Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7234

203 Warga Pura Bojong Gede Antusias Ikuti Vaksinasi Massal

Bogordaily.net – Sebanyak 203 warga Perumahan Pura Bojong Gede, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, antusias mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Polsek Tajur Halang, Kamis (24 Juni 2021).

Vakinasi massal itu dilaksanakan di Kampung Tangguh Jaya (KTJ) RW 16 Perumahan Pura Bojong Gede Blok C3.

Kapolsek Tajur Halang, Iptu Dwi Yulianto mengatakan bahwa vaksinasi massal yang diselenggarakan kali ini merupakan upaya dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

“Vaksinasi massal ini kembali kami selenggarakan untuk warga Tajur halang khususnya warga Perumahan Pura Bojonggede dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dwi membeberkan bahwa antusias masyarakat untuk melakukan vaksin cukup tinggi.

“Jumlah sasaran itu sebenarnya 150 vaksin, tapi antusias masyarakat untuk divaksin begitu tinggi, dan tercatat untuk hari ini ada 203 warga yang divaksin,” tegasnya.

Sementara itu, warga sekitar Tuti  mengucapkan rasa terima kasih dengan vaksinasi massal yang diberikan Polsek Tajur Halang dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara Ke-75 tahun 2021.

“Terima kasih kepada Polri yang telah memberikan vaksin gratis, semoga Polri tetap jaya dan masyarakat tetap terjaga kesehatannya,” ungkapnya.

Kendati demikian, Dwi meminta agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang telah ditetapkan.

“Tentunya kita tidak boleh abai terhadap penerapan protokol kesehatan, meski sudah di vaksin bukan berarti kita menjadi lalai, mari bersama-sama untuk memutus rantai penyebaran virus ini,” tandasnya.***

Besok Ganjil-genap Diterapkan Lagi, Dinilai Efektif Untuk Menekan Penyebaran Covid-19 

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot)  Bogor menerapkan kembali sistem ganjil-genap untuk kendaraan roda empat dan roda dua pada Sabtu 26 Juni 2021 dan Minggu 27 Juni 2021 karena dinilai efektif untuk mengurangi mobilitas warga.

Wali Kota Bogor dan sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, pelaksanaan operasi ganjil-genap pada akhir pekan di Kota Bogor tujuannya bukan untuk kelancaran arus lalu-lintas. Tapi untuk mengurangi mobilitas warga, guna menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan Kota Bogor, ada dua klaster penularan Covid-19 di Kota Bogor yakni klaster keluarga dan klaster luar kota,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya menjelaskan, klaster keluarga kalau dibedah lagi, asalnya kebanyakan dari klaster luar Kota Bogor.

“Warga Kota Bogor yang bekerja di luar kota, terutama Jakarta, tertular Covid-19 dan menularkan anggota keluarganya. Bisa juga warga dari luar Kota, datang ke Kota Bogor dan terjadi penularan,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, operasi ganjil-genap ada lima lokasi check point untuk penyekatan kendaraan yang plat nomornya tidak sesuai dengan tanggalnya.

Hasilnya, pada Sabtu 19 Juni 2021, ada sebanyak 3.095 kendaraan diputarbalik arah oleh petugas gabungan yang berada di lima lokasi check point yang meliputi 1.486 unit sepeda motor dan 1.609 unit kendaraan roda empat.

Pada Minggu 20 Juni 2021, ada sebanyak 4.476 kendaraan yang diputarbalik arah, terdiri atas 2.197 unit sepeda motor dan 2.279 unit kendaraan roda empat.

Kendaraan tersebut diputarbalik arah di lima lokasi check point yakni, di pertigaan Terminal Baranangsiang, di Jalan Raya Pajajaran depan Restoran Bumi Aki, Bunderan Air Mancur, di Jalan Kapten Muslihat dekat Irama Nusantara, serta di simpang Jalan Empang.***

Pesan Bupati Bogor Untuk Milenial : Jadi Pemuda Berkualitas, Hindari Pergaulan Bebas

Bogordaily.net – Maraknya pergaulan bebas dikalangan pemuda pemudi saat ini, Bupati Bogor Ade Yasin bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membuat terobosan terbaru dengan meluncurkan program “Forkopimda Goes To School”.

