Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 8981

Incar Kursi F1 Kota Bogor, Ini Jawaban Aly Yusuf

BOGOR DAILY– Nama mantan Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Aly Yusuf masuk bursa bakal calon (balon) Wali Kota Bogor 2018. Bahkan, informasi ini dikabarkan telah sampai ke telinga mantan Wali Kota Bogor dua periode sebelumnya, Diani Budiarto. Aly Yusuf memang memiliki kedekatan dengan Diani yang juga dikenal dengan kode sebutan ’Rancamaya’. Sebab, Aly Yusuf telah berhasil mengantarkan Diani ke kursi nomor satu di Kota Bogor sebagai tim suksesnya pada periode sebelum Wali Kota Bogor Bima Arya.

Kesuksesan Aly Yusuf sebagai tim sukses ketika itu ternyata masih terus diingat. Sejumlah kalangan pun ikut mendorong­nya agar maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor 2018, lantaran Aly Yusuf dianggap mampu mendulang kembali suksesinya di pesta demokrasi nanti. Me­ski demikian, Aly Yusuf masih memper­timbangkan keputusan maju tidaknya ia di Pilwalkot 2018. Dirinya mengaku akan melihat konstelasi politik ke depan terle­bih dulu untuk memutuskannya. “Saya akan melihat dulu perkembangan situasi politik ke depan. Setelah Salat Istikharah, bulan ke depan kemungkinan saya akan sampaikan keputusannya,” kata Aly Yusuf, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, Diani Budiarto mengaku masih menunggu keputusan pasti Aly Yusuf maju atau tidak pada per­helatan pesta demokrasi lima tahunan masyarakat Kota Bogor. Jika sudah pasti, Diani berjanji akan angkat bi­cara soal rencana pencalonan tersebut. “Kalau sudah pasti daftar untuk maju, baru saya akan komen nanti. Sekarang tunggu dulu,” singkat Diani saat dikonfirmasi Metropo­litan, kemarin.

Aly Yusuf dikenal memi­liki kapasitas di kancah per­politikan. Ia pernah menjadi konsultan politik untuk beber­apa helatan pilkada di Tanah Air. Semasa menjadi mahasiswa, pria jebolan IPB ini juga pernah didapuk menjadi Ketua BEM atau se­nat maha­siswa.

Di Kota Bogor Warga Ber KTP Ganda Capai162 Ribu

BOGOR DAILY-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor terus melakukan upaya antisipasi adanya kepemilikan KTP elektronik (KTP-el) ganda. Tidak sedikit warga pendatang yang ingin memiliki KTP Kota Bogor. Padahal mereka sudah melakukan perekaman di daerah asalnya.

Sedikitnya 162 ribu data kependudukan di Kota Bogor yang terindikasi ganda dan anomali. Jumlah tersebut merupakan gabungan berdasarkan status data ganda dan anomali yang dikeluarkan Disdukcapil Kota Bogor.

“Anomali itu bukan rusak. Datanya ada di database kami (Disdukcapil), orangnya ada. Sebetulnya jumlah (anomali) itu sudah masuk di database yang 993.570 jiwa (total jumlah penduduk Kota Bogor), itu irisan saja. Ini tinggal dimutakhirkan,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dodi Achdiat.

Ketika ada seseorang yang belum terdata sama sekali, menurut Dodi, maka itu menjadi tugas dari camat dan para lurah untuk terus berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Bogor. “Nanti kami akan berikan datanya (kepada camat dan lurah), apakah sudah update atau belum. Nantinya akan menambah jumlah penduduk kita (Kota Bogor),” ujarnya.

Mengenai batas waktu untuk melakukan pemutakhiran data penduduk itu, ia menerangkan bahwa pihaknya berjalan seperti biasa sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Tetapi, masih kata Dodi, jika dikaitkan dengan persiapan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 mendatang maka setidaknya akhir 2017 nanti harus sudah selesai.

“Tapi yang jelas, jumlah 993.570 jiwa itu berdasarkan data pada semester kedua tahun 2016 lalu. Sementara untuk data jumlah penduduk semester pertama 2017 yang sampai bulan Juni, belum. Akhir Juli nanti baru kita rilis,” pungkasnya

Hakim Sebut Rano Karno Terima Duit Korupsi Rp700 Juta

BOGOR DAILY- Nama Ra­no Karno kembali jadi bahan obrolan. Ini menyusul namanya disebut-sebut hakim dalam sidang pembacaan vonis eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, kemarin. Meski sebelumnya pemeran ‘Si Doel Anak Sekolahan’ itu membantah terima aliran duit terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) rumah sakit ruju­kan Banten, nyatanya nama Rano disebut hakim telah menerima duit Rp700 juta. Duit itu terkait pengadaan alkes rumah sakit rujukan Banten saat masih menjabat Wakil Gubernur Banten.

