Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 6725

Cie..Cie! Ali Mochtar Ngabalin Diangkat Jadi Komisaris BUMN

0

Bogordaily.net – PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) telah menetapkan susunan direksi dan komisaris subholding setelah melakukan merger. Ada empat entitas di dalamnya yakni PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Jasa Maritim, dan PT Pelindo Solusi Logistik.

“Penetapan direksi dan komisaris ditetapkan sejak 1 Oktober,” kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono, Rabu 13 Oktober 2021.

Komisaris hingga dewan direksi perseroan diisi nama-nama yang cukup familiar. Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin misalnya, menempati kursi Komisaris Independen Terminal Petikemas Indonesia.

Ada juga nama politikus Partai Golkar, Neil Iskandar Daulay, yang ditunjuk sebagai Komisaris Pelindo Jasa Maritim. Nama lain, Arman Depari menempati posisi Komisaris Pelindo Multi Terminal. Dia adalah Purnawirawan Perwira Tinggi Polri dan Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN). Ada juga nama Moermahadi Soerja Djanegara yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Hampir semua BOD (dewan direksi) dan BOC (dewan komisaris) Pelindo I-IV ditugaskan di organisasi yang baru, termasuk beliau (Ngabalin),” tuturnya.

Berikut susunan Direksi dan Komisaris Subholding Pelindo:

1. PT Terminal Petikemas Indonesia
Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen: Moermahadi Soerja Djanegara
Komisaris: Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta
Komisaris: Ronaldus Mujur
Komisaris: Montty Girianna
Komisaris Independen: Nurrachman
Komisaris Independen: Ubadiliah Amin
Komisaris Independen: Ali Mochtar Ngabalin

Direksi

Direktur Utama : M. Adji
Direktur Strategi dan Komersial : Rima Novianti
Direktur Operasi : Muarip
Direktur Teknik : Dothy
Direktur SDM : Edi Priyanto
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Endot Endrardono

2. PT Pelindo Multi Terminal
Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen : Darwanto
Komisaris : Arman Depari
Komisaris : Ahmad Perwira Mulia Tarigan
Komisaris : M Yusuf Permana
Komisaris Independen : Herbert Timbo Parluhutan Siahaan
Komisaris Independen : Syahrian Harahap

Direksi

Direktur Utama : Drajat Sulistyo
Direktur Strategi dan Komersial : Ogi Rulino
Direktur Operasi : Ridwan Sani Siregar
Direktur Teknik : Prakosa Hadi Takariyanto
Direktur SDM : Ady Sutrisno
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Yon Irawan

3. PT Pelindo Jasa Maritim
Komisaris

Komisaris Utama/Komisaris Independen : Fachry Ari
Komisaris : Neil Iskandar Daulay
Komisaris : Achmad Idrus
Komisaris : Sukriansyah S. Latief
Komisaris Independen : Eris Herryanto

Direksi

Direktur Utama : Prasetyadi
Direktur Strategi dan Teknik : Hosadi Apriza Putra
Direktur Operasi dan Komersial : Zuhri Iryansyah
Direktur SDM : I Made Herdianta Gautama
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko : Choirul Anwar

4. PT Pelindo Solusi Logistik
Direksi

Direktur Utama : Joko Noerhudha
Direktur Strategi : Retno Soelistianti
Direktur Komersial : Kokok Susanto
Direktur SDM dan Keuangan : Roy Leonard

(dtk/sh)

Ular Masuk Rumah, Warga di Gunung Putri Panik

Bogordaily.net -Seekor ular cecak atau biasa disebut cicak membuat pemilik rumah bernana Lamin Warga Kampung Gang Sawo, Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri panik dan harus menghubungi pihak Tim Rescue Dinas Pemadam kebakaran Kabupaten Bogor.

Menurut Danru Rescue Damkar Kabupaten Bogor Arman Riyanto mengatakan saat itu kronologi berawal dari Selasa pagi 12 Oktober 2021 terlihat ada seekor ular di dekat sumur. Ketika akan coba diusir ular tersebut jatuh ke dalam sumur.

“Akhirnya penghuni rumah melapor kepada petugas pemadam kebakaran untuk dilakukan penanganan dan tim langsung merespons laporan tersebut dan menuju ke lokasi,”kata Arman Riyanto saat dikonfirmasi, Rabu 13 Oktober 2021.

Ular yang berukuran tidak terlalu besar dan berada di dalam sumur tentu sedikit menyulitkan evakuasi oleh petugas Damkar.

