Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8787

Lagi! Zumi Zola Diperiksa Sebagai Tersangka Suap

BOGOR DAILY-Penyidik KPK kembali memanggil Gubernur Jambi Zumi Zola. Dia dipanggil sebagai tersangka penerima gratifikasi.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap ZZ (Zumi Zola) sebagai tersangka,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (2/4/2018).

Sebelumnya Zumi suda pernah diperiksa sebagai tersangka pada Kamis (15/2), namun belum melakukan penahanan. KPK kemudian mempertimbangkan segera menahan Zumi, menyusul kritik dan masukan dari masyarakat.

KPK menyebut Zumi Zola menerima gratifikasi bersama-sama dengan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi nonaktif Arfan. Sedangkan, Arfan telah dijerat KPK melalui operasi tangkap tangan (OTT) bersama-sama Plt Sekda Provinsi Jambi nonaktif Erwan Malik, Asisten Daerah III Provinsi Jambi nonaktif Saifudin, serta seorang anggota DPRD Supriono, terkait dugaan adanya ‘duit ketok’ yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018.

Duit yang diduga berasal dari rekanan Pemprov Jambi ini dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018. Total ada Rp 4,7 miliar yang diamankan KPK dari jumlah yang seharusnya Rp 6 miliar.

Diduga, ada irisan uang dugaan penerimaan Zumi dan Arfan dengan ‘duit ketok’ ke anggota DPRD Jambi. KPK juga tengah membuktikan keterlibatan Zumi dalam pemberian suap.

Pakar Tata Ruang IPB Beberkan Penyebab Puncak Longsor Lagi

BOGOR DAILY-Berulangnya musibah longsor Puncak, tepatnya di Km 20+650, Puncak Pass, Ciloto, Kabupaten Cianjur, Rabu 28 Maret 2018, dalam kurun waktu 1 bulan terakhir, merupakan akibat kerusakan lingkungan hidup karena maraknya alih fungsi lahan.

“Akibat telah terlampauinya daya dukung lingkungan, di kawasan Puncak setiap tahunnya akan terus mengalami kejadian longsor seperti itu,” kata Ernan Rustandi Pakar Tata Ruang Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pembangunan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ahad 1 April 2018.

Dosen IPB ini mengatakan, adanya peningkatan yang signifikan alih fungsi lahan di wilayah Puncak yang awalnya menjadi kawasan lindung yang berfungsi menjadi daerah resapan air, berubah jadi bangunan vila, permukiman dan kebun sayuran, menjadi beban untuk lingkungan di Puncak.

“Alih fungsi ini dari wilayah lindung dan resapan air menjadi bangunan vila, pemukiman serta kebun sayur ini daya dukungnya tidak sesuai dengan kemampuan lahan di puncak,” kata Ernan Rustandi lagi.

Ernan mengatakan daya dukung lingkungan puncak yang terlalu berat akibat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai, sehingga daya tampung resapan air pun berkurang, akibanya wilayah puncak menjadi kawasan rawan pergerakan tanah yang berubah jadi longsor saat diguyur hujan.

“Saat ini kawasan Puncak selalu mengalami kejadian tanah longsor setiap tahunnya, dan bencana banjir bandang di wilayah Puncak menjadi ancaman masa mendatang,” kata Ernan lagi.

Ernan menambahkan, di tahun 2018 tepatnya hingga tanggal 5 Februari 2018 saja pihaknya sudah mencatat ada 55 titik longsor yang terjadi di kawasan Puncak, bahkan peluang terjadinya longsor sangat tinggi di musim hujan.

Ditambahkannya, agar mengurangi beban di wilayah puncak, pihaknya dari Konsorsium Puncak mempromosikan dan mendukung petani Puncak yang saat ini masih memanfaatkan kawasan hutan untuk menanam sayur diganti jadi tanaman kopi.

“Kami berharap pemanfaatan kawasan hutan dari tanaman semusim seperti sayuran beralih ke budidaya kopi dan aktivitas yang ramah lingkungan, ” tutur Ernan.

sumber: Tempo.com

Arief Hidayat Tinggalkan Jabatan Ketua MK

BOGOR DAILY-Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat, memasuki masa akhir jabatannya. Dalam pidatonya, Arief Hidayat meminta Ketua MK yang baru untuk memiliki pemikiran jernih dan berintegritas.

Arief mengatakan, MK merupakan lembaga yang seksi. Menurutnya, MK bisa mengubah kehidupan bangsa lewat uji materi undang-undang.

