Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7233

Pasien Membludak, Kondisi RS Chasbullah Memprihatinkan

0

Bogordaily.net – Virus Covid-19 benar-benar semakin menjadi-jadi. Hal ini terlihat dari membludaknya pasien yang tak tertampung hingga masih terkapar di halaman Rumah Sakit Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

Banyaknya pasien yang masih berada di luar halaman Rumah Sakit Chasbullah atau disebut pula RSUD Kota Bekasi menjadi viral di sosial media, lantaran ada pasien yang mendapatkan perawatan di atas mobil bak terbuka pada Jumat, 25 Juni 2021.

Tak hanya ada yang di atas mobil bak terbuka, banyak pula pasien yang terbaring di atas tikar dan pasien yang duduk di kursi roda.

Dilansir sari Kompas, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi membenarkan video tersebut.

Kusnanto mengatakan, pasien datang dengan kondisi kritis sehingga langsung diperiksa petugas begitu tiba di rumah sakit. Hal ini dikarenakan penuhnya ruang perawatan di rumah sakit pemerintah tersebut.

Kusnanto pun menjelaskan bahwa tindakan merawat di mobil bak adalah tindakan inisiatif para perawat.

“Iya kan mereka datang, kondisinya sudah sangat kritis, kita hadir dong, tidak harus diturunkan di tempat,” jelasnya.

Diketahui tenda darurat hanya sebagai pengecekan awal saat pasien datang. Lalu setelah dinyatakan Covid, pasien di bawa ke dalam IGD yang saat ini menjadi ruangan Covid.

“Tenda darurat sebenarnya hanya sebagai Traise atau pengecekan awal saat pasien datang. Lalu setelah di nyatakan Covid, pasien di bawa ke dalam IGD yang saat ini menjadi ruangan Covid. Jika hasilnya negatif dan terdapat penyakit lain selain Covid, pasien bisa langsung di rawat,” ungkap Kusnanto.

Telah terjadnya overload pasien di RSUD Kota Bekasi lantaran pasien yang berasal dari Kota Bekasi atau ber KTP Kota Bekasi sebanyak 65 persen, sedangkan ada pula dari luar Kota Bekasi dan sisanya ada dari daerah lain.

“Dari 40 bed, ada 30 yang datang, artinya ini memang penuh,” ujar Kusnanto pada Jumat, 25 Juni 2021.

Tercatat bahwa angka kematian di RSUD Kota Bekasi tersebut mencapai 8 persen dari total 600 pasien meninggal dalam seminggu.

“Kita di sini kan juga sebagai pemulasaraan jenazah, jadi tidak semuanya meninggal di sini. Dari data yang tecatat, selama seminggu ada sekitar 600 pasien meninggal,” tutur Kusnanto.***

6 Tips RSUD Kota Bogor di Masa Pandemi: Saling Melindungi dan Tetap Aman

0

Bogordaily.net – Di masa pandemi, kondisi tubuh harus tetap terlindungi dari paparan virus Covid-19. Hal ini terkait bahwa Covid-19 bukanlah sebuah ilusi.

Seringkali keberadaannya dianggap enteng karena bentuknya yang tidak kasat mata. Namun, virus itu nyata ada disekitar. Virus Covid-19 tidak mengenal umur, profesi ataupun jabatan.

Siapapun bisa terjangkit virus ini, termasuk tenaga kesehatan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan para pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mengulang memori pada gelombang pertama Covid-19 di tahun lalu masih menyisakan duka yang mendalam. Maka, bersama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mari bersama-sama saling menguatkan dan saling mengingatkan untuk mematuhi himbauan ptotokol kesehatan.

Berikut 6 tips dari RSUD dalam di masa pandemi Covid-19 untuk saling melindungi agar tetap aman :

1. Disiplin gunakan masker
Meski sudah melakukan vaksinasi, harus tetap wajib menggunakan masker. Terlebih lagi jika belum melakukan vaksinasi.

2. Menjaga jarak
Bukan berarti menjaga jarak itu bermusuhan, dalam situasi pandemi seperti ini, menjaga jarak ialah bentuk konkrit bersama saling peduli.

