Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 8677

RK Siap Bantu Bogor Jadi Heritage City

BDN – Memiliki visi menjadikan Kota Hujan sebagai salah satu kota Heritage (Pusaka/sejarah), Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya Sugiarto menyambut kedatangan Gubernur Jawa Barat Terpilih Ridwan Kamil, di Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Jawa Barat, kemarin. Kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama dan sinergitas antarpemerintah provinsi dengan pemerintah kota, dalam memajukan kota dan kabupaten dalam lingkup budaya dan sejarah.

Bima menilai, melibatkan Ridwan Kamil dalam urusan penataan heritage dirasa sangatlah tepat, mengingat Ridwan Kamil merupakan salah satu pemimpin yang memiliki latar belakang pendidikan berbasis Insinyur sekaligus arsitek. “Saya sengaja ajak Kang Emil untuk meminta pendapat, masukan dan saran dalam menata pengembangan konsep heritage city di Kota Bogor,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil mengaku sangat mengapresiasi konsep heritage city yang digagas Bima untuk Kota Hujan. Sebagai pejabat yang memiliki semangat melestarikan budaya dan nilai sejarah yang tinggi, pihaknya siap ikut ambil bagian dalam membantu Kota Hujan menjadi heritage city seperti yang didambakan pemimpinnya saat ini.  “Tentu nanti akan kita bantu dalam perumusannya, konsep-konsep nya, demi menjaga sejarah agar tetap terjaga, dan tidak tergerus oleh beberapa bangunan moderen yang ada,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil.

Kang Emil menilai, sejarah merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun karakter bangsa, terlebih sejarah yang berupa bangunan. “Mudah-mudahan semua warisan yang ada di sini bisa dijaga dengan baik oleh pemerintah dan masyarakat Kota Bogor, kita juga siap membantu. Intinya kalau ada kesempatan kenapa tidak, karna bangsa yang hebat adalah bangsa yang mengetahui sejarahnya.” tutupnya.

Tembok Jebol Akibat Penggusuran Lahan

BDN – Rencana Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor menyulap kawasan Pasar Sukasari jadi pusat perbelanjaan, rupanya meninggalkan kesan buruk bagi sebagian warga, yang berlokasi tidak jauh dari bangunan eks bioskop dan pasar gembrong. Salah seorang pemilik toko optik Mutia (53)  harus rela dinding belakang tokonya ambruk lantaran getaran yang ditimbulkan dari penggusuran yang dilakukan pihak PD PPJ beserta PT Roket Jaya Cemerlang. Sebelum tembok belakang tokoya ambruk, Ia sempat mengadukan hal tersebut kepada pihak PD PPJ. Namun pihak PD PPJ enggan memberikan tanggapan. Mutia juga mengaku kesal, lantaran aduanya tak direspons secara bijak oleh pihak terkait.  “Saya sudah bilang ke pihak PD PPJ tapi nggak direspons. Padahal pedagang di wilayah sini di bawah naungannya, seharusnya mereka punya solusi minimal ada obrolan ke kita,” tuturnya.

Mutia mengaku sempat mengadakan obrolan dengan pihak pekerja yang melakukan penggusuran saat itu, mengenai dampak yang bakal terjadi dari perataan bangunan yang miliki luas 2.400 meter persegi. Namun pihak PD PPJ tetap bersikeras untuk meratakan bangunan tersebut, dan menghiraukan dampak yang telah disampaikan. “Padahal pekerja sudah bilang ke pihak PD PPJ, tapi mereka tetap mengintruksikan untuk melanjutkan penggusuran. 26 tahun saya berada disini, semenjak PD PPJ di sini saya tidak nyaman, etika mereka tidak ada, lebih baik dipegang preman seperti dulu, ” gamblangnya.

Akibat kejadian tersebut, Mutia harus rela dinding belakang tokonya seluas 160 cm x 270 cm, ambruk tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak PD PPJ. Sedangkan kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. “Saya sudah ngadu ke pihak PD Pasar nggak direspons, mending saya ngadu ke pemilik tokonya yang langsung sigap merespons. Ini bukan soal kerugian materi, minimal ada solusi dan ada respons dari pihak PD PPJ,” katanya.