Program tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar secara virtual pada Kamis, 24 Juni 2021.

Dilaksanakan secara perdana, Bupati Bogor berharap bahwa Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Virtual Goes to School ini dapat mencegah kenakalan remaja dan dapat menciptakan generasi pemuda Kabupaten Bogor yang berwawasan kebangsaan.

Hal ini penting dalam mempersiapkan pemuda-pemudi yang berkualitas mengingat bahwa pewaris kepemimpinan bangsa di masa depan ialah para pemuda.

Kegiatan yang dilakukan secara virtual itu, dihadiri oleh Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Unsur Forkopimda, BNN Kabupaten Bogor dan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor.

Selain itu, 700 Santri dari Pondok Pesantren Fathan Mubina Ciawi dan 13 SMA, 32 SD serta 12 SMP se-Kecamatan Ciawi juga mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam kesempatan tersebut Ade Yasin mengingatkan kepada para pelajar untuk tetap semangat dan menjaga diri agar tidak terlibat maupun terjerumus pada penyalahgunaan narkoba.

“Forkopimda Goes to School hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan kepada kalangan pelajar sekaligus memperkenalkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Ade Yasin pada Kamis, 24 Juni 2021.

Ade menambahkan, dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman generasi pemuda Kabupaten Bogor mengenai Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Ini adalah upaya dalam memantau generasi muda Kabupaten Bogor dari berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, masuknya narkoba ke lingkungan sekolah, dan masuknya paham ideologi menyimpang ke lingkungan sekolah,” ucap Ade Yasin.

Lanjut, Ade Yasin mengungkapkan bahwa pembinaan ini akan terus dilakukan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Pembinaan dari saya meliputi generasi muda sebagai harapan bangsa, dari Dandim 0621 tentang Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, kemudian Polres, dan berkaitan dengan bahaya narkoba akan diberikan oleh BNN Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Dengan begitu, menurut Ade Yasin kegiatan Forkopimda Goes to School dapat mengontrol para pelajar di Kabupaten Bogor mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Bogor untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan hidup bermasyarakat.

Pendidikan pun bukan hanya tanggungjawab guru saja tetapi jadi tanggung jawab bersama untuk terus membina.

“Sehingga dengan begitu dapat terciptanya generasi yang kuat, paham bernegara, mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari serta dapat mencegah kenakalan remaja seperti penggunaan narkotika, atau pun pergaulan bebas,” ungkap Ade Yasin.

Pada kegiatan virtual tersebut, Ade Yasin pun mengapresiasi terhadap antusias dari sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Ciawi terbilang sangat tinggi sehingga pesan-pesan yang dibawakan pun dapat tersampaikan langsung.***

Dianggap Sesat! Pimpinan Sekolah Agama di Bandung Mengaku Rasul

Bogordaily.net – Sejumlah warga mendatangi sebuah Lembaga Pendidikan Agama karena dianggap mengajarkan ilmu aliran sesat. Pimpinan dari sekolah agama tersebut mengaku sebagai rasul.

Sekolah Agama tersebut berada di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat .

Aksi warga tersebut bahkan terekam dalam video yang kini beredar luas di masyarakat. Video berdurasi sekitar 9 detik itu menjadi perbincangan luas, terutama bagi warga di sekitar Kecamatan Buah Batu.

Dalam keterangan video juga disebutkan bahwa tempat yang dikenal sebagai Pusat Pendidikan dan Pelatihan Da’i (Pusdiklat Da’i) tersebut diduga menjadi tempat penyebaran aliran sesat, sehingga membuat warga resah

Camat Buah Batu, Edi Juhendi membenarkan peristiwa tersebut. Edi bersama kepolisian dan juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Buah Batu langsung menggelar pertemuan pasca peristiwa tersebut.

