Saturday, 25 April 2026
Home Blog Page 7149

Antisipasi Penumpukan Penumpang KRL, Polsek Gelar Penyekatan di Stasiun Bojonggede

Bogordaily.net – Jajaran Polsek Bojonggede, Kamis 22 Juli 2021, melaksanakan penyekatan dalam rangka penerapan PPKM Darurat di Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto mengatakan, penyekatan itu dilakukan sebagai antisipasi penumpukan penumpang pengguna jasa transportasi Kereta Api Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

“Tadi telah dilaksanakan kegiatan personil Polsek Bojonggede dalam rangka Pengamanan Antisipasi penumpukan penumpang KRL Pasca diberlakukannya Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021,” ujarnya.

“Surat itu terkait perubahan atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi perkeretaapian pada masa Pandemi Covid-19, per tanggal 16 Juli 2021, dalam rngka PPKM Darurat 2021,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dwi menegaskan bahwa dalam penyekatan yang dilakukan, penumpang wajib memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Sehubungan dengan telah ditetapkan pemberlakuan surat edaran Menteri perhubungan, selama pandemi Covid pada masa PPKM Darurat, bahwa naik KRL harus memenuhi sejumlah persyaratan,” jelasnya.

“Jadi penumpang harus memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja, Surat Keterangan dari Pemerintah Daerah setempat, surat dari pimpinan instansi minimal pejabat esselon 2 dan surat keterangan perusahaan atau kantor yang termasuk dalam kategori esensial dan kritikal,” sambungnya.

Dalam kegiatan itu, imbuh Dwi, petugas memberikan sosialisasi sekaligus imbauan terkait peraturan yang harus diikuti penumpang pengguna jasa KRL Commuter Line.

“Petugas stasiun beserta aparat gabungan, TNI, Polri dan Pol PP serta Dinas Perhubungan dibantu oleh Pamdal stasiun memberikan imbauan kepada pekerja yang akan menggunakan angkutan KRL agar dapat menunjukan surat keterangan kepada petugas sesuai aturan yang sudah di tetapkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, petugas gabungan juga memberikan imbauan kepada masyarakat atau pekerja yang tidak masuk dalam kategori non esensial dan krtikal agar tetap taat pada protokol kesehatam tetap berada di rumah.***

Bahas PPKM Darurat, Komisi IV DPRD Kota Bogor Rapat dengan Dinkes dan RSUD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pasca dikeluarkannya kebijakan perpanjangan PPKM Darurat oleh Presiden Joko Widodo. Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti, digelar melalui zoom meeting menyoroti terkait kesiapan Kota Bogor dalam menangani pasien Covid-19, yang belum terlayani dan insentif tenaga kesehatan.

Sebab berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, belum menunjukkan adanya penurunan kasus positif selama pelaksanaan PPKM Darurat ini.

Sehingga menurut Endah, perlu adanya penambahan kembali ketersediaan tempat tidur untuk ruang IGD atau ICU.

“Kita bisa memaksimalkan puskesmas yang ada dengan memberikan konsentrator oksigen di setiap puskesmas yang nantinya akan digunakan oleh warga yang isoman. Bayangkan saja saat ini masih ada 7000 warga yang melakukan isoman,” ujar Endah, Kamis 22 Juli 2021.

Lebih lanjut, Endah pun mengungkapkan RSUD Kota Bogor menyatakan diri siap untuk dijadikan rumah sakit penanganan Covid-19 secara keseluruhan.

Hal ini berdasarkan instruksi presiden dimana di setiap Kota atau Kabupaten, perlu memiliki rumah sakit yang khusus menangani Covid-19.

“Jadi RSUD tadi menyatakan diri siap untuk menjadi RS yang menangani Covid-19 secara penuh dan kita dukung ini,” ujar Endah.

Tak hanya itu, Endah juga turut menyoroti terkait insentif nakes yang diperkirakan, untuk bulan januari dan Februari akan cair dalam waktu dekat ini.

