Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 6538

Heboh Kades Sukaharja Sunat Dana Bansos, Hukuman Apa yang Pantas?

0

Bogordaily.net – Satgas Saber Pungli Jawa Barat menemukan adanya dugaan pungutan bantuan non tunai pangan (BNTP) dan Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Bogor, oleh seorang oknum kepala desa.

Hal itu terungkap saat tim Satgas Saber Pungli Jabar yang dipimpin Ketua Tim Tindak 2 AKBP Zul Azmi mendapatkan laporan adanya dugaan penyelewengan BNPT Kades Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

“Tim tindak 2 melakukan penindakan terkait adanya dugaan pembagian bansos BNTP yang tidak sesuai dengan peraturan dan adanya oknum kades yang meminta uang kepada E-Warong,” ucap Zul Azmi dikutip dari detik, Kamis 25 November 2021.

Zul Azmi menuturkan, tim melakukan interogasi terhadap 10 orang atas laporan tersebut. Berdasarkan hasil interogasi, tim menemukan kebenaran atas dugaan praktik tersebut.

Salah satunya, kata dia, adanya arahan dari oknum kades berinisial R yang meminta penyaluran bansos BNTP dilakukan di kantor desa bukan di E-Warong sesuai dengan ketentuan. Bahkan mesin EDC Bank Mandiri milik E-Warong pun dipindahkan ke tempat penyaluran di kantor desa.

Di desa tersebut terdapat sebanyak 315 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk BNTP reguler dan 843 KPM untuk BNTP perluasan.

“Pada saat penyaluran bansos BNTP perluasan, kepala desa langsung mengambil beras milik KPM yang bantuannya dirapel selama 7 bulan dari April hingga Oktober 2021 sebanyak 1 karung atau 10 kilogram per KPM dengan alasan untuk dibagikan kepada warga yang belum menerima bantuan,” kata dia.

Selain itu, kata dia, oknum kades itu juga meminta uang Rp 10 ribu per KPM.

Permintaan uang itu dilakukan dengan alasan biaya operasional pengantaran. Padahal, kendaraan yang digunakan adalah kendaraan operasional milik desa. Oknum itupun diduga meminta uang kepada pemilik E-Warong.

“Kepala desa meminta uang kepada E-Warong sebesar Rp 20.364.000 dari keuntungan pembagian bansos BPNT perluasan,” tuturnya.

Kasus ini masih diselidiki Saber Pungli Jabar. Sementara sejauh ini belum ada penetapan tersangka atas perkara itu.

“Masih diselidiki. Baru penanganan di Saber Pungli,” katanya.***

Cube Entertaiment Umumkan Kino PENTAGON Positif Covid-19

0

Bogordaily.net – Agensi Pentagon, Cube Entertainment mengumumkan bahwa, Kino Pentagon didiagnosis terpapar Covid-19, pada Kamis 25 November 2021.

“Kino didiagnosis dengan COVID-19 hari ini, Pada tanggal 24, seorang instruktur eksternal yang memasuki gedung perkantoran Cube Entertainment dinyatakan positif COVID-19, dan sebagai tindakan pencegahan, kami melakukan tes PCR untuk semua personel yang memasuki gedung kantor, termasuk semua karyawan,” paparnya.

“Kino dinyatakan positif Covid-19 dan telah mengambil tindakan sesuai dengan pedoman otoritas kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, kecuali Kino, semua anggota Pentagon Jinho, Hongseok, Shinwon, Yeo One, Yanan, Yuto, dan Wooseok negatif.

“Semua anggota yang negatif akan aktif sesuai dengan pedoman karantina dari otoritas kesehatan,” pungkasnya.***

Hari Guru Nasional 2021, Presiden: Mari Bersama Pulihkan Pendidikan

0

Bogordaily.net – Meski tengah diterpa oleh pandemi Covid-19, pendidikan di tanah air masih dapat terus berlangsung karena adanya inovasi, kreativitas, dan dedikasi para guru.

Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyambut Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada hari Kamis 25 November 2021.

“Hampir dua tahun dalam selubung pandemi global, dunia pendidikan di tanah air tetap berjalan meski dengan penyesuaian di sana-sini. Semua itu bisa berlangsung berkat inovasi, kreativitas, adaptasi teknologi, dan tentu saja dedikasi para guru untuk tetap setia mengawal pendidikan generasi muda,” ujar Presiden pada akun twitter resminya @Jokowi, Kamis 25 November 2021.