“Agak sedikit menyulitkan petugas namun kita sesuai SOP tentu sudah menyiapkan segala untuk melakukan evakuasi dan Alhamdulillah berjalan lancar ular cecek berhasil dievakuasi,”katanya.

Arman menambahkan ular Cecak atau sering pula disebut ular rumah merupakan sejenis ular kecil dari suku colubride. Dinamai demikian karena ular tesebut kera dijumpai di dalam rumah di sekitar dapur atau lemari untuk memburu cecak atau cicak.(Ruslan)

Pantau Stok dan Harga Gabah, DKP Kabupaten Bogor Punya Inovasi SiGili

0

Bogordaily.net – Dinas Ketahan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor punya inovasi SiGili, aplikasi ini berfungsi untuk merekap, memantau stok harga gabah dan juga beras yang ada di tingkat penggilingan.

SiGili atau Sistem Penggilingan merupakan suatu aplikasi berbasis web.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Pemda agar terus membangun kapasitas dan daya saing sehingga perlu terus berinovasi.

Demi memberikan layanan yang lebih cepat, lebih baik, lebih murah, lebih transparan dan lebih bermanfaat dalam lingkup internal birokrasi maupun pelayanan publik.

“Saat ini kami punya 199 inovasi yang sudah tervalidasi, salah satunya adalah SiGili. SiGili atau Sistem Penggilingan merupakan suatu aplikasi berbasis web yang diluncurkan oleh Dinas Ketahan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor. Aplikasi ini berfungsi untuk merekap, memantau stok harga gabah dan juga beras yang ada di tingkat penggilingan,” kata Ade Yasin.

Ade mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi melalui kolaborasi dan kompetisi di berbagai sektor, salah satunya dengan kebijakan one institution, one innovation dan one village, one innovation.

Harapan akhir dari aplikasi ini untuk memberikan gambaran ketersediaan stok dan harga gabah/beras di Kabupaten Bogor ditingkat penggilingan di Kabupaten Bogor, baik penggilingan kapasitas sedang maupun kapasitas kecil.

Kepala Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar menyampaikan, pembuatan aplikasi ini didasari fakta di lapangan yaitu adanya gejolak ketersediaan beras di masyarakat.

Apabila gejolak tersebut tidak dapat dipantau serta dikontrol dengan baik, maka nantinya akan mengganggu pasokan beras itu sendiri untuk sampai ke tingkat konsumen.

“Aplikasi ini secara teknis digunakan oleh petugas lapangan stok gabah dan beras. Mereka terdiri dari 15 petugas yang disebar ke 15 kecamatan, di mana tempat penggilingan padi berada. Mereka memiliki kewajiban untuk melakukan survei ke tempat penggilingan masing-masing dan setelah itu hasil surveinya akan diinput oleh mereka di aplikasi SiGili.

Dedi menambahkan, semua laporan yang sudah diinput di aplikasi tersebut nantinya akan direkap dan dipantau juga oleh admin SiGili di tingkat OPD.

Hasil SiGili berupa laporan harga, stok untuk beras, gabah di wilayah Kabupaten Bogor nantinya dapat dijadikan dasar bagi pemegang kebijakan, untuk mengambil keputusan dalam menangani distribusi pangan.***

Pria yang Mengaku Panglima Jenderal, Ajak Warga Dunia Masuk NII

0

Bogordaily.net – Warganet dihebohkan dengan video yang berisikan ajakan untuk masuk Negara Islam Indonesia (NII) dari seorang pria yang mengaku sebagai ‘Panglima Jenderal NII’. Pria berkaus merah dengan logo bulan bintang itu mengibarkan bendera NII berlokasi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Sebagaimana dilihat Bogordaily.net, Rabu 13 Oktober 2021 sore, dalam video berdurasi 2 menit 23 detik, terlihat tiga orang pria berjalan beriringan, seorang diantaranya, berjalan sambil mengibarkan bendera bergambar bulan dan bintang yang diklaim sebagai bendera NII. Bendera itu diikatkan pada bambu.

Setelah berjalan menyusuri perkampungan, tiga pria tersebut berhenti di depan rumah dan pria berbaju merah kemudian melontarkan kalimat ajakan kepada warga dunia untuk masuk NII.

“Saya sampaikan kepada seluruh dunia internasional dengan atas nama PBB untuk segera memasuki Negara Islam Indonesia. Silakan welcome-welcome,” ujar pria itu.