3. Rajin mencuci tangan
Mencuci tangan bukan hal berat seperti halnya mencuci baju. Mudah dilakukan. Namun terkadang yang mudah dilakukan, banyak yang tidak menyadari betapa pentingnya mencuci tangan. Jadi, selain mudah dan ringan untuk dilakukan, mencuci tangan juga dapat melindungi terjangkitnya dari virus

4. Membatasi mobilitas
Dalam hal ini, sudah seharusnya membatasi diri agar mengurangi berpergian, kecuali dalam keadaan darurat

5. Menghindari kerumunan
Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, semua tempat berpontensi dalam penyebaran virus. Apalagi jika dalam keadaan berkerumun. Maka, mengindari kerumunan bisa melindungi diri kita agar tetap aman

6. Menghindari makan bersama
Dengan menahan diri untuk tidak makan bersama, setidaknya bisa mengurangi potensi penularan virus Covid-19 saat berinteraksi selagi makan.

Bersama RSUD Kota Bogor, mari bersama-sama untuk melawan virus Covid-19 dengan saling melindungi agar tetap aman. Adv

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sidak Stok Pangan di Pasar Induk Kemang

0

Bogordaily.net – Sebagai badan yang mempunyai tugas melaksanakan pengkajian dan pengembangan ketahanan pangan berdasarkan kebijakan Menteri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan itu Kepala Badan Ketahanan Pangan sambangi Pasar Induk Kemang untuk sidak stok pangan pada hari Selasa, 22 Juni 2021.

Pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan bertujuan untuk mewujudkan pemantapan ketahanan pangan masyarakat, sampai tingkat perseorangan secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkannya dengan cara memperkuat penyediaan pangan yang beragam berbasis sumber daya lokal, menurunkan jumlah penduduk rawan pangan, dan memperkuat sistem distribusi pangan.

Lalu meningkatkan konsumsi pangan masyarakat untuk memenuhi kecukupan gizi yang bersumber dari pangan lokal, serta meningkatkan penanganan keamanan dan mutu pangan segar.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengatakan, stok pangan di Pasar Induk Kemang dipastikan aman, seperti sayuran dan buah-buahan.

“Karena Pasar Induk Kemang adalah pasar besar, dimana semua Pasar di Kota Bogor berasal dari Pasar Induk Kemang,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir, Kamis 24 Juni 2021.

Kemudian tim dari Divisi Usaha dan Jasa Micky Pratama Gaus menambahkan, Respon pedagang Pasar Induk Kemang atas kehadiran Badan Ketahanan Pangan di Pasar Induk Kemang sangat baik dan mereka cukup koorperatif dalam menjawab pertanyaan. Adv

Percepat Target Vaksinasi, Ini yang Dilakukan Kemenkes

0

Bogordaily.net – Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit percepat target pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan 1 juta dosis per hari.

Untuk mengejar target percepat tersebut diperlukan pemanfaatan pos pelayanan vaksinasi dan optimalisasi, Unit Pelaksana Teknis Vertikal Kementerian Kesehatan.

Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu menerbitkan Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1669/2021 tentang Percepat Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 melalui Kegiatan Pos Pelayanan Vaksinasi dan Optimalisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan.

Surat edaran itu ditujukan kepada Seluruh Direktur RS Vertikal Kemenkes, Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, seluruh direktur Poltekkes, dan seluruh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Pemerintah memiliki rencana melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan target vaksinasi 1 juta dosis per hari, melalui penyediaan vaksin dan logistik vaksinasi Covid-19 yang memenuhi persyaratan mutu, efikasi dan keamanan.

Semua pihak perlu bersinergi dan berkolaborasi untuk dapat mempercepat program vaksinasi nasional, sehingga kekebalan kelompok bisa segera tercapai.

Dalam SE itu dinyatakan percepatan vaksinasi Covid-19 dapat dilakuan melalui kegiatan pos pelayanan vaksinasi dan bekerjasama dengan TNI, Polri, Organisasi masyarakat, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementerian Kesehatan seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes serta peran aktif dunia usaha.

“Pos pelayanan vaksinasi Kemenkes di antaranya ada di Hang Jebat dan semua UPT Vertikal Kementerian Kesehatan, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, dan Poltekkes. Pos pelayanan tersebut dapat memberikan pelayanan kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP,” ungkap Surat edaran yang diterbitkan tanggal 24 Juni 2021.

