Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 8194

Keluar Masuk Jakarta Wajib Kantongi Surat Izin

BOGOR DAILY-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perketat setiap waga yang keluar-masuk Jakarta mengingat agar upaya 2 bulan ke belakang tidak sia-sia. Perketatan tersebut dilakukan dengan mewajibkan bagi setiap warga untuk memiliki surat izin bagi mereka yang akan keluar atau masuk Jakarta.

Pengajuan surat izin keluar-masuk (SIKM) Jakarta dapat diproses melalui situs coron.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan salah satu syarat seseorang bisa mendapat SIKM adalah untuk keperluan kerja di 11 sektor, yakni 1. Kesehatan; 2. Bahan pangan/makanan/minuman; 3. Energi; 4. Komunikasi dan teknologi informasi; 5. Keuangan; 6. Logistik; 7. Perhotelan; 8. Konstruksi; 9. Industri strategis; 10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan/ atau 11. Kebutuhan sehari-hari.

“Kita akan melaksanakan aturan ini dengan tegas bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan Pemprof DKI Jakarta. Menjaga perbatasan-perbatasan lebih dari 10 titik termasuk di Jabodetabek. Mereka yang tidak dapat surat izin keluar-masuk tidak boleh lewat,” kata Anies pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (25/5).

Aturan ini dilakukan, menurutnya, agar kerja keras puluhan juta orang selama 2 bulan lebih menjaga dan menurunkan tingkat penularan Covid-19 tidak sia-sia.

“Jika gelombang baru wabah Covid-19 terjadi yang menderita adalah kita semua. Ini untuk kepentingan melindungi ibu kota dari potensi gelombang kedua. Kita berharap (wabah Covid-19) melandai dan segera tuntas,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini adalah kebijakan bersama antara pemerintah pusat yang dikoordinasikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 dan pemerintah provinsi DKI Jakarta serta pemerintah di wilayah Jabodetabek.

“Ikuti aturan pemerintah seperti berdiam di rumah. Jangan hanya memikirkan diri sendiri, pikirkanlah orang banya. Kita bisa sepenuhnya kembali dalam suasana baru seperti semula dengan protokol-protokol baru,” katanya.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected] (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

PSBB Kota Bogor Diperpanjang sampai 29 Mei

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota Bogor bakal mengikuti penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat yang diperpanjang secara proporsional sampai Jumat, 29 Mei mendatang. Kebijakan ini ditempuh untuk mengisi kekosongan status setelah berakhirnya PSBB Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) pada 26 Mei.

Menurut Dedie A Rachim, untuk sementara Kota Bogor akan mengikuti penerapan PSBB tingkat Provinsi Jawa Barat di Kota Bogor sampai 29 Mei. “Untuk sementara, bila ada kekosongan akan diisi penerapan PSBB tingkat provinsi, sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Barat, yakni PSBB sampai 29 Mei,” kata Dedie.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala daerah di lima daerah di kawasan Bodebek pada Senin (25/5) untuk kemudian dikonsultasikan dengan Gubernur Jawa Barat.

Pemerintah Kota Bogor sebelumnya menerapkan PSBB tahap III, tingkat Kota Bogor, pada 13-26 Mei 2020. Penerapan PSBB Kota Bogor tahap III tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.45-340 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PSBB Dalam Penanganan COVID-19 di Kota Bogor pada 13-26 Mei 2020.

Pada perpanjangan PSBB tahap III ini, Pemerintah Kota Bogor juga menerbitkan Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 37 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan Penerapan Sanksi Pelanggaran PSBB.

Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur tentang sanksi bagi pelanggar aturan PSBB ini, sasarannya untuk menekan pelanggaran aturan PSBB, sehingga sasaran untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 lebih optimal.

Pada penerapan sanksi bagi pelanggar aturan PSBB, berjalan cukup efektif. Pada hari pertama, penerapan saksi yakni Sabtu (16/5), ada 48 orang yang diberikan sanksi karena melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang menjadi aturan PSBB.

Perubahan yang Dirasakan Deddy Corbuzier Imbas Corona

BOGORDAILY – Pandemi virus Corona mengakibatkan banyak perubahan pada kebiasaan masyarakat. Hal itu juga dirasakan oleh Deddy Corbuzier.

Salah satu kebiasaannya yang berubah adalah olahraga di gym. Hal seperti itu tak bisa diakali dengan dilakukan secara online atau virtual.

