Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8286

Bupati Bogor Beberkan Kronologis Satu Keluarga Terjangkit Korona di Cileungsi

0

BOGORDAILY.net – Bupati Bogor, Ade Yasin, menjelaskan kronologis atas beredarnya video satu keluarga di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menjelaskan bahwa suami, sekaligus ayah dari istri dan dua anak di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang positif terinfeksi Virus Korona itu, bekerja di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, DKI Jakarta.

“Awal kejadiannya ketika bapaknya pulang dari tempat kerjanya di RS Wisma Atlet 14 April, tiga jam kemudian anaknya merasakan panas dan kepalanya sakit, suhunya ada sekitar 40 derajat celcius,” katanya kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Meski begitu, dari hasil pemeriksaan laboratorium, sang suami tidak tertular alias negatif Virus Korona, meski istri dan dua anaknya yang usia empat tahun dan delapan tahun positif.

“Anaknya ini ada tiga, yang pertama usia delapan tahun positif, anak yang kedua negatif, anak yang terakhir yang empat tahun itu positif, ayahnya negatif,” jelas Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid- 19 Kabupaten Bogor ini.

Ia menjelaskan, pada pagi hari tanggal 15 April 2020 kedua anaknya sempat dilarikan ke rumah sakit, kemudian ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Kemudian, pada tanggal 18 April 2020, ibunya juga mengeluhkan sakit, sehingga memutuskan untuk periksa swab.

“Tanggal 20 april hasil lab dari Rumah Sakit Polri bahwa ibu tersebut beserta dua anaknya positif Korona,” tukasnya. (Andi).

Masih Keliaran, Empat Begal di Bogor Diburu Polisi se Bogor

0

BOGORDAILY.net – Aksi begal di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor terus jadi perburuan polisi.

Polisi belum berhasil menangkap para pelaku begal itu. jajaran polisi pun masih mengejar para pelaku.

Tim yang diterjunkan pun berlapis, Polsek dan Polres Bogor bergabung memburu empat begal yang masih keliaran itu.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Ade Yusuf, mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus mengejar pelaku penyekapan dan perampokan di Minimarket diwilayah Kecamatan Pamijahan tersebut.

“Kita sampai saat ini terus melakukan pengejaran kepada pelaku penyekapan dan perampokan di Pamijahan dibantu oleh Polres Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (26/4/2020).

Ade sapaan akrabnya ini berjanji, dengan dibantu oleh Polres Bogor diharapkan dapat memudahkan penangkapan perampokan yang dilakukan oleh empat pelaku tersebut.

“Secepatnya, doakan saja,” tukasnya.

Untuk diketahui, aksi itu berawal saat dua pegawai minimarket, Dimas (29) dan Rita (21), tengah bersiap-siap menutup pintu toko sesuai aturan jam operasional Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor.

Kondisi pintu rolling door sudah akan tutup, masih dibuka sedikit. Saat Rita tengah melayani customer, tiba-tiba empat perampok masuk. Merekapun langsung menodongkan senjata tajam.

“Iya benar (perampokan), jadi pintu sedikit terbuka. Dua pegawai ini sedang bersiap-siap untuk merapikan laporan sales penjualan. Tiba-tiba datang 4 orang membawa sajam,” ucap Kapolsek Cibungbulang, Kompol Ade Yusuf, Selasa (21/4/2020) lalu.

Kedua pegawai itu langsung disekap, dipaksa untuk membuka brankas. Uang yang ada di brankas kasir hasil penjualan barang senilai Rp25 juta ludes digondol perampok tersebut.

Seusai menggasak uang di brankas dan laci kasir, ketiga korban disekap di toilet. Ketiganya berhasil ditolong saat ada anak kecil yang ingin berbelanja ke minimarket. (Andi).

Ini Pernyataan Polisi soal Perburuan Begal di Bogor

0

BOGORDAILY.net – Polsek Cibungbulang saat ini terus melakukan pengejaran, terhadap pelaku penyekapan dan perampokan di salah satu Minimarket di Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Ade Yusuf, mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus mengejar pelaku penyekapan dan perampokan di Minimarket di wilayah Kecamatan Pamijahan tersebut.

“Kita sampai saat ini terus melakukan pengejaran kepada pelaku penyekapan dan perampokan di Pamijahan dibantu oleh Polres Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, Minggu (26/4/2020).

