Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8386

Bikin Hand Sanitizer Sendiri, Pemkot Surabaya akan Membagikan ke Masyarakat

BOGORDAILY – Kelangkaan hand sanitizer di pasaran membuat Pemkot Surabaya membuat secara mandiri. Ini untuk meminimalisir penularan virus dan bakteri atau virus corona. Hand sanitizer itu akan dibagikan gratis ke masyarakat.

Hand sanitizer itu diciptakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Pembuatan hand sanitizer itu dilakukan untuk mengatasi kelangkaan produk antiseptik yang saat ini langka di pasaran.

Kadinkes Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan pihaknya telah memproduksi 875 liter cairan hand sanitizer. Pembuatan hand sanitizer dilakukan RSUD dr Soewandhi oleh tim ahli farmasi sejak awal Maret. Dan sudah berkoordinasi dengan BPOM.

“Waktu itu awal produksinya 50 liter, terus nambah 100 liter dan 200 liter. Ini 875 liter,” kata kadinkes di Balai Kota Surabaya, Selasa (17/3/2020).

Rencananya hand sanitizer akan dibagikan untuk fasilitas umum dan di lingkungan Pemkot Surabaya. Selain itu, hand sanitizer ini tidak diperjualbelikan dan diberikan secara gratis.

“Ini akan dibagikan kepada yang membutuhkan secara gratis. Tadi dibagikan terminal, stasiun, bus-bus, rencana ojol dan Damri,” tambahnya.

Sementara komposisi yang digunakan untuk membuat hand sanitizer yakni alkohol 96 persen, H20 sebanyak 3 persen, Glycerol, dan Aquadest Ad. Komposisi hand sanitizer ini sesuai dengan formula yang direkomendasi oleh WHO.

“Sesuai dengan WHO dan kita sudah uji klinis tidak ada virus dan bakteri,” ujar Febri.

Liga 1 Disetop Sementara, Persela akan Benahi Organisasi Permainan

0

BOGORDAILY – Shopee Liga 1 2020 ditangguhkan dua pekan karena virus Corona. Persela Lamongan memanfaatkannya untuk membenahi organisasi permainan.

Liburnya kompetisi Shopee Liga 1 2020 selama dua pekan karena virus corona, tidak membuat Persela Lamongan meliburkan seluruh pemainnya. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu memilih untuk tetap menggelar latihan rutin sesuai dengan program latihan yang telah disusun tim pelatih.

“Sampai hari ini kita tetap latihan, karena liga kan hanya ditunda dua minggu, berarti jadwal setelah dua minggu kan pasti ada. Nah nanti kalau misalnya liga ini diberhentikan, baru kita berpikir yang lain,” kata pelatih Persela, Nilmaizar, Senin (16/3/2020).

Selama sepekan ke depan, menu latihan yang diberikan akan lebih difokuskan untuk memperbaiki organisasi permainan. Buruknya organisasi permainan memang diakui Nil Maizar menjadi salah satu penyebab jebloknya performa Persela dalam 3 laga awal Liga 1 musim ini.

“Jadi dalam satu minggu ini bagaimana organisasi bertahan, organisasi menyerang, Organisasi bertahan dan menyerang ini kan banyak yang tidak pas. Sehingga dari 8 gol itu kan tercipta di area penalti aja, baik awan Bandung, lawan Semarang, lawan Borneo itu juga sama. Kadang lawan satu, kita 4, berarti kan organisasinya yang kurang begitu bagus,” ungkap Nilmaizar.

Liga 1 Disetop Sementara, Persela Benahi Organisasi Permainan

Selain membenahi organisasi permainan, Nil Maizar juga memberikan latihan tambahan berupa fitnes, untuk menjaga kebugaran fisik pemain Persela selama libur Liga 1 2020 karena virus corona tersebut. “Kita maintenance kondisi aja, ada sedikit meningkatkan kekuatan otot, terus kita jaga supaya kekuatan tidak menurun,” pungkasnya.

