Thursday, 16 April 2026
Home Blog Page 8103

Rizal Ramli Sentil Isu Reshuffle: Jika Bukan Operasi Besar Akan Gagal Total

BOGOR DAILY – Survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu sebesar 69,6 persen menilai perombakan Kabinet Indonesia Maju (KIM) mendesak untuk dilakukan saat ini. Perombakan tersebut dilakukan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan.

Survei tersebut dilakukan secara daring pada 7 hingga 11 Juli 2020. Terdapat 587 responden yang berasal dari 23 provinsi. Survei dilakukan pada margin of error sebesar 4,04 persen.

Respons publik tersebut berkaitan dengan kinerja para menteri dalam menangani pandemi Covid-19. Beberapa menteri dinilai belum mencapai apa yang diharapkan.

Menanggapi hasil survei tersebut, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan bahwa reshuffle merupakan upaya yang terakhir. Dalam sejarah, katanya, Soekarno penah gagal dalam melakukan perombakan kabinet 100 Menteri. Itu terjadi lantaran reshuffle yang dilakukan bukan sebuah “operasi besar”.

“Jika reshuffle hanya ecek2 (face lift), bukan operasi besar (over-haul) akan gagal. Bung Karno lakukan reshuffle terakhir ‘Kabinet 100 Mentri’. Gagal total, akhirnya undur diri,” ujar Rizal Ramli di Jakarta, Senin (13/7).

Seperti diketahui, survei Litbang Kompas tersebut dilakukan secara daring pada 7 hingga 11 Juli 2020. Terdapat 587 responden yang berasal dari 23 provinsi. Survei dilakukan pada margin of error sebesar 4,04 persen.

Respons publik tersebut berkaitan dengan kinerja para menteri dalam menangani pandemi Covid-19. Beberapa menteri dinilai belum mencapai apa yang diharapkan.

Seperti dikuitip dari Kompas.com, sebanyak 7 dari 10 responden dalam jajak pendapat mengaku tidak puas dengan kinerja jajaran kabinet yang bekerja di bidang ekonomi, khususnya terkait penanganan dampak pandemi Covid-19.

Seperti diketahui bahwa Pemerintah telah melahirkan beberapa program stimulus ekonomi untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19. Sebut saja pembebasan PPh 22 impor dan pengurangan angsuran PPh 25 sebesar 30 persen untuk bidang industri tertentu.

Selain itu, ada insentif pajak yagn juga diberikan kepada para pelaku UMKM.

Ketidakpuasan tersebut menunjukkan bahwa dampak dari program ekonomi itu dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Selain bidang ekonomi, jajaran kementerian teknis, seperti bidang kesehatan juga mendapat catatan.

Sebanyak 33,2 responden menilai menteri yang menangani bidang tersebut perlu diganti untuk perbaikan kinerja dalam situasi pandemi ini.

Sebagian besar publik (61,4 persen) meyakini bahwa perombakan kabinet adalah langkah efektif untuk memperbaiki kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Namun, publik berharap bahwa perombakan harus mempertimbangkan kinerja, bukan kepentingan elite tertentu.

Oleh karena itu, menteri yang masuk ke pemerintahan diharapkan adalah yang berasal dari kalangan nonpartai politik.

Selain perombakan kabinet, publik menilai pemerintah perlu memiliki fokus kinerja dalam menangani pandemi Covid-19.

Sebanyak 43,6 persen responden menilai fokus kinerja perlu diarahkan pada upaya pencegahan penularan pandemi Covid-19.

Kemudian, sebanyak 35 persen responden menganggap pemulihan ekonomi menjadi hal yang paling mendesak dilakukan pemerintah. Lalu, 18,3 persen responden ingin pemerintah fokus memberikan bantuan sosial kepada masyarakat. (*)

Kejari Kota Bogor Tetapkan Satu Tersangka Korupsi Dana BOS SD. Ini Orangnya!

BOGOR DAILY – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor jemput paksa tersangka kontraktor berinisial JRR yang telah melakukan praktik korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar (SD) se Kota Bogor, Senin (13/7/2020).

Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Widianto mengatakan, penetapan tersangka JRR merupakan hasil pengembangan kasus mulai dari tahap penyelidikan pada Januari 2020, lalu tahap penyidikan pada Februari 2020.

“Kejari Kota Bogor berkoordinasi dengan inspektorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diketahaui ada kerugian negara dalam penyelewengan dana BOS sebesar Rp17.2 miliar,” katanya kepada wartawan.