“Ya itu, buat saya yang paling signifikan gym tutup,” ujar Deddy kepada detikcom.

“Setiap hari saya kesana sekarang tutup. Bioskop tutup juga. Gym sama bioskop tutup, yang lain tutup nggak apa-apa. Bisa online. Kalau gym mau online gimana?” sambung Deddy.
Lantaran pandemi Corona, banyak juga masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. Hal itu menjadi salah satu permasalahan ekonomi yang ada saat ini.

Atas hal tersebut, Deddy pun menyampaikan pendapatnya. Ia berharap Indonesia saat ini bisa belajar untuk berdikari.

“Saya berharap Indonesia bisa berdikari sebenarnya. Ya justru ini momentum terbaik buat bangsa kita sebenarnya. Ya kita tau lagi heboh semua ya Indonesia momennya untuk berdikari,” papar Deddy.

“Kalau UMKM mikro dibesarkan kita nanti bisa mandiri tanpa bantuan negara lain. Harusnya,” tutur Deddy.

Update Korona Kota Bogor 25 Mei: Pasien Positif Covid-19 111 Orang

BOGOR DAILY – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengumumkan, total per hari Senin (25/5/2020) kasus positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 sebanyak 111 orang.

Menurutnya, dari 111 yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 41 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 Kota Bogor.

“41 orang sembuh, 15 meninggal dunia dan masih menjalani perawatan ada sebanyak 55 orang,” jelasnya.

Kata Retno, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 47. Orang Dalam Pantauan (ODP) ada 85. Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 83.

“Jadi, untuk OTG ada pengurangan enam kasus, untuk ODP ada penambahan kasus sebanyak delapan kasus, untuk PDP ada jumlah pengurangan sebanyak empat kasus,” tukasnya. (Andi).

Apa Penjelasan Jerinx Saat Ditatanya dr Tirta soal Konspirasi Corona yang Digemborkan?

BOGORDAILY – Jerinx SID kembali menjelaskan terkait dugaan adanya konspirasi di balik kasus pandemi COVID-19 di Tanah Air. Kali ini, ia pun kembali berdiskusi dengan dr Tirta di Live Instagram.

Sebelum Jerinx menjelaskan kembali konspirasi yang dimaksud, dr Tirta pun mengaku masih bingung dengan statemen tersebut.

“Konspirasi apa yang mau diangkat sama bli tentang COVID di Indonesia ini yang saya bingung dari tadi. Indonesia itu sebenarnya terlibat konspirasi apa nggak?” tanya dr Tirta kepada Jerinx, Minggu (24/5/2020).

“Kalau saya pikir beberapa elitenya ada ya terlibat,” jawab Jerinx.

“Siapa tuh? Soalnya saya nggak tahu, bisa disebutkan,” lanjut dr Tirta.

Live Instagram Jerinx dan dr Tirta (Screenshot)

Jerinx pun mulai menjelaskan dan merasa salah satu dugaan konspirasinya oleh pemegang saham bisnis. Dia membawa-bawa sosok elite global.

“Semua bisnis akan diintegrasikan menjadi digital. Jadi siapa sekarang pemain-pemain e-commerce terbesar, ya lihat sendiri. Kan pendanaan semua e-commerce kan nggak semuanya punya orang Indonesia,” tuturnya.

Baginya, ia selalu membahas konspirasi atas dasar ingin memberikan harapan kepada masyarakat. Ia juga menduga adanya konspirasi yang terjadi pada lingkar media internasional sehingga mempengaruhi informasi dan pola pikir masyarakat terkait COVID-19.

“Kalau saya membahas konspirasi itu kayak saya ingin memberi harapan penyakit ini tidak mengerikan seperti yang digembar-gemborkan,” jelasnya.

“Jadi media Internasional, mereka dimiliki oleh enam perusahaan besar dan mereka mengatur sirkulasi informasi di dunia. Nah kalau bisa mengatur itu, kamu bisa mengatur persepsi, kalau kamu bisa mengatur persepsi, kamu bisa mengatur reality. Itulah sengaja mengangkat tema konspirasi ini supaya masyarakat bisa melihat dengan kacamata yang berbeda. Jadi sekarang kan media memberi masyarakat kacamata, padahal kita sebagai masyarakat punya pilihan,” papar Jerinx.

