Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8651

Mulai Akhir September, Tol JORR Jauh Dekat Rp15 Ribu

0

Bogor Daily – Proses inte­grasi transaksi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) segera diberlakukan. Menteri Pekerjaan Umum dan Pe­rumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, inte­grasi Tol JORR bertujuan mening­katkan standar pelayanan jalan tol seperti kemantapan jalan, kecepatan tempuh dan antrean transaksi tol. ”Integrasi transaksi Tol JORR bertu­juan meningkatkan pelayanan dan mendukung sistem logistik nasional agar lebih efisien dan berdaya,” katanya.

Pemerintah pun terus melakukan sosialisasi sebelum rencana ini diberlakukan paling lambat akhir September 2018. Nantinya setelah integrasi berlaku, sistem transaksi yang berlaku adalah sistem terbuka. Pengguna jalan cukup mela­kukan satu kali transaksi di gerbang tol masuk (on ramp payment). ­

Adapun sistem transaksi saat ini yaitu transaksi tertutup (off ramp), pengguna jalan harus melakukan 2-3 kali transaksi untuk mengakses jalan tol se­panjang 76 km yang dikelola empat badan usaha jalan tol tersebut. Pengguna jarak jauh lebih diuntungkan Perubahan tarif akan menjadi konseku­ensi dari proses integrasi tran­saksi ini. Sistem tarif yang di­gunakan yaitu tarif rata-rata tol dikali dengan penggunaan jalan rata-rata tol tersebut.

Dengan demikian, pengguna tol jarak jauh akan lebih diun­tungkan dengan adanya peru­bahan tarif ini dari pada peng­guna tol jarak dekat. Nantinya, tarif yang berlaku yaitu Rp15.000 untuk kendaraan golongan 1, Rp22.500 untuk kendaraan go­longan 2 dan 3 dan Rp30.000 untuk kendaraan golongan 4 dan 5. ”Tidak ada kenaikan ta­rif terselubung yang akan me­ningkatkan pendapatan dan memberikan keuntungan tam­bahan bagi BUJT terkait,” kata Basuki.

Sebagai gambaran, saat ini untuk kendaraan dari Simpang Susun Penjaringan yang menu­ju Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok, golongan I membayar Rp34.000 sedangkan kendaraan golongan V Rp94.500. Dengan pemberlakuan integrasi JORR, akan terdapat penurunan tarif tol yaitu tarif golongan I turun sebesar Rp19.000, sedangkan golongan V turun sebesar Rp64.500. Namun untuk peng­guna jalan tol ruas Ulujami-Pondok Aren dari Bintaro Viaduct menuju Bintaro tetap mem­bayar tarif tol Ulujami-Pondok Aren sebesar Rp3.000 untuk golongan I.

Sementara ruas Tol Ulujami-Pondok Aren yang menuju Ulujami dikenakan tarif Rp15.000 atau naik Rp2.500 dari yang saat ini sebesar Rp12.500. Adapun integrasi transaksi akan dila­kukan dari Seksi W1 (SS Penja­ringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang) dan Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini). Kemudian, Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Ciku­nir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tan­jung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Ulujami-Pondok Aren.

Sepatu Asli Bogor Terus Mendunia

0

Bogor Daily – Kota Bogor memang gudangnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bukan hanya sektor kuliner, tapi juga fesyen. Salah satunya sepatu perempuan yang banyak digandrungi kawula muda. Bahkan, produk UMKM Kota Bogor ini sudah mendunia.

PEMILIK Buatan Indonesia Asli (BIA), Yannya Tihbia Itradi, menuturkan, sepatu lokal Bogor saat ini mampu bersaing dengan merek terkenal lainnya. Tak hanya kualitas, BIA juga memberikan produk sepatu kaum hawa yang nyaman dengan berbagai model kekinian.

“Sepatu merek BIA terbuat dari kombinasi kulit sintetis yang dikombinasikan kain tradisional Indonesia, seperti songket, batik dan tenun. BIA juga selalu membuat sepatu dengan model yang sesuai tren terbaru,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Selain itu, sambung Yannya, BIA hanya fokus menjual sepatu bagi perempuan dengan model flat shoes. Modelnya yang simpel, membuat sepatu ini laris manis diburu. “Soalnya bisa dipakai di berbagai acara, baik formal maupun nonformal,” katanya.

