Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 7356

Moeldoko Sedang Ogah Bahas Demokrat dan Bilang Wartawan Jangan Primitif, Ternyata Sibuk Ini

Bogordaily.net – Moeldoko sedang ogah bahas Partai Demokrat karena tengah menangani pekerjaannya sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan bilang wartawan jangan primitif.

Hal itu terjadi saat Moeldoko ditanya wartawan ketika sedang menyampaikan tentang rencana pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Lobi Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 8 April 2021.

Menurutnya, ketika sedang berada di lingkungan KSP dan sibuk menjalankan tugasnya dalam jabatan tersebut sebaiknya wartawan bertanya seputar pekerjaannya itu.

Ia ogah menjawab wartawan yang bertanya bagaimana sikap Moeldoko atas perkembangan terbaru konflik kepengurusan Partai Demokrat.

“Ini kantor kepresidenan. Tanyanya yang berkaitan dengan kerja-kerja KSP. Jangan ikut-ikutan primitif. Terimakasih,” ujar Moeldoko seperti dikutip Bogordaily.net dari Kompas, Sabtu, 10 April 2021.

Moeldoko menyebut wartawan jangan ikut primitif lantaran sedang menanggapi isu bahwa TMII akan dikelola oleh yayasan baru yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rumor itu berkembang setelah sebelumnya, pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII dari yayasan milik keluarga Cendana alias Keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto.

Ia menegaskan tidak akan ada yayasan baru yang dibuat Presiden Jokowi dalam pengelolaan TMII ke depan.

“Saya ingatkan jangan lagi ada yang berpandangan nanti akan ada lagi yayasan yang dikelola oleh Pak Jokowi. Itu pandangan primitif. Jangan lagi ada pandangan seperti itu. Tidak ada itu,” kata Moeldoko. “TMII akan dikelola secara profesional oleh BUMN di bidang pariwisata,” tambahnya.***

PHRI Protes PP Nomor 56 Tahun 2021

Bogordaily.netPerhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) protes peraturan pemerintah (PP) mengenai royalti lagu dan musik yang juga berdampak bisnisnya disamaratakan  seperti karauke dan konser musik.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik. Beleid ini diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 30 Maret 2021 hotel dan musik dianggap memiliki nilai komersial.

“Seharusnya ada grouping, tidak bisa disamaratakan,” kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 8 April 2021 dikutip Bogordaily.net dari tempoco.

Dikatakan Maulana, PHRI Protes PP  pada Pasal 3. Dalam pasal tersebut, disebutkan 13 daftar layanan publik yang bersifat komersial. Mulai dari seminar, restoran, kafe, konser musik, pesawat udara, sampai kamar hotel.

Maulana menegaskan PHRI sebenarnya tidak pernah keberatan terhadap pungutan royalti atas penggunaan lagu. Sebab, pungutan royalti selama ini juga sudah berjalan setelah ada kesepakatan dengan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) sejak 2016.

Kesepakatan ini, kata dia, adalah implementasi dari UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Sehingga, Maulana menilai ketentuan royalti dalam PP 56 tersebut bukanlah hal baru dan pembayaran royalti juga sudah dilakukan.

Tapi dalam PP 56 ini, hotel dan restoran kemudian dianggap memiliki nilai komersil yang sama dengan layanan seperti usaha karaoke yang memang menggunakan musik.

Sehingga, konsekuensi yang bisa muncul adalah pembayaran royalti oleh hotel dan restoran bisa menjadi lebih besar dibandingkan nilai kesepakatan dengan LMKN di tahun 2016.

Maulana mengingatkan, penggunaan musik di hotel dan restoran sifatnya masih menjadi pilihan. Ada yang memutar lagu dan ada yang tidak, tergantung kelas dari restoran dan hotelnya.

Maulana mencontohkan hotel-hotel kecil yang sama sekali tidak menggunakan musik. “Kalau tanpa musik, kan masih tetap bisa buka,” kata dia.