Rayakan Idul Fitri, Gayus dan Abu Bakar Baasyir Bebas

BOGOR DAILY – Masih ingat dengan Gayus Halomoan Partahanan Tambunan atau biasa disebut Gayus Tambunan. Kini mantan pegawai negeri sipil pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Indonesia itu menjadi sorotan semua pihak.

Gayus yang merupakan pelaku korupsi dan suap mafia pajak di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Indonesia itu, mendapatkan remisi hukuman dari Menteri Hukum dan HAM RI pada remisi khusus peringatan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Mulyadi, mengatakan, jumlah warga binaan pemasyarakatan penerima remisi di Lapas Gunung Sindur ada sebanyak 588 orang.

“Iya betul, Gayus yang saat ini menjadi warga binaan di Lapas Kelas II A Gunung Sindur ini mendapatkan remisi Idul Fitri sebanyak dua bulan,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (25/5/2020).

Menurutnya, yang mendapatkan remisi di kasus terorisme juga ada yaitu, Abu Bakar Baasyir.

“Abu Bakar Baasyir juga mendapatkan remisi di Idul Fitri ini sebanyak 1,5 bulan. Dari penerima remisi khusus Idul Fitri 2020 ini ada sebanyak 18 warga binaan langsung bebas,” tuturnya.

Untuk diketahui, Abu Bakar Baasyir akan bebas dari Lapas Kelas II A Gunung Sindur pada 3 Januari 2022 nanti. Sedangkan Gayus Tambunan merupakan terpidana penggelapan pajak dan pencucian uang itu dihukum selama 30 tahun dan akan menghirup udara segar pada 27 Februari 2034 nanti. (Andi).

Yura Yunita Petik Pelajaran Ini Saat Lebaran Tanpa Kumpul Keluarga

BOGORDAILY – Musisi Yura Yunita telah mantap untuk tidak kembali ke kampung halamannya pada perayaan Lebaran tahun ini. Ia memilih untuk tetap di Jakarta demi menjalankan isolasi mandiri.

Meski begitu, Yura pun merasa kebersamaan dengan keluarga menjadi suatu hal yang sangat penting di tengah kesibukkan bekerja. Baginya kali ini Tuhan telah memberikan peringatan bahwa keluarga adalah yang paling utama.

“Kayaknya Tuhan juga punya cara sederhana untuk mengingatkan umatnya bahwa kalau kemarin-kemarin mungkin kita apalagi yang masih muda dan sangat produktif kerjanya juga jauh dari rumah. Aku kan di Jakarta sekarang dan orangtuaku di Bandung. Mungkin kalau kemarin-kemarin kita disibukkan yang benar-benar susah banget nyari waktu untuk bisa ketemu sama orangtua, karena kesibukanlah, keluar kotalah, dan ya padat banget,” ujar Yura.

Baginya, hal ini merupakan cobaan yang perlu ia hadapi. Ia dan keluarganya yang jauh dari Bandung sepakat untuk tidak kembali ke Bandung untuk merayakan Lebaran.

“Nah sekarang dikasih cobaan kayak gini, kita tetap di rumah aja tapi tenyata kita juga nggak bisa pulang ke rumah dan ada PSBB juga kan. Aku juga udah rapat sama keluarga besar bahwa aku, siapapun, dari kota manapun tidak akan ada mudik tahun ini. Jadi kita benar-benar ngerayain di rumah,” lanjut Yura.

Hikmah yang ia petik dari keadaannya saat ini adalah berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang berharga dan hal yang paling dinantikan.

“Pelajarannya adalah kali ini kita diingatkan bahwa yang namanya berkumpul dengan keluarga itu adalah hal yang berharga, hal yang sangat kita nanti-nanti, hal yang sangat kita rindukan,” ungkapnya.

“Jadi setelah ini semua udah reda dan semua udah baik-baik aja, semoga kita betul-betul bisa memanfaatkan waktu yang kita punya untuk terus bersilaturahmi dengan keluarga kita dan bisa meluangkan waktu untuk keluarga kita,” tutup Yura.

Sabu Rp410 Triliun Diungkap Polisi. Ini Dalangnya!

BOGORDAILY.net – Narkoba jenis sabu senilai Rp410 triliun berhasil dibongkar Mabes polri.

Bersama Polda Banten berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan internasional itu menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Beratnya tak tanggung-tanggung. Polri mengamankan 821 Kg narkotika jenis sabu.

Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mengapresiasi kinerja Polri itu.