Hanya bermodalkan Rp15 juta, jelas Yannya, BIA mampu meraup omzet hingga Rp40 juta per bulan. BIA juga menjual produknya melalui media sosial Instagram @biasecretdotcom, ecommerce Shopee, qlapa, blibli dan beberapa e-Commerce lainnya. Bahkan, BIA kini mempunyai sejumlah tenan di Galeri Indonesia, seperti Wow, Smesco Tower Jakarta, Botani Square, showroom Dekranasda Kota Bogor, Transmart Bogor, Window of Indonesia mall, Manado dan Reseller.

Lalu, BIA juga aktif mengikuti pameran dan even, seperti Indonesia Fashion Week, Inacraft, Trade Expo Indonesia, Pekan Kerajinan Jawa Barat dan Royal Festival Adelaide Show, Australia. Bukan hanya Indonesia, BIA juga memasarkan produknya di Malaysia, Australia, Jepang dan Denmark.

“Kami juga gencar memasarkannya di luar negeri. Sebab, BIA memiliki kualitas yang tak kalah saing dengan produk mancanegara lainnya,” pungkasnya.

Tinggalkan MU Rashford!

0

Bogor Daily – Marcus Rashford kem­bali menunjukkan potensinya di Tim Nasional Inggris saat mencetak gol keme­nangan atas Swiss. Tetapi di klub, dia masih dikesampingkan. Rashford mencetak gol tunggal kemenangan Inggris dalam laga uji coba melawan Swiss di King Power Stadium, dini hari WIB kemarin.

INI gol keduanya secara beruntun bersama tim ’Tiga Singa’ setelah sebelumnya bikin satu gol saat Ing­gris kalah 1-2 dari Spanyol di UEFA Nations League. Dalam dua pertandingan tersebut, Rashford dimainkan sebagai penyerang tengah. Di partai lawan Spanyol, pemain Manchester United terse­but diduetkan dengan Harry Kane, lalu saat melawan Swiss berdam­pingan dengan Danny Welbeck.

Rashford dinilai menunjukkan kemampuan terbaiknya di posisi tersebut. Namun persoalannya, ce­rita berbeda terjadi di klub. Rashford lebih kerap dimainkan Manajer MU Jose Mourinho di posisi penyerang sayap untuk mengakomodasi Ro­melu Lukaku. Bahkan di posisi ter­sebut, Rashford juga belum pernah bermain penuh.

Penyerang 20 tahun itu baru tiga kali bermain di musim ini. Sekali jadi penyerang tengah dan dua kali jadi penyerang sayap. Dia ma­suk sebagai pengganti saat ditu­runkan sebagai penyerang sayap. Sementara ketika diturunkan jadi penyerang tengah, Rashford jadi starter namun ditarik keluar di awal babak kedua.

Eks bek timnas Inggris Jamie Car­ragher menilai Rashford harus pergi dari MU demi bisa memenuhi potensinya. Untuk jadi penyerang tengah kelas dunia, dia perlu ber­main rutin dari pekan ke pekan.

”Haruskah dia meninggalkan United? Saya rasa begitu. Apakah dia cukup bagus untuk menggan­tikan Lukaku? Apakah Rashford cukup bagus untuk menjadi penyerang tengah Manchester United, untuk mereka mencoba memenangi Premier League atau Liga Champions? Mungkin tidak,” kata Carragher.

Genangan Air Abadi di Kemang

0

Bogor Daily – Kemang , Sudah bukan hal baru bila ketika hujan Jalan Raya Kemang di Kecamatan Kemang tergenang air. Akan tetapi, jalan yang berstatus jalan nasional ini terkesan dibiarkan begitu saja. Padahal, beberapa elemen masyarakat hingga unsur pemerintah seringkali berteriak soal genangan air di jalan nasional tersebut.