Sehingga, Maulana menilai harus ada pembedaan nilai komersil antara hotel dan restoran dengan layanan publik lainnya. Selain itu, harus ada ketentuan yang jelas mengenai mekanisme pungutan royalti ini bagi hotel dan restoran yang menggunakan musik, dan yang tidak.***

Rakyat Sibuk Isu, Rizal Ramli: Lupa Minta Pertanggungjawaban Kinerja Ekonomi

0

Bogordaily.net – Rakyat sekarang dibikin sibuk dengan isu radikal, Rizal Ramli katakan, sampai lupa minta pertanggungjawaban kinerja ekonomi.

Menurut Pakar Ekonom Senior Indonesia dr Rizal Ramli, rakyat sedang dibikin sibuk oleh isu radikal.

“Para petinggi negeri ini sudah cukup canggih mengalihkan isu yang menjadi persoalan utama bangsa dengan isu agama. Sehingga lupa meminta pertanggungjawaban atas kondisi ekonomi bangsa,” ucap Rizal Ramli (RR).

Hal itu disampaikan oleh RR saat berbincang dengan wartawan senior, Edy Mulyadi, yang diunggah di akun YouTube Bang Edy Channel, pada hari Jumat 9 Maret 2021.

Awalnya, Edy merasa heran dengan para petinggi negeri yang tidak sadar akan sejarah pemimpin Indonesia yang sebelumnya jatuh karena persoalan ekonomi, terlebih jika melihat kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

“Oh enggak Ed, jangan remehkan mereka, mereka cukup canggih. Cukup canggih, mereka naikin aja isu agama terus,” ujar RR dikutip dari Politik RMOL, pada Jumat 9 Maret 2021.

Sehingga, menurut RR rakyat sedang disibukan dengan ‘isu baru’ soal agama dan lupa dengan isu kinerja ekonomi.

“Rakyat lupa minta pertanggungjawaban mereka dalam kinerja ekonomi. Kembangin saja radikal radikul, sibuk berantem sendiri ya kan? Lupa minta ‘eh kerja lu beres gak sih sebagai pemimpin? Lu mampu gak naikin gaji kita? Kalian mampu gak ekonomi saya lebih sejahtera?’ Lupa, sibuk radikal radikul,” jelas RR.

Riza Ramli menyatakan bahwa, adanya rekayasa isu-isu yang sangat rapih bahkan sistematis.

“Jadi memang direkayasa lah misalnya isu yang sistematis ini,” tandas RR. Adv

Update! Ramadan 2021 Tiba, 5 Tips Memilih Susu Diabetes Berikut 3 Jenis Susunya

0

Bogordaily.netRamadan 2021 tiba, bagi penderita diabetes disarankan untuk mengkonsumsi susu diabetes agar membantu menyehatkan tubuh saat puasa.

Seseorang yang menderita diabetes sangat berisiko untuk mengalami patah tulang dan juga osteoporosis.

Karena itu,  direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang kaya kalsium seperti susu.

Berikut 5 Tips memilih susu diabetes, diantara lain :

1. Pilihlah susu yang kaya kalsium

Pertama memilih susu diabetes harus memilih susu yang kaya kalsium penderitanya, harus memilih susu yang kaya kalsium.

Sebab, penderita penyakit ini memiliki struktur tulang yang lemah sehingga sangat rentan mengalami patah tulang.

Contohnya, penderita diabetes dengan gangguan saraf kaki (mati rasa) memiliki risiko lebih tinggi untuk jatuh.

2. Pilih susu yang kaya vitamin D

Bagi penderitanya, susu harus memiliki kandungan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.

Kombinasi kalsium serta vitamin D pada susu akan menjaga kepadatan tulang sehingga akan meminimalisir risiko terjadinya patah tulang.

3. Pilihlah susu yang rendah lemak

Diabetes yang diderita seseorang akan mengurangi kadar kolesterol baik serta akan meningkatkan kadar kolesterol jahat pada tubuh.

Kondisi seperti ini jika terus dibiarkan bisa meningkatkan risiko penderita diabetes untuk mengalami serangan jantung atau stroke. Maka dari itu, penderita diabetes harus memilih susu yang rendah lemak.

4. Pilih susu yang kaya protein

Selain itu, tips yang keempat susu untuk penderita diabetes harus tinggi protein.

Dimana protein yang ada pada susu sudah terbukti bisa menjaga kadar gula darah dalam tubuh setelah makan.

Tentu ini sangat menguntungkan penderita diabetes karena kadar gula darah menjadi stabil.