Adapun peran dari tersangka JRR ini merupakan seorang kontraktor untuk pengadaan delapan kegiatan ujian tingkat sekolah dasar se-Kota Bogor, dalam kurun waktu selama dua tahun atau pada tahun ajaran 2017-2019.

“Intinya, seharusnya pengadaan ujian tersebut dikelola oleh dewan sekolah dan komite sekolah, tapi ini dikelola oleh K3S atau kekompok kerja kepala sekolah,” tukasnya.

Ia menambahkan, JRR dikenakan Pasal Pasal 2 ayat 1 junco pasal 18 uu nomor 31 tahun 2019 tentang pemberantsan tipikor dan Pasal 2, pasal 3 , pasal 5, pasal 3 junco 18 junco 55 KUHP dengan ancaman maskimal 20 tahun penjara. (Andi).

Perubahan Dara Arafah Usai Operasi Plastik Menjadi Sorotan

BOGORDAILY – Dara Arafah merupakan sosok selebgram yang kini tengah menjadi perbincangan publik. Hal itu karena Dara baru-baru ini mengaku sudah melakukan operasi plastik pada bagian hidungnya.

Diketahui, Dara Arafah dulu merupakan selebgram yang kerap mengcover sejumlah lagu. Ia juga sempat mengcover lagu sambil menyindir Lucinta Luna.

Hal itu kemudian memicu pertengkaran dengan Lucinta. Namun tak gentar, Dara pun kembali membalas Lucinta lewat video selanjutnya.

Bukan hanya itu saja, Dara Arafah juga dulu memiliki akun YouTube sejak 2015. Dalam akun YouTubenya, Dara membagikan aktivitas jalan-jalannya, mengcover lagu, hingga konten prank.

Sejak saat itu, publik langsung meramaikan instagram milik Dara dengan mengikuti akunnya. Dara juga masih merasakan komentar-komentar manis dari warganet.

Namun, kali ini berbanding terbalik. Dara kini justru menuai hujatan semenjak pengakuan atas operasi plastik yang dilakukannya belum lama ini.

“Hai oke oke, gue tau semuanya bertanya ‘what’ happend with my nose?” ujar Dara belum lama ini di Instagramnya.

“So, ya im doin nose job,” tegasnya.

Dilanjutkan Dara, operasi yang dilakukannya itu terbilang sangat mahal. Ia juga mengaku telah melakukan operasi plastik dengan dr Tompi.

“Gue habis kurang lebih Rp 100 juta buat benerin hidung gue,” lanjut Dara.

“Gue operasi di @dr_tompi yang menurut gue sudah sangat profesional dan biayanya enggak sama sekali murah, inget mehonggggg, jadi gak sembarangan gue milih dokterrr,” tutur Dara.

Atas pengakuannya itu, media sosial milik Dara kini ramai menuai hujatan dari warganet. Bahkan, Dara Arafah justru diledek netter. Penampilan terbarunya dinilai aneh. Namun, Dara masih terlihat santai perihal itu.

Dara Arafah disayangkan warganet untuk operasi hidung. Padahal ia disebut sudah cantik sebelum diubah bagian tersebut.

Komentar Manis Dinda Hauw dan Rey Mbayang Soal Cibiran Warganet

BOGORDAILY – Sebagai pasangan muda yang baru menikah, Dinda Hauw dan Rey Mbayang kerap mengumbar kemesraan di media sosial. Seperti pernyataan Dinda Hauw yang tak bisa masak untuk Rey.

Selain itu, Dinda Hauw juga sebelumnya mengungkap awal mula kedekatannya dengan Rey Mbayang. Melalui postingannya, ia bahkan mengaku pernah menolak ajakan taaruf dari Rey Mbayang.

Berbagai macam komentar didapat oleh keduanya setelah menikah. Namun tak hanya komentar positif, banyak juga warganet yang malah mencibir.

Seperti komentar manis Dinda Hauw untuk suaminya, Rey, kembali menjadi sorotan warganet. Bahkan salah satu warganet tampak kesal melihat obrolan keduanya. Reaksi tersebut discreenshot, dan tersebar luas di internet.

“Tadi aku ileran nggak sayang?” tanya Rey pada Dinda, dilihat, Minggu (12/7/2020).

“Kamu tadi ngorok sayang,” jawab Dinda Hauw.