Pada momentum peringatan yang mengusung tema “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”, Presiden pun meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam memulihkan pendidikan yang terdampak akibat pandemi.

“Kini, seraya bekerja keras mengakhiri pandemi ini, mari bergandeng tangan untuk bersama memulihkan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf amin menilai bahwa, peran guru sangat vital bahkan tidak tergantikan dalam menavigasi putra-putri bangsa di tengah berbagai tantangan dunia modern dan kemajuan teknologi.

Guru memegang peranan penting dalam upaya pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia Maju.

Oleh karena itu, Wapres menegaskan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan kesejahteraan para guru sebagai penyemai tunas bangsa tersebut.

“Pemerintah akan terus memperbaiki kualitas pendidikan, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru,” tegas Wapres, Kamis 25 November 2021.

Lebih lanjut, Wapres menyebutkan bahwa guru bukan sekadar profesi, melainkan bakti mulia para pendidik untuk membentuk karakter, mengasah kemampuan, dan mempersiapkan masa depan sebuah bangsa.

“Pasca bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, gurulah yang menjadi tumpuan bangsa Jepang untuk bangkit membangun kembali negerinya yang sudah porak-poranda,” tuturnya.

Dalam masa perjuangan, sambung Wapres, di Indonesia juga muncul para pahlawan dalam dunia pendidikan.

“Kita pun memiliki pahlawan-pahlawan kemerdekaan yang membaktikan diri sebagai pendidik anak bangsa, seperti Ki Hajar Dewantara, Dewi Sartika, serta lainnya,” sebutnya.

Maka tak elak, kata Wapres, jika selama ini guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, karena memang jasanya tidak akan pernah ternilai.

“Jasa mereka sangat besar karena selain menjadi teladan dan suluh kehidupan, guru juga telah menjadi sumber kekuatan bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Untuk itu, pada momen peringatan Hari Guru Nasional ini, Wapres mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi para guru.

“Kepada kalian para guru, kami semua mengucapkan terima kasih atas dedikasi kalian yang tulus dalam menyemai tunas-tunas bangsa,” ungkapnya.

Terakhir, Wapres pun mengucapkan selamat Hari Guru Nasional 2021 kepada para guru di seluruh penjuru tanah air.

“Selamat Hari Guru. Indonesia maju karena baktimu yang tidak kenal waktu,” pungkasnya.***

Hendak Tawuran, Dua Pelajar SMP Berhasil Diamankan Tim Patroli Jaguar

0

Bogordaily.net – Tim Patroli Jaguar Polres Depok berhasil mengamankan dua oknum pelajar SMP yang diduga hendak melakukan aksi tawuran. Kedua pelajar tersebut diamankan di Jalan Kedondong, Kemiri Muka Beji Depok, pada Kamis 25 November 2021.

Dari hasil pengamanan tersebut, petugas kepolisian Polres Depok berhasil menyita satu barang bukti senjata tajam berupa golok.

Para oknum pelajar yang berhasil diamankan duduk di tanah berumput dengan baju seragam terlepas.

Mengutip salah satu postingan instagram @infodepok_id pada jam 15.15 WIB Kamis 25 November 2021. Beragam komentar pedas dilontarkan dari para netizen untuk kedua oknum pelajar tersebut.

Salah seorang pengguna akun instagram @bimaachum melontarkan komentarnya yaitu.

“Giliran dirumah mau sekolah, giliran sekolah mau tauran, giliran kena tangkep kapok, giliran dilepas lagi kaga kapok-kapok,” ucap netizen.

Tak hanya itu, bahkan salah seorang netizen @shellynbaiti07 lebih keras melontarkan komentarnya.

“Yaelah lu tong gaya lu tengil amat ya. Masih suka minta uang sama ema lu aja belaga, ini tuh jamannya melarat, mau tambah melarat kali ya,” tulisnya.

Berkat patroli yang dilakukan tim Jaguar Polres Depok, kejadian aksi tawuran yang diduga hendak dilakukan oknum pelajar tersebut berhasil di amankan dan dapat diantisipasi.(Irfan Ramadhan)

Ini Syarat Perjalanan ke Luar Kota Saat PPKM Level 3 Nataru

0

Bogordaily.net – Upaya menekan COVID-19 di momen libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru), Pemerintah menerbitkan Inmendagri terbaru terkait syarat perjalanan.