5. Pilihlah susu yang rendah gula

Tips yang terakhir memilih susu diabetes selanjutnya yaitu pilihlah susu yang rendah gula.

Hal ini cukup penting untuk diperhatikan karena susu yang tinggi gula bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Oleh karena itu, bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Jika tips satu ini diabaikan bisa berakibat fatal karena kondisi penderita diabetes akan semakin parah.

Kandungan gula yang tinggi pada makanan atau minuman bisa mengakibatkan penumpukan lemak perut sehingga bisa memperparah komplikasi diabetes dan bisa menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan lainnya.

Selanjutnya 3 Jenis Susu untuk penderita diabetes :

1. Susu Almond

Penderita diabetes bisa mengkonsumsi susu ini. Kandungan protein yang ada pada susu almond.

Akan tetapi, susu almond rendah kalori dan tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Selain itu, susu almond juga memiliki kandungan karbohidrat yang rendah sehingga tidak akan langsung meningkatkan kadar gula darah secara signifikan.

2. Susu Sapi

Kedua susu sapi merupakan sumber nutrisi yang paling lengkap. Tidak heran jika susu ini sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan susu formula.

Kandungan nutrisi yang ada pada susu sapi adalah kalsium, protein, yodium, magnesium, B12, kasein dan dadih. Semua kandungan nutrisi tersebut memiliki peran untuk kesehatan manusia.

Susu sapi biasanya juga diolah menjadi susu diabetes dengan cara melakukan formulasi khusus menyesuaikan kebutuhan diabetes. Penyesuaian tersebut seperti kandungan lemak dan gula yang rendah, tinggi protein, tinggi kalsium dan sebagainya.

3. Susu Kedelai

Sudah bukan rahasia lagi jika tidak semua orang bisa mengkonsumsi susu sapi. Alasannya karena tidak tahan bau amisnya, vegan dan menimbulkan alergi.

Jika, penderita diabetes tidak bisa mengonsumsi susu sapi, direkomendasikan untuk mendapatkan asupan nutrisi dari susu kedelai. Kandungan nutrisi yang ada pada susu kedelai tidak kalah lengkap dari yang dimiliki oleh susu sapi. Bahkan, kandungan protein pada susu kedelai hampir sama.***

MUI Kabupaten Bogor Yakin Salat Tarawih Ramadan 2021 Tidak Akan Membeludak

Bogordaily.net Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor yakin Salat Tarawih Ramadan 2021 tidak akan membeludak, meski dilaksanakan pertama kalinya lagi di suasana Pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua MUI Kabupaten Bogor KH. Mukri Aji saat dihubungi Bogordaily.net, Seni, 5 April 2021.

Menurutnya, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di wilayahnya telah terbiasa membimbing jamaah beribadah di masjid setelah pemberlakuan Salat Jumat yang telah berjalan lebih dulu.

“Insya Allah kalau membeludak tidak, DKM sudah terbiasa sekarang. Kn Salat Jumat juga sudah berlaku, tapi tidak ada laporan karena salat jadi meningkat (penyebaran covid-19),” ungkap KH. Mukri Aji.

Selain itu, kata dia, kebiasaan Salat Tarawih di masyarakat juga sering kali segebrakan.

Masyarakat biasa gandrung Salat Tarawih pada satu minggu sampai dua minggu Ramadan

“Paling seminggu dua minggu, selebihnya masjid kosong, masyarakat sibuk persiapan lebaran,” ujarnya.

Jadi lanjut KH. Mukri Aji, ia optimistis tidak akan ada jamaah yang membeludak, karena kebiasaan itu.

Ditambah ketersediaan masjid yang tersebebar di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor juga cukup banyak.

“Saya kira cukup, DKM sudah tahu juga,” katanya.

Hanya saja, ia mengimbau masyarakat tetap menjaga protoko kesehatan, seperti memakai masker dan berjaga jarak.

“(Tarawih) diperbolehkan, dengan melaksanakan protrokol kesehatan,” ujarnya lagi.

Seperti diketahui, pemerintah mulai mengizikan masyarakat melaksankan Salat Tawarih berjamaah di masjid pada Ramadan 1442 H/2021 M.