Forum Kebangsaan Bogor Raya Ajak Masyarakat Bangun Perdamaian dan Toleransi

0

BOGOR DAILY – Di tengah kesiagaan nasional melawan penyebaran virus corona (Covid-19), Kabupaten Bogor juga menghadapi ancaman serius lainnya, yaitu intoleransi.

Intensitas kelompok intoleran semakin tinggi, terutama dalam melarang aktivitas keagamaan atau keyakinan tertentu, seperti pendirian rumah ibadah dan ibadah lainnya.

Situasi tersebut mendorong Forum Kebangsaan Bogor Raya menggagas kegiatan bersama dengan nama Ngariung KebangsaanLIp yang bertempat di Yayasan Satu Keadilan (YSK), Senin, 16 Maret 2020.

Beberapa tokoh nasional yang berkesempatan hadir memberikan pandangan serta semangat membangun perdamaian di Indonesia terkhusus di Kabupaten Bogor.

“Kelompok intoleran di Kabupaten Bogor hanya kurang paham tentang sejarah terbentuknya negeri ini. Indonesia Darussalam. Jadi saya himbau rekan-rekan ormas di sini merangkul dan membangun dialog damai dengan mereka,” ujar Zuhairi Misrawi (Gus Mis).

Dalam kesempatan yang sama, KH Nuril Arifin Hussein (Gus Nuril) menekankan pentingnya masyarakat memiliki inisiatif sendiri membangun perdamaian dan toleransi, tidak hanya bergantung kepada negara. Intoleransi harus dilawan karena akan membuat kacau kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mereka yang menolak sana-sini itu perlu dilawan dengan rasionalisasi. Jangan mereka gagal paham sejarah. Intoleransi berasal dari luar Indonesia. Inisiatif perlu dibangun, tidak hanya mengharapkan kehadiran negara, itu sulit,” tegasnya.

Sebagai tuan rumah kegiatan, Ketua YSK, Sugeng Teguh Santoso mengingatkan pemerintah untuk memberikan jaminan setara terhadap semua warga negara untuk meyakini agama atau kepercayaan serta beribadah sesuai keyakinannya tersebut.

“Saya mengingatkan, Pemerintah Pusat dan Kabupaten Bogor agar serius menegakkan konstitusi dengan cara melindungi segenap warganya, baik memeluk agama atau kepercayaan serta beribadah sesuai keyakinannya tersebut. Tidak melakukan diskriminasi apalagi larangan,” tutupnya.

Ngariung Kebangsaan didukung oleh berbagai organisasi masyarakat di Kabupaten Bogor, seperti Pemuda Pancasila (PP), Komite Pemuda Peduli Rakyat Kecil (KPPRK), Patriot Garda NKRI (PGN), KNPI, Banser NU, serta tokoh alim ulama.

Dalam kegiatan juga diisi pertunjukkan kebudayaan dengan menampilkan Barongsai Mutiara Timur Cibinong, Pencak Silat, Seniman Sunda Wiwitan, Hubbul Wathon dan Hadroh

ASN di Kabupaten Bogor Tetap Ngantor

BOGOR DAILY – Sekretaris Daerah (Srkda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengungkapkan, bahwa Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tetap ngantor.

Walaupun Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan seluruh ASN menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah.

“Kita masih kerja seperti biasa, ngantor. Ibu bupati juga tadi perintahnya begitu,” katanya kepada Bogordaily.net, Selasa (17/3/2020).

Menurut Burhan sapaan akrabnya, setiap ASN di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor maupun yang bertugas di pusat pemerintahan tetap wajib mengerjakan seluruh pekerjaan layaknya hari biasa, sebelum ada wabah virus corona atau COVID-19.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menginstruksikan bawahannya untuk mengurangi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak. Tapi, untuk aktivitas perkantoran di lingkungan Pemkab Bogor menurutnya tetap berlangsung normal.