Di dalam video, pria pria tersebut mengaku sebagai ‘Panglima Jenderal NII’. Dia juga menyebut Imam Besar NII Kartosoewirjo dan Sensen Komara.

“Imam Besar SM Kartosoewirjo khilafah dunia, Bapak Drs. Sensen Komara BM Esa dan saya Panglima Jenderal DI/TII NII, tiga jenderal DI/TII NII welcome-welcome silakan memasuki Negara Islam Indonesia,” katanya.

Video tersebut diunggah 8 Agustus 2021 via YouTube oleh salah seorang pengguna bernama Parkesit82. Videonya baru ramai diperbincangkan belakangan ini.
Sejak pertama kali diunggah, hingga Rabu sore ini, tercatat video itu ditonton 1,5 ribu kali dan mendapat sejumlah respons dari warganet.

Video itu diduga kuat diambil di kawasan Pasirwangi, Garut. Kepala Kesbangpol Garut Wahyudijaya mengatakan video itu merupakan video lama.

“Kalau dilihat dari data yang kami terima, itu rekaman tahun 2019,” ucap Wahyu saat dikonfirmasi wartawan terkait video itu.(dtk/sh)

 

 

Bima Arya Serahkan Piala Wali Kota Lomba Catur Online Antar Pelajar

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyerahkan langsung Piala Wali Kota kepada para juara lomba catur online antar pelajar se-Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Minggu 10 Oktober 2021.

Tak hanya sekedar memberikan piala, pada kesempatan itu juga Bima Arya memberikan nasihat dan semangat bagi para pecinta catur.

“Kalau yang suka catur pasti bisa berpikir cerdas dan membuat strategis ke depan, yang jadi juara di catur pasti bisa strategi, karena gak mungkin tidak punya strategi bisa menang catur. Hidup juga seperti itu, bagaimana strategi bisa sukses, strategi jadi juara, jadi catur melatih strategi,” ujar Bima Arya.

Wali Kota mengatakan, kedua, catur juga melatih kesabaran dan kehati-hatian. Sebab jika salah melangkah bisa skakmat atau ‘di makan’.

Dalam catur tidak boleh menganggap remeh. Pasalnya, pion kecil pun bisa membunuh raja atau ratu.

Tak ayal, yang suka catur pasti berhati-hati dan tidak dipungkiri dalam hidup juga harus berhati-hati dan sabar.

“Kalau main catur ingin cepat selesai bisa menang gak? Belum tentu, catur itu hati-hati, sabar, berpikir cermat dan tidak boleh menganggap remeh orang lain,” terangnya.

Selain itu kata dia, para pecatur dilatih untuk siap berkorban. Di permainan catur ada yang berkorban untuk kemenangan, kadang-kadang kuda, menteri, ratu dikorbankan juga.

Hidup pun harus siap berkorban, berkorban untuk keluarga, teman, kota, bangsa dan negara.

Satu yang tak kalah penting, kata wali kota, di catur diajarkan sikap pantang menyerah, walaupun di awal banyak pion yang mati, namun sebelum skakmat bisa terus maju dan pasti ada jalannya.

“Semuanya adik-adik Insya Allah bukan saja bisa jadi atlet yang handal, tapi ke depan bisa jadi pemenang dan juara kehidupan. Saya mendukung tidak saja mendukung kejuaraan caturnya, tapi mendukung agar semua yang suka dan hobi catur belajar dari filosofi catur agar jadi juara kehidupan,” tegas Bima Arya.***

Ternyata Ini Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Anak

0

Bogordaily.net – Anak-anak ternyata bisa terkena infeksi saluran akut (ISPA) loh! Untuk penjelasan lebih jelasnya akan disampaikan Dokter oleh Spesialis Anak RS AZRA dr. Satyawati, Sp.A pada Health Talk.

Anak-anak ternyata bisa terkena ISPA loh! Untuk penjelasan lebih jelasnya akan disampaikan Dokter oleh Spesialis Anak RS AZRA

Webinar Health Talk ini akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Oktober 2021, pukul 13.00 sampai selesai di Live Instagram dan Youtube RS AZRA https://www.youtube.com/c/RSAZRAOfficial.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi PKRS AZRA 0856-9438-3055 atau 0251-8318-456 dan 0251-8370-349
www.rsazra.co.id.***

Ditonton 111 Juta, Squid Game Tembus Rekor Netflix

0

Bogordaily.net – Serial Drama Squid Game ternyata tidak hanya melejit di Korea Selatan saja, tapi serial drama yang dibintangi Jung-jae Lee mencuri perhatian dunia.