Tidak seperti tahun 2020 yang dilarang keras oleh pemerintah lantaran takut menjadi tempat penyebaran Covid-19.***

Sensasi Nginap Berbeda di Ramadhan Package Padjadjaran Suites

0

Bogordaily.net – Rasakan sensasi nginap berbeda dengan Ramadhan Package di Padjadjaran Suites Resort & Convention Bogor.

Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari, yu rasakan sensasi menginap di bulan puasa hanya di Padjadjaran Suites Resort & Convention Bogor.

Berada di Jalan Bogor Inner Ring Road Lot XIX C-2 No.17, Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Padjadjaran suites adakan promo Ramadhan Package.

Dengan Ramadhan Package, pengunjung dapat  menginap di bulan puasa, dengan mendapatkan makan untuk berbuka puasa atay sahur.

Public Relations Hotel Padjadjaran Suites Resort & Convention, Rana Saputra mengatakan, Ramadhan Package memiliki dua tipe yang berbeda.

“Ramadhan Package ada yang paket room dengan buka puasa, dan paket room buka puasa serta sahur,” ucap Rana Saputra.

Ia mengatakan, dengan harga Rp 499 ribu pengunjung dapat 1 room menginap dan sahur/breakfast.

Tetapi jika pengunjung ingin menginap, sahur, dan buka puasa di hotel bisa saja dengan membayar seharga Rp 679 ribu.

Selain itu, ada juga paket ramadhan festival jika pengunjung hanya ingin berbuka puasa tanpa menginap di hotel.

Dengan membayar Rp 100 ribu early bird atau Rp 125 ribu harga normal,  pengunjung bisa buka puasa all you can eat dengan buffet, yang memiliki berbagai ragam makanan nusantara maupun makanan luar dari @Hegarmanahresto.

“Menu buffetnya nusantara, bahkan makanan luar juga ada, tidak lupa pastinya ada takjil serta buah-buahan,” ungkap Rana.

Bahkan, di @Hegarmanahresto pengunjung dapat melihat Carolina Reaper yaitu tanaman Cabai terpedas di Dunia.

Cabai berwarna merah, memiliki keriput, dengan ekor seperti sabit mengandung 2.200.000 Scoville Heat Units (SHU) satuan tingkat kepedasan cabai.

Tidak hanya melihat Cabai terpedas di dunia, setelah buka puasa, pengunjung juga dapat ngopi di Kopi Podjok ala @Hegarmanagresto.

Rana juga mengatakan, Kopi Podjok mempunyai racikan spesial dan pastinya berbeda dari kopi lain diluar sana.

“Kopi Podjok mempunyai racikan spesial dengan sensasi rasa khas dari barista kami, dan yang pastinya dapat menciptakan rasa kopi yang benar-benar nikmat,” jelasnya.

Selama pandemi, Padjajaran Suites tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan adanya pengecekan suhu tubuh, adanya handsanitizer, tempat cuci tangan di luar lobby, dan tidak lupa jaga jarak serta menggunakan masker.

“Jangan khawatir untuk buka puasa disini, karena kami telah mendapatkan sertifikat Clean, Health, Safety & Environment (CHSE),” tegasnya.

Siap menyambut Ramadhan? Yu ajak keluarga, teman, sahabat, dan orang tersayang untuk buka puasa di Padjadjaran Suites Resort & Convention Bogor.

Untuk info dan pemesanan dapat menghubungi WA 0878-8756-9000 atau cek di @padjadjaransuitesresort. Adv

Haru, Kisah Presiden Jokowi Jadi Imam Salat Jumat di Masjid Lembata Lokasi Sekitar Banjir Bandang NTT


Bogordaily.net
Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi imam salat Juma’at di Masjid Masjid Babul Jannah, yang merupakan lokasi banjir bandang  di Nusa Tenggara Timur (NTT) .

Jokowi menjadi imam solat Juma’t karena menggantikan imam mesjid Mansur, yang diduga hanyut diterjang banjir bandang.

Aksi Jokowi Jadi Imam salat Jum’at pada Jumat, 9 April 2021 memberi kekaguman tersendiri bagi masyarakat, hingga disorot media menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Sebagai seorang pemimpin negara, Jokowi yang menunjungi wilayah terdampak bencana banjir, tetap mengayomi sisi agamis masyarakat.