“Jadi Pemkab tidak menutup layananan, seperti pelayanan KTP, posyandu, puskesmas harus tetap siaga,” ucapnya.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini mengatakan, beberapa perkantoran di lingkungan Pemkab Bogor akan dilengkapi dengan cairan pencuci tangan di beberapa sudutnya, sebagai langkah pencegahan dini penyebaran COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah kecuali dua level jabatan tertinggi di instansi pemerintah yang ada di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

Instruksi itu berlaku selama 14 hari mulai dari Senin (16/3) sampai dengan 31 Maret 2019 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan surat edaran nomor 19 tahun 2020. (Andi).

Pengurus PC PMII Kabupaten Bogor Resmi Dilantik

BOGOR DAILY – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor periode 2020-2021 resmi dilantik, di Gedung Serbaguna 2, Sekretaris Daerah (Sekda), Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kali ini, PC PMII Kabupaten Bogor resmi memiliki pengurus baru yang diketuai oleh Imam Shodiqul Wa’di. Tidak hanya pelantikan saja, dalam acara itu juga turut melakukan Rapat Kerja (Raker) program satu tahun ke depan.

Pelantikan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, dan para organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Iwan sapaan akrabnya berpesan, kepada pengurus baru agar menguatkan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial, termasuk kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Tentu kita akan selalu sinergis dengan para pemuda. Juga pemerintah jangan takut dikritik, tentu dengan kritik yang membangun dan konstruktif,” pesannya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Kabupaten Bogor, Imam Shodiqul Wa’di, mengatakan, ada beberapa program-program yang akan fokus dilakukan pada periode mendatang. Salah satunya fokus kepada kaderisasi PMII, baik formal, non formal maupun informal.

Menurutnya, hal itu seperti yang sudah termaktub dalam Peraturan Organisasi (PO) PMII hasil Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Boyolali pada 2019 lalu.

“Pada Periode ini, kami akan fokuskan kaderisasi PMII, baik secara formal, non formal maupun informal. Hal itu sesuai dalam PO (Peraturan Organisasi, red) PMII hasil Muspimnas Boyolali tahun lalu,” ucapnya.

Imam mengungkapkan, PMII Kabupaten Bogor ke depannya juga harus menjadi organisasi yang peka terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Akan ada pelebaran sayap gerak kebeberapa kampus di Kabupaten Bogor. Untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Sebab nasionalisme dan Islam tidak bertentangan,” paparnya. (Andi).

Komisi IV Nilai Pemkot Bogor Belum Siap Hadapi Virus Corona

BOGORDAILY – Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, pada Senin (16/3/20). Sidak dipimpin Ketua Komisi IV Ence Setiawan, diterima Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit dr. Djohan Musali, bertujuan untuk mengetahui kesiapan terkait antisipasi penularan virus corona atau covid-19.

Ketua Komisi IV, Ence Setiawan menuturkan, hasil temuan di lapangan terkait kesiapsiagaan antisipasi penularan virus corona di Kota Bogor, pihak Dinkes dinilai belum siap menjalankan penanganan sesuai dengan surat edaran dari Walikota Bogor nomor 443.1/1075-umum tentang pencegahan covid-19 di Kota Bogor.

“Belum ada kesiapan dari pihak Dinkes untuk melakukan penyemprotan desinfektan di Kota Bogor. Bahkan ketika minta ditunjukan alat-alat desinfektan, Dinkes Kota Bogor tidak bisa menunjukan keberadan tempat alat alat ataupun cairan sanitizer.

Ia melanjutkan, diliburkan siswa selama 14 hari, harusnya dilakukan penyemprotan di ruang publik ataupun fasilitas pelayanan masyarakat. Tetapi pihak Dinkes belum siap melakukan penyemprotan ataupun langkah-langkah antisipasi terhadap virus Corona.

“Kami meminta agar Dinkes segera melakukan penyemprotan desinfektan serta menyiapkan cairan antiseptik di tempat tempat publik layanan umum,” ucapnya.

Anggota Komisi IV Fraksi Partai Nasdem DPRD Kota Bogor Devie P Sultani.