Ia pun mengaku akan mendorong pelaksanaan refocusing anggaran yang akan difokuskan untuk insentif nakes, mempersiapkan puskesmas untuk melayani Covid-19 secara maksimal dan kebutuhan lainnya.

“Perlu terus disuport perjuangan para nakes semua. Terimaksih buat diskusi siang ini. Refokusing anggaran untuk percepatan penanggulangan covid. komunikasi dengan anggota DPR RI untuk support,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengungkapkan selama pelaksanaan PPKM Darurat peningkatan kasus mencapai 29 ribu. Dengan data tambahan berupa saat ini sedang krisis nakes, karena ada sekitar 400 nakes sedang isoman.

“Nakes kelelahan jadi imun turun mudah terpapar. Dengan peningkatan kasus, isoman yang jadi tanggungjawab puskesmas untuk memantau, kolaborasi denga IDI dan IBI lewat telemedicine. Ini salah satu upaya kita,” ujar Retno.

Sedangkan, Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir memaparkan bahwa, saat ini RSUD akan dikonversi perlahan. Sebab ruang Isolasi untuk dewasa full.

Tak hanya itu, RSUD Kota Bogor juga terkendala ketersediaan oksigen, terlebih dalam hal pengisian.

“Pasien yang datang ke RSUD saturasi sudah 70 persen, sudah berat. Bahkan di ICU sendiri daftar tunggu sudah 31 antrian. Dengan adanya RS lapangan dikira dapat backup icu, ternyata masalahnya di oksigen juga terbatas. Lebih baik akan kami tangani semampu kita. Untuk pasokan oksigen ada 4 strategi, pipanisasi memakai oksigen sentral. Maksimalisasi generator oksigen, dari kemenkes dan banprov. Memperbanyak tabung 6 kubik dan pengawasan efisiensi oksigen,” pungkasnya.

Rapat tersebut diikuti oleh anggota Komisi IV lainnya yaitu Devie Prihartini Sultani, Anna Mariam Fadilah, Sri Kusnaeni, Achmad Saeful Bakhri, Ence Setiawan, Enny Indari, Jatirin, Achmad Rifky Alaydrus, Syarif Hidayat Sastra dan Mochamad Zaenal Abidin.***

Ini 5 Cara Untuk Tetap Menjaga Kesehatan di Rumah saat PPKM Darurat

0

Bogordaily.net – Selama pemberlakukan PPKM darurat, masyarakat banyak yang tinggal di rumah saja, baik itu sambil bekerja ataupun melakukan kegiatan lainnya. Namun hal itu, bukan berarti tidak peduli dengan kesehatan.

Menjaga kondisi tubuh tetap sehat perlu menerapkan langkah pencegahan agar sistem kekebalan tubuh terus terjaga tetap harus dilakukan.

Dikutip dari Scripps, berikut lima tips dari Dr. Onishi yang bisa anda praktikkan untuk menjaga kesehatan selama PPKM Darurat.

1. Fokus pada makanan utuh

Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, kacang-kacangan, dan polong-polongan adalah pilihan yang sehat. Diet sehat ini juga memberikan penguat sistem kekebalan tubuh.

2. Berpikirlah sebelum Anda makan

Berhentilah selama 15 menit untuk memikirkan apa yang sebenarnya anda ingin makan atau minum. Apakah anda menggunakan makanan untuk menghibur diri sendiri. Dapat juga dengan membatasi asupan alkohol akan membantu anda menghindari dari risiko kesehatan.

3. Cari camilan dengan bijak

Jagalah agar lemari es dan dapur anda penuh dengan makanan bergizi dan sehat daripada makanan ringan olahan yang tinggi gula, natrium atau lemak. “Makan buah dan sayur sepanjang hari membantu mencegah anda makan berlebihan,” kata Dr. Onishi.

4. Makan cukup

Selalu membuat tubuh cukup makanan dan nutrisi yang sehat. Tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan. “Jika anda membiarkan diri anda menjadi sangat lapar, anda cenderung membuat pilihan yang buruk,” kata Dr. Onishi.