Ade -sapaan akrabnya- ini berjanji, dengan dibantu oleh Polres Bogor diharapkan dapat memudahkan penangkapan perampokan yang dilakukan oleh empat pelaku tersebut.

“Secepatnya, doakan saja,” tukasnya.

Untuk diketahui, aksi itu berawal saat dua pegawai minimarket, Dimas (29) dan Rita (21), tengah bersiap-siap menutup pintu toko sesuai aturan jam operasional Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor.

Kondisi pintu rolling door sudah akan tutup, masih dibuka sedikit. Saat Rita tengah melayani customer, tiba-tiba empat perampok masuk. Merekapun langsung menodongkan senjata tajam.

“Iya benar (perampokan), jadi pintu sedikit terbuka. Dua pegawai ini sedang bersiap-siap untuk merapikan laporan sales penjualan. Tiba-tiba datang 4 orang membawa sajam,” ucap Kapolsek Cibungbulang, Kompol Ade Yusuf, Selasa (21/4/2020) lalu.

Kedua pegawai itu langsung disekap, dipaksa untuk membuka brankas. Uang yang ada di brankas kasir hasil penjualan barang senilai Rp25 juta ludes digondol perampok tersebut.

Seusai menggasak uang di brankas dan laci kasir, ketiga korban disekap di toilet. Ketiganya berhasil ditolong saat ada anak kecil yang ingin berbelanja ke minimarket. (Andi).

Siapa Saja yang Bisa Ambil Beras di ATM Beras? Ini penjelasan Pangdam Siliwangi

0

BOGORDAILY.net – Pangdam Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, mengungkapkan, ATM Pertanian Sikomandan di Jawa Barat (Jabar) saat ini baru ada di dua daerah, yaitu Kodim 0606/Kota Bogor dam Kodim 0621/Kabupaten Bogor.

Pangdam mengatakan, di Jawa Barat baru dua kodim yang mempunyai ATM Beras Sikomandan yaitu, di wilayah Bogor. Sedangkan, untuk di wilayah Kota Depok dan Kabupaten/Kota Bekasi itu diluncurkan oleh Kodam Jaya.

“Kalau di Jawa Barat itu ada dua kota dan kabupaten Bogor. Karena, menurut pak Menteri Pertanian, program ini baru permulaan saja,” katanya kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, bantuan beras dari ATM Sikomandan ini dikhususkan bagi masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Jawa Barat, dan Daerah Kabupaten/Kota.

“Kita prioritaskan beras ini untuk masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan dari itu (Pemerintah.red), baru bisa mendapatkan bantuan ini. Intinya yang terkena dampak Covid-19 ini,” jelasnya.

Masih kata Mayjen TNI Nugroho, mengenai penambahan kembali ATM Sikomandan di Kota dan Kabupaten Bogor itu akan dikembalikan kembali kepada KASAD dan Menteri Pertanian.

“Kita kembalikan itu kepada pak KASAD dan pak menteri, apakah akan di tambah lagi atau tidak,” tukasnya. (Andi).

Perkenalkan!! ATM Beras di Bogor Mampu Salurkan 1,5 kg/hari untuk 1000 Orang

0

BOGORDAILY.net – Program ATM beras resmi diluncurkan di beberapa titik di Jabodetabek. Seperti di Kodim 0621/Kabupaten Bogor yang baru mulai beroperasi dan langsung dipantau Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul -sapaan akrabnya- ini mengatakan, peluncuran mesin yang dinamakan ATM Pertanian Sikomandan itu bisa menyediakan 1,5 ton beras untuk 1.000 orang per harinya. Sehingga, per orang bisa memperoleh 1,5 kg beras secara cuma-cuma.

“Bantuan ini kami berikan dengan mesin ATM, disebutnya ATM Pertanian Sikomandan, warga yang mendapat bantuan silahkan datang ke Kodim untuk mengambil beras lewat ATM,” katanya kepada wartawan, ketika ditemui di Makodim 0621/Kabupaten Bogor, Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, kehadirannya di Kodim 0621 itu bertujuan untuk memastikan bahwa rencana, yang dirancang oleh KASAD bersama Menteri Pertanian ini berjalan dengan lancar.