Dikesempatan yang sama Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Devie P Sultani menjelaskan Pemerintah Kota Bogor belum siap dalam mengatasi kasus Corona. Belum ada tindakan nyata dari Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona. Menurut politisi Partai Nasdem ini, masyarakat masih belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai kemana jika ingin memeriksakan diri terkait virus covid 19. Selanjutnya, masih kata Devie, apabila ada yang diduga terjangkit apakah Pemkot Bogor dan jajaran sudah bisa mengambil tindakan jemput bola dengan mendatangi pasien tanpa harus ke rumah sakit.

Devie juga mempertanyakang tentang apa yang dilakukan dalam masa libur sekolah selama 14 hari. Menurutnya sosialisasi tentang pencegahan penyebaran virus Corona sudah banyak dan mudah dapat dari media sosial atau google. Namun langkah nyata seperti penyemprotan desinfektan di ruang publik atau sarana transportasi umum yang melibatkan ratusan ribu warga Bogor seperti kereta api, bus masih belum dilakukan.

“Tidak ada membagian masker secara gratis kepada masyarakat serta penyediaan hand sanitaizer dari pemerintah,” papar Devie.

Devie berharap agar Walikota Bogor segera menggunakan hak diskresinya sesuai undang-undang yang berlaku, dalam menangani wabah virus Corona yg sudah masuk kategori KLB.

“Apapun harus di lakukan untuk menyelamatkan mengantisipasi dan memberikan keamanan, kenyamanan bagi masyarakat kaitannya dalam melawan Corona. Kami menunggu keseriusan walikota berserta jajarannya untuk segera melakukan tindakan yg penting dan perlu,” kata Devie.

Anggota Komisi IV melakukan Sidak ke Dinas Kesehatan Kota Bogor, Senin (16/3/20).

Anggota Komisi IV lain, Saeful Bahri dalam kesempatan itu juga mempertanyakan anggaran untuk pencegahan penyakit menular sebesar Rp1,2 miliar, baik untuk peruntukan dan penggunaannya. Ketika ada emergency seperti ini, tentunya dana itu bisa dipergunakan.

“Dinkes mengiyakan ada anggaran itu tetapi belum digunakan, seharusnya dana itu dipergunakan sekarang untuk membeli alat alat ataupun desinfektan,” tandasnya.

Sementara itu Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit dr. Djohan Musali menuturkan, bahwa Dinkes sudah siap dengan infrastruktur yang ada saat ini, bahkan koordinasi sudah dilakukan dengan seluruh rumah sakit di Kota Bogor untuk Alat Perlindung Diri (APD).

“APD masih banyak dibutuhkan, tapi saat ini masih ada, kita sudah mengontek supliyernya supaya cepat mendatangkan ke sini. Anggaran itu sebesar Rp2 miliar lebih meliputi untuk scaner, masker, APD, dan Desinfektan serta lainnya,” ujarnya.

Untuk pembersihan ruang publik, Dinkes memberi obatnya, nanti mereka sendiri yang membersihkan, bagusnya di lap supaya kumannya mati. Terkait diliburkannya sekolah, kata dia, dalam minggu ini akan dikirim untuk pembersihan.
“Kita juga imbau untuk melakukan pembersihan sendiri dulu sambil menunggu kiriman dari kami,” jelasnya. Ia menambahkan, berkaitan dengan rumah sakit di Kota Bogor yang menyediakan rumah isolasi ada empat, yaitu RSUD, Bogor Senior Hospital, Siloam dan Hermina. (bdn)

Wajib Disimak!! Ini Poin-poin Penting Musrenbang RKPD 2021 dan Arah Pembangunan Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, memaparkan, bahwa Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021 terfokus kepada program Pancakarsa.

Ifah sapaan akrabnya itu mengatakan, bahwa program Pancakarsa seperti Bogor Berkeadaban terdiri dari 12 poin yang menjadi prioritas. Di antaranya menggiatkan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) dan Rebo Keliling (Boling), Gerakan Bogor Ngaos dan lain sebagainya. Hal itupun diungkapkan saat pemaparan diacara Musrenbang RKPD tahun 2021.