5. Temukan rutinitas kebugaran yang cocok untuk Anda

Berjalan, jogging, berenang, bersepeda, dan berselancar semuanya dapat dilakukan dengan tetap menghormati protokol jarak sosial. Dan internet dipenuhi dengan video latihan kardio, yoga, dan angkat beban gratis atau berbiaya rendah yang dapat dilakukan dari kenyamanan rumah anda sendiri.***

Rektor UI Ari Kuncoro Memutuskan untuk Undur Diri dari Komisaris BRI

0

Bogordaily.net – Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro akhirnya mengundurkan diri dari posisi Wakil Komisaris Utama di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pengunduran diri Ari Kuncoro sebagai komisaris diumumkan BRI, Kamis 22 Juli 2021.

Kabar tersbeut, dinyatakan mengakhiri kontroversi rangkap jabatan, yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

Dengan penerima pengunduran diri Ari itu, BRI menegaskan komitmennya untuk menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik.

Berikut surat pernyataan resmi BRI:

Kementerian BUMN RI telah menerima surat pengunduran diri Ari Kuncoro sebagai Wakil Komisaris Utama, atau Komisaris Independen BRI dan menginformasikannya secara resmi kepada Perseroan.

Sehubungan itu, Perseroan menerbitkan keterbukaan informasi pada tanggal 22 Juli 2021. Adapun proses berikutnya, Perseroan akan menindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur.

Perseroan berkomitmen untuk terus menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dari seluruh lapisan, baik top level management dalam hal ini Dewan Komisaris dan Direksi, hingga jajaran pekerja di seluruh Unit Kerja Perseroan.

Komitmen tersebut dijalankan pada setiap kegiatan usaha Perseroan, yang merupakan perwujudan dari visi dan misi Perseroan, corporate values dan strategi kebijakan dalam keberlanjutan Perseroan.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro akhirnya mengundurkan diri dari posisi Wakil Komisaris Utama di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Adapun Keterbukaan informasi terkait hal dimaksud dapat diakses pada situs web bursa efek dan perseroan pada tanggal 22 Juli 2021.***

Pernikahan Ditunda Gara-gara PPKM Darurat, Rizky Billar Pasrah

0

Bogordaily.net – Rizky Billar dan Lesti Andryani memilih memundurkan tanggal pernikahan mereka. PPKM Darurat yang tengah diberlakukan pemerintah menjadi alasannya.

“Ya memang acaranya ditunda, kita sadar ya sebagai warga negara yang baik, kita mengikuti kebijakan pemerintah untuk jangan dulu lah,” ungkap Rizky Billar dikutip dari akun Youtube Warta Hot, Kamis 22 Juli 2021.

Aktor 26 tahun itu menyebut pernikahannya akan ditunda sementara waktu hingga PPKM Darurat tidak lagi diberlakukan oleh pemerintah. Namun, ia masih belum bisa memastikan kapan tanggal pasti pernikahannya dan Lesti akan digelar.

“Bukan dibatalkan, tapi lebih kepada ditunda. Banyak orang masih berpikir dibatalkan, bukan dibatalkan, tapi ditunda. Pasti setelah PPKM kita akan menggelar acara tersebut,” tegas sang aktor.

Memegang prinsip bahwa pernikahan hanya sekali seumur hidup, membuat Billar haruslah mempersiapkan acara tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia ingin menjadikan pesta pernikahannya bersama Lesti sebagai sesuatu yang berkesan dan tak terlupakan.

“Karena kan kita ingin acara yang kita buat nanti itu bisa menjadi sesuatu yang spesial, sesuatu yang ditunggu-tunggu, sesuatu yang memorable, sesuatu yang berkesan buat banyak orang. Jadi kalau misalkan sekarang, kita mending jangan dulu,” jelasnya.***

Ini Pesan Lurah Kedung Waringin bagi Warga yang Sudah Divaksin

Bogordaily.net – Sedikitnya 200 orang warga dari RW05, RW06, RW07 dan RW08 Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan Transmart, Kamis, 22 Juli 2021. Vaksinasi berlangsung pada pukul 10:00 WIB disaksikan langsung Lurah Kedung Waringin Adhi Bagus Indrawan

Adhi Bagus Indrawan menjelaskan sebelumnya telah dilakukan vaksinasi kepada 66 warga di wilayahnya. Menurutnya, upaya untuk menekan jumlah warganya yang terpapar Covid-19 berupa pemberian vaksinasi, akan terus berlangsung.