“Saya hanya memastikan bahwa rencana yang dirancang KASAD dalam upaya memberikan dukungan di wilayah, khususnya wilayah terdampak Covid-19 yang belum tersentuh pemerintah bisa terbantu dengan adanya mesin ini,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ATM Pertanian Sikomandan ini baru diluncurkan dibeberapa kodim. Karena, program tersebut merupakan program percobaan TNI dan Kementerian Pertanian.

“ATM ini hanya dua bulan saja ada di kodim yang sudah disediakan. Kita tidak menjual nama atau politik, ini hasil dari TNI tanpa ada politik, karena TNI selalu hadir untuk masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Fatimah (64), sangat berterimakasih kepada TNI yang selalu hadir ketika masyarakat sedang kesusahan.

“Terimakasih kepada TNI, walaupun saya dengan keadaan seperti ini (susah jalan.red), akan tetapi dengan bantuan anak saya, saya bisa mengambil bantuan ini, ini sangat membantu sekali bagi kami,” tukasnya. (Andi)

BELAJAR DARI VIETNAM

Oleh : Hj Ade Yasin, SH, MH

Para ahli mengatakan, corona atau Covid-19 di Indonesia akan selesai pada Juni 2020. Presiden Jokowi juga melandaskan perkiraannya pada perhitungan ini. Tetapi, hal itu belum menjadi jaminan.

Ada syaratnya, yakni kepatuhan atau disiplin masyarakat dalam menjalankan semua imbauan pemerintah sebagaimana diatur dalam Pembatasan Sosial Berskala besar atau PSBB, yang pada intinya mengimbau masyarakat tinggal di rumah, diam di rumah.

Imbaun diam di rumah, tinggal di rumah sebagai senjata melawan corona bukan isapan jempol. Contohnya di Vietnam. Vietnam saat ini sudah terbebas dari pandemi corona atau Covid-19. Negara itu bahkan menjadi buah bibir warga dunia karena berhasil menangani corona tanpa ada satu pun yang meninggal.

Kondisinya sangat berbeda dengan Amerika Serikat atau Italia yang sampai saat ini masih terus bergulat dengan corona.
Bagaimana cara Vietnam mengalahkan corona?

Kebijakan pemerintahnya sama dengan kebijakan Pemerintah Amerika atau Italia dan banyak negara lain, yakni lockdown.

Mengapa Vietnam berhasil di Amerika atau Italia tidak? Pada titik ini kita perlu dan harus belajar dari Vietnam. Warga Vietnam itu patuh dan disiplin pada imbauan atau aturan yang dikeluarkan pemerintahnya.

Ketika pemerintahnya memberlakukan kebijakan lockdown secara nasional, semua menurut. Sebanyak hampir 100 juta penduduk Vietnam tidak pergi ke luar rumah kecuali untuk membeli kebutuhan makan dan medis.

Sementara di Amerika atau Italia sebagaimana terlihat dalam video yang pernah sangat viral, warganya tetap keluar rumah. Kondisinya sama juga dengan di Indonesia. Walau ada PSBB, jalanan masih ramai, kerumunan masih banyak, dan lain sebagainya.

Pengalaman Vietnam jelas, bahwa kunci melawan corona bukan pada status ekonomi kaya miskinnya sebuah negara, atau status modern atau tidaknya suatu negara, atau status tinggi rendahnya capaian teknologi suatu negara.

Kuncinya adalah kemampuan bersikap secara tepat, yakni kepatuhan atau disiplin untuk tinggal di rumah, diam di rumah.(*)

Update Covid-19 Kota Bogor, Bertambah 1 Positif Korona, Total Ada 76 Orang

0

BOGOR DAILY – Jumlah kasus positif terpapar Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bogor kembali bertambah. Dari total sebelumnya 75 pasien positif kali ini bertambah satu menjadi 76 terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itupun diungkapkan oleh juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno, dalam keterangan yang diterima Bogordaily.net, Minggu (26/4/2020).

“Kali ini kembali terkonfirmasi positif di Kota Bogor, dan saat ini sedang melakukan isolasi di RS rujukan jadi sekarang ada 56 orang, dan sudah sembuh tujuh orang,” katanya.