Kebutuhan vaksin dan logistik disediakan Kementerian Kesehatan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Vaksin dan logistik vaksinasi Covid-19 yang dialokasikan dan didistribusi pada setiap termin dapat dimanfaatkan, untuk pemberian vaksinasi dosis ke 1 dan dosis ke 2 bagi yang memerlukan dan datang ke tempat pelayanan vaksinasi.

Mempertimbangkan interval vaksin Covid-19 Sinovac dosis 1 ke 2 adalah 28 hari dan vaksin Covid-19 AstraZeneca adalah 8-12 minggu, maka tidak perlu menyimpan vaksin untuk 2 dosis pada waktu yang bersamaan.***

Raih Peluang, Kini Dipercayakan Handle Bar di Bogor

0

Bogordaily.net – Tiap kesempatan yang datang, harus bisa dimaksimalkan dengan konsisten. Sebab, ada suatu pepatah yang menyatakan, kesempatan tidak datang dua kali.

Seperti kisah dari Bar Manager Bree Coffee & Kitchen, Wahyu Pratama atau dipanggil Qway.

Mengulang memori dari kisah perjalanan hidup Qway hingga saat ini impiannya terwujud, berawal dari adanya kesempatan untuk mengisi posisi Bar di salah satu tempat karoke daerah Jakarta Selatan.

“Awalnya masih jadi housekeeping sebelum terjun ke dunia bar. Ada kesempatan saat itu Bos di bagian Bar dialih tugas ke office. Ditunjuk lah saya yang saat itu jadi posisi waiters untuk mengisi bagian Bar untuk pertama kalinya,” ucap Qway.

Di tahun 2015, menjadi awal tahun kesempatan untuk Qway untuk menyelam lebih dalam di dunia Bar.

Qway saat itu berkesempatan untuk pindah tempat ke Bar yang lebih besar atau istilahnya Bar Full Set Up. Meski saat itu posisi Bartender yang sudah diraihnya, harus turun jabatan menjadi Bar Back.

Istilah Bar Back mengacu pada asisten bartender, yang dinilai penting untuk menjaga pendirian bar harus sibuk bergerak dengan cepat, agar pelanggan dilayani tepat waktu.

Bar Back pada umumnya ditempatkan di ruangan belakang Bar. Namun, dari situlah Qway banyak mempelajari lebih luas terkait Bar. Terlebih lagi Bar tersebut lebih besar.

Dengan waktu 1,5 tahun, Qway meraih posisi sebagai Bartender atas penilaian dari dua orang konsultan di Bar Besar. Banyak ilmu yang didapatkannya selama masa training di Bar Besar yang baru akan dibuka itu.

“Dua orang konsultan yang hadir dalam proses di dunia Bartender mulai dari setting bar, create menu, harga jual, eksekusi langsung, atau pun terkait disiplin waktu ya dua orang itu. Namanya Pak Rommy atau panggilan akrabnya Bang Rommy dan Bu Bona Trisna Albona atau biasa dipanggil Bu Bona oleh kawan-kawan di Bar,” ungkap Qway.

Dalam berproses, ia menyatakan bahwa dirinya tak pernah cepat puas terhadap satu hal, selalu berusaha untuk konsisten. Ia pun selalu berusaha untuk mengevaluasi kinerjanya kepada dua orang konsultan tersebut.

Didikan yang keras sudah diterima sehingga membentuk mental yang kuat dalam diri Qway.

Dari situlah Qway banyak menguasai ilmu-ilmu seperti memberikan pelayanan pada customer, dengan berbagai karakternya serta menghandle customer meski dalam keadaan ramai.

Hingga akhirnya di saat kondisi pandemi, Qway mendapat tawaran dari Reza Rahman selaku Operational Manager Bree Coffe & Kitchen, untuk memegang Bar dengan desain dan settingan yang dipercayakan kepada Qway.

Konsisten
Bar Manager Bree Coffee & Kitchen, Wahyu Pratama atau dipanggil Qway. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bertemu dan dibekali pengetahuan dari orang-orang hebat yang berpengalaman di dunia Bar Besar, menjadi modal utama Qway dalam membangun Coffee Shop di Bree Coffee & Kitchen.