Terpisah, Direktur Operasional PD PPJ Kota Bogor Syuhaeri Nasution mengaku hingga kini belum menerima informasi terkait kasus itu. Ia mengaku akan sesegera mungkin melakukan koordinasi, untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian tersebut. “Kami belum menerima laporannya, malah saya tidak tahu. Tapi kita akan meninjau langsung lokasi itu, untuk memastikannya,” paparnya saat dikonfirmasi Metropolitan.

Syuhaeri juga bakal memeriksa dengan seksama, status kepemilikan lahan dan toko tersebut guna memastikan legalitas bangunan yang berada tidak jauh dengan lokasi penggusuran. “Kita akan pastikan semua berkas dan status kepemilikannya, kalau ada izinnya kita akan selesaikan, kalau tidak ada akan kita proses,” pungkasnya.

DPRD Pelototi Aliran Dana Bansos

BDN – Membengkaknya belanja bantuan sosial (bansos) dua kali lipat dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) 2018 menjadi perhatian dewan. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadhi Wibhawa memperingatkan pemerintah daerah agar lebih cermat dan berhati-hati dalam menyalurkan dana bansos tersebut. “Dari tahun ke tahun memang harusnya menurun. Lagipula bansos ini kan hibah ke lembaga tertentu. Bagi saya si memperingatkan kepada pemerintah harus hati-hati dalam melakukan distribusi bansos agar benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai membuat kecurigaan masyarakat dan berbuntut hukum,” kata Egi kepada Metropolitan, kemarin.

Selanjutnya, Egi akan melihat kemana anggaran bansos itu mengalir. Menurutntya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bogor tidak akan dengan mudah menyetujui usulan anggaran khususnya di pos-pos anggaran yang mengalami peningkatan signifikan. “Bansos itu misalnya. Harus dipastikan juga kontrol setelah pemberiannya. Saya pikir dewan komitmen untuk cermat dalam membahas anggaran ini dan tidak begitu saja menyetujui,” terangnya.

Selain itu, Egi lebih mengusulkan jika empat dinas strategis yaitu Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dinaikan anggarannya. Sebab, politikus PDI Perjuangan ini merasa banyak program bagus dan penting di empat dinas tersebut.

“Anggarannya selama tiga tahun terakhir naiknya sangat sedikit. Padahal APBD kita naik terus. Kami ingin paling tidak naik 20 persen anggarannya. Bisa lah dinas lain saja potensi silpanya kan besar-besar. Kami dorong agar ada peningkatan dan di dinas-dinas itu memang sudah ada peningkatan program,” ungkap Egi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Didi Kurnia mengaku kenaikan tertinggi dalam belanja tidak langsung justru bukan pada sektor belanja hibah. Melainkan pada anggaran belanja pegawai yang naik hingg Rp95 miliar dari sebelumnya Rp2,3 triliun.

Sementara untuk menanggulangi defisit, Didi mengatakan dalam APBD Perubahan nanti hanya akan mengakomodir kegiatan prioritas penciri kabupaten termaju. Dia pun berharap SKPD pengusul menggeser kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik. “Bisa ditunda karena efektifits APBD Perubahan cuma tiga bulan. Mungkin APBD Perubahan selesai akhir September,” tandas Didi.

Sebelumnya, kebutuhan belanja daerah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) 2018 membengkak. Sebelum perubahan anggarannya Rp7,65 triliun namun berubah menjadi Rp8,05 triliun atau naik Rp398,2 miliar. Pembengkakkan belanja ada pada belanja bantuan sosial (bansos) dari sebelumnya Rp22,921 miliar menjadi Rp46,264 miliar. Jumlah tersebut naik Rp23.342 miliar atau lebih dari 100 persen.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin mengatakan, target pendapatan setelah perubahan hanya Rp7,05 triliun atau naik Rp171,57 miliar dari sebelum perubahan yakni Rp6,88 triliun. Artinya, masih ada defisit di atas Rp1 triliun lantaran target belanja naik signifikan. “Tapi ini masih bisa berubah. Mungkin saja target pendapatannya dinaikkan karena target belanja naik signifikan. Maka ada defisit di atas Rp1 triliun,” kata Yuyud saat ditemui Metropolitan di ruang kerjanya.