Sebagai mitra kerja Polri di DPR, Trimedya mendukung penuh langkah Polri memberantas narkoba.

“Kita mengapresiasi ya, temuan segitu sangat besar yang disampaikan dalam rilis kabareskrim dan kalau kita lihat diduga nilainya Rp 410 triliun, kan itu besar sekali. Bisa dibilang setara dengan uang yang disiapkan oleh pemerintah untuk menghadapi corona ini,” kata Trimedya dalam keterangannya, Minggu (24/5/2020).

Trimedya meminta, penegakan hukum terhadap pelaku dilaksanakan dengan tegas.

Ia juga meminta Polri agar dalam pemusnahan barang bukti tak ada yang tersisa.

“Kita harus kawal penegakan hukumannya. Nah, barang bukti yang diterima itu jangan sampai ada yang tidak dimusnahkan. Karena kalau klaimnya Polri Rp 410 triliun, kan enggak main-main itu,” ujarnya.

Tak berhenti di penangkapan dua tersangka, Politikus PDI Perjuangan itu meminta Polri bisa mengungkap lebih jauh kasus tersebut.

Sebab, menurut Trimedya, kasus narkotika dari jaringan Timur Tengah tergolong jarang.

“Polri harus bisa mengungkap juga, jaringan orang Pakistan dan Yaman ini, agak surprise ini Timur Tengah jaringannya,” jelasnya.

Untuk memotivasi anggota Polri yang berprestasi, Legislator dapil Sumut II itu meminta agar Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan penghargaan (reward) kepada anggota Polri yang berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional itu.

“Patut kita acungi jempol tim yang bertugas itu, dan Kapolri perlu mempertimbangkan memberikan reward kepada mereka itu. Tentu tidak sedikit waktu tenaga bahkan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk mengungkap itu,” kata Trimedya.

Terlebih, menurut Trimedya, godaan kepada personel Polri juga pasti sangat berat.

Pasalnya, bukan tidak mungkin ada upaya berdamai yang dilakukan pelaku terhadap personel Polri.

“Karena secara matematis hukum ekonomi, untuk menyelamatkan benda barang yang segitu mahalnya bukan menutup kemungkinan pelaku-pelaku itu berupaya melakukan pendekatan terhadap aparat penegak hukum, dalam hal ini Polisi,” ungkap Trimedya.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengumumkan hasil pengungkapan kasus tersebut pada Jumat (21/5/2020) malam.

Dua tersangka Basheir Ahmad dan Adel Saeed Yaslam Awadh ditangkap di ruko yang berlokasi di Jalan Takari, Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten.

Diduga mereka adalah bagian dari kartel narkoba yang berpusat di Timur Tengah.

Kasus itu sendiri telah diselidiki sejak Desember 2019.

“Mereka mencoba menyamarkan sabu-sabu tersebut dengan buah asam kranji. Pelaku yang kami amankan inisial BA dari Pakistan dan AS dari Yaman,” kata Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (23/5/2020). (*)

Idul Fitri, Latihan Virtual Timnas Indonesia U-19 Diliburkan

BOGORDAILY – Pemusatan latihan virtual Timnas Indonesia U-19 rehat sejenak selama libur lebaran. Aktivitas akan kembali dimulai pada, Senin (25/5/2020).

Timnas Indonesia U-19 sudah menjalani latihan virtual secara rutin sejak 14 Mei lalu. Ini adalah agenda pengganti pemusatan latihan yang tertunda akibat pandemi virus corona.

Agenda ini sementara rehat karena libur lebaran. Sutan Diego Zico cs diberikan kesempatan berkumpul bersama keluarga selama tiga hari pada 23-25 Mei.

“Pemain akan kembali berlatih pada 26 Mei mendatang dengan waktu latihan menjadi pagi hari,” kata Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto, dikutip dari laman resmi PSSI.

“Karena sebelumnya hampir semua pemain menjalankan ibadah puasa, jadi kami melakukan latihan virtual pada malam hari,” ujar Nova menambahkan.

Ada 44 pemain yang mengikuti latihan virtual pada kesempatan sebelumnya. Persija Jakarta jadi klub penyumbang pemain terbanyak dengan jumlah 5 pemain.

Manajer-pelatih Timnas Indonesia bersama para stafnya saat ini masih berada di Korea Selatan sejak mereka pulang pada awal April lalu. Pemusatan latihan digelar sebagai persiapan menyambut Piala Asia U-19 2020 yang akan digelar mulai 14 Oktober mendatang.