Lebih lanjut ia menjelaskan di Kelurahan Kedung Waringin terdapat 16 RW dengan 71 RW. pada kegiatan vaksinasi masal yang berlangsung saat ini diberikan jatah 50 orang per RW.

“Saya berharap kepedulian warga untuk divaksin meningkat, program pemerintah dalam herd imunity bisa sebera terwujud,” papar Adhi Bagus Indrawan.

Ia juga menjelaskan, supaya tidak terjadi kerumunan jadwal vaksi diatur dalam tiga tahap. Tahap pertama pendafataran vaksinasi massal pada pukul 08:00 WIB untuk tiga RT, selanjutnya pada pukul 09:00 WIB serta pukul 10:00 WIB.

“Jadi tidak terjadi kerumunan saat vaksinasi berlangsung,” papar Adhi Bagus Indrawan.

Adhi Bagus Indrawan, berharap melalui kegiatan vaksinasi massal ini, mudah-mudahan bisa menekan penyebaran Covid-19. Khususnya di wilayah Kelurahan Kedung Waringin.

“Bagi warga yang sudah vaksinasi, saya menghimbau supaya tetap menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya.***

 

Bantu Warga di Masa PPKM Darurat, ‘Sulap’ Minyak Jelantah jadi Sembako

0

Bogordaily.net – Kelompok Pemuda yang tergabung dalam Organisasi Leuit Jajaka, menggalang aksi Kemanusiaan di masa PPKM Darurat untuk meringankan beban warga dengan cara ‘menyulap’ minyak jelantah menjadi sembako.

Gerakan Kemanusiaan ‘Milenial Peduli’ ini muncul setelah kelompok Pemuda Leuit Jajaka melakukan diskusi secara daring, untuk memunculkan ide dan konsep untuk membantu meringankan masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini.

Koordinator Lapangan, Agung Prayoga mengatakan, data terbaru untuk kasus baru Covid-19 di Kota Bogor menembus angka 51.952 kasus, Sabtu 17 Juli 2021.

Oleh karena itu, pihaknya sebagai kelompok muda mendorong masyarakat melaksanakan gotong royong, untuk menekan penyebaran Covid-19 di kota Bogor.

“Salah satu cara yang kami lakukan bersama pemerintah kota, dengan melakukan pengumpulan donasi minyak jelantah yang kita akan jadikan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang di kumpulkan di Sekretariat Leuit Jajaka,” kata Agung.

Jelantah
Sembako yang dibagikan oleh Organisasi Leuit Jajaka kepada warga.(pemkotbogor/Bogordaily.net)

Aksi ini kata dia, setidaknya diharapkan bisa membantu masyarakat untuk tetap di rumah dan punya bahan pokok, untuk menghadapi masa PPKM Darurat yang sedang berlangsung.

Agung menambahkan, alasan dasar memilih konsep pengumpulan minyak jelantah dikarenakan saat menganalisa permasalahan berujung kepada perekonomian.

“Kami berpikir minyak jelantah dimiliki oleh semua masyarakat. Oleh karena itu mereka bisa berkontribusi untuk saling membantu dengan menyumbangkan minyak jelantah,” katanya.

Pada Gerakan Kemanusiaan ‘Milenial Peduli’ Jilid I, pihaknya sudah bisa membagikan kurang lebih 50 paket sembako, yang dibagikan langsung kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kami akan terus melakukan pengumpulan minyak jelantah juga botol bekas untuk terus kami jadikan sembako yang akan kita bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.***

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Tembus 1.324

Bogordaily.net – Ditengah kasus Covid-19 di Kota Bogor yang masih tinggi, namun juga tercatat rekor angka kesembuhan Covid-19 yang mencapai 1.324 orang pada Selasa 20 Juli 2021.