Pada Salat Jumat itu, dikabarkan Jokowi bermakmumkan menteri-menterinya, staf serta masyarakat sekitar. Ia mengawali ibadah dengan salat sunah, lalu Salat Jumat dan Jamak Ashar.

Jajaaran menteri yang ikut berjamaah dengan Presien Jokowi di antaranya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Kemudian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Henri Alfiandi.

Orang nomor satu Indonesia itu menggantikan Imam Mansur yang diduga masuk dalam daftar korban hilang banjir bandang NTT pada Minggu, 4 April 2021.

Dari 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang di NTT yang tercatat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Imam yang dikenal memiliki suara merdu itu ada di dalamnya.

Kehilangan sosok yang mengagumkan bagi warga setempat, Presiden Jokowi mengambil sikap bergegas memenuhi panggilan ibadah diikuti jamaah saat itu.***

Disdik Kota Bogor Siapkan Alternatif Pembelajaran Tatap Muka

0

Bogordaily.net – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor rencanakan alternatif Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk ke depannya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi mengungkapkan, pembelajaran tatap muka tidak akan 100 persen dilaksanakan, tetapi akan dibagi 30 persen tatap muka 70 persen daring.

Adapun alternatif pembelajaran lainnya setiap kelas masuk bergantian mulai dari kelas 9, kelas 8 dan kelas 7 namun ini sedikit akan repot.

“Alternatif ketiga dilakukan per pekan, satu minggu sekali dengan jumlah 50:50 persen dan sepertinya ini lebih efektif karena bisa dimonitor kondisi siswanya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi pada Jumat 9 April 2021.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik), tengah mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), untuk SD, SMP dan SMA atau Sederajat.

Hal ini dilakukan atas dari Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

“Kalau dari pusat menjadwalkan pelaksanaan tatap muka Bulan Juli mendatang,” ujarnya.

Kemudian Hanafi mengatakan, secara umum semua daerah mempersiapkan pelaksanaan tatap muka, nantinya pembelajaran tatap muka ini hanya kegiatan belajar mengajar saja alias kantin dan ekstrakurikuler belum di perbolehkan beroperasi, sehingga anak-anak harus membawa bekal dari rumah.

“Disdik mengambil langkah teknis dengan membentuk Satgas Covid-19 pelajar, beberapa sekolah mempersiapkan sarana prasarananya, mulai dari tempat cuci tangan, desinfektan, cek suhu dan nanti di lakukan uji coba terlebih dahulu,” katanya.

Selanjutnya khusus Sekolah Dasar (SD), Hanafi menjelaskan situasinya lebih pelik mengingat jumlah SD di Kota Bogor cukup banyak, siswanya pun banyak dan yang paling dikhawatirkan penerapan 3M, terutama jaga jarak sesama siswa.

Pihaknya pun akan mempersiapkan dengan matang sebelum membuka sekolah, sementara TK dan Paud perlu di tinjau kembali, mengingat resikonya lebih besar.

“Sebelum tatap muka, kami akan minta persetujuan orang tua melalui polling, apakah orang tua setuju sekolah di buka atau tidak,” imbuhnya. Adv

Jelang Ramadan, GP Ansor dan Polres Bogor Bedah Rumah di Gunungputri

0

Bogordaily.net – Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bogor menggelar bakti sosial sekaligus silaturahmi, dengan memberikan bedah rumah untuk warga tidak mampu.

Program tersebut diberikan untuk rumah tidak layak huni (RTLH) milik Ibu Warsah (71) warga Kampung Nagrak RT 01/04 Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, yang mendapatkan program bedah rumah, pada Jumat 9 April 2021.

Dalam kesempatan ini, ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiry A Ghazaly menyampaikan, ia berdoa dengan adanya program seperti ini semoga peran GP Ansor dengan pihak kepolisian polres Bogor selalu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga keberadaan GP Ansor di Kabupaten Bogor dan Polres Bogor bisa selalu memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat. Selamat menunaikan Ibadah Puasa semoga semua sehat dan tentunya tetap menjaga protokol Kesehatan,” ucap PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiry A Ghazaly.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Andry Fran Ferdyawan mengatakan, program ini merupakan yang kedua kalinya telah dilaksanakan bersama GP Ansor.