Majelis hakim menyatakan Atut tak hanya memperkaya dirinya, tapi juga orang lain. Uang yang mengalir ke Rano Karno berasal dari Direktur PT Bali Pacific Pragama (BPP) TB Chaeri Wardana Chasan alias Wawan, yang juga adik Ratu Atut, dari hasil pengadaan alkes.

“Dalam pelaksanaan pen­gadaan alkes telah mengun­tungkan terdakwa dan orang lain,” kata hakim di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Adapun total duit anggaran untuk pengadaan alkes rumah sakit rujukan Provinsi Banten senilai total Rp112 miliar. Ang­garan itu berasal dari APBD dan APBNP 2012.

“Untuk pengadaan alkes yang bersumber dari APBD 2012 sebesar Rp88 miliar. Untuk alkes dari APBDP 2012 sebesar Rp24 miliar,” terang hakim.

Hakim mengatakan, seluruh anggaran tersebut ditransfer ke rekening PT BPP. Dari duit itu, sebanyak Rp61 miliar kepada Yuni Astuti melalui rekening atas nama PT Candra Piranti Medika sebagai perjan­jian persentase 56,5 dari nilai kontrak.

“Seluruh uang yang masuk ke APBD itu memberikan ba­gian kepada Yuni Astuti sebe­sar Rp61 miliar yang ditransfer ke bank atas nama PT Candra Piranti Medika persentase 56,5 persen dari masing-masing kontrak,” sambung hakim.

Dari total uang Rp61 mili­ar tersebut, Yuni menerima keuntungan Rp39 miliar. Uang itu didapat setelah dikurangi pembayaran untuk supplier sebesar Rp36 miliar, jatah Wawan Rp50 miliar dan biaya pengiriman. Dari sisa uang itu, Yuni kemudian mengeluarkan kasbon dinas untuk kepent­ingan Dinkes Banten guna dibagikan ke sejumlah pihak.

“Djaja Buddy sebesar Rp240 juta, Ajat Drajat sebesar Rp295 juta, Rano Karno sebesar Rp700 juta, Jana Sunawati sebesar Rp134 juta, Yogi Adi Prabowo sebesar Rp76,5 juta dan Tatan Supardi sebesar Rp63 juta,” jelas hakim.

“Kemudian Abdul Rohman sebesar Rp60 juta, Ferga An­driyana sebesar Rp50 juta, Eki Jaki sebesar Rp20 juta, Suher­man sebesar Rp15,5 juta, Aris Budiman sebesar Rp1,5 juta dan Sobran sebesar Rp1 juta,” sambungnya.

Selain itu, hakim menyebut uang pengadaan alkes juga mengalir untuk liburan dan uang saku pejabat Dinkes Banten ke Beijing. Uang total yang diterima Atut sendiri se­nilai Rp3,8 miliar. “Tim survei, panitia pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan ke Beijing sebesar Rp1,6 miliar,” katanya.

“Terdakwa menerima 2,5 persen dari total proyek pem­prov sejumlah Rp3,8 miliar dalam pelaksanaan pen­gadaan alkes,” imbuh hakim.

Sebelumnya, Rano Karno memberi bantahan soal aliran dana yang disebut eks Kepala Dinkes Provinsi Banten Djaja Budi Suhardja dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Rabu (15/3).

“Saya membantah keras semua tuduhan yang disam­paikan Saudara Djaja, man­tan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten, yang sudah diketahui umum telah menan­datangani surat pernyataan loyalitas kepada Gubernur Banten ketika itu, Ratu Atut Chosiyah, di hadapan Saudara Tubagus Chaeri Wardana,” ujar Rano dalam keterangan tertulis, Rabu (15/3).

Rano mengatakan, tindak pidana korupsi yang membuat Ratu Atut menjadi terdakwa terjadi pada tahun anggaran 2011-2012. Sementara Rano dilantik sebagai Wagub Bant­en pada 11 Januari 2012.

Ratu Atut divonis 5,5 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan. Ratu Atut terbukti bersalah melakukan korupsi dengan mengatur proses pengangga­ran pengadaan alkes Banten.