Meskipun hujan tak terlalu deras, kondisi jalan raya ini pasti tergenang minimal 10-15 cm. Hal ini dikarenakan sistem drainase yang buruk dan tidak mengalir. Akibatnya, banyak pengendara roda dua yang terjebak hingga mogok saat melintasi jalan tersebut.

Kemacetan panjang selalu terjadi saat hujan tiba, karena banyak kendaraan yang memperlambat jalannya. ”Saya tidak berani melintas. Lebih baik saya beristirahat dulu, kemarin saja motor saya mogok lewat sini,” kata pengendara asal Bojonggede, Ridwan Aliansyah, kemarin.

Hal senada dikatakan pria asal Parung, Roni Irawan. Ia berharap pemerintah bisa mencarikan solusi terkait banjir yang sering terjadi di Jalan Raya Kemang. Padahal, genangan air ini sudah terjadi lama, terutama saat hujan turun. ”Harus ada perbaikan di saluran pembuangan airnya. Kalau dibiarkan terus ya merugikan masyarakat banyak,” cetusnya.

Proyek Trek Lari Sempur Terancam Molor

0

Bogor Daily – Sejak Juli 2018, warga Kota Bogor tidak bisa menikmati lapangan dan Jogging Track atau trek lari di Taman Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah merevitalisasi perubahan material trek lari dari batu gravel menjadi rubber atau karet sintetik. Namun hampir dua bulan, perbaikan trek sepanjang 230 meter itu baru rampung 21 persen.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Agus Gunawan, mengatakan, kini pembangu­nan tengah fokus pada peng­aspalan dasar lintasan, sebelum ditempel rubber sintetik di lapisan paling atas. Sebab, dari pengaspalan yang sudah dilakukan masih terdapat be­berapa titik genangan air di sepanjang lintasan.

“Dari total pengerjaan ya 21 persen lah. Sudah diaspal da­sarnya, namun beberapa wak­tu lalu sempat hujan, nah ke­tahuan masih ada titik-titik genangan air. Padahal sudah direncanakan kemiringan satu persen, ke arah drainase di­tengah supaya air mengalir. Itu yang sedang diperbaiki, supaya rekatan dasar dengan karet utamanya bagus,” beber Agus.

Untuk memperbaiki genangan tersebut, ia sudah meminta pe­kerja memastikan banyaknya titik genangan air. Nantinya se­gera ditambal ATB lagi. Jika ge­nangan air dipastikan tidak ada, baru mengecek kemiringan aspal kembali agar air mengalir ke arah drainase. “Harusnya sih minggu ini mulai perekatan as­pal dengan rubber sintetik. Tapi PPK bilang jangan dulu, karena kami ingin ingin base-nya dulu yang rapi. Kalau dasarnya rapih, memasang rubbernya juga bakal presisi,” ucapnya.

Meski baru 21 persen, Agus menampik jika menyebut proy­ek yang memakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 sebesar Rp2,3 mi­liar itu molor dari target yang ditentukan. Sebab, pengerjaan direncanakan berjalan empat bulan, yakni Juli hingga awal November. Sebab, bobot terbe­sar dalam pekerjaan ini saat pemasangan dan perekatan karet sintetik permukaan lintasan.

“Bebannya ya di situ. Kalau rubber sudah terpasang, bisa kena perkiraan rampung 72 persen. Nah yang 28 persen masuknya finishing, sifatnya tidak terlalu besar, seperti pe­rapian, penyempurnaan penutup drainase dan peng­ecatan garis lintasan,” paparnya.

Nantinya, sambung Agus, permukaan lintasan sepanjang 230 meter dan lebar 5,5 meter itu bakal berwarna biru dengan kurang lebih lima lintasan dengan garis berwarna putih. “Rubber sintetik itu komponen utamanya lokal dan Malaysia. Mirip-mirip di lintasan lari Gasibu, Kota Bandung,” katanya.

Perbaikan Lapangan Sempur ini sempat mendapat sorotan. Sebab, Taman Sempur akan menjadi taman termahal se-Kota Bogor. Baru saja awal 2017 diresmikan setelah menelan anggaran Rp2,2 miliar, tahun ini jogging track Lapangan Sempur direvitalisasi dengan anggaran Rp2,3 miliar.