Jalan Merdeka Bikin Celaka

BDN – Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk pekerjaan perbaikan sejumlah jalan di beberapa titik se-Kota Bogor. Salah satunya Jalan Merdeka. Namun hasil betonisasi jalan malah berpotensi bikin pengguna jalan celaka. Sebab, jalan lebih tinggi daripada trotoar dan drainase.

Kondisi itu tampak di beberapa titik seperti depan Museum Perjuangan, hingga depan Shangrila. Hal ini dikhawatirkan bisa menyebabkan air meluap ke trotoar, karena posisi yang lebih rendah dari jalan. Selain itu, dikhawatirkan membahayakan pejalan kaki bila nantinya pekerjaan telah selesai.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Wawan Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus dalam program peningkatan dan pembetonan badan jalan terlebih dahulu. Nantinya, Dinas PUPR akan mengupayakan penataan trotoar, untuk dianggarakan di anggaran perubahan. Agar trotoar setingkat dengan jalan.

“Itu kan peningkatan jalan dulu, nanti, baru diupayakan penataan trotoar. Kalau seandainya masih bisa dimasukan ke dalam anggaran perubahan, trotoar, nya supaya naik minimal setingkat dengan jalan, kalau bisa lebih. Nah, sekarang peningkatan badan jalan dulu program nya. Pembetonan,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Wawan menambahkan, saat ini empat proyek perbaikan jalan tengah dikebut. Jalan merdeka tengah dilakukan pengecoran. Jalan Sindangbarang Jero mulai pembersihan, sedangkan Jalan Padasuka dan Warungbandrek sedang sosialisasi ke kelurahan. “Totalnya ada empat Proyek DAK 2018,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Konstruksi Toriq Nasution menuturkan, secara estetika memang posisi jalan lebih tinggi daripada trotoar itu tidak dibenarkan. Ada banyak dampak yang bakal ditimbulkan, diantaranya limpahan air bakal lebih besar ke trotoar dan drainase. Harusnya, pemkot terlebih dahulu merencanakan penataan trotoar dan drainase, terlebih dahulu. “Secara estetika itu tidak benar. Masa trotoar dibawah jalan? Nanti jadi saluran air, jadi got, limpasan air dari jalan beton. Ini aja sudah gak nyambung,” ujarnya.

Ke depan, sambung dia, seharusnya ada anggaran program perbaikan trotoar juga. Agar ketinggian trotoar minimal sama dengan tinggi jalanya. “Sebetulnya boleh saja kalau itu mendesak. Tapi harus segera diadakan perbaikan trotoar. Kalau trotoar dibawah jalan, kendaraan bisa nyelonong nabrak yang jalan. Dari segi keamanan gak bagus,” ucapnya.

Tetapi, dia merasa pesimis jika dimasukan dalam anggaran perubahan. Sebab, waktu yang ada sudah sangat mepet. “Saya kira tidak keburu. Prosesnya lama. Apalagi jika nilainya besar. Kalau mulus lelang dua bulan, ya kapan ngerjainnya?” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan Barang dan Jasa (Adalbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Rahmat Hidayat mengatakan, ada empat ruas jalan yang mengalami peningkatan kualitas jalan melalui dana DAK, diantaranya Jalan Merdeka dengan nilai Rp 6,6 miliar, Jalan Warungbandrek sebesar Rp2,9 miliar, Jalan Sindangbarang Jero (SBJ) senilai Rp2,8 miliar, dan Jalan Padasuka, yang memakan biaya Rp1,4 miliar. Total, Pemkot menerima DAK untuk perbaikan jalan sebesar Rp13,7 miliar untuk pelaksanaan di 2018. “Lewat DAK itu. Jalan Merdeka lebih besar karena secara lebih panjang dari yang lainnya, ada kurang lebih 1500 meter lah. DAK beda dengan APBD, harus jelas supaya bisa cair dan terserap,” tutupnya.

