lingkungan. Kebanyakan masyarakat sekarang cenderung cuek tidak mau peduli,” katanya.

Iwan berharap Pemkot Bogor dapat mendorong peran aktif masyarakat dan orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya. Ketika anak terlambat pulang sekolah.

“Saya sering melihat anak-anak nongkrong di titik-titik tertentu. Di warung-waung, harusnya masyarakat ikut menegur, dan membubarkan,” kata Iwan.

Rayu Pakai Duit Rp50 Ribu, Guru SD di Jonggol Gauli Muridnya

BOGOR DAILY- Oknum guru honorer di SDN 03 Singasari, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor berinisial AAJ (31), menggauli empat anak didiknya di kediamannya, Perumahan Citra Indah dengan mengiming-imingi calon korban dengan uang Rp50 ribu.

Aksi bejad AAJ dilakukan saat ia memberi pelajaran tambahan kepada NA, AL, RA dan DP. AAJ digelandang ke Polsek Jonggol usai salah seorang korban yang hendak menagih uang kepada AAJ, justru menerima pukulan dari pelaku hingga menarik perhatian warga.

“Diamankannya pada Sabtu (23/9) dini hari. Warga yang mendengar pengakuan korban, langsung menangkap pelaku dan menyerahkannya ke Mapolsek Jonggol,” kata Kapolsek Jonggol Kompol Agus Supriyanto, Selasa (26/9).

Supriyanto mengungkapkan, sejauh ini baru NA (14) yang melaporkan aksi bejad AAJ. Namun, karena menyangkut anak-anak di bawah umur, maka kasus ini langsung diserahkan Unit PPA Polres Bogor untuk proses lebih lanjut.

“Pelaku dan korban sudah dibawa langsung ke Polres Bogor ke Unit PPA karena ini menyangkut anak di bawah umur. Pelaku juga akan dikenakan Pasal berlapis atas perbuatannya jika terbukti bersalah,” tegas Kompol Agus.

Madsudi, tetangga pelaku mengatakan jika AAJ selain mengajar juga membuka les privat di rumah kontrakannya. Namun, pelaku dikenal jarang bergaul dengan masyarakat sekitar.

“Warga juga memang banyak curiga karena kalau lagi ngajar les, istrinya enggak boleh keluar kamar,” kata dia.

Warga berharap, kepolisian bisa segera mengusut tuntas kasus ini. “Korbanya mungkin lebih dari empat orang. Makanya polisi harus menuntaskan kasus ini,” kata Madsudi.

Diketahui, AAJ sendiri baru menikah sekitar delapan bulan lalu sebelum akhirnya harus berususan dengan polisi atas perbuatan cabulnya.

NIkah Siri di Puncak Jadi Objek Penelitian, Ini Hasilnya

BOGOR DAILY- Peluncuran laman nikahsirri.com membuat geger masyarakat. Tak hanya menawarkan jasa nikah siri, pengelola laman ini juga melelang keperawanan, pemerintah telah menutup laman itu karena dinilai meresahkan.

Data penyidikan polisi menyebut ada 2700 klien yang sudah membayar Rp100 ribu untuk mengakses laman ini. Selain itu, sudah ada pula 300 mitra yang siap menikah dengan para klien situs yang dibuat oleh Aris Wahyudi ini.

Kasus ini mengingatkan fenomena kawin kontrak di kawasan wisata Cirasua, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Tak hanya berita belaka, telah ada pernelitian tentang fenomena ini.

Peneliti Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama, Abdul Jamil Wahab, mengatakan, fenomena kawin kontrak sebetulnya tidak terjadi di Cisarua. Prosesi kawin kontrak biasanya terjadi di sekitar Cianjur, Sukabumi, Subang, Bandung, dan Jakarta.

” Kawasan Puncak hanya dijadikan ‘bulan madu’ pasangan kawin kontrak ini,” kata Jamil saat dihubungi Dream melalui telepon, Selasa 26 September 2017. Para pelaku kawin kontrak, kata Jamil, umumnya pria Timur Tengah.

Penelitian berjudul ‘Fenomena Kawin Kontrak dan Prostitusi ‘Dawar’ di Kawasan Puncak Bogor‘, mengungkap asal-usul praktik ini. Mengutip buku ‘Seks dan Hijab‘ karya jurnalis El-Feki, kegiatan kawin kontrak muncul saat para pria Timur Tengah berlibur.

” Bagi orang Timur Tengah ketika musim panas, mereka lebih suka melewatinya dengan meninggalkan negaranya kemudian berlibur ke negara lain… melakukan kawin kontrak dengan perempuan lokal Mesir, misalnya,” tulis Jamil.