Berdasarkan hasil pertemuan, Edi mengatakan pihak MUI membenarkan tempat tersebut diduga jadi markas penyebaran aliran.

“Jadi meski belum keluar fatwa secara resmi, MUI Kecamatan Buah Batu menyatakan aliran tersebut sesat,” katanya, seperti dikutip dari Pikiran Rakyat, Kamis (24 Juni 2021).

Edi juga menjelaskan berdasarkan keterangan dari MUI Buah Batu, lembaga tersebut dipastikan sesat karena pimpinan lembaga pendidikan tersebut sudah mengaku sebagai Rasul.

“Kemarin kita sudah berkumpul juga dengan MUI kecamatan, ya pada prinsipnya mah boleh dikatakan menyimpang katanya, salah satu indikatornya dia mengaku rasul, pimpinan yayasannya itu,” ujar Edi.

Selain itu, terdapat juga perbedaan pelaksanaan ibadah oleh aliran tersebut meski tidak secara rinci menjelaskan apa perbedaan yang dimaksud.

Lebih lanjut Edi mengatakan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pimpinan Pusdiklat Da’i yang diketahui berinisial R itu kini telah diamankan pihak kepolisian.

“Kita khawatir ada kejadian yang tidak diinginkan, akhirnya diamankan dan dibawa oleh Polrestabes. Iya diamankan Pak. Insya Allah sampai hari ini kondusif, kita juga menjaga-jaga ploting, tapi aman lah,” tutup Edi.***

Habib Rizieq Divonis 4 Tahun : Begini Pertimbangannya

Bogordaily.net – Sidang lanjutan kasus tes Swab RS UMMI Bogor yang menyeret Habib Rizieq Shihab, dan dua terdakwa lainnya telah diputuskan hakim dengan pertimbangannya pada Kamis, 24 Juni 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Sebelumnya, Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal telah mengatakan bahwa sidang Kamis, 24 Juni 2021 adalah yang terakhir dengan agenda pembacaan putusan untuk tiga terdakwa.

Hasilnya, pada sidang Putusan Kamis, 24 Juni 20, dinyatakan bahwa Habib Rizieq terbukti menyiarkan berita bohong yang tertera dalam video yang diunggah YouTube RS Ummi menyatakan dirinya sehat.

Padahal, menurut hakim, saat itu dia statusnya reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab antigen.

Sementara itu, menimbang bahwa majelis hakim berpendapat terdakwa memang belum lakukan PCR test dan baru antigen test.

Berdasarkan Kepmenkes tentang pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 kondisi seperti ini disebut probable Covid-19 sehingga menurut majelis hakim walaupun belum dilakukan swab PCR, tetap saja Terdakwa tidak bisa dikatakan sehat.

“Karena terdakwa probable Covid-19, sehingga informasi yang disampaikan Terdakwa adalah terlalu dini dan mengandung kebohongan, karena tidak sesuai fakta karena terdakwa sudah tahu dirinya reaktif Covid-19. Namun Terdakwa tetap mengatakan ‘kita sudah rasa segar sekali, Alhamdulillah hasil pemeriksaan baik dan mudah-mudahan hasil ke depan baik’ tanpa menunggu hasil PCR sehingga majelis berkeyakinan terdakwa telah siarkan kabar bohong,” ungkap Hakim Ketua, Khadwanto dikutip dari Detik pada Kamis, 24 Juni 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kemudian, Habib Rizieq dianggap melanggar Pasal 14 Ayat (1) subsider Pasal 14 Ayat (2) lebih subsider Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, turut serta menyebarkan berita bohong dengan sengaja mengakibatkan keonaran,” ujar Hakim Ketua Khadwanto saat membacakan surat putusan.

Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muhammad Rizieq Shihab dengan pidana penjara selama empat tahun. Putusan tersebut berdasarkan pada pertimbangan fakta yang terungkap selama sidang kasus tes usap di RS UMMI Bogor.