Retno yang juga sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor ini menjelaskan, untuk data Orang Dalam Pantauan (ODP) ada sebanyak 1051 orang, 859 orang sudah selesai ditangani, dan 192 orang masih dalam pantauan.

Sedangkan, untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di semua RS yang ditunjuk untuk penanganan Covid-19 ini ada sebanyak 163 pasien, 51 pasien sudah selesai ditangani dan 83 masih dalam pengawasan.

“Yang PDP meninggal saat ini ada 29 orang, semuanya itu kita masih menunggu hasilnya Swab dari Litbankes Kemenkes RI, apakah dinyatakan positif atau tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk pasien positif Covid-19 di Kota Bogor yang dirawat di rumah sakit telah mendapat penaganan yang baik, dan pasien tetap bisa berkomunikasi menggunakan telepon seluler untuk menyampaikan kondisinya.

“Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) ada sebanyak 119 orang, 32 selesai, dan 87 masih dalam pemantauan,” tukasnya. (Andi).

Kabupaten Bogor dan Pemilu Lokal 2022

Oleh Ketua KPUD Kabupaten Bogor
Ummi Wahyuni

BOGOR DAILY – Kabupaten Bogor merupakan kabupaten dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) terbesar untuk tingkatan kabupaten atau kota di Indonesia. Bahkan menduduki urutan ke 14 untuk tingkatan Provinsi.

Pelaksanaan pilkada serentak 2018 Kabupaten Bogor terdiri dari 7635 TPS dan 15.000 TPS pada Pemilu 2019 yang tersebar di 40 kecamatan dan 435 desa/kelurahan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, mengatakan, Kabupaten Bogor pada semua pelaksanaan pesta demokrasi baik Pilkada maupun Pemilu selalu memiliki tantangan lebih besar dibandingkan daerah lain.

Dengan jumlah pemilih yang besar sangat berpengaruh kepada jumlah logistik juga. Sehingga, sangat memerlukan perlakuan lebih intens dibandingkan daerah lain dalam hakl manajemen logistiknya.

Selain itu, dilihat dari kontestasi peserta pada saat Pilkada maupun saat pemilu menjadikan tantangan tersendiri, ketika berbicara tentang daerah pemilihan di Kabupaten Bogor menjadi sangatlah seksi dikarenakan hanya Kabupaten Bogor saja untuk tingkatan sebuah Kabupaten atau Kota yang memiki daerah pemilihan sendiri untuk tingkatan daerah pemilihan DPR RI maupun DPRD Provinsi.

Begitupun lanjut Ummi sapaan akrabnya, ketika dilihat dari peserta dalam kontestasi Pemilu 2019 hampir semua partai peserta Pemilu megirimkan utusan terbaiknya bahkan hampir semua tokoh nasional, sehingga ini menjadi salah satu faktor juga yang mengakibatkan suhu politik di Kabupaten Bogor sedikit lebih hangat dibandingkan daerah lain.

Seperti dilihat dari Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal, Ummi menjelaskan. Beberapa waktu ini mulai banyak dibicarakan tentang Rancangan Undang – Undang Pemilu yang telah beredar di masyarakan bahkan rancangan naskah akademisnya sudah banyak tersebar dan bisa kita akses untuk menjadi bahan masukan saat Prolegnas DPR RI.

Adanya konsep Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal didasari akan putusan MK No.55/PUU-XVII/2019 alternatif ke empat yakni ‘Pemilihan umum serentak Nasional untuk memilih Anggota DPR, DPD, Presiden atau Wakil Presiden dan beberapa waktu setelahnya dilaksanakan Pemilihan umum serental lokal untuk memilih anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, Pemilihan Gubernur dan Bupati/Walikota’

Melihat konsep Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal dalam rancangan Undang-Undang Pemilu, wanita yang mempunyai dua anak ini mengungungkapkan, dapat dilihat di pasal 4 dan Pasal 5 yang menyatakan bahwasannya Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal diselenggarakan setiap 5 tahun sekali, Pemilu Nasional diselenggarakan 3 tahun setelah diselenggarakannya Pemilu Daerah dan Pemilu lokal diselenggarakan 2 tahun setelah diselenggarannya Pemilu Nasional.