AFC dikabarkan belum punya niatan untuk menunda ajang yang akan digelar di Uzbekistan ini. Pelaksana Tugas (Plt) PSSI, Yunus Nusi, juga mengatakan bahwa AFC masih memprioritaskan Piala Asia U-19 mendatang digelar sesuai rencana.

Potong Rambut, Berbaju Merah, Habib Bahar sampaikan Pesan di Balik Lapas Nusakambangan

BOGORDAILY.net – Habib Bahar bin Smith menyampaikan pesan melalui pesan video dari lapas Nusakambangan.

Dia muncul dengan tampilan baru, rambut pirangnya yang panjang dipotong. Dia muncul berbaju merah dengan tutup kepala dengan warna yang sama.p

Habib Bahar bin Smith juga meluruskan isu dirinya dipukuli oleh petugas lembaga lembaga pemasyarakatan Nusakambangan dan rambutnya dipotong usai ditangkap kembali pada Selasa (19/5).

https://www.instagram.com/tv/CAm_wfhHJdg/?igshid=46unaouwkx8j

Dalam video itu, Bahar menyampaikan bahwa dirinya dalam keadaan sehat sejak ditangkap dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat kemudian dipindahkan ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah hingga saat ini.

Bahar menyatakan petugas lapas memperlakukan dirinya dengan baik, serta sesuai dengan standar operasional prosedur atau (SOP). Dia memastikan tidak ada insiden pemukulan yang dialami hingga menyebabkan dirinya terluka.

“Tidak ada seperti ada kabar di luar sana bahwa saya dipukuli, saya bonyok-bonyok, saya diginiin, tidak ada itu,” kata Bahar.

Bahar mengatakan keluarganya mengetahui bahwa dirinya akan melakukan perlawanan bila tindak pemukulan tersebut benar-benar terjadi. Bahar pun mengibaratkan dirinya seperti bola karet yang tidak bisa menunduk bila mendapatkan tekanan.

“Saya ini orangnya seperti bola karet, semakin dipencet, semakin ditekan, bukan semakin menunduk, tapi semakin saya jadi,” katanya.

Bahar memastikan seluruh petugas lapas bersikap baik dan berbicara dengan lembut selama ini. Dia mengaku membalas perlakuan yang positif dari para petugas lapas itu dengan bersikap lebih baik.

“Petugas baik semua kepada saya, tidak ada memukul, semua bicara baik, bicara bagus, bicara lembut. Saya sebagai warga binaan yang baik ketika petugas baik kepada saya, maka saya berlaku lebih baik, saya lebih nurut. Ketika diperlakukan lembut, saya lebih lembut lagi,” kata Bahar.

“Tapi kalau saya diperlakukan buruk dari awal, maka saya akan lebih jahat dan lebih buruk lagi, kenapa tidak,” katanya.

Petugas bersenjata berjaga di area dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jateng, Senin (25/7).

Lebih jauh, Bahar menceritakan soal rambut panjangnya yang sudah dipotong saat ini. Menurutnya, hal itu dilakukan karena SOP di Laps Kelas I Nusakambangan menyatakan bahwa rambut setiap narapidana baru harus dipotong.

“Masalah rambut, sesuai SOP di Nusakambangan ini bahwasanya warga binaan baru dipotong rambutnya. Saya sebagai warga binaan yang taat dan patuh aturan maka saya bersedia rambut saya dipotong, tanpa ada paksaan siapapun. Tidak ada yang bisa paksa saya,” tutur Bahar.

Bahar bin Smith sebelumnya mendapat bebas bersyarat dari Lapas Pondok Rajeg pada 16 Mei. Dia bebas melalui program asilmilasi atas hukuman tiga tahun penjara dalam kasus penganiayaan terhadap dua remaja.

Bahar saat bebas langsung menuju kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin kawasan Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedatangannya disambut banyak orang. Terutama para santri yang selama ini menuntut ilmu di pondok pesantrennya.

Mereka yang menyambut Bahar tidak mematuhi imbauan physical distancing di tengah pandemi virus corona. Tidak ada yang menjaga jarak satu sama lain. Dia sempat menyampaikan ceramah di hadapan lautan massa.

Berselang hari kemudian, Bahar kembali dijebloskan ke penjara.(*)