Total anggaran untuk taman Sempur Rp4,5 miliar selama dua tahun. Taman sempur nantinya memiliki jogging track berstandar internasional. Nilai pagunya Rp2.383.076.590 dengan masa pengerjaan em­pat bulan.

Di Balik Kasus Pembunuhan Keji Hingga Alat Kelamin Dipotong

0

Bogor Daily – Tewasnya NA (56) di Kampung Dayeuh, RT 02/01, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, masih jadi buah bibir warga setempat. Bersamaan itu, misteri pembunuhan Andi pun terkuak berdasarkan pengakuan pelaku S (40) yang rupanya cemburu.

NA dan S diduga merupakan pasangan homosek­sual alias gay. Keduanya selama ini tinggal satu rumah. Sedangkan anak dan istri korban sudah lama pergi meninggalkan NA sendiri.

Kasat Reskrim Polres Bogor Benny Cahyadi menga­katakan, berdasarkan pengakuan S, tindakan sadis itu dilakukan karena pelaku cemburu melihat korban kerap membawa lelaki lain. “Ya pelaku cemburu karena korban yang merupakan kesihnya sering membawa laki-laki lain ke rumahnya,” ujar Benny.­

Tak ada yang menyangka pe­milik jasa cukur rambut itu tewas mengenaskan. Tetangga korban, Muhammad Nur (45), menga­takan bahwa selama ini korban memiliki usaha cukur yang telah beroperasi sejak 2017.

Ia menjelaskan, usaha tersebut dibuka korban bekerja sama dengan pria yang diduga telah menghabisi nyawanya dengan cara sadis.

Selama buka usaha, tutur Nuh, korban dan pria tersebut diduga tidur dalam satu rumah yakni rumah milik korban yang loka­sinya berdempetan dengan ruko usaha cukur rambutnya. ”Yang jadi tukang cukurnya saya nggak tahu sama sekali, namanya juga saya nggak tahu,” katanya.

Warga lainnya, Ahmad (35), menuturkan bahwa korban di­kenal cukup tertutup sehingga tak tahu karakter korban lebih jauh.

Namun, sambungnya, korban dikenal buka usaha sewa kon­trakan dan juga punya tiga ang­kot yang juga disewakan. ”Dia punya beberapa kontrakan yang disewain, terus angkot, dia punya tiga angkot juga nomor 121 juru­san Cileungsi-Kampung,” beber­nya.

Sebelumnya, tubuh NA dite­mukan tergeletak di ruang ga­rasi. Sekujur badannya bersim­bah darah. Wajah korban terlilit sarung dan ditutup bantal. Ba­gian kepalanya mengeluarkan darah dan alat kelaminnya se­bagian sudah terpotong.

NA tewas dibunuh S yang se­hari-hari tinggal satu rumah. Entah setan apa yang merasuki S hingga tega menghabisi nyawa NA dengan cara memotong alat vitalnya.

Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar mengatakan, pelaku S merupakan warga Jalan Lebak No 125, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

“Awalnya Reskrim Polsek Ci­leungsi mendapat informasi dari Kanit Reskrim Polsek Cika­rang Barat bahwa ada seorang laki-laki yang menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat. Pelaku diduga melakukan pembunuhan di wilayah Cileungsi,” kata Asep.

Tiga Balita Terpanggang di Cisarua

0

Bogor Daily – Bunyi sirene ambulans terdengar nyaring. Warga di Kampung Cibeureum, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, berhamburan keluar rumah. Terlihat polisi membawa tiga jasad tertutup kain dari rumah milik Enjun Junaidi, warga RT 02/01, yang bangunannya diamuk si jago merah pada Rabu (12/9) siang.

Lintang (4), Sopiana Putri (3) dan Rani (4), sudah terbujur kaku di rumah Enjun. Dari luar rumah, asap terlihat membum­bung. Selama dua jam, warga saling bantu menjinakkan api yang bersumber dari kamar lan­tai dua rumah Enjun.