“Kalau dibilang menantang ya menantang, karena dalam waktu lima bulan langsung setting dua bar Cafe dan Coffee Shop. Butuh waktu juga untuk adaptasi mengulas ilmu-ilmu yang dulu dipelajari di dunia Bar. Dan ternyata semuanya berguna dan sangat berasa sekarang. Apalagi ‘gemblengan’ dari dua orang konsultan waktu di Bar,” kata Qway.

Terlepas dari gerak cepat Qway dalam 2 setting Bar Cafe dan CoffeeShop dalam kurun waktu 5 bulan. Ia berusaha yang terbaik memberikan pelayanan dari segi penyajian produknya.

“Bukan tempat saja yang enak dan nyaman, namun kualitas produk pun mesti enak saat dinikmati pengunjung. Apalagi dalam hal ini kopi. Maka, disini kita berusaha untuk tidak membuat jomplang diantara kedua itu. Tempat sudah nyaman, maka produk pun harus yang terbaik, dengan ciri khas karakter yang membedakan dari produk Coffee Shop lain,” papar Qway.

Terwujudnya cita-cita dari Qway untuk memiliki Bar yang sesuai dengan ekspetasinya, tak terlepas dari disiplin, konsisten dan mau belajar hal baru. Ia pun berharap bisa membuka cabang kedua, ketiga, dan seterusnya.

“Intinya, harus sabar dan jangan cepat puas sama apa yg sudah didapatkan. Learning by doing, tetap rendah hati dan jangan sombong,” pungkas Qway. Adv

Pemerintah Desa Parakan Jaya Gali Potensi Wisata Situ Salabenda

Bogordaily.net – Pemerintah Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang berencana menggali potensi Situ Salabenda untuk dijadikan destinasi wisata lokal di Kabupaten Bogor.

Kepala Desa (Kades) Parakan Jaya, Suhendar mengungkapkan bahwa kesejahteraan masyarakat Parakan Jaya bisa ditingkatkan dengan membenahi Situ tersebut.

Hal itu juga merupakan inovasi dari Program Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Selama masa kepemimpinan saya, saya akan mengupayakan segala sesuatu yang berpotensi untuk bisa menjadi unggul Desa Parakan Jaya,” ungkap Suhendar kepada Bogordaily.net.

Suhendar mengatakan, salah satunya yakni pengembangan situ menjadi objek wisata, dan kini sudah masuk dalam tahap persiapan.

“Karena satu acara sukses ada tiga hal yakni, persiapan yang matang, kepanitiaan yang solid, pendanaan. Sehingga, pengembangan situ yang akan menjadi objek wisata bisa maksimal realisasinya,” ujarnya.

Ia pun berharap dengan adanya desa wisata, bisa berdampak pada kesejahteraan ekonomi di wilayah sekitar.

Rencananya, di objek situ tersebut juga akan dibangun jalur sepeda yang mengelilingi situ agar para wisatawan bisa berkeliling situ dan tidak perlu jalan kaki.

Berkaitan dengan hal tersebut, biasanya ketika ada objek wisata, tarif yang dikenakan seringkali tidak wajar.

Namun, Suhendar mengatakan bahwa tarif tidak akan mahal dan dipastikan untuk masuk gratis.

“Sebetulnya tidak dikenakan tarif untuk masuknya, gratis. Namun, karena disediakan beberapa fasilitas sewaan, salah satunya sepeda yang mengelilingi setu ataupun pemancingan. Target realisasinya dua tahun mulai dari sekarang,” pungkasnya.***

DPS : Bagikan 2000 paket Bantuan Kepada WargaTerdampak Covid-19 

Bogordaily.net – Anggota DPRD Kota Bogor fraksi Nasdem dan selaku Seketaris Daerah Partai Nasdem Kota Bogor, Devie Prihatin Sultani, membagikan bantuan 2000 paket serentak di Kecamatan Bogor Barat. Untuk warga yang terdampak Covid-19, Jumat 25 Juni 2021.

Partai Nasdem Kota Bogor hadir di tengah-tengah masyarakat Kota Bogor, hal ini dilakukan untuk membantu warga yang sedang isolasi mandiri. Terutama untuk Kelurahan yang terinfeksi Covid-19 atau zona merah.