Waspada! Jabar Berpotensi Gempa 8 MMI

0

BDN – Adanya potensi gempa di Jawa Barat (Jabar) mencuat. Ini menyusul adanya pernyataan yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Lembaga tersebut menyatakan potensi gempa bumi di Jabar cukup besar dengan Modified Mercalli Intensity (MMI) bisa mencapai 8. Selain itu, potensi gempa juga terdapat di seluruh Pulau Jawa, baik Jawa Tengah, maupun Jawa Timur.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, potensi gempa itu terjadi karena di Pulau Jawa terdapat pertemuan sesar atau patahan Indo-Australia dan Eurasia. Di Pulau Jawa terdapat lima sesar aktif, antara lain sesar Cimandiri di Jabar, sesar Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sesar Jakarta di Jakarta, sesar Opak di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, sesar Grindulu di Pacitan, Jawa Timur.

Akibat aktivitas tektonik di dasar bumi menyebabkan sesar-sesar tersebut terus bergerak, bergeser dan suatu ketika bakal terjadi tabrakan sehingga menimbulkan gempa bumi. Pengetahuan tentang potensi gempa itu bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar pemerintah dan masyarakat lebih mewaspadai dan mengantisipasinya.

“Tetapi kita tidak bisa memprediksi kapan, di mana dan seberapa besar kekuatan gempa itu. Yang pasti pengetahuan tentang potensi gempa ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan agar kita waspada dan menyiapkan diri jika gempa terjadi,” kata Kasbani kepada wartawan di kantor PVMB, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (13/8/2018).

Kasbani menyatakan di Provinsi Jabar terdapat tiga aktif, yaitu sesar Cimandiri, Cisarua, dan Lembang. Patahan Lembang bertemu dengan Cimandiri di Cisarua, Lembang, Jawa Barat. Sedangkan patahan Cimandiri membentang hingga Baribis dan menyambung sampai Cilacap. “Potensi gempa di Jabar cukup besar akibat aktivitas tiga sesar aktif tersebut. Kekuatannya bisa mencapai 8 MMI,” ujar Kasbani.

Karena banyaknya sesar di Pulau Jawa itu, tutur Kasbani, PVMBG yang memiliki tugas dan fungsi melakukan mitigasi bencana geologi telah membuat peta rawan bencana gempa. Pemerintah daerah diharapkan menyesuaikan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dengan potensi tersebut. “Beberapa daerah sudah menggunakan peta rawan gempa sebagai acuan dalam menyusun RTRW dan membangun bangunan yang tahan gempa guna mengurangi dampak dan korban jika bencana tersebut terjadi,” tandas Kasbani.

Rumah Mewah di Royal Tajur Diontrog

0

BDN – Puluhan calon jamaah haji dan agen travel mendatangi kediaman bos PT Diak Sundus Karya Utama (DSKU) dengan diiringi pihak kepolisian dari Polresta Bogor Kota. Puluhan calon jamaah haji tersebut meminta keadilan atas gagalnya keberangkatan 400 jamaah haji ke Tanah Suci pada 2018 ini.

Pantauan Metropolitan, puluhan jamaah haji dan agen travel haji mendatangi rumah mewah di kawasan Royal Tajur. Mereka berteriak meminta bos PT DSKU keluar rumah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka membacakan ayat Kursi dengan sekencang-kencangnya untuk mengusir jin yang ada dalam sang bos travel.

Salah seorang agen asal Kalimantan, Midun, mengaku sabanyak 13 calon jamaah haji asal Kalimantan gagal berangkat ke Tanah Suci. Sekitar pukul 02:00 WIB, puluhan calon jamaah mendatangi kediaman bos PT DSKU. Setelah menunggu beberapa lama, sambil melantunkan ayat Kursi, sang bos travel pun akhirnya keluar dari sambil ditemani seorang asistennya dan beberapa anggota kepolisian.