Squid Game merupakan seri original Netflix tentang sebuah permainan misterius dengan hadiah 45,6 miliar Won. Namun, para pesertanya, yang berjumlah 456 orang, harus mau bertaruh nyawa untuk memenangkan hadiah tersebut.

Dengan kisah yang menarik dan berbeda dari drama Korea biasa, Squid Game pun menuai respons positif dari publik seluruh dunia. Kini, Netflix mengumumkan Squid Game ditonton lebih dari 111 juta subscriber di seluruh dunia.

Sejak ditayangkan pada 17 September 2021, Squid Game telah mencuri perhatian di Brasil, Prancis, India, hingga Turki. Serial tersebut menempati posisi pertama di 10 Besar Tayangan Terfavorit Netflix di 94 negara.

Bahkan di Amerika Serikat sendiri, Squid Game berhasil merajai chart tersebut untuk 21 hari berturut-turut.

Sebelumnya, rekor serial terpopuler dipegang oleh Bridgerton. Drama yang mengangkat kisah perjodohan kaum aristokrat tersebut ditonton 82 juta subscriber Netflix di seluruh dunia.

Mengenai hal ini, pihak Netflix menyebut mimpi mereka menjadi kenyataan. Sebelumnya, mereka sudah berinvestasi di Korea Selatan pada 2015, untuk memproduksi serial berkualitas.

“Saat Netflix mulai berinvestasi di Korea pada 2015, tujuan kami adalah untuk mempresentasikan konten Korea kelas dunia untuk fans yang suka menonton serial Korea. Bukan cuma di Asia, tapi juga seluruh dunia. Squid Game membuat mimpi kami jadi nyata,” ungkapnya.

“Ketika kisah yang sudah dibayangkan sutradara Hwang Dong Hyuk selama beberapa lama tak bisa dibuat di mana pun, Netflix percaya dengan pesona Squid Game yang bisa menggetarkan hati fans, tak hanya di Korea, tetapi juga seluruh dunia,” pungkasnya.(dtk/sh)

Squid Game Serial Netflix Pertama Miliki 100 Juta Penonton

0

Bogordaily.net – Pada 13 Oktober, serial Netflix “Squid Game” melaporkan telah mencatat lebih dari 110 juta penonton di berbagai platform. Ini berarti lebih dari 110 juta pengguna Netflix telah menonton serial ini.

Dengan jumlah ini, serial ini menjadi yang pertama dan satu-satunya yang melampaui 100 juta pemirsa unik Netflix dalam sejarah.

Seri kedua dengan penonton terbesar di Netflix adalah “Bridgerton”, yang telah ditonton oleh sekitar 82 juta pengguna Netflix.

Sejak rilis pertamanya pada 17 September, serial survival ini telah menduduki puncak chart acara TV Netflix populer di 94 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Disutradarai dan ditulis oleh Hwang Donghyuk, “Squid Game” menceritakan kisah 456 orang, yang berjuang secara finansial, mengambil bagian dalam serangkaian permainan taman bermain anak-anak Korea yang mematikan untuk memenangkan hadiah uang KRW 45,6 miliar.

Serial ini menampilkan Lee Jungjae, Park Haesoo, Jung Hoyeon, dan Wi Hajoon sebagai karakter utama.***

Bima Arya: Pelajar di Luar Negeri Punya Kelebihan Helicopters View

0

Bogordaily.net – Persatuan Pelajar Indonesia Dunia (PPID) berkolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menggelar webinar dengan tema ‘Tali Pendidikan Luar Negeri Dalam Membentuk Pemimpin Masa Depan Indonesia’, secara zoom meeting, Sabtu 9 Oktober 2021.

Ketua Apeksi, Bima Arya mengatakan, ada hal yang menurutnya sangat berpengaruh pada kunci kesuksesan atau karir seseorang.

Yakni kombinasi antara karakter dan kompetensi. Penguasaan teks book, skill, berbicara dan IPK merupakan kompetensi, namun menjadi koordinator PPID, aktivis mahasiswa, pemimpin organisasi besar itu semua tentang karakter.

“Banyak orang-orang cerdas dan pintar tapi tidak berkarakter tidak jadi apa-apa, banyak juga orang pintar ketika sekolah tapi tidak berkembang karena cenderung fix mindset,” katanya.