Pemilu Nasional dan Pemilu lokal pada dasarnya masih menggunakan prinsip dari gabungan undang-Undang Pemilu (UU No7 Tahun 2017) dan Undang-Undang Pilkada (UU No 10 Tahun 2016). Hanya saja penggunaan Istilah Pemilu dan Pilkada berubah menjadi Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal.

Waktu pelaksanaan Pemilu Nasional dan Pemilu lokal dalam rancangan Undang-Undang Pemilu di pasal 717 sampai dengan pasal 719 mengatur tentang pelaksanaannya yaitu, Pemilu Nasional pertama diselenggarakan pada tahun 2024 sedangkan Pemilu lokal pertama diselenggarakan pada tahun 2022.

Dalam rancangan Undang-Undang Pemilu ini juga merubah penggunaan istilah Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kabupaten Kota seperti yang tertuang dalam UU No 10 tahun 2016 menjadi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Kota, dengan disertai juga kewenangan yang lebih berbeda.

Kabupaten Bogor dan Pemilu Lokal 2022 Kabupaten Bogor telah bersama kita ketahui bahwasannya telah melaksanakan Pilkada serentak yaitu pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati pada tanggal 17 September 2018 sedangkan Pemilu serentak pada tanggal 24 April 2019.

Melihat waktu pelaksanaan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal, yang akan di rancangan Undang-Undang Pemilu bahwasannya pemilu Lokal pertama akan dilaksanakan pada tahun 2022, untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah masa jabatan hasil Pilkada Serentak 2015, masa jabatan hasil Pilkada Serentak 2017 dan masa jabatan hasil Pilkada Serentak 2018.

Dan akhir Masa Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bogor akan berakhir di tanggal 30 Desember 2023 karena termasuk dalam hasil Pilkada serentak 2018. Rancangan Undang-Undang Pemilu dalam Pasal 718 Ayat 6 berbunyi ‘Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota yang tidak sampai satu periode Akibat penentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diberikan kompensasi uang sebesar gaji pokok dikalikan jumlah bulan yang tersisa serta mendapatkan hak pensiun untuk satu periode’.

Kompensasi pemotongan jabatan ini untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil pilkada serentak 2018. Karena, seharusnya menjabat sampai 2023, namun karena adanya Pemilu Lokal dipotong 1 tahun. Apabila penerapan Undang-Undang Pemilu diterapkan akan berlaku juga di Kabupaten Bogor.

Kompensasi pemotongan jabatan untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota hasil Pemilu 2019 yang seharusnya berahir di 2024, namun karena adanya Pemilu lokal 2022 maka akan sama diberikan kompensasi berupa gaji dan uang pensiun. Hal ini dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu diatur di Pasal 718 Ayat 7.

Perlunya Kepastian Hukum Melihat 3 opsi pelaksanaan Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu yaitu Opsi pertama Pemilu nasional dimulai Juni tahun 2024 dan Pemilu lokal dimulai Juni tahun 2022, sedangkan Opsi kedua yaitu Pemilu Nasional dimulai Juni tahun 2024 dan Pemilu lokal di tahun 2026 serta Opsi ketiga yaitu Pemilu Nasional dimulai Juni Tahun 2024 dan Pemilu lokal dimulai Juni Tahun 2024.

Apapun pilihan opsi pelaksanaan Pemilu nasional dan Pemilu lokal sagatlah dibutuhkan kepastian hukum yang segera. Karena erat kaitannya dengan tahapan yang akan dilalui olek penyenggara Pemilu. Ketika berbicara pelaksanaan Pemilu bukan haya berkaitan dengan pelaksaan hari H saja namun ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan.

Hal yang terpenting lagi mengapa kepastian hukum sangat diperlukan karena terkait dengan prencanaan anggaran. Untuk Kabupaten Bogor dengan besarnya jumlah Pemilih sangatlah erat kaitannya juga dengan Kebutuhan Anggarannya.

Besar Anggaran yang dibutukan saat pelaksanaan ini juga harus dapat segera disinergikan dengab Pemerintah Daerah. Karena, erat kaitannya dengan kesanggupan penyediaan anggaran. Apabila cepat ada kepastian hukum akan mempermudah dalam perencanaan anggaran.

Hal yang sangat perlu ditindak lanjuti selain terkait dengan perencanaan anggaran yaitu mekanisme pengaturan alokasi penyediaan anggaran apakah bersumber dari APBD Saja atau dapat dikombinasikan dengan Anggaran APBN memgingat jumlah anggaran yang tidak sedikit dalam pelaksanaannya.