Sementara ketiga balita yang mulanya asyik bermain justru terkunci dalam kamar yang ter­bakar. Tak ada yang bisa meny­elamatkan saat api menjalar ke sudut ruang kamar. Sampai-sampai saat api berhasil dipa­damkan, ketiga balita yang ma­sih punya hubungan kerabat itu sudah tewas mengenaskan. Bahkan ada yang sudah tak ber­bentuk lantaran terpanggang api.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, ketiga korban saat kejadian sedang berada dalam rumah tanpa pengawasan orang tua. Diduga kebakaran berasal dari korek api yang dimainkan ketiga balita itu.

Sumber api pertama kali dike­tahui Yusuf sepulang dari masjid. Ia sempat melihat ketiga balita itu memainkan korek api kayu dalam rumah. Kobaran api se­makin membesar hingga mela­lap seluruh bangunan rumah.

Saksi kejadian, Maman, menu­turkan bahwa rumah yang ter­bakar merupakan milik Jujun Junaedi, paman dari tiga anak yang menjadi korban tewas da­lam kebakaran. ”Dugaan semen­tara karena anak-anak sedang bermain korek di kasur,” katanya.

Warga yang datang ke lokasi, lanjut Maman, lantas berupaya membuka pintu. Ketika pintu dibuka, ketiga anak tersebut su­dah tergeletak. Maman menga­takan, saat kejadian, pintu kamar lokasi di mana ketiga korban berada tak bisa dibuka. ”Kemun­gkinan anak-anak menguncinya dengan kunci slot yang menem­pel di pintu,” lanjutnya.

Warga yang datang ke lokasi, sambung Maman, lantas berupaya membuka pintu. Ketika pintu dibuka, ketiga anak tersebut su­dah tergeletak.

Informasi yang dirangkum di TKP, ketiga bersaudara itu die­vakuasi dari lantai dua rumah yang terbakar di kawasan per­mukiman padat. Jenazah korban awalnya dikumpulkan dalam rumah warga dan digendong petugas kepolisian dibantu warga dibawa ke rumah sakit terdekat untuk kepentingan iden­tifikasi.

Kepala Bidang Penanggulangan Damkar BPBD Kabupaten Bogor Jaharry mengatakan, kejadian itu bermula saat tiga anak bermain korek api dalam kamar. ”Terin­dikasi main korek api di atas kasur kemudian terbakar dan anak-anak tidak bisa keluar atau terkurung dalam kamar,” katanya.

Jaharry menuturkan, dua unit pemadam kebakaran meluncur ke lokasi di Kampung Cibeureum, RT 02/01, Desa Batulayang, Ci­sarua, Kabupaten Bogor. Petugas sempat kesulitan karena lokasi­nya padat penduduk. “Lokasi memprihatinkan karena jalan masuknya saja kendaraan roda dua agak sulit. Penduduknya juga sangat padat. Hampir dua jam baru bisa mengeluarkan korban,” tuturnya.

Jaharry menjelaskan, saat itu kobaran asap dan api di rumah milik Enjun semakin membesar. “Kemudian saya meminta tolong kepada warga sekitar. Setelah api mulai mereda kemudian warga yang membantu mema­damkan dan menolong yang ada di kamar,” ujarnya.

Petugas Kecamatan Cisarua juga turun memberi bantuan trauma healing kepada orang tua korban. ”Kami dari kecama­tan sudah melaporkan kejadian kebakaran ini kepada bupati dan melakukan langkah-langkah trauma healing, terutama ke­pada keluarga korban,” kata Ca­mat Cisarua Bayu Ramawanto.

KORBAN MINTA DIBELIKAN SEPEDA

Kepergian ketiga balita itu me­nyisakan duka mendalam bagi keluarga. Termasuk Mumuh (50), orang tua almarhum Rani yang tewas terpanggang api. Dari pengakuan Mumuh, putrinya sempat merengek dibelikan se­peda baru. Namun belum sem­pat keinginan itu terwujud, Mu­muh harus merelakan kepergian putri bungsunya.