Jatah Blanko E-KTP Kurang, Disdukcapil Tagih Lagi ke Pusat

BOGOR DAILY- Masih banyaknya warga Kabupaten Bogor yang belum memiliki Karta Tanda Penduduk – Electronik (KTP-el) menyisakan PR tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor sampai-sampai dibuat rajin menagih ke Pemerintah Pusat. Hal ini pun diamini Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Bogor Dadan Dharmatin.

Menurut Dadan, di saat blanko sudah mulai habis pihaknya selalu intens berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. Tujuannya, agar Kabupaten Bogor selalu diprioritaskan untuk mendapatkan blanko. “Kalau sudah mulai habis kita selalu informasikan kepada mereka. Mudah-mudahan sisanya pusat menyerahkan secara cepat,” ucapnya.

Namun meminta blanko ini pun tak semudah yang seperti dibayangkan, ketika kekurangan langsung meminta. Pihaknya juga harus menunjukan bukti kepada pemerintah pusat jika memang blanko itu sudah mulai habis. “Tidak serta merta langsung minta, kita juga harus nunjukin bukti melalui laporan bahwa blanko yang kita miliki memang sudah habis. Kalau kapan lagi saya juga belum tahu kapan akan dikirim sisanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Oetje Subagdja cuma bisa berharap,pusat dapat mengirim lagi kekurangan blanko untuk masyarkat Kabupaten Bogor. Karena, yang ada saat ini masih dirasa kurang dan belum semuanya memiliki. “Makanya kami akan minta lagi. Semoga saja bisa dikirim cepat,” tutupnya.

VIDEO: Begini Penampakan Ngumbah Tugu Kunjang dari Udara

BOGOR DAILY– Setiap peringatan Hari Jadi Bogor, Pemerintah Kota Bogor melakukan tradisi Ngumbah Tugu Kujang atau mencuci Tugu Kujang. Tugu Kujang merupakan monumen yang menjadi simbol perlambang Kota Bogor. Bentuknya serupa dengan senjata pusaka asal suku Sunda.

Tradisi ini dilakukan untuk merawat tugu yang terletak di pusat kota, yakni simpang Jalan Padjajaran dan Otista. Untuk mencuci tugu setinggi kurang lebih 25 meter ini, ratusan orang biasanya dilibatkan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali.

Pencucian Tugu Kujang terbagi beberapa bagian. Seperti di tiang, logo Kota Bogor, dan senjata Kujang. Pencucian itu dilakukan selama empat hari mulai kemarin hingga Kamis, 20 Juli mendatang dengan menggunakan peralatan khusus pemanjat tebing.

“Ada beberapa bagian juga kita cat, seperti pada tiang tugu, logo, dan senjata Kujang,” kata Ketua Pelaksana KegiatanNgumbah Tugu Kujang Randi Mulyadi, Bogor, Selasa (18/7/2017).

Untuk mencuci Tugu Kujang tidak menggunakan sembarang air, tapi berasal dari tujuh sumber mata air yang ada di Kota Bogor. Di antaranya mata air Cidangiang, Cibogor, dan Kahuripan yang berada di Kebun Raya Bogor.

“Ketujuh mata air itu karena dari dulu sampai sekarang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Kota Bogor,” ujar Randi.

Pusaka atau senjata Kujang sudah ada sejak abad ke-14 Masehi, yaitu pada masa pemerintahan Kerajaan Prabu Siliwangi yang berpusat di Bogor. Senjata Kujang awalnya digunakan sebagai alat pertanian masyarakat suku Sunda pada zaman dulu. Kemudian, dijadikan sebagai senjata untuk melawan dan mengusir para penjajah.

Karena itu, masyarakat Sunda menjadikan senjata Kujang sebagai benda pusaka. Untuk menghormati sejarah tersebut, Pemerintah Kota Bogor membangun tugu sebagai simbol Kota Bogor.

Tugu Kujang dibangun dengan ornamen Kujang seberat 800 kg dan tinggi tujuh meter. Kujang dilapisi bahan stainless, tembaga, dan kuningan.

“Kujang ini memiliki nilai luhur dan mampu menjadi pemersatu, karenanya dibangun Tugu Kujang,” kata Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman.

Berikut videonya:

Lapor Pak Ketua! Gedung Dewan RP17,5 M Bocor Nih…

BOGOR DAILY- Ada yang tak biasa di gedung wakil rakyat Bumi Tegar Beriman, kemarin. Sejumlah ember berwarna-warni menghiasi ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Ternyata gedung seharga Rp17,5 miliar itu bocor saat hujan deras. 