“Saya akan membagikan paket logistik di wilayah Bogor Barat. Seperti  Menteng, Cilendek Barat, Cilendek Timur, Curug Mekar, Gunung Batu, Sindang Barang, Loji, Margajaya, Situ Gede, Balumbang, Pasir Mulya, Pasir Jaya,” ujar Anggota DPRD Kota Bogor fraksi Nasdem dan selaku Seketaris Daerah Partai Nasdem Kota Bogor, Devie Prihatin, Jumat 25 Juni 2021.

Paket

Lanjut Devie, dirinya membagikan bantuan seperti masker, hand sanitizer, obat herbal dan sembako.

“Dengan bentuk kepedulian pada warga, saya berharap bisa membantu bagi yang membutuhkan. Sehingga mengurangi angka lonjakan Covid-19 yang selama ini menghatui warga Bogor,” katanya.

Paket

Terlebih lagi, Devie menghimbau, jika beraktivitas, maka lakukankan prokes sebaik-baik nya, gunakan masker ganda, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan.

“Tapi saya juga menghimbau kepada pemerintah Kota Bogor untuk perhatikan warga Bogor yang terdampak Covid-19. Dimana warga terpaksa harus diam dirumah tanpa ada pengasilan, bagaimana kebutuhan-kebutuhan warga sehari-harinya untuk bisa terus berlangsung hidup,” ucapnya.

“Mungkin bantuan ini tidak seberapa, akan tetapi harapan saya paling tidak bisa meminimalisir penyebaran atau penularan penyakit Covid-19 yang saat ini begitu cepat penyebarannya,” ungkapnya.***

KKNU Nilai Rizal Ramli Sopir Handal Bawa Bangsa Indonesia

Bogordaily.net – Sejak silaturahmi beberapa waktu yang lalu, tali persahabatan antara-kyai dari Komite Khittoh Nahdlatul Ulama (KKNU) 1926 dengan tokoh nasional, Rizal Ramli, makin terjalin erat.

Terlebih lagi, figur yang karib disapa Gus Romli di kalangan Nahdliyin ini memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan tokoh NU mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang juga Presiden RI ke-4.

Menurut para kyai, Gus Dur memang tidak salah memilih Rizal Ramli untuk masuk dalam kabinetnya yang menghadapi tantangan agar bisa bangkit paska krisis 1998.

Meskipun usia pemerintahan Gus Dur hanya berlangsung kurang dari 2 tahun, berbagai kebijakannya, terutama soal ekonomi masih banyak diingat oleh rakyat. Misal saja tentang kebijakan kenaikan gaji PNS dan TNI/POLRI.

Inisiator KKNU 1926, KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab, mengatakan, meski Rizal Ramli tak berada di dalam lingkaran kekuasaan, ide dan gagasannya masih tetap diperlukan dalam menjawab persoalan serius yang tengah melanda bangsa ini.

“Kedatangan para Kiai KKNU 1926 ke kediaman Rizal Ramli bukan hanya silaturahmi saja, tapi ingin mendengar secara langsung solusi dari Pak Rizal terhadap masalah-masalah yang terjadi di Tanah Air,” ujar kyai yang lekat disapa Gus Aam yang juga cucu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah, Kamis (24/6/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Kyai Ghozi Wahib Wahab, menyampaikan keresahan masyarakat terkait dengan kebijakan pemerintah yang sangat tidak populis, seperti rencana pengenaan pajak sembako dan pendidikan.

“Apa yang membedakan cara Gus Dur dalam mempimpin sehingga berhasil dikenang kebijakannya bikin rakyat senang? Apalagi saat ini mulai ramai kabar rencana pengenaan pajak sembako dan pendidikan. Mohon pak Rizal bisa bantu menjelaskan,” sambung Kiai Ghozi Wahib Wahab yang juga salah satu cucu pendiri NU, Kiai Wahab Chasbullah.

“Kalau ingat Gus Dur, saya jadi ingat ketika pertama mendapat tugas dari Gus Dur di Bulog. Yaitu ‘bikin rakyat senang’. Itu pesan Gus Dur,” jawab Rizal Ramli.

Mendengar tutur Menko Ekuin Gus Dur tersebut, spontan saja Kyai Ghozi Wahib Wahab menyambutnya dengan kata-kata khas dari Gus Dur “gitu aja kok repot”.