Pemerintah menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) No 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022. Salah satu yang diatur mengenai syarat perjalanan ke luar kota.

Dalam Inmendagri tersebut, selama periode Natal dan Tahun Baru, warga diimbau untuk tidak bepergian. Pengetatan arus perjalanan dari luar negeri juga dilakukan. Berikut aturannya:

1. Sosialisasi peniadaan mudik Nataru kepada warga masyarakat dan masyarakat perantau yang berada di wilayahnya dan apabila terdapat pelanggaran maka dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

2. Imbauan bagi masyarakat untuk tidak berpergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer/tidak penting/tidak mendesak; dan

3. Pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru.

Kendati demikian, warga diizinkan melakukan perjalanan ke luar daerah jika ada hal yang mendesak. Namun, ada syarat-syarat yang harus dipatuhi. Apa saja?

Jika masyarakat karena suatu hal yang primer harus melakukan perjalanan keluar daerah, maka:
1. Mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi;

2. Melakukan tes PCR atau Rapid Test Antigen dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah, hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan negatif COVID-19; dan

3. Dalam hal ditemukan pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 (dua) yang positif COVID-19, maka melakukan karantina mandiri atau karantina pada tempat yang telah disiapkan Pemerintah untuk mencegah adanya penularan dengan waktu karantina sesuai prosedur kesehatan.

 

Sumber: detikcom

Atasi Kemiskinan Ekstrim dan Mahalnya Harga Barang di Papua, KemenKopUKM Tawarkan Bentuk Koperasi Distribusi

0

Bogordaily.net – Terkait mengatasi masalah kemiskinan ekstrim dan mahalnya harga barang di Provinsi Papua, Kementerian Koperasi dan UKM menawarkan untuk membuat Koperasi Distribusi kebutuhan sembako dan Holding (Induk Koperasi) di Papua, serta primer-primer di Kabupaten dan kota.

“Dengan langkah ini, kemahalan dan kemiskinan secara perlahan akan teratasi, termasuk masalah instabilitas,” tandas Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan UKM Nasrun Siagian, pada acara pembukaan Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian, di Kota Jayapura, Papua, Rabu 24 November 2021.

Di depan para peserta pelatihan yang diselenggarakan pada 24-26 November 2021, Nasrun mengakui, untuk mewujudkan koperasi tersebut tidaklah mudah.

Salah satunya, harus dipersiapkan SDM dari kalangan milenial yang kuat dan dukungan seluruh pihak.

“Di dalamnya mencakup membangun infrastruktur koperasi di masing-masing distrik, permodalan, rantai pasok dari pabrikan, transportasi, dan keamanan dan sosialisasi massif kepada masyarakat pentingnya membentuk dan menjadi anggota koperasi,” jelas Nasrun.

Nasrun optimis, jika konsep ini terwujud, masalah kemiskinan ekstrim dan kemahalan harga di disrik-distrik di Papua dapat diatasi.

Nasrun pun menekankan pentingnya kehadiran koperasi yang mewadahi para Mama-Mama pedagang Pasar Papua.

“Koperasi sangat cocok dengan budaya kekerabatan dan solidaritas orang Papua, yang sangat guyub,” kata Nasrun.

Untuk itu, Nasrun mengajak Mama-Mama pasar Papua untuk mewujudkan solidaritas yang tinggi tersebut dalam kekuatan ekonomi dalam wadah koperasi.

“Pasalnya, koperasi merupakan milik bersama yakni dari, oleh dan untuk anggota, koperasi adalah entitas atau lembaga ekonomi yang berwatak sosial dan berazas kekeluargaan,” imbuh Nasrun.

Keuntungan menjadi anggota koperasi, lanjut Nasrun, selain ada Sisa Hasil Usaha (SHU) di akhir tahun, juga akan menerima manfaat dari koperasi. Misalkan, tambahan permodalan, pinjaman biaya anak sekolah (pakaian seragam, biaya kuliah), biaya berobat.

“Tentunya, dengan margin bunga yang rendah karena merupakan keperluan mendasar,” ulas Nasrun.

Oleh karena itu, menurut Nasrun, komunitas Mama-Mama pasar Papua, harus bergandengan tangan, dan memberikan pelayanan dengan senyum, sapa, dan ramah, serta harga yang wajar.