Vonis ini lebih ringan dari yang diajukan jaksa pada sidang vonis sebelumnya Kamis, 3 Juni 2021. Diketahui saat itu jaksa menuntut Habib Rizieq dengan hukuman enam tahun penjara dalam kasus tes usap di RS Ummi.

Majelis Hakim menyampaikan hal yang memberatkan yakni Habib Rizieq meresahkan warga dikarenakan dalam pernyataanya mengungkapkan dalam kondisi sehat walaupun kenyataannya terkonfirmasi positif COVID-19.

Sementara itu, hal yang meringankan antara lain terdakwa Rizieq memiliki tanggungan keluarga dan merupakan seorang guru agama yang pengetahuannya diharapkan dapat menunjukkan kelakuan baik pada masa mendatang.

“Hal meringankan, Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, pengetahuan agama Terdakwa masih dibutuhkan umat,” ungkap Hakim Ketua.***

MUI : Zona Merah Dilarang Menyembelih Hewan Kurban

Bogordaily.net – Meningkatnya Covid-19 menjelang perayaan Idul Adha 1442 H, membuat pelaksanaan kurban harus ekstra memperhatikan protokol kesehatan.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Miftahul Huda menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan ibadah kurban harus dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk daerah zona hijau, diharuskan untuk memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2020.

Sementara Untuk daerah yang masuk dalam kategori zona merah, MUI menyarankan agar pelaksanaannya diserahkan ke rumah potong hewan.

Dalam konferensi pers tentang ‘Pelaksanaan Idul Adha 1442 H Aman Covid-19’, Miftahul Huda mengatakan terkait Fatwa tersebut di atas.

“Terkait penyembelihannya, Komisi Fatwa MUI mengimbau melaksanakan penyembelihan kurban tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Miftahul, seperti dikutip dari Sindonews, Kamis (24 Juni 2021).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa untuk meminimalisir potensi penularan, pihak yang terlibat penyembelihan di zona hijau tetap harus menjaga jarak fisik.

“Kalau di zona merah, tetap tidak diperbolehkan, diarahkan ke rumah potong hewan,” sambungnya.

Miftahul juga menyampaikan, kurban memang tidak bisa diganti dengan uang atau barang yang senilai, namun skema membayar pihak lain agar dibelikan kambing dan hewan kurban itu diperbolehkan.

Komisi Fatwa menganjurkan agar umat memanfaatkan Hari Tasyriq yaitu tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah untuk berkurban dan mewakilkannya kepada pihak lain diperkenankan.

Sehingga kurban tidak dilaksanakan penuh dalam satu hari saja sehingga dapat meminimalisir kerumunan.

“Komisi Fatwa juga mengimbau agar pendistribusiannya diantarkan ke rumah masing-masing panitia,” pungkasnya.***

Jadilah Beruntung Walaupun Tidak Jenius dan Pintar

Bogordaily.net – Setiap manusia pasti menginginkan keberhasilan dalam hidupnya. Baik dalam hal pendidikan, pekerjaan atau apa pun yang sejenis dengan itu.

Adanya penghambat untuk menggapai keberhasilan menjadi salah satunya dalam tingkat pemahaman, untuk menyelesaikan suatu persoalan di bidang yang sedang dijalankan.

Banyak orang memandang bahwa menjadi orang yang jenius itu lebih baik. Kebanyakan mereka beranggapan bahwa orang jenius mampu menyelesaikan persoalan dengan begitu mudah.

Bahkan orang jenius dianggap mampu menciptakan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya. Sama seperti halnya orang cerdas yang berada setingkat di bawahnya.

Menjadi orang cerdas juga dianggap sebagai orang yang mampu untuk menyelesaikan persoalan. Biasanya metode yang digunakan berbeda dengan orang yang biasa.

Setingkat lebih rendah dari cerdas, yakni pintar. Tingkatan ini juga menjadi favorit. Mereka pun menganggap orang yang pintar akan mampu menyelesaikan persoalan dengan mudah.