Para Kyai yang ikut hadir dalam silaturahmi dengan Dr. Rizal Ramli tersebut langung tertawa bersama.
Menurut Rizal Ramli, persoalan utama yang kita hadapi saat ini adalah tentang kewajiban untuk bayar cicilan pokok dan bunga utang.

“Bunga utang kita tahun ini (2021) saja sudah mencapai Rp 373 triliun. Itu belum termasuk cicilan pokok utangnya,” ungkap tokoh yang pernah duduk sebagai Tim Panel Ahli Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa bersama peraih Nobel Ekonomi dan ekonom-ekonom dari berbagai dunia.

“Akibat beban untuk bayar cicilan pokok dan bunga utang tersebut, cara gampang pejabat sekarang adalah dengan menaikkan pajak ini dan itu,” imbuh Rizal Ramli

Berbeda dengan ketika pemerintahan Gus Dur yang berhasil mengurangi beban utang melalui strategi tukar utang bunga mahal dengan utang bunga murah dan tukar utang dengan konservasi hutan.

“Hari ini memang situasi yang kita hadapi makin ‘pabaliut’ bahasa Sunda-nya. Makin ruwet. Karena antara visi, kata-kata dan perbuatan pejabat tidak sinkron. Pandemi yang kita hadapi saat ini, kalau sejak awal tegas untuk lockdown, situasinya tidak akan begini. Kami sudah sarankan sejak awal pandemi agar fokus dan alokasikan anggaran hanya untuk penanganan Covid-19, kebutuhan pangan rakyat dan tingkatkan produksi pangan. Tapi masih aja lanjutkan proyek ini itu, ibukota baru, dan lain-lain,” jelas Rizal Ramli.

Dengan situasi seperti ini, para Kiai KKNU 1926 bertanya apakah masih ada harapan perubahan? Rizal Ramli-pun menjelaskan, bahwa perubahan akan menemukan jalannya.

“Rakyat sekarang makin terbuka pandangannya terhadap berbagai fakta kegagalan pemerintah dalam menangani krisis ini. Pak Kiai, krisis ini benar-benar menjadi ujian bagi seorang pemimpin. Akan dikenang sebagai pemimpin hebat atau memble?” tambah Rizal Ramli.

Silaturahmi yang terasa akrab dan menemukan benang merah historis ini, juga menyinggung soal makin jauhnya rakyat menemukan sosok panutan.

Jubir Presiden Gus Dur, Adhie Massardi, yang turut mendampingi Rizal Ramli, mengatakan, bahwa Gus Dur bisa dikenang oleh rakyat, karena cucu dari pendiri NU, Hasyim Ashari itu hatinya memang untuk rakyat, dan orang-orang dekatnya mampu menjaga integritasnya.

“Integritas ini yang makin sulit ditemukan pada pejabat publik sekarang. Bahkan kadang kita pun menjadi heran kenapa ada tokoh NU sekarang menjadi bahan bercandaan di sosmed karena integritasnya dipertanyakan,” ungkap Adhie Massardi

“Mohon maaf, tidak sedikit yang mengatakan bahwa tokoh-tokoh NU sekarang seperti menjadi tameng pemerintah. NU, sepeti sering disampaikan oleh Mas Rizal Ramli, yang seharusnya menjadi ‘kendaraan plat hitam’ bagi warganya, seperti telah berubah menjadi ‘plat merah’. Ini yang perlu diluruskan kembali oleh NU Khittah,” lanjut Adhie Massardi

Mendengar pandangan itu, para kyai yang hadir mengangguk senyum.
Di tengah silaturahmi tersebut, KH. Abdullah Munif dari Pasuruan menyampaikan salam dari Rois Aam Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU) 1926, KH. Suyuti Toha, untuk Rizal Ramli karena tidak bisa ikut hadir.

Di akhir silaturahmi, para Kyai melanjutkan dengan doa bersama agar Dr. Rizal Ramli dapat memimpin bangsa ini keluar dari krisis pandemi dan krisis ekonomi saat ini.***

Begini Cara Satpol PP Kecamatan Kemang Himbau Warga Agar Ikut Vaksin

Bogordaily.net – Banyak cara dilakukan Satpol PP Kecamatan Kemang, untuk menyadarkan warga agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes), 5M.