“Dua hari kemarin atau hari Senin saya sempat ketemu dengan anak bungsu saya. Anak saya minta sepeda, namun pas saya mau dibelikan anak saya sudah pergi duluan untuk selama-se­lamanya,” ungkap Mumuh.

Ia pun mengaku kaget saat mendapat telepon terkait tra­gedi memilukan itu. ”Saya lagi di luar desa, dapat telepon bahwa saya disuruh pulang. Pas sampai rumah ternyata sudah banyak mobil ambulans. Saya tanya ada apa, ternyata anak saya jadi kor­ban kebakaran,” ujar Mumuh sambil mengusap air mata.

Saat itu, lanjut Mumuh, anak bungsunya langsung dilarikan ke RSUD Ciawi. Namun pas sam­pai rumah sakit, anaknya sudah tidak tertolong. Ia pun hanya pasrah dengan kejadian ini. “Anak saya yang kena luka bakar sebe­lah dari mulai kepala dan kaki. Namun keluar cairan dari ke­pala sebelah kiri. Saya tidak tega lihatnya,” ucap Mumuh.

Tidak ada firasat apa pun yang dirasakan Mumuh sebelum ke­jadian. Namun selama dua hari setelah terakhir bertemu Rani, ayah empat anak itu tidak bisa tidur. ”Firasat sih tidak ada, tapi setelah terakhir ketemu itu se­lama dua hari saya nggak bisa tidur. Nggak tahu kenapa kayak ada yang kepikiran gitu,” imbuh­nya.

Mumuh mengaku bahwa ba­nyak kenangan yang disimpan dengan sang buah hatinya. Terle­bih di usianya yang menginjak empat tahun Rani sedang lucu-lucunya. ”Banyak kenangan kalau ketemu, dia bawel, mulai cerewet sekarang. Kalau diajak jalan-jalan juga lagi lucu-lucunya, Rani,” tutup­nya.

Kata Farhat: Pilih Jokowi Masuk Surga

0

Bogor Daily  – PERNYATAAN Politikus Partai Kebang­kitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas yang menyatakan ”Yang Pilih Pak Jokowi Masuk Surga! Yang Gak Pilih Pak Jokowi dan Yang Menghina, Fitnah & Nyinyirin Pak Jo­kowi! Bakal Masuk Neraka!” me­nuai kontroversi.

Pernyataan tersebut diunggah Farhat melalui akun Instagram @farhatab­bastv226, Senin (10/9). Dia menulis­kan itu un­tuk keterangan foto yang diunggahnya dan diberi tulisan ’Pak jokowi adalah Presiden yang menun­tun Indonesia masuk surga’.

Unggahan itu, hingga Rabu (12/9) disu­kai 1.163 pengikutnya dan di Instagram.komentari sekitar 825 pengguna Farhat mengatakan, tulisannya tersebut merupakan pantun. Seharusnya orang yang kontra dengan gerakan #2019tetapJo­kowi jangan salah menafsirkan atau gagal paham.

”Saya berpantun, pilih Jokowi masuk surgawi, pilih mereka masuk neraka. Daripada men­ghina fitnah, bully atau nyinyir orang, mending memuliakan orang lain. Silakan tafsirkan po­sitif,” kata Farhat.

Farhat meminta agar warganet dewasa dalam berpikir dan men­cermati sebuah kata. ”Balas saja kata dengan kata. Jangan apa di pikiran saya ditafsirkan miring atau negatif seenak kalian,” ucapnya.

Farhat menjelaskan pernyata­annya soal surga itu artinya dia percaya dan yakin dengan revo­lusi mental Jokowi buat bangsa ini, Jokowi menuntun bangsa masuk surga. ”Untuk masuk surga nggak harus mengubah sistem yang inkonstitusional,” ujarnya.

Lagipula, tutur Farhat, dalam statusnya itu dia tidak menyud­utkan nama siapa pun. ”Saya bukan takut mereka, (saya, red) takut Yang Maha Kuasa,” katanya.

DITEGUR TIM KAMPANYE JOKOWI

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan me­negur Farhat Abbas karena me­nyatakan pihak yang tidak men­dukung Jokowi akan masuk neraka.

Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni mengatakan, pernyataan Farhat tidak sesuai narasi Jokowi-Ma’ruf. ”Kami terus terang akan berikan teguran internal ke Far­hat. Ini bukan narasi Pak Jokowi-Ma’ruf,” ujar Antoni di Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).

Antoni menuturkan bahwa hal yang dilakukan Farhat merupa­kan ekspresi personal. Sebab, ia menyebut TKN Jokowi-Maruf tidak memainkan isu agama, termasuk soal akhirat.

Menurutnya, pilpres merupa­kan urusan duniawi yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan agama. ”Kami tidak main isu agama, apalagi dengan aspek akhirat. Ini soal duniawi,” ujarnya.

Terkait dengan hal itu pula, ia menyampaikan Farhat bukan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf. Ia menyebut Farhat yang meru­pakan caleg PKB itu hanya mengikuti pelatihan yang dige­lar TKN Jokowi-Ma’ruf.

Ia menjelaskan bahwa juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf yakni Ahmad Basarah, Johan Budi, Abdul Kadir Karding, TB Ace Hasan Syadzily, Irma Suryani Chaniago, Arif Budimanta, Arya Sinulingga dan Lena Haryana Mukti. ”Mas Farhat memang tidak jadi jubir, tapi jadi bagian dari tim kampanye,” ujar Antoni.

KELAMIN TEMAN SENDIRI DIPOTONG HINGGA TEWAS

0

Bogor Daily – Garis polisi masih terpasang rapi di sebuah ruko yang berada di Kampung Dayeuh, RT 01/02, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Selasa (11/9) kemarin, perkampungan itu geger dengan adanya penemuan mayat dalam ruko yang terkunci. Petugas polisi dari Polsek Cileungsi pun mendobrak paksa rolling door hingga ditemukan jasad NA (56) yang sudah tergeletak dengan kondisi kelamin terpotong.

Tubuh NA ditemukan tergele­tak di ruang garasi. Sekujur ba­dannya bersimbah darah. Wajah korban terlilit sarung dan ditutup bantal. Sedangkan bagian kepa­lanya mengeluarkan darah. Se­mentara kondisi alat kelamin sebagian sudah terpotong.

NA tewas dibunuh temannya sendiri, S (40), yang sehari-hari tinggal satu rumah. Entah setan apa yang merasuki S, hingga tega menghabisi nyawa NA dengan cara memotong alat vi­talnya.

Kapolsek Cileungsi Kompol Asep Fajar mengatakan, pelaku S merupakan warga Jalan Lebak No 125, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

“Awalnya Reskrim Polsek Ci­leungsi mendapat informasi dari Kanit Reskrim Polsek Cika­rang Barat bahwa ada seorang laki-laki yang menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat. Pelaku diduga melakukan pembunuhan di wilayah Cileungsi,” kata Asep.

Tak tinggal diam, petugas pun langsung berkoordinasi dengan Polsek Cikarang Barat dan ber­gegas menahan pelaku kemu­dian mengambil barang bukti sebuah sepeda motor di wilayah Cakung, Jakarta Timur. “Tadi pagi kami langsung mendatan­gi TKP untuk mengecek kebe­naran informasi dari pelaku,” ucapnya.

Setelah ditelusuri, pelaku mela­kukan pembunuhan di sebuah ruko Kampung Dayeuh, RT 01/02, Desa Dayeuh, Kecamatan Ci­leungsi. Petugas didampingi RT/RW setempat kemudian mem­buka rolling door ruko tersebut. “Dalam ruko itu kami temukan sesosok mayat laki-laki terlentang di ruang garasi,” terangnya.

Saat ditemukan, wajah korban terlilit sarung dan ditutup bantal. Bagian kepala mengeluarkan darah. Sementara kondisi alat kelamin sebagian sudah terpo­tong.

Dari hasil interogasi, S menga­ku memukul bagian kepala kor­ban menggunakan benda tum­pul. ”Untuk memastikan korban­nya telah meregang nyawa, ia memotong alat kelaminnya dengan pisau,” bebernya.