Bima Arya menuturkan, sekolah di luar negeri bukan sekedar deadline tugas atau mengejar angka-angka.

Namun kesempatan untuk membangun karakter, memperluas cakrawala dengan perspektif terbuka.

Banyak alumni luar negeri yang perjalanan karirnya baik itu karena ketika di disana waktunya tidak hanya dihabiskan di perpustakaan, tapi sebaliknya ikut bersosialisasi dan berorganisasi.

“Saya titip mahasiswa yang di luar negeri bukan sekedar kecepatan tapi networking dan karakter building. Kalau hanya kompetisi bisa baca, tetapi berdiskusi, berdialog, spektrum kiri kanan, mencoba untuk survive, mencoba mengakali untuk bisa hidup itu hal luar biasa,” imbuh Bima Arya.

Menurut Bima Arya, Bung Karno, Bung Hatta, Natsir merupakan tokoh nasional yang cita-cita besarnya tumbuh di luar negeri dan baru ketika umur 24 tahun membentuk organisasi besar.

Para pelajar ini orang-orang yang sangat selektif dan terpilih yang memiliki kesempatan untuk dibangun karakternya, tapi dengan catatan ke luar negeri bukan sekedar belajar saja tapi berdinamika, mengalami banyak peristiwa yang lebih matang.***

Proyek Kereta Cepat Akhirnya Ambil Jatah Rakyat, Pemerintah Korbankan APBN yang Sudah ‘’Berdarah’’

0

Bogordaily.net – Ecky Awal Mucharam, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS memberi kritikan keras terhadap dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Perpres terbaru menyebutkan beberapa perubahan regulasi, diantaranya menyebutkan proyek KCJB dapat dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hal ini berlawanan dengan peraturan sebelumnya.

Pada pasal 4 ayat 2 dinyatakan bahwa Pelaksanaan penugasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta tidak mendapatkan jaminan Pemerintah.

Ecky berpendendapat bahwa Perpres baru hanya akal-akalan Pemerintah, untuk menggunakan dana APBN untuk menyuntik proyek KCJB.

Ecky menjelaskan bahwa skema pendanaan yang tertuang dalam Perpres baru berupa penyertaan modal negara, kepada pimpinan konsorsium badan usaha milik negara dan/atau penjaminan kewajiban pimpinan konsorsium badan usaha milik negara, akan membuat APBN semakin berat.

Legislator asal Daerah Pemilihan III Jabar ini menilai proyek infrastruktur KCJB memiliki perencanaan yang tidak matang.

Seperti tidak masuknya proyek ini dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional 2030, serta adanya ketergesa-gesaan Pemerintah dalam memutuskan proyek kereta cepat ini menyebabkan perhitungan, dalam studi kelayakan kereta cepat tersebut menjadi tidak akurat.

Dalam proses pembangunannnya, KCJB mengalami pembengkakan biaya (cost overrun).

Awalnya, estimasi biaya proyek kereta cepat berkisar US$6,1 miliar, kemudian terjadi lonjakan sebesar US$4,9 miliar atau setara dengan Rp69 triliun.

Lonjakan biaya yang muncul akibat perhitungan anggaran EPC yang tidak akurat, pengukuran lahan tidak tepat, keterlambatan proyek, serta biaya pendukung lainnya yang luput dianggarkan di awal, Ecky menyebutnya sebagai bukti buruknya perencanaan Pemerintah dalam proyek ini.

Selain itu, Ecky juga menuntut harus adanya audit investigasi terhadap proyek yang disinyalir akan merugikan keuangan negara.

Kondisi tersebut jelas ironi dengan kondisi APBN yang saat ini masih harus fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN).

“Untuk PC-PEN saja, APBN masih berdarah-darah,” tegas Ecky.

Meskipun terdapat pelonggaran defisit yang mengakibatkan utang melonjak tajam, beberapa hak rakyat kecil masih harus dipangkas dengan pengurangan berbagai subsidi.

Penambahan beban pajak harus dirasakan masyarakat, karena kebijakan ekstensifikasi pajak akibat shortfall yang kian dalam.

“Artinya bahwa adanya alokasi APBN untuk hal yang tidak esensial dan lebih kepada pemenuhan hasrat Pemerintah dalam membangun proyek KCJB tersebut, akan mencederai asas atau nilai keadilan dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945,”paparnya.***