Lalu seorang warganet tampak kesal setelah membaca komentar dari pasutri itu.

“Lu serumah kan bisa nanya langsung, selain nggak bisa masak mie instan ternyata lu nggak bisa mengoperasikan WA gitu hah?” tulis warganet itu kesal.

Kemudian atas komentar itu, beberapa warganet Twitter turut mengkomentari. Mereka menyebut telah hilang rasa hormat kepada pasangan itu.

Mereka bahkan membandingkannya dengan pasangan Tara Basro dan Daniel Adnan, sampai Isyana Sarasvati dan suaminya.

“Ya Allah bener bener deh ilang respect. CRINGE BANGET PARAH. Bisa lebih elegan kek Mba Isyana atau nggak Mba Tara Basro nggak aja nggak ini pasutri?” tulis seorang warganet di Twitter.

“Dinda Hauw CEO of ‘nggak bisa’,” lanjut warganet lainnya.

Diketahui, setelah pernikahan Dinda Hauw dengan Rey Mbayang pada 10 Juli 2020, publik tampak terpukau dengan kisah cinta keduanya. Nama Dinda juga sempat trending di Twitter.

Namun, kini mereka justru menuai cibiran dari warganet yang menganggap hubungan pasangan suami-istri yang mereka jalani beberapa hari ini berlebihan.

Persiapan Vanessa Angel Menyambut Kelahiran Anak

BOGORDAILY – Vanessa Angel dan suaminya, Febri Ardiansyah atau Bibi tak sabar menunggu kelahiran anak pertama mereka. Bibi mengaku usia kehamilan Vanessa tinggal menunggu hari kelahiran sang bayi.

Dijelaskan Bibi, persiapan menyambut anak pertamanya itu sudah seratus persen selesai.

Namun siapa sangka, Vanessa sempat tidak begitu siap pada awal-awal kehamilannya.

“Awalnya pas tiga bulan, empat bulan aku sendiri sama Vanessa belum terlalu siap,” ungkap Bibi saat ditemui di kawasan Larangan, Kota Tangerang, baru-baru ini.

Seiring berjalannya waktu, Bibi mengaku banyak belajar melalui buku dan pengalaman teman-teman artisnya terkait merawat bayi.

Keduanya belajar untuk bertanggung jawab untuk menjadi sosok orangtua untuk anaknya.

“Cuma sekarang karena udah mau lahiran ya kita banyak-banyak baca buku, banyak lihat artis-artis lain gimana sih cara melahirkan, kayak gimana sih jadi orangtua segala macam,” ungkap Bibi.

“Terus aku sama Vanessa juga jadi ada tanggung jawab gitu sih,” tambahnya.

Diakui Bibi, dirinya akan selalu menjadi suami siaga bagi Vanessa. Ia bersedia untuk selalu ada di samping Vanessa untuk menghiburnya.

Ia bahkan sempat panik ketika Vanessa mengalami pendarahan baru-baru ini.

“Tiap hari gua temenin, terus gua hibur terus. Meskipun kadang gua juga butuh dihibur ya tapi ya udah itu mungkin perjuangan seorang ayah, ya semoga anak sayang sama gua juga, Vanessa juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bibi juga menceritakan keadaan perekonomiannya dengan Vanessa yang anjlok karena pandemi Corona. Saat itu diakuinya banyak masalah bertubi-tubi datang menghantam keluarga kecilnya itu.

“Wah itu stress banget sih. Karena Corona kemarin kan keluarga gua sendiri ya lumayan kena sektor ekonominya lumayan kena. Vanessa berhenti syuting segala macam, belum lagi kemarin kena kasus hukum juga. Jadi tapi hal-hal kayak gitu jadi bikin kita kuat,” papar Bibi.

Diakui Bibi, kini ia selalu mewajibkan Vanessa untuk berjalan kaki setiap pagi di sekitaran komplek rumahnya. Hal ini demi kelancaran proses persalinan dan kesehatan Vanessa serta calon bayinya.

“Iya, setiap pagi. Aku mewajibkan Vanessa setiap pagi jalan. Keliling komplek, itu selalu,” tutup Bibi.

Kopri PMII Komisariat UIKA Bogor Gelar SIG

BOGOR DAILY – Pengurus Kopri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Ibn Khaldun Kota Bogor menggelar Sekolah Islam dan Gender (SIG).