Semoga segera ada kepastian hukum terkait hal ini, demi menjaga hak dasar masyarakat dalam berdemokrasi dan mewujudkan Pemilu yang sesuai dengan aturan yang berlaku. (Andi).

Bocah 5 Bulan Asal Kecamatan Tamansari Positif Korona

BOGOR DAILY – Bocah usia lima bulan asal Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dinyatakan terinfeksi virus Korona atau Covid-19. Hal itupun diungkapkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah.

Syarifah sapaan akrabnya yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daeran (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor ini mengatakan, pihaknya baru mengetahui bocah jenis kelamin laki-laki usia lima bulan itu terkonfirmasi positif pada Sabtu (25/4/2020) malam.

“Kita baru tahu semalam positifnya. Jadi, saat ini kita sedang melakukan Tracking terlebih dahulu dan orang tua keluarga juga dilakukan pengecekan,” katanya kepada wartawan, Minggu (26/4/2020).

Ia menjelaskan, keluarga dari bocah itu juga nantinya akan dilakukan pengecekan dengan Rapid Tes terlebih dahulu, apakah positif atau tidak. Jika terindikasi nanti merujuk ke positif maka akan dilakukan cek Swab.

“Kita akan lakukan pengecekan bagi keluarga bayi itu, kalau ada indikasi merujuk positif maka kita akan Swab,” jelasnya.

Sekedar diketahui, jumlah kasus positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 di Kecamatan Gunung Putri sebanyak 23 orang. Lonjakan kasus itupun melebihi dari Kecamatan Cibinong yang saat ini berjumlah 16 orang terpapar Virus Korona.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiyah, mengatakan, untuk data yang terkonfirmasi masuk jumlah kasus positif di Kecamatan Gunung Putri melonjak drastis.

“Paling banyak saat ini Kecamatan Gunung Putri dengan total 23 orang yang positif Covid-19,” katanya kepada Bogordaily.net, Jumat (24/4/2020), kemarin.

Syarifah sapaan akrabnya ini mengungkapkan, untuk kasus kedua terbanyak terpapar Virus Korona yaitu di Kecamatan Cileungsi dengan total 17 orang, dan kasus ketiga terbanyak yaitu di Kecamatan Cibinong dengan total 16 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojong Gede sebanyak 15 orang, kemudian Kecamatan Kemang dan Ciampea, Babakan Madang sebanyak empat orang, untuk di Kecamatan Citeureup, Gunung Sindur ada sebanyak tiga orang.

Akan tetapi, di Kecamatan Tajurhalang, Ciomas, Parung Panjang, Tamansari ada sebanyak dua orang. Sedangkan, di Kecamatan Ciseeng, Ciawi, dan Leuwisadeng ada sebanyak satu orang. (Andi).

Asyanti Rozana Thalib Kecam Oknum Yang Potong Bansos Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

0

BOGOR DAILY – Adanya informasi bahwa bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat terkena dampak Covid-19 di Jawa Barat dipotong oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, ditanggapi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP, Asyanti Rozana Thalib.

“Saya geram ada laporan bahwa bansos bagi masyarakat terkena dampak Covid-19 dan warga miskin, dipotong oleh oknum. Saya akan turun langsung pokoknya khusunya di dapil saya (Kabupaten Bogor),” katanya kepada Bogordaily.net, Sabtu (25/4/2020).

Asyanti sapaannya mengecam, kepada oknum yang berani memotong bansos baik itu dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jabar dan Daerah.

“Saya minta masyarakat juga aktif, jika memang benar terjadi adanya pemotongan, bisa langsung laporkan ke DPRD Provinsi Jawa Barat, atau kepala daerah masing-masing, saya juga akan pantau penyalurannya juga,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini DPRD dan Pemprov Jabar sedang membahas mengenai bansos yang akan diterima masyarakat terdampak Covid-19.

“Walaupun bantuan belum merata, akan tetapi secara bertahap didistribusikan nantinya. Karena, Pemprov Jabar saat ini menyiapkan kekurangan logistik. Guna memenuhi kuota bantuan,” tukasnya. (Andi).