Pantauan Metropolitan, ember-ember ini ditempatkan di beberapa lokasi yang ada di ruangan tersebut. Sejumlah pegawai di DPRD Kabupaten Bogor silih berganti memasuki ruang paripurna. Mereka membawa beberapa ember ke dalam ruangan tersebut. Mereka langsung menempatkan ember-ember itu di beberapa lokasi tertentu. Ember ini disimpan lantaran gedung DPRD mengalami kebocoran. Kebocoran ini akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Bogor, sore kemarin. Sehingga, beberapa genting dari atap ruang paripurna mengalami pergeseran.

Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor Nuradi pun tak menampik ikhwal bocornya ruang rapat Paripurna. Namun, menurutnya, kebocoran ini terjadi akibat hujan yang melanda cukup besar disertai angin kencang, bukan karena kesalahan dalam pengerjaan konstruksi. “Kalau bicara Paripurna kenapa bocor, tadi kalau kita lihat itu memang hujan besar dan angin kencang, walaupun itu hanya beberapa menit saja, tapi besar. Bisa terlihat banyak juga pohon yang tumbang,” katanya.

Namun  pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pembangun gedung DPRD yang menghabiskan anggaran sebesar Rp17,5 miliar dalam hal ini PT Protenika Jasa Pratama. Dengan tujuan, agar kerusakan ini dapat segera diperbaiki dan kebocoran tidak menjalar ke yang lainnya. “Saya sudah hubungi. Gedung ini juga masih dalam masa pemeliharaan, makanya saya masih bisa minta ke mereka untuk memperbaikinya,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iwan Setiawan merasa, sejak awal pembangunan hingga selesainya gedung ini, terus saja ada masalah. Sehingga, tak heran jika gedung ini mengalami kerusakan dan sebagainya. “Waktu sudah selesai, lampu di ruangan saya saja copot. Sudah gitu, banyak wallpaper yang menggelembung. Tidak memuaskan pekerjaannya. Makanya, kalau ada bocor ya tidak heran,” ketusnya.

Heboh!!! Vokalis Linkin Park Tewas Gantung Diri

BOGOR DAILY- Kabar duka datang dari dunia musik rock. Vokalis band Linkin Park, Chester Bennington, dikabarkan meninggal gantung diri. Dikutip dari TMZ, kepolisian setempat melaporkan menemukan sang vokalis sudah dalam keadaan tak bernyawa pada Kamis (20/7) pukul 09.00 pagi. Lokasi kejadian berada di kediamannya di Palos Verdes Estates di Los Angeles, Amerika Serikat.
Chester meninggal di usia 41 tahun dan meninggalkan 6 anak dari dua kali pernikahan. Sebelumnya, Chester dikabarkan berjuang dari ketergantungan narkotika dan alkohol yang telah berlangsung beberapa tahun. Bahkan ia pernah mengungkapkan bahwa dirinya sempat berpikir untuk bunuh diri saat masih kanak-kanak saat mengalami pelecehan oleh pria dewasa.
Karier Chester sebagai musisi begitu luar biasa. Bersama Linkin Park, ia berhasil menelurkan karya di album ‘Meteora’ yang dianggap album band alternatif terbaik dalam sejarah musik. Beberapa lagunya seperti ‘Faint’, ‘In The End’, dan ‘Crawling’ berhasil mencapai tangga lagu terfavorit. Di samping itu, Linkin Park juga tengah mempersiapkan tur dunia bertajuk One More Light yang akan dimulai di Massachusetts, AS, 27 Juli mendatang.
Chester begitu dekat dengan Chris Cornell, vokalis Audioslave yang meninggal bunuh diri pada Mei lalu. Saat meninggal, Chester menunjukkan duka citanya dengan menulis surat untuk mengenang Chris.

Larangan Rokok di Rumah Berlaku untuk Orang Miskin Bogor

BOGOR DAILY-Revisi rancangan peraturan daerah (Perda) kawasan tanpa rokok (KTR) kini masih dirumuskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Termasuk soal adanya usulan agar larangan merokok untuk rumah tangga juga diberlakukan.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinkes Kota Bogor Erni Yuniarti mengatakan, batasan KTRnantinya akan mencakup lingkungan rumah tangga. Khususnya rumah tangga miskin (RTM) yang mendapat bantuan pemerintah. “Jadi misalkan orang tersebut menerima Jamkesda, termasuk ke dalam PBI (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan,red) tapi merokok sementara biaya kesehatan dibiayai pemerintah, nanti diatur dengan anggota DPRD,” terangnya.