Kegiatan dalam rangka memberikan kontribusi nyata bagi kaum hawa dan adam itu, dilaksanakan di perumahan Darmais Jalan Akasia No 05, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu mengangkat tema ‘Penanaman Nilai Gender dan Kemanusiaan’.

Ketua Kopri Komisariat UIKA Bogor, Uswatun Hasanah mengatakan, tujuan dari kegiatan SIG ini dilaksanakan agar lebih mendalami lagi peran kaum adam dan hawa dan nilai kemanusiaan.

“Semoga dengan kegiatan yang telah dilakukan, peranan Kopri PMII Komsat UIKA Bogor bisa lebih aktif lagi dalam nilai kemanusiaan,” katanya, Senin (13/7/2020).

Uswah berharap, dengan kegiatan SIG ini Kopri lebih mampu memberikan gagasan-gagasan terkait keperempuan khususnya.

“Tentunya bisa memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan agama melalui kontribusi-kontribusi nyata, bukan hanya sekedar harapan dan keinginan, dengan niat tapi direalisasikan dengan sangat baik,” ucapnya.

Sementara itu, eks Ketum PMII Cabang Kota Bogor, Fahrizal berharap, kader PMII di Kota Bogor khususnya di Komisariat UIKA agar lebih kritis lagi kedepannya.

“Dengan kritis tentunya salah satu langkah untuk membangun juga, saya harap kegiatan ini bisa dilaksanakan lagi oleh PMII Komisariat UIKA kedepannya. Dan mari kita bersama-sama berdoa agar pandemi Covid-19 segera hilang dimuka bumi,” harapnya.

Untuk diketahui, pada acara SIG itu turut dihadiri oleh senior PMII UIKA Bogor dari semua angkatan. (Andi).

5.000 Penonton Menghadiri Laga Uji Coba PSG

BOGORDAILY – Prancis menggelar pertandingan pertama yang dihadiri penonton pasca Corona. Laga tersebut mempertemukan Paris Saint-Germain kontra tim divisi dua, Le Havre.

Pertandingan uji coba antara PSG vs Le Havre digelar di Stadion Stade Ocean, Minggu (12/7/2020). Duel tersebut dihadiri sebanyak 5.000 penggemar yang menyaksikan langsung dari tribun.

Melansir AFP, ini merupakan kali pertama sebuah pertandingan sepakbola di salah satu negara top Eropa digelar dengan dihadiri penonton sejak Maret 2020, atau ketika masa lockdown COVID-19 berlaku. Pemerintah Prancis memang melonggarkan protokol kesehatan buat pertandingan PSG vs Le Havre.

Supporters, attend for the start of the Friendly football match between Le Havre Athletic Club and Paris Saint-Germain at the Stade Oceane, in Le Havre, on July 12, 2020. - Le Havre Athletic Club and Paris Saint-Germain is the first match of the Parisian club and the first with supporters since the interruption of the season due to the COVID-19, (the novel coronavirus) pandemic. (Photo by Anne-Christine POUJOULAT / AFP)
Suasana penonton yang menghadiri laga PSG vs Le Havre.

Para penonton yang hadir menyaksikan laga tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan dan aturan jaga jarak di tribun. Roxana Maracineanu, Menteri Olahraga Prancis, menyebut pertandingan kali ini menjadi simbol kemenangan sepakbola Prancis usai didera pandemi COVID-19.

“Ini adalah kemenangan bagi sepakbola Prancis dan olahraga pada umumnya,” kata Maracineanu, dilansir dari AFP.

“Saya senang sekali sepakbola di Prancis bisa berlangsung dengan cara yang populer, yakni dengan kehadiran penonton di stadion. Kami adalah satu-satunya negara di Eropa Barat yang melakukannya,” ujarnya.

PSG mengakhiri laga uji coba melawan Le Havre dengan kemenangan telak 9-0. Neymar, Mauro Icardi dan Pablo Sarabia masing-masing mencetak dua gol, sementara sisanya dicetak Kylian Mbappe, Idrissa Gueye, serta Arnaud Kalimuendo.

Pertandingan dengan kehadiran penonton kali ini disambut positif oleh Neymar. Melalui akun Instagramnya, dia mengaku bahagia bisa bermain lagi dan disaksikan para penggemarnya.

“Sangat bahagia bisa kembali lagi… kerja sama yang baik, kami akan terus melanjutkannya,” kata Neymar via akun @neymarjr.