“Program bedah rumah RTLH menjadi rumah layak huni merupakan program ke-2 Polres Bogor dan PC GP Ansor Kabupaten Bogor, bertemakan Bhakti Untuk Negeri, sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat tidak mampu,” kata Kompol Andry Fran Ferdyawan Kapolsek Gunung Putri, pada Jumat 9 April 2021.

Ia mengatakan, pembangunan akan dilaksanakan mulai hari ini, sekaligus silaturahmi dengan GP Ansor serta masyarakat.

“Acara diawali dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Bogor, bersama ketua PC GP Ansor Kab. Bogor Dhamiry A Ghazaly, Rois Syuriah MWCNU dan Kepala Desa Nagrak,” ujar Kapolsek.

Rumah yang akan dibedah akan diperkirakan selesai pada 15 hari.

“Luas bangunan 50 m² yang akan dibangun. Dimana pembangunan bedah rumah ini diperkiraan memakan waktu kurang lebih 15 hari kedepan,”tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Harun menyampaikan program bedah rumah ini merupakan yang Ke-2, yang bekerjasama GP Ansor.

“Kegiatan bhakti sosial ini, merupakan wujud kami ingin selalu dekat dengan masyarakat, semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya kepada ibu Warsah yang rumahnya diperbaiki, ” jelasnya.

Lanjut Harun, pembangunan rumah ibu Warsah ini akan kita terus percepatan pengerjaannya, sehingga proses bedah rumah ini pun bisa selesai sesuai target yang kita rencanakan.

“Mohon do’a dari semua agar pembangunan ini bisa berjalan lancar hingga dapat kembali ditinggali oleh Ibu Warsah dan keluarganya, ” harapnya. Cc

Dedie Rachim Khawatir Adanya Lonjakan Kasus Covid-19 di Bulan Puasa

0

Bogordaily.net Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, angka kasus Covid-19 berangsur membaik, ia mengaku sedikit khawatir akan adanya potensi lonjakan kasus Covid-19 jelang ramadhan ini.

Dedie menyebut saat ini, masyarakat sedang banyak menggelar tradisi kumpul-kumpul untuk menyambut bulan ramadhan.

Seperti makan-makan bersama sambil berkumpul bersama teman-teman hingga keluarga atau yang biasa disebut cucurak.

Meski demikian, Dedie memastikan setiap tempat ibadah harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik, ini juga menjadi PR bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Sebab bukan tidak mungkin, ada saja rumah ibadah yang lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Yang harus kita waspadai adalah jelang ramadhan ini. Bagaimana kita mengatur peribadatan sesuai protokol kesehatan. Misalnya kita harus pastikan semua masjid menerapkan protokol kesehatan. Semisal harus benar-benar maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada,” ujar Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Jumat 9 April 2021.

Untuk mengantisipasi hal itu, Dedie menayampaikan Pemkot Bogor juga akan mengeluarkan himbauan, supaya setiap masjid mendirikan tenda di halamannya.

“Kami juga sedang rumuskan agar semua masjid memanfaatkan pelataran halaman masjid untuk beribadah, demi mengantisipasi potensi peningkatan jamaah di bulan ramadan. Jadi tidak full di dalam masjid, bisa di luar di area terbuka ini yang akan kami kaji dalam waktu dekat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Dedie khawatir tradisi lainnya pada ramadhan bisa memicu lonjakan kasus Covid-19 karena nanti akan menimbulkan kerumunan.

“Potensi kerumunan jelang buka puasa juga tentunya harus kita antisipasi. Misalnya jalan-jalan sambil menunggu buka puasa atau ngabuburit, belanja takjil, buka bersama (bukber), ini semua harus kita antisipasi agar tidak ada kerumunan,” jelasnya.

Demi mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bogor berencana bakal mengerahkan Satgas Covid-19 Kota Bogor, untuk mengawasi masyarakat agar benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan, baik sebelum puasa maupun saat puasa nanti.

“Kami akan arahkan Gugus Tugas Covid-19 untuk mengantisipasi hal ini. Karena kami tidak mau, ada potensi penyebaran Covid-19 pada ramadan tahun ini,” ungkapnya. Adv