Jumlah ini terhitung paling tinggi di Kota Bogor. Di mana, pada beberapa hari sebelumnya angka kesembuhan hanya berada di bawah ratusan kasus.

Seperti Senin 19 Juli 2021 kasus sembuh hanya di angka 859 kasus, Minggu 18 Juli 2021 sebanyak 154 kasus, Sabtu 17 Juli 2021 sebanyak 313 kasus dan Jumat 15 Juli 2021 sebanyak 469 kasus.

Meski demikian, kabar gembira ini diimbangi dengan menurunnya kasus positif Covid-19 di Kota Bogor. Di mana, pada sehari sebelumnya Senin 19 Juli 2021, angka penambahan pasien baru Covid-19 mencapai 669 kasus.

Lalu, Minggu 18 Juli 2021 sebanyak 351 kasus, Sabtu 17 Juli 2021 sebanyak 401 kasus dan Jumat 16 Juli 2021 sebanyak 343 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno membenarkan bahwa angka kesembuhan memang saat ini sudah mengalami kenaikan dari beberapa hari terakhir.

Menurut Kadinkes, hal tersebut terlihat dari jumlah akumulasi pekan lalu sekitar 20.000 kasus, saat ini sudah 21.624 kasus dengan rata-rata 300 kasus sembuh perhari.

“Kasus sembuh kita rata-rata naik 300 perhari. Akumulasinya dari ribuan, saat ini sudah 21 ribu lebih. Untuk kasus positif baru masih fluktuatif, mudah-mudahan terus menurun,” kata Retno, Rabu 21 Juli 2021.

Untuk pasien yang meninggal, dijelaskan Retno, masih stagnan, namun rata-rata tiga orang perharinya. Bahkan sebelumnya pada Senin lalu yang meninggal sangat tinggi dengan jumlah 12 orang dan pada Kamis lalu berjumlah 9 orang meninggal dunia.

Adapun jumlah keseluruhan data Covid-19 di Kota Bogor hingga Selasa 20 Juli 2021 mencapai 29.273 kasus. Dengan rincian kasus aktif atau positif sebanyak 7.310 orang, 339 kasus meninggal dan 21.624 kasus pasien sembuh.

Untuk mengakhiri pandemi covid-19 yang telah melanda negeri setahun lebih itu, perintah pusat hingga daerah terus berjibaku, mulai mengeluakan beberapa kebijakan hingga vaksinasi massal.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, target vaksinasi di Kota Bogor, jumlah keseluruhan yang meliputi semua segmen kurang lebih 819 ribu orang.

Dan Hingga hari ini tercatat, warga Kota Bogor yang sudah divaksin mencapai 217.224 warga atau sekitar 24 persen. Sementara lansia mencapai 53 persen (vaksin pertama) dan 46 persen (vaksin kedua). Yang terbaru untuk sasaran remaja yang divaksin sudah mencapai 2.435 orang.

Angka tersebut kata Politisi PAN itu diatas rata-rata nasional. Dengan bantuan TNI, khususnya Korem 061 Surya Kencana dan jajarannya, Bima Arya meyakini percepatan target vaksinasi bisa lebih diakselerasi lagi.
Sehingga ditargetkan menjadi yang terdepan dan terbanyak di Jawa Barat.

“Saat ini kita berpacu dengan waktu, banyak yang terpapar dan kita berikhtiar untuk melindungi agar tidak bertambah terus yang terpapar Covid-19. Vaksinasi ini salah satu cara untuk mencapainya,” katanya.