Salah satu yang menjadi terbelakang yakni orang yang biasa. Kebanyakan orang menganggap orang yang biasa hanya mampu menyelesaikan satu persoalan dengan sederhana tanpa ada suatu hal yang menarik, banyak orang yang menyepelekan kemampuannya.

Janganlah kita berpandangan seperti itu. Orang jenius, cerdas, pintar atau biasa saja, tingkatan mereka masih dapat dikalahkan oleh orang yang beruntung karena orang yang beruntung memiliki tingkatan paling tinggi di antara yang lainnya.

Orang beruntung kemampuannya tidak lebih hebat dari orang pintar namun bisa saja menjadi orang yang dipercaya dalam menghadapi suatu masalah.

Bahkan orang beruntung mungkin bisa saja melakukan hal-hal yang belum terpikirkan sebelumnya oleh orang lain.

Orang ini juga mampu menciptakan hal baru yang belum pernah ada sebelumnya dan orang yang beruntung yang lebih banyak menarik simpati orang lain daripada orang yang jenius sekali pun.

Orang yang beruntung yakni orang yang senantiasa melakukan segala sesuatu hanya karena Allah semata, melakukan aktivitasnya hanya untuk menggapai ridha-Nya.

Dalam melakukan segala ativitas apa pun akan senantiasa memikirkan kaidah atau  ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah, Rasul-Nya dan manusia lain yang menjadi atasannya.

Jangan minder karena merasa tidak jenius. Bersyukur atas kemampuan yang dimiliki dan mencoba untuk meningkatkannya sedikit demi sedikit.

Mencoba untuk lebih baik daripada terus mengeluh dengan kekurangan yang dimiliki. Jadikanlah sebagai orang yang senantiasa dekat dengan Allah, sehingga termasuk pada golongan orang-orang yang beruntung.***

Sumber : Islam post.

Buka Sosialisasi SPBE, Dedie Minta Maksimalkan Integrasi di Lingkup OPD

0

Bogordaily.net – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim membuka forum smart city dalam rangka Sosialisasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Hotel Sahira Kota Bogor, Rabu 23 Juni 2021.

Dalam penerapan SPBE di lingkup Pemkot Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, hal yang paling utama adalah terkait dengan integrasi semua kepentingan di tingkat OPD dalam satu wadah dan struktur kegiatan yang efektif serta efisien.

“Jadi jangan lagi ada pemborosan-pemborosan. Jangan di masing-masing OPD itu merasa punya kewenangan dalan membangun sistem. Jadi dikelola oleh satu badan yang memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Sehingga, sambung Dedie, hasil yang dicapai bisa lebih terukur dan lebih real. Apalagi terkait dengan pendataan hingga penyampaian informasi kepada khalayak luas. Jangan sampai, masing-masing instansi memiliki ego sektoral yang tinggi.

“Semua ingin punya server, semua ingin punya aplikasi, tetapi standarnya berbeda-beda. Akibatnya data bocor karena tidak secure. Hal itu berbahaya sebetulnya dan akan sulit mengoreksinya,” katanya.

Dedie menjelaskan, konsep smart city dalam penerapan SPBE ini bisa betul-betul parameternya bisa dipenuhi.

“Begitupun dengan indikator yang harus dan bisa dipenuhi untuk menunjang penerapan SPBE tersebut,” jelasnya.

Berbicara smart city, Dedie juga menyinggung bagaimana adanya perubahan perilaku. Transformasi dari kebiasaan manual, menjadi lebih digital dan elektronik. Jangan sampai kemudian nyaman dengan kebiasaan manualisasi.

“Ini salah satu langkah yang harus kita perbaiki. Bagaimana nanti grand desain dan rencana kerjanya seperti apa, sehingga betul-betul SPBE bisa terwujud sesuai dengan harapan kita,” harapnya.

Sebagai penutup, Dedie juga meminta, konsep SPBE dengan visi misi pimpinan daerah juga bisa selaras, bukan hanya tentang pelayanan kepada publik.