Sementara kasus ini masih di­selidiki aparat kepolisian, ter­masuk motif sakit hati atau fak­tor lain. “Diduga pelaku teman korban yang kesehariannya satu rumah dengan korban. Sehu­bungan saat dilakukan cek TKP, teman korban tidak ditemukan di tempat kejadian,” tandasnya. 

Satu Angkot Ber-AC Seharga Rp 500 Juta

0

Bogor Daily – Program konversi angkot 3:2 (tiga menjadi dua) di Kota Bogor bakal diterapkan sebentar lagi. Pe­merintah Kota (Pemkot) Bogor sudah menyiapkan 25 unit angkot baru dengan fasilitas komplit, dari AC, WiFi hingga interior yang kece.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Jimmy Hutapea menga­takan, rencananya angkot modern ini akan beroperasi pada Selasa (25/9) di lintasan Trans Pakuan Koridor (TPK) 4. ”Beroperasinya menunggu selesai surat-surat perizinan dari Dishub dulu, di­rencanakan akhir September ini sudah beroperasi,” ujar Jimmy.

Menurut Jimmy, keberadaan angkot modern ini tentunya bisa membuat masyarakat kem­bali menggunakan angkot ka­rena lebih nyaman, aman, ramah dan tertib dibanding angkot biasa. Selain itu, dengan bero­perasinya angkot modern ini akan mengurangi jumlah angkot kon­vensional sebanyak 180 angkot diganti ke angkot modern 120 angkot. “Jadi berkurang 60 ang­kot karena kan ini konversinya 3:2,” jelasnya.

Jimmy menambahkan, kon­versi angkot ini juga menjadi bagian dari program rerouting angkot. Saat ini secara regulasi rerouting angkot sudah berjalan, hanya saja progresnya belum berjalan 100 persen.

Dishub menargetkan program rerouting ini bisa 100 persen di akhir September, terutama se­telah beroperasinya angkot mo­dern. “Rerouting dan konversi angkot kan satu kesatuan dari program transportasi di Kota Bogor,” katanya.

Angkot modern ini akan melin­tasi jalur TPK 4, yakni Ciawi, Ba­ranangsiang, Otista, BTM, Sempur, Pajajaran, Warungjambu, Pomad hingga Ciparigi. TPK 4 merupakan merger dari trayek 09, sepertiga dari trayek 21, trayek 03, trayek 02 dan trayek 07.

Soal biaya pembuatan angkot, Pemimpin Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (KODJARI) Dewi buka suara. Ia mengatakan, harga Suzuki APV standar Rp120 juta. Sedangkan pembuatan angkot yang meliputi karoseri, interior, air conditioner dan lain-lain, menghabiskan biaya 60 persen dari harga mobil.

Menurutnya, harga pembuatan setiap unit angkot modern ini tidak bisa disamakan karena kondisi dolar Amerika Serikat yang menguat. Tetapi rata-rata sekitar 60 persen dari harga mo­bil. “Tergantung dari pembelian setiap part karena ada barang yang diimpor. Sedangkan rupiah saat ini belum stabil,” katanya.

Alasan memilih angkot modern, selain untuk bersaing dengan transportasi online, adalah jauh lebih kondusif jika dibandingkan dengan membuat ELF modern. Sebab, volume penumpang di­nilai tidak berbeda jauh, hanya selisih tujuh penumpang. Selain itu, biaya pembuatan interior angkot modern jauh lebih murah.

“Misalnya menggunakan mobil Isuzu ELF Long, yang mampu menampung 20 orang. Sedangkan angkot modern ini mampu me­nampung 13 orang, hanya selisih tujuh orang. Kalau anak kecil ma­lah bisa 14 orang,” ujar Dewi.

Ia melanjutkan, membuat in­terior ELF menjadi mewah bisa menghabiskan 2,5 kali lipat dari harganya. “Kalau harga mo­bilnya Rp 200 juta, dengan inte­rior mewah bisa menjadi Rp 500 juta. Selain itu, biaya mainte­nance juga jauh lebih mahal,” ucapnya.