Penelitian yang dilakukan pada 2016 itu berhasil mewawancarai lelaki yang menjadi penyalur perempuan untuk kawin kontrak. Pria berinisial AM, 54 tahun, mengatakan prosesi kawin kontrak seperti
tawar-menawar beli pisang.

” Ini murni bisnis,” kata AM, dalam tulisan Jamil. Uang dari kawin kontrak bervariasi, antara Rp5 juta hingga Rp40 juta.

Besaran nilai ‘kontrak’ tergantung pada status pria Timur Tengah. Selain itu nilai uang itu juga ‘memperhitungkan kualitas fisik si perempuan’.

” Makin menarik fisik si perempuan biasanya harga yang ditawarkan semakin tinggi,” tulis Jamil.

Setelah harga disepakati, para pria Timur Tengah itu akan disodori lima atau enam perempuan. Jika tidak cocok, para pria itu akan disodorkan lagi.

Pelaksanaan kawin kontrak, kata Jamil, tidak serinci pelaksaan pernikahan resmi. Pelaksanaan kawin kontrak tidak melalui lamaran.

Para pelaku kawin kontrak dapat langsung melaksanakan akad atau ijab kabul di kediaman perempuan atau tempat lainnya dengan wali, saksi-saksi, dan amil (pembantu penghulu) yang semuanya “ palsu”.

Tidak ada resepsi pernikahan dalam pelaksanaan kawin kontrak. ” Ya kalau saya bilang ini secara hukum tidak sah. Prostitusi  terselubung,” ucap Jamil.

Dalam praktik kawin kontrak, pria Timteng tidak diwajibkan memberikan uang belanja pada perempuannya. Tetapi, tak jarang terjadi, para pria Timur Tengah yang menjalani praktik kawin kontrak tetap berkomunikasi dengan istri kontraknya.

Kondisi ini terjadi saat sang ‘istri’ hamil. Anak yang lahir dari kawin kontrak, kata Jamil, biasanya akan dibesarkan ibunya. Si ayah, yang telah kembali ke negara asalnya, tetap memberi nafkah.

” Pada umumnya, jika mengetahui si perempuan hamil dan mempunyai anak, laki-laki itu akan mengirim uang bulanan, meskipun mereka telah kembali ke negara asal mereka,” tulis Jamil.

Meski tanpa data angka, kata Jamil, peminat kawin kontrak yang paling besar berasal dari kalangan dewasa ” Yang banyak sepuh-sepuh,” kata dia.

Selain di Sentul, Kota Ini Bakal Bangun Sirkuit Tandingan

0

BOGOR DAILY- Gunungkidul bakal segera memiliki sirkuit balap bertaraf internasional. Sirkuit balap yang direncanakan akan dibangun di Kecamatan Semanu ini diharapkan dapat menjadi wahana untuk ajang balapan di tingkat nasional ataupun internasional, sehingga dapat mengangkat citra Gunungkidul.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan hingga kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul untuk pengadaan lahan untuk dibangun sirkuit balap tersebut.

Beberapa lokasi dipilih untuk menjadi lokasi sirkuit balap, salah satunya di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.

Tahap awal akan dilakukan pembebasan lahan dengan luas lahan 2,5 hektar.

“Kami tengah berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan untuk membahas pengadaan lahan ini. Dari beberapa lokasi yang dipilih, Desa Pacarejo, Semanu menjadi salah satu lokasi yang menjadi pilihan,” ujar Bahron, Senin (25/9/2017).

Bahron mengatakan, pihaknya menargetkan pengadaan tanah dapat direalisaikan tahun 2017 ini. Selanjutnya, pihaknya menyampaikan usulan tersebut kepada Pemerintah Pusat untuk menunggu izin pembangunan dari sana.

“Tahun 2017 ini kami perkirakan sudah selesai melakukan pembebasan lahan. Selanjutnya, jika lancar, tahun 2018 mendatang sudah akan dibangun,” ujarnya.

Bahron mengatakan, keberadaan sirkuit balap bertaraf internasional ini diharapkan dapat menjadi wahana bagi ajang balap baik di tingkat nasional maupun internasional. Sehingga dapat mengangkat citra Gunungkidul.

Keberadaan sirkuit ini juga dapat menjadi penjaring atlet maupun bibit muda pembalap dari Gunungkidul. Selama ini atlet pembalap dari Gunungkidul terhambat tidak adanya sirkuit yang memadai.

“Kami harapakn pembangunan sirkuit dapat segera terealisasi, dengan begitu membawa dampak yang positif untuk Gunungkidul,” ujarnya.