“Karena biar bagaimanapun, langkah pimpinan daerah merupakan sebagian dari antisipasi perkembangan di masa depan,” pungkasnya. Adv

RR: Bongkar Demokrasi Kriminal, Cuma Hasilkan Kualitas Pemimpin KW

0

Bogordaily.net – Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli mengatakan demokrasi kriminal harus diubah jadi demokrasi yang bersih amanah, dan menekankan bahwa kondisi ini perlu diubah.

Menurut Rizal Ramli, hanya itu yang bisa membuat para pejabat yang terpilih, mulai Presiden, Gubernur atau Bupati, sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat.

“Bukan untuk bayar bandar, bukan untuk kepentingan yang besar-besar saja,” ujar Mantan Menteri Ekonomi di era Gus Dur, Rizal Ramli kepada wartawan, Kamis 24 Juni 2021.

“Saudara-saudara, kita harus rombak sistem ini, bongkar sistem ini, karena ini lah yang menghasilkan kualitas pemimpin KW (kualitas) 2, KW 3 bahkan KW 4,” sambungnya.

Kemudian Rizal Ramli mengatakan bahwa, mustahil seorang pemimpin dengan kualitas yang bagus, karakter yang kuat yang memiliki integritas, track record bisa ikut berkompetisi dalam sistem demokrasi kriminal.

Dirinya merasa senang dengan langkah inisiatif Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, yang tengah memperjuangkan agar threshold dihapus.

“Saudara-saudara, waktunya telah tiba. Mari kita bukakan mata rakyat kita, karena sistem threshold ini adalah basis dari politik uang yang dahsyat dari demokrasi kriminal di Indonesia,” katanya.

“Kawan-kawan mari kita satukan tekad dan pikiran untuk menghapuskan threshold yang bersifat kriminal ini,” tambahnya.

Menurutnya, seruan ini bertujuan untuk mengembalikan marwah demokrasi untuk bisa bekerja bagi rakyat dan kejayaan bangsa, bukan untuk memuaskan segelintir orang saja.

“Cara menghapus demokrasi kriminal ini adalah dengan menghapus ambang batas pencalonan para calon pemimpin negeri,” ucapnya.

Apalagi, kata Rizal Ramli, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak mengatur tengtang ambang batas atau threshold.

“Hapus demokrasi kriminal. Thresholad tidak ada di UUD Indonesia, dihapus di 48 negara. MK jangan beri legitimasi money politics ugal-ugalan dengan melegalkan threshold,” tuturnya

Lebih lanjut, Rizal Ramli mengurai bagaimana threshold bisa menghasilkan sebuah demokrasi kriminal.

Menurutnya, setelah para pemimpin terpilih, baik itu Bupati, Gubernur, bahkan Presiden, pengaruh daripada bandar-bandar-bandar atau cukong-cukong sangat kuat.

Contoh nyatanya adalah teriakan “demi investor” yang dalam beberapa tahun terakhir selalu didengungkan ke telinga rakyat. Ini semua bertujuan demi kepentingan bisnis asing maupun yang besar-besar.

“Jarang sekali pemimpin mengatakan demi rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat. Tapi selalu menggunakan untuk ekonomi yang lebih bagus dan sebagainya, perlu investor yang besar. Diberikan kemudahan-kemudahan, diberikan pembebasan pajak 20 tahun, dikurangi royaltinya, dikurangi pajak dan kewajibannya,” jelasnya.

Sementara rakyat, secara terus-menerus dibebani dengan berbagai macam pungutan, pajak, hingga kenaikan tarif dasar listrik.Adv

Supono Menilai Pemprov Jabar Lambat dalam Penanganan Kemarau

0

Bogordaily.net – Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, Supono dengan tegas menilai bahwa penanganan musim kemarau Pemprov Jabar melalui BPBD dinilai lambat.

“Mau menyiapkan tangki-tangki air dan identifikasi sumber air itu amat sangat terlambat, karena siklus itu sudah alami dan rutin hanya mungkin durasi dan volume saja kekeringan itu perbedaannya tapi siklus itukan sudah pasti,” kata Supono, Sabtu 12 Juni 2021.