Menurutnya, merokok untuk kalangan rumah tangga miskin harus diatur karena selama ini mereka dibebaskan dari pembayaran iuran BPJS sebesar Rp25.500 per bulan. Sedangkan, untuk membeli rokok mereka sanggup.

“Kami nilainya ini kontradiktif. Pemerintah membiayai mereka , tapi ulah mereka sendiri sakitnya. Ya nantinya berkoordinasi bukan hanya dengan BPJS Kesehatan, termasuk juga Dinsos dan sebagainya apakah nanti rekomendasi penerbitan PBI, kan rekomendasi dari Dinsos juga, apakah mereka merokok,” paparnya.

Jika masyarakat miskin tersebut melanggar, maka ancamannya rekomendasi PBI itu akan dicabut. Namun mekanismenya masih dibahas.

“Saat ini masih kami tampung aspirasinya. Karena kan kalau orang kaya tidak perlu diatur, mereka memiliki biaya untuk kesehatannya sendiri, orang miskin ini yang harus kita atur,” kata dia.

Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah menambahkan, alasan pemerintah memperluas jangkauan KTR hingga ke rumah tangga masyarakat mengingat amanas dari azas perda KTR itu sendiri. Ia pun menjabarkan, rumah yang perlu menjadi KTR yang dimaksud yakni rumah yang terdapat anggota keluarga masih berusia dibawah 17 tahun; Rumah yang menjadi target program bantuan hibah pemerintah.

“Penerapan  KTR pada kelompok ini sangatlah penting. Menjadi ironis, mereka lebih memilih membeli rokok dari pada mencukupi kebutuhan wajib rumah tangga.,”sebutnya.

Mekanisme pelaporan dari masyarakat terhadap oknum yang melanggar KTR perlu lebih diperjelas dan dipermudah. Seperti teknik pelaporan, instansi penerima laporan, waktu pelaksanaan eksekusi,dan hadiah serta kerahasiaan identitas bagi pelapor.

“Sampai saat ini Pemkot Bogor tidak memasukkan “Rumah Tangga” sebagai salah satu area KTR dengan pertimbangan RT adalah privat area dan belum terdapat mekanisme pengawasan serta penegakan hukumnya,”sebutnya,

Ia pun menyatakan jika Pemkot Bogor tetap konsisten dan berkomitmen untuk melindungi masyarakat kota Bogor dan generasi muda dengan semangat pengendalian tembakau demi kesehatan menuju masyarakat kota Bogor sehat.

“Diantaranya terkait penggunaan shisha dan rokok elektrik semakin meningkat terutama di kalangan remaja/ anak muda, tidak tersuratnya peran SKPD lain (Tim Pembina) dalam penerapan KTR, kawasan yang diatur belum mengakomodir semua kawasan di Kota Bogor,  tidak ada sanksi bagi perorangan apabila ditemukan pelanggaran KTR di tempat-tempat umum (TTU), batas-batas KTR yang bisa diterjemahkan bias, implementasi penegakan yang masih rancu, dan lain-lain,”pungkasnya.

Seram! Tewas di Jalan, Kepala Wanita Ini Retak

BOGOR DAILY-Kraakkk….!!! Seorang wanita langsung tergeletak di Jalan Raya Warung Borong Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea. Seketika, darah pun bercucuran melumuri jilbabnya yang masih menempel helm. Pagi itu, kepala Hesti Handayani (22) warga  Kampung  Babakan RT 22/05, Desa Cinangneng Kecamatan Tenjolaya, Kabuapaten Bogor retak setelah tergilas tronton.

Pukul 06:45 wib, jalanan yang biasanya lengang berubah jadi ramai. Warga di sekitar lokasi kejadian berkerumun melihat kejadian tragis yang menimpa Hesti, seorang pekerja di pabrik garmen.

“Innalillahi, masyaallah neng karunya amat,”sebut salah seorang warga yang ada di lokasi.

Tubuh Hesti yang masih mengenakan seragam kerja akhirnya ditepikan ke pinggir jalan. Jasadnya langsung ditutupi kardus sampai polisi datang mengevakuasi.

Informasi yang dihimpun, Hesti tewas setelah motor beat yang dikendarainya hendak menyalip kendaraan di depannya. Namun, siapa sangka jika motor bernopol F 6919 LS itu justru bersenggolan dengan motor lain hingga mengalami oleng.