Salah satunya adalah melakukan konvoi kendaraan keliling desa-desa untuk melakukan sosialisasi prokes dan himbauan untuk mengikuti Vaksin.

Para anggota Satpol PP bersama staf Desa Semplak Barat dan Karang Taruna berseragam rapi, melakukan warwar melalui pengeras suara agar warga selalu menjaga kesehatan dan juga menerapkan prokes serta datang ke Desa untuk divaksin.

Ketika berpapasan dengan warga yang tidak memakai masker, petugas melakukan edukasi warga untuk tidak mengulangi kesalahan dan juga memberikan masker gratis.

Tidak hanya itu, petugas juga meminta warga yang berkerumun untuk membubarkan diri.

Kasi Trantib Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi mengatakan, langkah yang ditempuh Satpol PP Kecamatan Kemang dan staff Desa itu dalam rangka ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat.

Selain sosialisasi di satu tempat dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil Dinas Satpol PP, berkeliling ke seluruh desa untuk mengingatkan warga agar mau divaksin.

“Konvoi keliling desa ini sebagia bentuk ikhtiar kami dengan memberikan imbauan langsung agar masyarakat lebih mawas diri terhadap potensi penyebaran virus corona agar jangan lengah tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi, Kamis 24 Juni 2021.

Dikatakan Tomi sapaan akrabnya, langkah warwar dengan berkeliling pemukiman warga merupakan salah satu dari kegiatan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Kami juga terus melakukan giat operasi masker dan pembagian masker, serta penyemprotan cairan disenfektan,” pungkasnya.***

Publikasi Kinerja Satpol PP Kabupaten Bogor

Agus Ridhallah. SH.,MH.,M.Pd
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor
  • Wakil Bupati Bogor Lepas Pasukan Untuk Perkuat Pos Penyekatan

CIBINONG – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2021, di Lapangan Tegar Beriman, Rabu (5/5). Itu dilakukan sebagai wujud kesiapan Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk pelaksanaan kebijakan larangan mudik dan antisipasi pemudik yang mendahului dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, berdasarkan data dari Kapolri menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang akhir Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441H.

Wabup menambahkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat 2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.

  • Pantau Penyekatan Jalur Mudik, Bupati Bogor Putar Balik Bus dan Travel Yang angkut Pemudik

GADOG-Bupati Bogor Ade Yasin bersama Forkopimda Kabupaten Bogor, melakukan pemantauan penyekatan jalur mudik di Pospam Simpang Gadog Ciawi Kabupaten Bogor, Rabu (12/5). Dari hasil pantauan langsung Bupati Bogor berhasil memutar balik bus dan travel yang berisi pemudik yang mencoba mengelabui petugas agar bisa lolos mudik.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, peninjauan penyekatan jalur mudik wilayah Gadog menuju Puncak, Cianjur dan Bandung, berdasarkan data sejak diberlakukannya larangan mudik pada 6 Mei 2021 sudah ada 9.000 kendaraan yang berhasil diputar balik dari total 25.000 kendaraan yang diperiksa.

Pengetatan jalur mudik akan terus dilakukan sampai 17 Mei 2021 selama 24 jam. Pemeriksaan ini kita lakukan tidak hanya pemudik juga untuk kendaraan yang mencurigakan. Hari ini saya berhasil putar balik kendaraan travel dan bus pengangkut pemudik, mereka coba kelabui petugas barangnya mereka angkut pakai bis dan travel penumpangnya naik angkot, kita putar balik tidak ada toleransi karena mudik ini memamg dilarang,” ungkap Ade Yasin

Menurutnya, selain pemudik juga tindakan dilakukan terhadap sebuah truk yang mengangkut anak-anak untuk takbir keliling. “Tadi kita putar balik, takbir keliling ini dilarang tadi juga kapasitasnya sangat penuh sekali sangat membayakan, kita amankan truknya dan anak-anak diminta untuk turun,” tegas Bupati.