Wanita berhijab dan berkacamata itu keluar rumah tanpa rasa malu dan takut. Ia dengan santai berjalan ke arah mobil polisi yang akan ditumpanginya. Sementara itu, beberapa calon jamaah haji berteriak menyorakinya yang sambil memasuki mobil polisi.

Salah seorang kuasa hukum agen travel haji area Bogor, Rosadi, menuturkan bahwa agen area Bogor sudah menyetor ke PT DSKU sebesar Rp3,6 miliar. Oleh pihak PT DSKU pun dijanjikan keberangkatan 10 Agustus, bahkan di 9 Agustus jamaah sudah dikarantina di hotel dekat bandara. Tetapi sampai 10 Agustus, 153 calon jamaah tidak juga diberangkatkan.

“Ketika ditagih kembali kapan berangkatnya, pihak PT DSKU hanya bilang tanggal 11 lalu dialihkan di tanggal 12. Akhirnya timbullah kemarahan dari para jamaah sehingga mereka mendatangi kantor di Tajur Trade Mal (TTM) lantai dua untuk mengecek apakah visa diproses atau tidak. Ternyata visa tidak didaftarkan PT tersebut,” paparnya.

Karena itu, akibatnya emosi para calon jamaah haji dan agen pun tak terbendung hingga melakukan tindak lanjut dengan melapor ke Polresta Kota Bogor. Rosadi mengatakan, calon jamaah juga ingin melakukan pengecekan apakah izinnya betul atau tidak, visanya diproses atau tidak.

“Karena kami sudah jelas, sudah dijanjikan tetapi tidak diberangkatkan, sedangkan biayanya sudah lunas. Itu hanya dari agen Bogor saja. Belum lagi dari agen daerah lain yang di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Palembang, Sumatera, Lombok, Madura, Surabaya dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Koalisi Badra Pecah

0

BDN – Deklarasi penetapan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) sudah diumumkan secara resmi dari masing-masing partai. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin didukung tujuh partai pengusung dan dua partai pendukung. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno didukung empat partai pengusung dan satu pendukung.

Konstelasi parpol dalam pemilihan presiden (pilpres) sangat berpengaruh ke daerah, seperti Kota Bogor. Karena itu, koalisi petahana Bima-Dedie Rachim atau Badra dipastikan bakal ditinggalkan beberapa partai pengusungnya pada pileg dan pilpres nanti.

Di antaranya Partai Golkar, Nasdem, Hanura dan Perindo, masuk jajaran koalisi petahana Jokowi pada pilpres, dengan meninggalkan PAN dan Demokrat yang berlainan koalisinya. “Pilkada sudah usai, tinggal kita sekarang membangun komunikasi dan konsolidasi dengan partai lainnya untuk tujuan yang sama dalam kontestasi yang berbeda yaitu pilpres,” ujar Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor.

Tagor menuturkan, walaupun pilwalkot dan pilpres berbeda koalisi, penyelenggaraan pilpres dan pileg di Kota Bogor harus aman dan tertib. “Saat ini masih by telepon. Rencananya kita bakal ketemu langsung dengan parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin,” ungkapnya.

Sedangkan Partai Gerindra dan PKS pada pilwalkot mengusung Ru’yat-Zainul, harus rela meninggalkan PPP sebagai teman koalisi. Itu harus mereka lakukan karena konstelasi di pilpres, mereka satu koalisi dengan mengusung, mendukung dan memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno untuk menjadi presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024.

“Dinamika politik selalu terjadi karena dinamis dan fleksibel. Kita hanya menjadi lawan di pilwalkot saja, tapi untuk pilgub kita sama. Hanya Demokrat saja yang beda. Tapi saya pastikan koalisi pilpres kita akan solid dan saya akan kejar serta perjuangkan itu. Karena tujuan kita sama, yaitu memenangkan presiden yang sama-sama kita usung,” ungkap Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam.

Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan mengaku akan patuh dan menjalankan perintah partainya untuk turut andil, bekerja sama dan membangun komunikasi serta menggerakkan kader dan mesin partainya untuk betul-betul berkontribusi dalam pemenangan presiden dan pileg nanti. “Sesuai instruksi partai dan amanat Pak SBY, kami tidak akan mengkhianati Pak Prabowo. Kami akan berjuang memenangkannya, di samping kami berjuang di wilayah dalam pertarungan pencalegan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua DPD PAN Kota Bogor Safrudin Bima, seluruh kader partai besutan Amin Rais itu akan all-out dalam memenangkan suara di Kota Bogor nanti di pilpres. Ia juga mengaku akan menunjukkan loyalitas dan totalitas dalam kontestasi pilpres 2019. “Saya jamin kader PAN Kota Bogor, termasuk Bima Arya, akan all-out mengamankan keputusan DPP PAN dan akan berjuang keras memenangkannya,” pungkasnya.

Tolak Bela Timnas!

0

BDN – DALAM waktu dekat atau pada 8 September 2018, Argen­tina akan menghadapi Guate­mala di laga uji coba. Empat hari berselang, Argentina yang kini dipimpin caretaker Lionel Scaloni akan bersua Kolombia di laga persahabatan.

Mengingat laga uji coba kurang dari sebulan akan digelar, Sca­loni pun sudah menyusun pemain-pemain yang akan di­panggil ke timnya. Messi men­jadi salah satu pemain yang panggil Scaloni. Tetapi Messi menolak pemanggilan tersebut. “Lionel Messi tidak akan men­jadi bagian dari skuat Argen­tina hingga akhir tahun ini,” kata Roy Nemer.

Meski belum mengumumkan secara langsung, indikasi Mes­si pensiun dari Timnas Argen­tina sudah terdengar usai gela­ran Piala Dunia 2018. Kegagalan membawa Argentina melaju jauh di Piala Dunia 2018 mem­buat Messi menjadi bulan-bulanan kritik. Messi disebut-sebut hanya bisa sukses ber­sama Barcelona, namun tidak dengan Argentina.

Semenjak naik ke tim senior Argentina pada 17 Agustus 2005, Messi tampil di 128 pertan­dingan dengan koleksi 65 gol. Tetapi sayangnya tidak ada satu pun trofi yang bisa diberi­kan Messi bagi masyarakat se­pak bola Argentina. Pencapai­an terbaik Messi hanyalah finis runner-up di Copa America 2007, 2015 dan 2016 serta Piala Dunia 2014.

10 Pramuka Kota Bogor Sukses Tampil di Depan Presiden

0

BDN – Sebanyak 10 anggota Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor yang dipercaya menjadi petugas upacara pada peringatan Hari Pramuka Ke-57 Tingkat Nasional di lapangan Gajah Mada, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Selasa (14/08/2018) mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Mereka tampil dengan petugas upacara lainnya di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku inspektur upacara yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Adapun kesepuluh anggota pramuka Kota Bogor yang mendapat kepercayaan terdiri dari 3 Pramuka Siaga, yakni Natasya (Bogor Timur), M. Andra Wibowo (Bogor Tengah), Khayla (Bogor Tengah) dan M. Fakhri (Bogor Barat).

4 anggota pramuka penggalang pengucap adalah Vannto (Tanah Sareal), Rendy Iqbal Setiawan (Tanah Sareal), Dika Sarwan (Bogor Timur), Mariska Amalia (Bogor Tengah).

Sementara itu, Jasmin (Bogor Timur) bersama Bunayya Fathia (Bogor Timur) dipercaya sebagai Master of Ceremony (MC).

Kesuksesan para anggota Pramuka Kota Bogor dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas mendapat apresiasi dari Ketua Kwarda Jawa Barat Dede Yusuf yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Apresiasi juga  disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat yang juga Ketua Kwarcab Kota Bogor.

“Ini memperlihatkan kualitas pembinaan Pramuka di Kota Bogor, hasil pembinaan kita bisa dipakai di tingkat nasional. Apresiasi saya sampaikan kepada para pelatih dan pengurus yang giat terus melakukan pembinaan bagi anggota hingga terseleksi,” kata Ade saat ditemui usai mendampingi Wali Kota Bogor Bima Arya bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Kantor BKPP Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, jalan Ir. Juanda, Rabu (15/08/2018).