“Lebih baik margin keuntungan sedikit, tetapi barang laris, dan kesan positif dari masyarakat akan timbul bahwa belanja di pasar Mama-Mama Papua itu menyenangkan,” tukas Nasrun.

Kepada para pendamping UKM, Nasrun juga menyampaikan pentingnya inovasi dan kreativitas pasar Mama-Mama Papua, untuk menciptakan produk makanan olahan yang bervariasi dan market oriented.

“Kami dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, terus memonitor dan akan memberikan perhatian khusus kepada pasar Mama-Mama Papua,” kata Nasrun.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Oemah Laduani Ladami mengakui bahwa, permasalahan di Papua utamanya adalah SDM, baik SDM Aparatur maupun SDM UMKM, serta kemahalan harga.

Laduani pun sepakat untuk membentuk semacam koperasi distribusi untuk mengantisipasi mahalnya harga produk di Papua.

“Tetapi, untuk mewujudkan itu, butuh kolaborasi dan sinergi, serta perjuangan ekstra, karena melibatkan banyak stakeholder. Kita harus memulai dengan terlebih dahulu menyiapkan SDM dan Kelembagaannya,” kata Laduani.

Sementara itu, Irman Meilandi sebagai expert dan pendamping yang cukup lama dan malang melintang di Tanah Papua, sangat memahami kultur masyarakat Papua, dan berkeyakinan dengan pendampingan yang berkesinambungan dengan melibatkan generasi milenial dan mengajarinya berbisnis bersama-sama melalui koperasi, permasalahan kemiskinan yang mengakibatkan instabilitas secara perlahan akan bisa diatasi.***

Ini 4 Pesan Penting dari UNICEF untuk Lindungi Kesehatan Mental Keluarga

0

Bogordaily.net – Pandemi Covid-19 praktis mengubah seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak hanya masalah kesehatan fisik, kesehatan jiwa pun turut terganggu karena diberlakukannya pembatasan sosial dan aktivitas masyarakat. Hal ini menjadi perhatian UNICEF, yang menyebut masalah kesehatan mental rentan menyerang keluarga yang terdampak pandemi, terutama kelompok anak-anak dan remaja.

Menyikapi hal ini, Unicef bersama Ahli Psikologi remaja yang juga penulis best-seller dan kolumnis bulanan New York Times Dr. Lisa Damour mengungkap beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental selama masa ini.

1. Rasa cemas adalah hal normal
Hal pertama yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengatakan kepada anak remaja mereka bahwa merasa cemas itu normal. Pasalnya, banyak para remaja yang mengira kecemasan adalah tanda dari gangguan mental.

“Padahal kenyataannya, para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri,” kata Lisa, dikutip dari situs resmi Satgas Covid-19.

Oleh karenanya, ia mengungkapkan para remaja tersebut akan terbantu jika orang tua bisa menenangkannya dengan menjelaskan bahwa rasa cemas yang tengah dihadapi merupakan hal yang masuk akal.
“Kamu memang sudah seharusnya merasa seperti itu. Dan kecemasan itu akan membantumu membuat keputusan yang perlu dibuat saat ini,” ungkap Lisa.

2. Lihat ke depan
Para orang tua juga harus membantu para anak remajanya untuk melihat ke depan, jangan hanya terfokus pada situasi pandemi.

“Katakan pada mereka, “Ibu/Ayah tahu bahwa saat ini kamu merasa sangat khawatir mengenai kemungkinan terkena COVID-19. Tapi salah satu alasan mengapa kami memintamu melakukan protokol kesehatan adalah juga cara kita untuk menjaga masyarakat sekitar. Kita juga memikirkan orang-orang di sekitar,” jelas Lisa.

3. Beri bantuan

Para orang tua juga bisa mengajari anak remajanya dengan menawarkan hal-hal yang bisa mereka lakukan lebih jauh untuk membantu orang lain. Contohnya seperti memberi donasi makanan kepada orang membutuhkan, atau mencari daerah di mana masyarakatnya membutuhkan bantuan.

“Memberi dukungan kepada mereka dengan tetap menjaga social distancing. Mencari cara untuk menolong orang lain akan membantu anak muda untuk merasa lebih baik sehingga merasa lebih bermanfaat,” ungkap Lisa.