Menurut legislator asal Kabupaten Bogor ini, mencari sumber air dijadikan air bersih, kemudian juga tangki air yang lebih permanen itu merupakan suatu aksi, yang harusnya telah terprogram jauh-jauh hari secara baik.

“Ini seperti yang kita kritisi bahwa, belum ada keberpihakan maksimal Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus kita perjuangkan ini adalah seperti untuk penyelesaian irigasi tuntas,” tutur Supono.

Lanjut, anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat ini menambahkan, irigasi tuntas memiliki banyak fungsi dan peran dalam pengelolaan air di Jawa Barat.

“Sebenarnya juga untuk menahan air, menampung, membangun embung-embung, memang biayanya cukup besar tapi kemarin sangat kurang berpihak kebijakan itu. Karena itu sebenarnya kita harapkan ada program yang berkaitan dengan air sebagai sumber kehidupan, dan merupakan kebutuhan primer masyarakat itu terstruktur, terporgram, terintegrasi, secara masif,” papar Supono.

Hal tersebut didukung dengan survei-survei di karakter daerahnya dengan contoh daerah Kabupaten Bogor, yang curah hujannya tinggi sehingga air yang jatuh tidak menggelontor begitu saja.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar Dani Ramdan mengatakan, dari 36 zona musim di Jabar, tujuh di antaranya sudah memasuki musim kemarau sejak Mei 2021.

Tujuh zona musim tersebut berada di sebagian wilayah Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, dan Karawang.

“Jabar ini terbagi 36 zona musim. Setiap zona musim ini bisa memasuki musim kemarau maupun musim hujan lebih awal atau belakangan. Kita melihat, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, musim hujan lebih panjang. Sampai saat ini masih hujan,” kata Dani.

“Tapi di Pantura. yakni dari Cirebon, Indramayu, Subang, mulai Karawang, sudah mulai memasuki musim kemarau. Zona musim ini tidak seluruh wilayah kabupaten tersebut. Karena zona musim ini berbeda dengan batas administratif wilayah kabupaten/kota,” imbuhnya.

Jika melihat catatan dari tahun ke tahun, kata Dani, dampak kekeringan di setiap daerah berbeda-beda.

Misalnya untuk Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi. Permasalahan yang muncul saat musim kemarau berkaitan dengan ketersediaan air bersih untuk minum.

Berbeda dengan Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Cirebon. Musim kemarau akan mengakibatkan kekeringan di lahan-lahan pertanian.

Imbasnya, lahan pertanian di ketiga daerah tersebut seringkali mengalami puso.

“Itu berdasarkan catatan historis. Hampir dari tahun ke tahun seperti itu. Memang ada beberapa daerah lain yang mengalami kekeringan, tapi skalanya kecil. Misal hanya satu kampung, satu desa, atau beberapa desa,” ucapnya.

Selain ketersediaan air bersih yang minim dan mengakibatkan puso, musim kemarau di Jabar dapat memicu kebakaran hutan dan lahan di tujuh daerah, yakni Kota Cirebon, Cimahi, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Bandung Barat, Sumedang, dan Sukabumi.

Dani menuturkan, pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi dampak kekeringan yang terjadi setiap kemarau.

Salah satunya menggelar rapat koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota dan instasi terkait, mulai dari BMKG, Dinas Sosial, sampai Dinas Lingkungan Hidup, pada 19 Mei 2021.

“Dalam rakor itu, kami lakukan pendataan, daerah-daerah yang kemungkinan terdampak kekeringan berdasarkan historis dan perkiraan cuaca yang disampaikan BMKG. Mana daerah yang kemungkinan mengalami cukup berat. Itu sudah diidentifikasi. Termasuk jumlah desa, jumlah kepala keluarga, yang akan terdampak,” ucapnya.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, menurut Dani, pihaknya melakukan perhitungan kebutuhan air di daerah yang mengalami kekeringan. Selain itu, identifikasi sumber-sumber air pun dilakukan. Adv