Ade berharap torehan ini menjadi motivasi bagi seluruh pramuka di Kota Bogor sehingga pembinaan dan pelatihannya lebih giat dan lebih ditingkatkan serta tambah semangat dalam membuat program dan kegiatan yang lebih sinergi dengan kebutuhan di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat maupun nasional.

Mengusung tema Pramuka Perekat NKRI, peringatan Hari Pramuka Ke-57 diikuti ribuan pramuka dari wilayah Jabodetabek. Turut hadir  para duta besar negara-negara sahabat, khususnya ASEAN, Sekretaris Jenderal Gerakan Kepanduan Sedunia, World Organization of the Scout Movement (WOSM), Direktur Pramuka Asia Pasifik, JRC Pangilinan.

Melalui peringatan Hari Pramuka Ke-57 Tahun 2018, Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault mengajak pramuka untuk meningkatkan dedikasi dan kreativitas dalam mengabdi diri kepada negeri. (humas:rabas-SZ)

Balita 2,5 Tahun, Sehari Habiskan Dua Bungkus Rokok

BOGOR DAILY – Misbahudin (36) dan Maryati (35) cuma bisa pasrah melihat kelakuan putranya, R (2,5). Di usianya yang masih balita, R sudah kecanduan rokok. Layaknya orang dewasa, tiap pagi R selalu minta jatah menyeruput kopi lengkap dengan batangan rokok. Dalam sehari R bisa menghabiskan dua bungkus rokok

Misbahudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh perusahaan pekapuran dengan Maryati itu memiliki sebuah warung kecil di rumahnya.

Warungnya menjual berbagai jenis jajanan makanan ringan. Lokasi rumah sederhana ini terletak di sekitar perkebunan karet yang jarang penduduk.

Untuk mencapai lokasi tersebut harus melewati jalan berbatu sepanjang satu kilometer dari kantor desa setempat. Di rumah sederhana itulah Misbahudin merawat R, balita yang sudah kecanduan mengisap rokok.

Bila sehari saja tidak merokok, anak bungsu Misbahudin dengan Maryati warga Kecamatan Cibadak itu bisa mengamuk seharian.

Dalam sehari, R bisa menghabiskan belasan batang atau dua bungkus rokok. “Dalam sehari bisa habis dua bungkus rokok,” ungkap Maryati.

Bila anak bungsunya meminta rokok lalu tidak diberi, ia akan langsung marah dan mengamuk. Ia baru berhenti setelah diberi rokok.

Selain merokok, anak tersebut juga kecanduan kopi. “Ia suka ngopi tapi kopinya yang moccacino,” tuturnya. “Sudah rutin setiap pagi harus ada kopi sama rokok,” sambungnya.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini mulai diketahui merokok sekitar 1,5 bulan lalu. Saat itu anak lelaki satu-satunya tersebut meminta rokok.

“Sambil bawa-bawa puntung rokok, tiba-tiba minta rokok. Saat itu saya kaget sekali. Waktu itu terus minta rokok dan nggak dikasih tapi akhirnya marah-marah,” ucapnya.

Mengetahui anaknya terus kecanduan merokok dan ngopi, Maryati berharap kebiasaan orang dewasa yang diikuti anaknya bisa secepatnya berhenti.

Hanya saja Maryati mengaku tidak tahu bagaimana cara menghentikan kecanduan anaknya tersebut. “Ya ingin sekali anak saya bisa berhenti merokok dan ngopi tapi nggak tahu bagaimana caranya,” katanya.

Takut Paman

Meski kecanduan merokok, ternyata anak balita ini takut pada pamannya. Terlebih bila ketahuan sedang mengisap rokok langsung dimatikan atau dibuang dan kabur lalu bersembunyi.

“Kalau kelihatan sama saya, dia takut. Malah rokoknya dibuang dan langsung sembunyi,” kata pamannya, Epi Sumpena (38). “Saya juga sering melarang kalau pas melihat keponakan saya merokok,” sambungnya. (sumber metropolitan.id)