Lanjut Bupati Bogor menyatakan, untuk pengamanan arus balik juga yang akan dilakukan mulai 13-17 Mei 2021, perlakuan dan tindakan sama seperti halnya penyekatan jalur mudik. “Apabila ada yang saat berangkat lolos dari petugas, pada saat arus balik kami akan putar balik ke kampung halaman sebelumnya, tidak bisa masuk Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 Hijriyah, dirinya akan melaksanakan di salah satu mushola tidak jauh dari kediamannya. “Saya Shalat Ied di mushola dekat rumah, pelaksanaan Sholat Ied ini ada pembatasan hanya dapat dilaksanakan di masjid dan mushola di wilayah masing-masing tingkat RT dan RW supaya tidak nyebrang antar desa dan Kecamatan jadi di lingkup terkecil salatnya,” tutupnya

  • Kerap timbulkan kerumunan dan berpotensi Kluster baru, Puluhan PKL di bongkar Satpol PP

Cisarua, 2 Juni 2021 – Satpol PP Kabupaten Bogor bersama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor membongkar puluhan PKL disepanjang jalur gunung mas dan riung gunung puncak. Hal ini dilakukan karena di area ini kerap menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi menimbulkan kluster baru penyebaran covid-19.

“Yang kita tertibkan tadi sekitar 100 lapak PKL dan sering dijadikan tempat nongkrong sampai berkerumun sehingga berpotensi menimbulkan kluster Covid-19 apalagi diakhir pekan dan libur nasional banyak sekali wisatawan yang berkunjung sampai-sampai tidak memperhatikan protokol kesehatan apalagi semua lapak PKL ini tidak berizin” Ujar Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho

Di perkebunan gunung mas sendiri setiap akhir pekan atau hari libur nasional sering terjadi kerumunan wisatawan dan semakin banyaknya lapak PKL yang berdiri diatas lahan hijau, sehingga banyak wisatawan yang berkerumun di area tersebut.

Tak hanya di gunung mas, PKL disepanjang jalan menuju riung gunung pun ikut ditertibkan petugas penegak perda, sebagian lapak berdiri diatas tanah labil yang rawan longsor

“Ada 2 lokasi pembongkaran hari ini, di gunung mas dan riung gunung. Diriung gunung ini bekas longsoran, dan di khawatirkan terjadi longsor lagi, makanya kami tertibkan juga area tersebut” tambah Agus Ridho

Setelah dilakukan pembongkaran, area tersebut akan dikembalikan sebagai mana fungsinya yaitu sebagai area resapan air dan area hijau.

“Saya berharap tidak ada lagi PKL yang bejualan diarea tersebut dan jika ada lagi PKL yang berdiri akan langsung kita tertibkan” pungkas Agus Ridho

  • Prostitusi online semakin marak, penegak perda semakin gencar

Cibinong, 4 Juni 2021 – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor kembali menggelar operasi penyakit masyarakat. Kagiatan malam ini dipimpin oleh Sekertaris Satpol PP Iman Wahyu Budiana bersama dengan 50 anggota lainnya. Petugas mendatangi kost-kostan yang ada diwilayah kecamatan babakan madang dan cibinong, sebanyak 8 orang terjaring pada operasi malam hari ini.

“Untuk kesekian kalinya kita menggelar Operasi Pekat diwilayah kabupaten bogor. malam ini kita berfokus di wilayah kecamatan babakan madang dan cibinong” ujar Iman Budiana

Dari 8 orang wanita yang terjaring pada malam ini, 6 diantaranya menggunakan aplikasi sosial media untuk memikat pelanggan dibuktikan dengan riwayat pesan yang ada di handphone pribadi miliknya

“Malam ini kita mendatangi kost-kostan, kita periksa wanita yang ada didalamnya dan ternyata didalam hpnya ada riwayat pesan seolah-olah sedang bertransaksi lewat aplikasi media sosial” tambah Iman Budiana

Semakin maraknya aplikasi chating sebagai sarana komunikasi antara penjaja seks komersial dengan calon pelanggan membuat petugas penegak perda agak sulit memantau praktek prostitusi ini, namun kita terus beradaptasi dengan teknologi agak penegakan perda dan ketertiban umum dapat tercipta ditengah masyarakat.

“Untuk operasi pekat ini akan sering kita lakukan, dengan waktu dan tempat yang acak, untuk mendukung program pancakarsa bupati bogor, sebagai pengaplikasian Karsa Berkeadaban” pungkas Iman

Selanjutnya 8 orang yang terjaring razia akan dilakukan proses assessment oleh Dinas Sosial Kabupaten Bogor di mako Satpol PP