4. Mencari pengalihan

Para psikolog menyadari ketika kita berada dalam kondisi sangat sulit maka dibutuhkan distraksi atau pengalihan. Bantulah anak Anda untuk menemukan hal baik yang bisa mengalihkan perhatiannya.

Lisa tidak memungkiri saat ini adalah masa sulit yang kemungkinan akan berlangsung dalam waktu lama. Oleh sebab itu, akan sangat membantu untuk mengenali masalah menjadi dua kategori; yakni hal-hal yang bisa dikendalikan, dan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan.

“Berdiskusi tentang COVID-19 dan kecemasan bisa membantu meringankan beban, tetapi terkadang perlu juga untuk tidak membicarakan hal tersebut agar tidak merasa terlalu terbebani. Membantu anak Anda menemukan keseimbangan yang tepat dari kedua hal tersebut akan sangat bermanfaat,” katanya.

Peringati Hari Guru Nasional, SMPN 2 Pamijahan Gelar Roots Day

0

Bogordaily.net – Peringati Hari Guru Nasional, SMPN 2 Pamijahanan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor menggelar Hari Unjuk Informasi dan Kreasi tentang Pencegahan Perundungan di Sekolah (Roots Day), pada Kamis 25 November 2021.

Roots Day berisi kegiatan dari para siswa yang menampilkan aksi dari agen perubahan dalam bentuk drama, musikali puisi, pembacaan puisi, tarian, dan tulisan harapan di kotak harapan.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 2 Pamijahan, Suprapti Kustariyah menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan aksi dari Agen Perubahan Anti Perundungan (APAP).

Ia juga menambahkan, sebelum digelarnya kegiatan tersebut telah adanya pelatihan terlebih dahulu selama sepuluh pertemuan yang didanai dari dana bantuan Pemerintah.

Tak hanya itu, Suprapti juga menyebutkan bahwa, perundungan yang bisa terjadi di sekolah salah satunya mengejek karena fisik, serta ada yang merasa sok jagoan sehingga bisa merendahkan temannya.

“Dengan adanya agen perubahan yang perekrutannya dari hasil angkatan yang diberikan kepada anak-anak maka anak yang terpilih merupakan pilihan anak-anak. Penentuan anggota agen perubahan sebanyak 30 orang yang mewakili dari kelas 7, 8 dan 9. Dengan adanya agen perubahan ini kasus-kasus perundungan bisa diketahui, sehinga bisa segera diselesaikan,” kata Suprapti Kamis 25 November 2021.

Kegiatan tersebut menurut Suprapti bertujuan agara seluruh siswa mengenal dan mengetahui tentang perundungan.

Apabila ada yang mengalami perundungan mereka dapat melaporkan, karena teman mereka siap mendukung hal tersebut.

“Sehingga anak-anak akan berkembang secara harmonis dalam berteman, tentunya dalam belajar lebih maksimal. Penumbuhan dan penguatan karakter menjadi tujuan seiring dengan berkembangnya kecerdasan anak-anak,” tambahnya.

Lanjutnya, program pencegahan perundungan ini diberikan kepada sekolah-sekolah penggerak.

“Dengan adanya APAP diharapkan perundungan tidak ada lagi di sekolah. Sehingga pembentukan karakter anak-anak lebih cepat dan menonjol,” pungkasnya.(Irfan Ramadhan)

Arab Saudi Larang Pengunjung Ambil Foto dan Video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Kenapa Ya?

0

Bogordaily.net – Pemerintah Arab Saudi meresmikan peraturan baru yang melarang pengambilan selfie, foto maupun video di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kedua masjid yang berada di Makkah dan Madinah ini adalah tempat suci bagi umat Islam.

Bagi siapa saja yang melanggar aturan tersebut akan dipertimbangkan terkena tuduhan pelanggaran berat. Aturan serupa juga akan diterapkan di seluruh tempat suci yang ada di Arab Saudi.

Dikutip dari The Saudi Expat dari laporan resmi, pengunjung tidak boleh mengambil gambar di dalam atau sekitar masjid. Petugas keamanan akan memastikan seluruh pengunjung menaati aturan tersebut.

Pengunjung yang nekat selfie, mengambil foto maupun video, dianggap melakukan pelanggaran. Petugas keamanan tidak segan untuk menyita ponsel, kamera, atau gadget lainnya yang digunakan untuk mengambil gambar.