Sidang Perdata Ustaz Yusuf Mansur Berlanjut

BOGORDAILY – Sidang kasus perdata yang melibatkan Ustaz Yusuf Mansur sebagai pihak tergugat masih berlanjut di Pengadilan Negeri Tangerang. Persidangan tersebut beragendakan duplik atau jawaban penggugat atas pernyataan tergugat pada persidangan yang lalu.

Dalam persidangan sebelumnya, pihak Yusuf Mansur telah mengungkapkan replik atau pembelaan. Pihaknya menyebut Yusuf Mansur tidak mengenal pihak penggugat.

“Dua minggu yang lalu, pihak Yusuf Mansur juga mengaku tidak menerima langsung pembayaran dari penggugat ke rekening atas nama dirinya. Oleh sebab itu tergugat menolak gugatan tersebut,” ujar kuasa hukum penggugat, Asfa Davy Bya dalam keterangannya.

Dalam persidangan, Asfa Davy Bya menjelaskan bahwa ajakan Yusuf Mansur kepada para penggugat tetap bisa dijadikan bukti, meski ia mengaku tidak mengenal mereka.

“Meskipun para investor tidak kenal secara pribadi, tetapi mereka mau investasi karena ada undangan untuk hadir dalam ceramah-ceramah yang dilakukan oleh Yusuf Mansur,” katanya.

“Contohnya adalah Darmansyah warga Surabaya, yang ikut sebagai tergugat dalam perkara ini, juga tidak kenal dengan Yusuf Mansur. Tapi kenapa Yusuf Mansur mau berdamai dengan Darmansyah karena mengakui kesalahannya,” sambung Asfa Davy Bya.

Selain yang telah disebutkan di atas, pihak penggugat juga menjelaskan soal perkataan Yusuf Mansur menyebut dirinya yang tidak pernah menerima kiriman dana dari investor. Menurut Asfa Davy Bya, ungkapan itu keliru.

“Lalu kenapa Yusuf Mansur mengumumkan memindahkan dana investor ke hotel Siti? Pengumuman Yusuf Mansur via website tidak meminta persetujuan pada investor juga,” kata Asfa Davy Bya.

Seperti diketahui, Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh Fajar Haidar Rafly bersama 4 orang lainnya. Merka mengaku telah menginvestasikan dananya untuk pembangunan Condotel Moya Vidi (Yogyakarta) dan Hotel Siti (Tengerang) dalam kurun waktu 2013-2014.

Yusuf Mansur dituding telah menggelapkan dana investor. Namun Ustaz kondang itu telah membantahnya.

Bupati Bogor Tegaskan Kerjasama Dengan Bulog Berlanjut

BOGOR DAILY – Pemerintah Kabupaten Bogor sempat bersitegang dengan Bulog Sub Dramaga, terkait pemutusan kontrak kerja sama penyaluran bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, bahwa Pemkab Bogor tetap melakukan kerjasama dengan Bulog, untuk penyaluran Bansos tahap dua.

“Pemkab Bogor sudah mengambil keputusan tetap bekerjasama dengan Gudang Bulog Dramaga, mengenai kemarin (Pemberhentian kontrak, red)) itu hanya isu,” katanya, kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Politisi PPP ini mengungkapkan bahwa bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ini tetap berupa beras.

“Bantuan sosial untuk 200 ribu keluarga penerima manfaat non DTKS ini tetap berupa beras sebesar 30 Kg perbulan dimasa pandemi Covid-19,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan pemutusan kontrak kerja sama dengan pihak Bulog Sub Dramaga. Kendati penyaluran bantuan sosial (Bansos) tahap pertama dinilai kurang baik.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, untuk Bansos tahap ke dua, Pemkab Bogor sedang mempersiapkan bekerjasama dengan BUMD yaitu Pasar Tohaga, penyaluran beras sebanyak 600 ton untuk 200.000 kartu keluarga (KK).

“Kita inginkan lewat kualitas bagus harga lebih murah, gak ke Bulog lagi. Kita gantian gak ke bulog, karena kita ingin BUMD dilibatkan,” katanya, Senin (6/7/2020) lalu. (Andi).

Mendikbud Menegaskan Orangtua Berhak Menolak Anak Sekolah Tatap Muka

BOGORDAILY – Pandemi Covid-19 membuat pembelajaran yang sedianya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Agama (Kemenag) telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyebutkan bahwa terdapat Beberapa kabupaten/kota yang merupakan zona hijau menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, dengan demikian dimungkinkan memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat. Kendati demikian, prosesnya dilakukan secara bertahap, yakni dimulai dari jenjang SMP dan SMA/SMK terlebih dahulu.