“Dalam pelaksanaannya kita tidak mungkin sendiri dan vaksinasi yang merupakan kolaborasi dari Festival Merah Putih dengan Korem 061 Surya Kencana mempercepat vaksinasi di Kota Bogor,” pungkasnya.***

 

Kalapas Gunung Sindur Bagikan 80 Paket Sembako dan Vitamin ke Warga

0

Bogordaily.net – Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Mujiarto, membagikan paket sembako dan vitamin kepada masyarakat terdampak Covid-19 di RW 7, Desa Cibinong Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu 21 Juli 2021.

“Giat ini bertema “Kumham Berbagi” yang dilaksanakan secara serentak, menindaklanjuti himbauan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Nomor W.11-UM.01.01-90 tanggal 17 Juli 2021, terkait peduli bagi masyarakat terdampak Covid -19”, ujar Kalapas.

Kalapas menambahkan, Sebanyak 80 paket yang berisi sembako, vitamin, jahe merah dan masker dibagikan kepada warga masyarakat sekitar untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Vitamin
Pemberian Bantuan Sembako ke salah satu warga yang terdampak Covid-19 di RW 7, Desa Cibinong Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, oleh Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Rabu 21 Juli 2021.(istimewa/Bogordaily.net)

“Mudah-mudahan melalui program Kumham Berbagi ini dapat memberikan semangat baru bagi saudara-saudara kita yang tepat sasaran terdampak Covid-19, yang bertempat tinggal di dekat area Lapas Khusus Gunung Sindur,” harapnya.

Pembagian tersebut dilakukan bersama pejabat struktural dan aparat pemerintah setempat.***

Mulai Besok Ganjil Genap Mulai Kembali Diberlakukan. Ini Alasannya

Bogordaily.net – Pemberlakuan PPKM Level 4 ini, ternyata lebih mempersulit gerak penguna jalan yang hendak masuk Kota Bogor, pasalnya selain penyekatan, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor akan kembali menerapkan kembali sistem ganjil genap.

Mulai besok, Jumat 23 Juli 2021, kebijakan ganjil genap kembali diterapkan lantaran mobilitas masyarakat di Kota Bogor selama penerapan PPKM Darurat dinilai masih tinggi. Hal itu disampaikan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi selama dua pekan penerapan PPKM Darurat, volume kendaraan masih tinggi.

“Kota Bogor itu mobilitasnya masuk zona hitam. Artinya masih banyak kendaraan yang melintas di Kota Bogor, nah ini yang kita harus sikapi bersama demi kesehatan masyarakat,” ujar Susatyo, di Balaikota Bogor, Rabu 21 Juli 2021.

Menurut Susatyo, tingginya mobilitas kendaraan di Kota Bogor disebabkan karena Kota Bogor menjadi wilayah perlintasan. Berdasarkan pantaunya, masyarakat yang melintas merupakan mereka yang berasal dari sektor esensial, kritikal, dan banyak masyarakat yang hendak belanja kebutuhan sehari-hari juga ikut tersekat pada titik-titik penyekatan.

“Sehingga Satgas Covid-19 Kota Bogor akan memberlakukan ganjil genap dimulai pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Apabila cukup efektif untuk mengurangi mobilitas maka kami akan lanjutkan pada hari kerja,” tegasnya.

Susatyo menambahkan, terkait pemeriksaan pekerja sektor esensial, non esensial, dan kritikal, pihaknya akan menurunkan tim khusus yang memonitor masing-masing kantor. Sehingga, petugas di lapangan hanya memutarbalik arah kendaraan yang tidak sesuai ganjil genap, dan tidak mengecek kelengkapan surat jalan atau STRP.

“Sehingga tidak terjadi perdebatan di jalanan. Saat berlakukan ganjil genap dengan pola, dari melarang kami berubah jadi mengatur agar masyarakat bersabar bergantian untuk beraktivitas,” tambahnya.

Terkait titik-titik check point, Susatyo mengatakan, hal itu akan berlaku secara situasional. Baik di dalam kota, maupun di batas kota yang akan diberlakukan selama 24 jam. “Hari ini bisa sosialisasi, merespon masyarakat yang hendak belanja, jadi harus kami atur agar tidak semuanya bertumpuk di satu hari,” pungkasnya.***