Ia juga menjelaskan dalam Bogor Cerdas terdiri diantaranya menuntaskan rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP dalam kurun waktu tiga tahun (2019-2021), Penerbitan Kartu Bodas, Pelayanan PKBM bagi pesantren salafiyah dan lain sebagainya.

“Untuk di Bogor Sehat yaitu meliputi, pemberian Kartu Sehat, pelayanan Bogor Siaga, gerakan Bogor bebas Stunting, gerakan Bogor Bebas Asap Rokok dan pembangunan RSUD Bogor Utara,” katanya.

Lanjut wanita berkacamata itu, Bogor Maju juga meliputi pembangunan career center, penerbitan kartu tani dan lain sebagainya. Sementara dalam Bogor membangun, Pemkab Bogor fokus pada betonisasi jalan desa, terbangunnya jalan Poros Tengah Timur dan lainnya.

Dalam Musrenbang RKPD ini, Syarifah menyebut ada beberapa tujuan yang ingin dicapai. Diantaranya menyepakati permasalahan yang dituangkan dalam isu pembangunan daerah. Menyepakati prioritas pembangunan daerah, juga menyepakati program, kegiatan, dan sub kegiatan.

“Kita juga ingin menyelaraskan program pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi, dan mengklarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan daerah dengan program dan kegiatan desa yang diusulkan berdasarkan hasil musrenbang kecamatan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Musrenbang RKPD tahun 2021 ini dilaksanakan selama dua hari. Mulai dari tanggal 16 Maret sampai 17 Maret 2020. Untuk agenda kedua musrenbang, rencananya akan dilaksanakan di Ruang Rapat Bappedalitbang Kabupaten Bogor dengan pembahasan yaitu Desk untuk menyepakati lima tujuan pelaksanaan musrenbang dengan membagi tiga lingkup kelompok. (Andi)

Takut Korona, DPRD Kabupaten Bogor Akan Batasi Kunjungan. Pakai Sanitizer dan Cek Suhu Tubuh

0

BOGOR DAILY – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, akan membatasi tamu kunjungan dari luar demi menghindari virus korona yang sudah mulai mewabah ke sejumlah daerah di Indonesia. Hal itupun diungkapkan politisi Gerindra kepada Bogordaily.net ketika ditemui di temui diruangan kerjanya.

“Kita memutuskan bersama anggota dewan yang lain, kita ini mempunyai tupoksi menyerap aspirasi masyarakat. Kalau kita tutup selama 14 hari, berarti kita tidak menyerap aspirasi masyarakat, baik menyerap kunjungan atau keluar,” katanya, Senin (16/3/2020).

Dirinyapun sudah membahas pada tadi siang. Bahwa, akan membatasi ketika kunjungan maupun keluar DPRD Kabupaten Bogor. Menurutnya, dibatasi ini, bukan berarti membatasi frekuensinya. Akan tetapi jumlah nya saja.

“Contoh ada 50 yang mau datang ke DPRD kita akan lakukan pembatasan, jadi hanya perwakilan saja, tadi sudah di sepakati oleh anggota DPRD semuanya. Jadi bukan hanya mencegah tapi kita memerangi semuanya,” ungkapnya.

Rudy juga menjelaskan, akses ketika akan memasuki ruangan DPRD Kabupaten Bogor juga sudah dilengkapi sanitizer dan pengecekan suhu tubuh.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga sudah mengintruksikan kepada semua wakil rakyat Kabupaten Bogor, agar pada hari Kamis (19/3/2020) nanti dilakukan pengecekan kesehatan apakah positif atau tidak terpapar virus korona.

“Kita akan agendakan nanti, mengetes virua korona kita undang dari RSUD Cibinong, untuk datang langsung ke DPRD melakukan pengecekan semua anggota dewan,” jelasnya.

Hal itu merupakan bentuk antisipasi dari pengalaman yang ada, bahwa menteri di kabinet Joko Widodo yaitu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang positif terpapar virus korona.