“Ini mengenai kenyamanan, mengenai kepercayaan kita kepada institusi sekolah yang bisa melakukan protokol kesehatan yang baik. Itu kuncinya,” disampaikan Nadiem melalui keterangan tulis yang diterima pada Minggu (12/7).

Kebijakan membuka sekolah kembali untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka berada di tangan kepala daerah. Selain kepala daerah, kepala sekolah dan orangtua juga punya hak untuk menentukan apakah memang sekolah tersebut sudah siap untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka kembali.

“Jadinya, sekolah-sekolah kalau mau membuka kembali pembelajaran tatap muka harus benar-benar meyakinkan semua orangtua bahwa protokol kesehatan di sekolahnya itu sudah sangat mapan,” kata Mendikbud.

Orangtua Berhak Menolak

Kemudian, lanjut Nadiem apabila ada orangtua yang merasa tidak siap jika anaknya harus kembali bersekolah maka ia berhak untuk menolak dan anak tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah. “Jadi, kita benar-benar harus memegang prinsip kebebasan memilih. Karena ini kan mengenai kesehatan masing-masing,” ujarnya.

“Menurut kami, prinsip dasar itu adalah haknya orangtua,” sambung Nadiem.

Saat ini, dikatakan Mendikbud pihaknya sedang melakukan monitoring untuk memeriksa kesiapan beberapa wilayah zona hijau yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka kembali. “Jadi harapan kami adalah pemda dan kepala dinas itu bisa benar-benar mendukung proses ini, dan tentunya Kemendikbud di sini siap mendukung dan salah satu caranya adalah tentunya sumber dayanya kita jadikan fleksibel,” tutur dia.

Dijelaskan Nadiem, Kemendikbud telah merelaksasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung sekolah menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. “BOS yang sudah sampai ke rekening sekolah itu boleh digunakan secara fleksibel untuk persiapan protokol kesehatan ini. Ini benar-benar kita berikan kebebasan anggaran bagi kepala sekolah,” ungkapnya.

Mengenai efektivitas pelaksanaan PJJ selama masa pandemi, diakui Mendikbud sangat variatif. Terdapat beberapa daerah yang dinilai cukup efektif, tetapi tidak sedikit pula yang dinilai tidak cukup efektif. Beberapa kendala dan tantangan yang ditemukan antara lain akses internet yang di beberapa daerah memang sangat sulit, terutama di daerah terluar, dan tertinggal. Kemudian dana untuk membeli kuota internet.

“Hal inilah yang membuat Kemendikbud mengizinkan penggunaan Dana BOS untuk pembelian kuota internet bagi siswa dan guru,” ujar Nadiem.

Kemudian yang ketiga adalah waktu adaptasi terhadap program PJJ masih sangat kecil sehingga banyak sekali yang terjadi adalah pemberian tugas-tugas kepada siswa yang berlipat ganda sehingga memberatkan siswa.

“Kemendikbud maupun siapapun di sistem ini sebenarnya tidak mau (dipaksa) melakukan pembelajaran jarak jauh. Kita terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh karena opsinya adalah kita tidak belajar sama sekali atau kita coba-coba biar masih ada pembelajaran yang terjadi,” terang Mendikbud.

Kata Nadiem, cukup banyak kritik terkait ketidakoptimalan pembelajaran jarak jauh yang terjadi di masa pandemi. “Itu saya seratus persen setuju dengan semua kritikan itu. Tetapi kita tidak punya opsi yang lain pada saat ini. Kita harus mencari jalan masing-masing, karena tidak ada satu platform yang cocok untuk satu sekolah,” terang Mendikbud.

Namun, selain penggunaan teknologi, Mendikbud menjelaskan bahwa kriteria kesuksesan PJJ tercermin dari meningkatnya partisipasi orang tua.

“Dari evaluasi yang dilakukan Kemendikbud, partisipasi orang tua mengakibatkan efektivitas pembelajaran jauh meningkat. Untuk para siswa yang belum memiliki akses ke internet, Kemendikbud telah meluncurkan program Belajar dari Rumah yang merupakan kolaborasi dengan TVRI,” ujarnya.