Lantaran tak bisa mengendalikan stang, wanita yang merupakan anak kembar ini jatuh dari motor. Sampai akhirnya maut menjemput.

Secara bersamaan dari arah Leuwiliang melintas truk tronton  yang dikemudikan oleh Pendri Susanto warga Desa Sumbergirang, RT 03/02, Desa Lasem, Kabupaten Rembang menggilas kepala korban hingga pecah dan tewas di tempat.

“Kejadiannya cepet banget. Mana orangnya cantik mas, kaya kembang desa,”tutur saksi mata Deni (32) yang merupakan warga sekitar.

Saat kejadian, Hesti tewas seketika di kolong tronton,sedangkan motornya terpental. Warga  langsung berhaburan dan berusahan menolong korban. Tidak lama kemudian orang yang mengaku saudaranya datang ke lokasi.

“Katanya saudaranya, setiap berangkat kerja di Garmen Affarel  selalu diantar saudaranya hanya kali ini aja bawa motor sendiri,” bebernya,

Sementara itu, Kapolsek Ciampea AKP I Nyoman Yudhana mengatakan, anggotanya langsung mendatangi lokasi kejadian untuk evakausi korban. Sedangkan, sopir truk telah diamankan.

“Korban ini meninggalkan satu anak. Dia langsung tewas di tempat,”tutur Nyoman membenarkan keterangan saksi.

Menurut penuturannya, korban mengalami luka berat di bagian kepala hingga nyawanya tak tertolong.  Jasad korban pun smepat dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk penyidkan lebih lanjut. Kejadian tersebut ditangani Unit Laka Lantas Dramaga.  “Proses penyelidikan di tanggani unit laka. Kita menghimbau kepada pengendara untuk tertib berlalu lintas dan tidak mengendarai motor secara ugal-ugal yang bisa membahayakan diri sendiri,”tutupnya. (Metropolitan)

  

Kapal Sabu 1 Ton Diburu 4 Negara

BOGOR DAILY- Kapal Wanderlust pembawa sabu 1 ton ternyata bukan hanya diburu oleh tim Kepolisian Republik Indonesia. Kapal tersebut juga diburu oleh empat negara lain.

“Kapal wanderlust ini telah menjadi target operasi di 4 negara selama bulan lalu dan Presiden Jokowi telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran dan aparat instansi yang memiliki kewenangan untuk bisa bersama-sama, bekerja sama dan Alhamdulillah kita bisa menangkap kapal ini,” terang Menteri Keuangan Sri Mulyani saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Sindikat narkoba WN Taiwan ini melakukan pengiriman sabu dari Myanmar dengan metoda ship to ship transfer untuk menurunkan barang hingga ke Pantai Anyer, Banten. Untuk itu, Sri mengimbau nelayan agar melapor apabila menemukan kegiatan dropping barang di tengag lau.

“Saya imbau kepada seluruh nelayan apabila melihat berbagai kegiatan yang mencurigakan. Seperti disampaikan Kapolri bahwa kegiatan ini ship to ship, pemindahan, jadi kalau para nelayan melihat kecurigaan seperti ini agar melaporkan ke pihak berwajib, Bea Cukai, BNN, Polri maupun TNI,” tuturnya.

Tertangkapnya kapal pengangkut sabu ini merupakan kerja sama antar tiga instansi yakni Polri, Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Pihak Bea Cukai yang mendapatkan informasi soal kapal berbendera Repbulik Sierra Leone, melakukan pengejaran ketika kapal bergerak menuju Batam seusai menurunkan barang.

“Jajaran Bea Cukai menggunakan peralatan, kapal, radar yaitu BC 7005 dan BC 8006 bergerak di dalam menindak lanjuti informasi yang diperoleh tim Bea Cukai dari jajaran kepolisian. Kami juga bekerja sama dengan pihak TNI Angkatan Laut,” sambungnya.

Kapal tersebut diketahui bergerak dari Anyer melalui perairan Bangka Belitung. Selanjutnya, pada Sabtu (15/7), kapal terdeteksi berada di sekitar perairan Tanjung Berakit, Bintan, Batam.

“Dalam pencarian, radar kapal BC 7005 menangkap sebuah objek di daerah Tanjung Berakit yang disinyalir merupakan Kapal Wanderlust. Itu adalah kapal yg membawa sabu satu ton,” ungkapnya.

Kapal tersebut berhasil diamankan dan kemudian disandarkan di gudang Bea Cukai Tipe B Batam, Tanjung Uncang, Batam, Kepri.