Pemerintah Arab Saudi menjelaskan alasan resmi pelarangan selfie, foto dan video. Hal itu dikarenakan banyak dari penjung yang akhirnya lebih banyak berfoto-foto ketimbang ibadah.

“Kebanyakan jamaah saat ini menghabiskan waktu dengan ambil foto dan video daripada beribadah. Tindakan ini tak hanya tidak menghormati tempat suci tapi juga mengganggu ibadah jamaah lain,” tulis pemerintah Saudi.

Aturan ini diharapkan bisa terus menjaga kehormatan dan kebesaran tiap holy site di Arab Saudi, termasuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Langkah pemerintah Saudi mendapat banyak tanggapan positif.

Pelarangan ambil foto, video, dan selfie dapat membantu jamaah memahami pentingnya ibadah serta kesempatan besar yang diberikan Allah SWT. Jamaah bisa fokus kembali fokus pada haji, umroh, dan bentuk ziarah lainnya.***

Pemuda Pancasila Geruduk DPR, Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf

0

Bogordaily.net – Ratusan orang anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP) menggeruduk Gedung DPR RI Senayan pada Kamis 25 November 2021. Mereka menuntut Anggota DPR dari fraksi PDIP Junimart Girsang meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai telah menyudutkan Pemuda Pancasila.

“Pernyataan Junimart tersebut dapat dianalogikan seolah terdapat anggota DPR yang korupsi lalu Pemerintah harus membubarkan Lembaga DPR atau Partai penyokong si pengkorupsi tersebut, tanpa menilai orang tersebut adalah oknum dari DPR atau Partainya yang sama-sama bertujuan untuk mensejahterakan rakyat,” kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Jakarta Selatan, Yedidiah Soerjosoemarno.

Menurutnya, Pemuda Pancasila adalah organisasi yang mendasarkan diri pada Pancasila dan selama berdiri PP telah berdampak positif pada geopolitik dan kondisi pertahanan negara.

Adapun sebelumnya Junimart Girsang urun komentar terhadap kasus bentrok antar ormas PP dan Front Betawi Rembug yang terjadi di Ciledug, Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Ia meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan kedua ormas itu karena kerap meresahkan masyarakat.

Bahkan jika masih juga bentrok, kata Junimart, Kemendagri harus mengambil sikap tegas dengan tidak memperpanjang izin kedua ormas tersebut.

“Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat, tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi,” kata Junimart.

Yedi sendiri menganggap kejadian bentrok itu disebabkan sulitnya warga mendapatkan pekerjaan. Kejadian itu juga menjadi gambaran masalah kesejahteraan sosial yang dialami warga Indonesia saat ini.

Menurutnya, kondisi itu mengakibatkan warga mengalami hambatan dalam melaksanakan fungsi sosialnya.

Alih-alih menyalahkan Pemuda Pancasila, seharusnya anggota Dewan seperti Junimart yang bertanggung jawab atas bentrok tersebut. Ia pun mengutip Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

“Seharusnya ini yang dipikirkan oleh Dewan sehingga tidak terjadi lagi rebutan lahan pekerjaan di kalangan masyarakat bawah dan Negara seharusnya menjamin kesejateraan rakyatnya sesuai dengan UUD 45,” jelas Yedi.

Terkait dengan pernyataan Junimart itu, PP menuntut dua hal :

  1. Menuntut Junimart Girsang untuk meminta maaf terkait ucapannya yang menyatakan untuk membubarkan dan/atau mencabut izin Ormas Pemuda Pancasila di seluruh media nasional dalam waktu 2×24 jam.
  2. Menuntut kepada Fraksi/DPP PDI Perjuangan untuk mencopot Junimart Girsang dari kursi Anggota DPR RI.

 

Junimart Girsang Minta Maaf Ke Pemuda Pancasila

Menanggapi besarnya protes atas pernyataannya, Junimart Girsang akhirnya meminta maaf. Menurutnya, ia sama sekali tidak pernah meminta pemerintah membubarkan Pemuda Pancasila dan para anggota Pemuda Pancasila telah keliru memahami ucapannya.

“Namun demikian, apabila saya dipersalahkan karena tanggapan itu, sebagai manusia beriman saya minta maaf kepada keluarga besar PP,” kata Junimart kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (24/11/2021).