“Kita akan pastikan nanti, bahwa yang di DPRD apakah positif atau tidak. Karena, masyarakat hari ini melihat terhadap ciri-ciri viruas krona. Kami juga akan memasang ciri-ciri virus korona, hal ini bentuk bahwa kita sedang memerangi virus yang ganas tersebut,” tukasnya. (Andi)

Musrenbang RKPD 2021, Bupati Ingatkan Program Pancakarsa. Ini Rinciannya!!

BOGOR DAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin, menyebutkan, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021, semua program di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus berdasarkan pada program Pancakarsa.

Hal itupun diungkapkan politisi PPP itu, saat memaparkan RKPD tahun 2021 di Gedung Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (16/3/2020).

“Ada beberapa program prioritas kita seperti anggaran untuk bencana, lalu pendidikan, dan kesehatan serta membangun sesuai dengan Pancakarsa,” katanya.

Menurut ibu yang mempunyai dua anak ini, dalam program Pancakarsa yang digagas Pemkab Bogor, mulai dari Bogor Berkeadaban, Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Maju, dan Bogor Membangun, itu mencakup semua kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bogor.

“Nanti implementasinya seperti apa. Kita awasi, karena kita ingin program kerja ini dirasakan betul oleh masyarakat. Tidak hanya program fisik tapi juga pembinaan SDM. Makannya, semua program jangan ada yang di luar Pancakarsa,” ucapnya.

Ia berharap, dalam Musrenbang ini bisa disusun proses perencanaan harus sesuai dengan tingkatan. Karena, mengurus 500 ribu penduduk dengan Kabupaten Bogor yang memang jumlah penduduknya hampir setara dengan satu provinsi di Indonesia itu tidak mudah.

“Kabupaten Bogor ini lebih banyak penduduknya dari negara Singapura, yang hanya 5,5 juta jiwa, sedangkan di kita hampir menginjak 6 juta jiwa. Maka dari itu kita butuh penelitian dan pemikiran yang baik dan kontribusi maksimal dari bapak-bapak yang hadir di sini,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, musrenbang ini tidak bisa dibatalkan karena hanya virus korona. Walaupun ada himbawan dari pemerintah pusat maupun provinsi Jawa Barat, terkait keramayan dalam pertemuan untuk di tunda di semua daerah.

“Musrenbang ini tidak bisa ditunda, karena ini berbicara kepentingan masyarakat. Jangan sampai urusan masyarakat tertunda hanya karena kita takut dengan sesuatu yang kenyataannya bisa di hindari dan lawan, walaupun masih banyak yang tidak hadir,” tukasnya. (Andi)

Cegah DBD, Karang Taruna Sub RW 04 Gandoang Gelar Fogging

0

BOGOR DAILY – Karang Taruna Sub RW 04 Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor melakukan fogging dipemukiman warga RW 04. Upaya tersebut dilakukan guna untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu, saluran air dan tempat-tempat yang memungkinkan berkembang biaknya nyamuk pun di bersihkan.

Ketua Karang Taruna Sub RW 04 Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Ming Sumirta, mengatakan, aksi fogging ini didasari atas permintaan masyarakat, yang khawatir terjangkit DBD.

“Dimusim penghujan seperti ini, kerap kali masyarat terjangkit DBD, dan atas permintaan warga, kami melaksanakan fogging ini,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (16/3/2020).

Ceming sapaan akrabnya menambahkan, memberantas nyamuk aedes aegypti dewasa ini pun tak sembarang dilakukan, tetap dikawal oleh pihak yang mengerti tentang kesehatan. Dan juga didukung oleh aparatur Pemerintahan Desa Gandoang.

“RT, RW dan tokoh masyarakat pun ikut mengawal aksi fogging ini,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua RW 04 Desa Gandoang, Edi Prianto, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang di gelar oleh Karang Taruna Sub RW 04.

“Kami juga menghimbau masyarakat, selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, agar terhindar dari berbagai penyakit, tak hanya DBD.” tuturnya.

Pantauan dilokasi, anggota Karang Taruna beserta Ketua RT dan Ketua RW terlihat turut membantu untuk membersihkan saluran air yang tersendat lantaran banyaknya sampah. (Andi)