“MK sebagai lembaga seksi yang bisa mengubah arah kehidupan bangsa dari segala aspek. Mulai dari hewan sakit sampai agama, sosial, budaya, diajukan ke sini,” ujar Arief dalam pidatonya, di Gedung MK, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Arief lalu meminta pengganti dirinya untuk mengambil keputusan. Menurut Arief, jika MK tidak hati-hati dalam memutus gugatan undang-undang maka bisa berdampak buruk ke negara.

“Oleh karena itu MK kalau tidak hati-hati dalam memutus sebetulnya itu membawa arah yang keliru ke semua aspek,” ucapnya.

Untuk diketahui, Arief Hidayat tak boleh ikut pemilihan karena sudah dua periode menjabat Ketua MK. Hal itu berdasarkan rapat tertutup soal jabatan Arief yang dilakukan pada Rabu (28/3).

Alkes-Sukma Digadang Jadi Juara Ade Yasin Cup

0

BOGOR DAILYPasangan Alkes-Sukma termasuk pemain yang diunggulkan dalam turnamen Bulutangkis Ade Yasin Cup yang digelar di GOR Tirta Karya Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga.

Dalam kejuaraan ini terdapat empat pasangan yang diunggulkan. Yakni, Rian /Toto, Donny /Uber dan Hae /Dana. Egi Kennedy mengatakan dari tahun ke tahun peserta terus bertambah.  Bahkan makin menarik karena selalu ada kejutan.

Memang yang paling solid dan sudah sangat kuat pasangan Alkes/Sukma. Mental juara dan pengalaman tanding juga dimiliki pasangan Alkes dan Sukma,” jelas Egi ketika ditemui saat pembukaan kemarin.

Dihubungi terpisah Alkes mengatakan, semua pasangan memiliki peluang yang sama untuk jadi juara. Ia pun saat ini tinggal mempersiapan mental dan fisik saja.

“Semua lawan berat saya hanya fokus untuk bermain baik,”  jelas Alkes kepada Metropolitan.

Sekedar di ketahui turnamen Ade Yasin Cup ke -4, diikuti sebanyak 128 peserta. Ini terbagi dalam dua kategori kelompok usia dan non atlet.

Sesuai jadwal kegiatan ini akan berlangsung selama satu pekan, Mayoritas peserta merupakan penggemar bulutangkis di kecamatan Ciomas,  Dramaga,  Ciampea dan Pamijahan.  memperebutkan piala bergulir Ade Yasin serta uang pembinaan. (gib)

Kelola Sampah Bogor Bisa Hemat Biaya pemkot Rp31 Miliar

BOGOR DAILY-Pemkot Bogor dapat menghemat Rp31 miliar jika sampah domestik dikelola sendiri secara maksimal. Asumsi tersebut diungkapkan Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Arief Sabdo Yuwono.

Menurut dia, kalau kota berpenduduk satu juta jiwa itu bisa mengelola sendiri sampah domestiknya maka dapat menurunkan biaya angkut sampah se besar Rp31 miliar per tahun. “Ini dengan asumsi biaya angkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sebesar Rp500.000 per trip,” ujar Arief.

Tak hanya itu, setiap rumah tangga juga bisa mendapatkan manfaat berupa uang dari kompos yang dihasilkan Rp20.000 per bulan. “Sebenarnya 75% sampah dapat dikurangi dengan dikelola di tempat asal atau setiap rumah. Sampah yang perlu diangkut ke TPA hanya 25% saja,” katanya.

Selain pengelolaan sampah, dia juga menekankan pentingnya arti lingkungan yang sehat dan nyaman. Ada tiga pengukuran Indeks Kesehatan Lingkungan (IKL), yakni kualitas udara, air, dan tutupan lahan. “Dari laporan Ditjen Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan KLHK 2015, sekitar 68% mutu air sungai di 33 provinsi dalam status tercemar berat.

Sumber pencemaran yakni tinja, air limbah domestik, dan sampah rumah tangga,” ujar Arief. Salah satu cara menyajikan kondisi kualitas udara dengan menampilkannya pada papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang biasa terpasang di lokasi strategis di perkotaan.

Namun, ISPU memiliki jeda waktu 24 jam antara waktu pengambilan sampel dan saat penyajian. Korban terpapar udara berbahaya terlebih dulu, karena hasil analisis kualitas udaranya baru ditampilkan keesokan harinya.

Berdasarkan studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan kerusakan lingkungan, kesimpulannya sebagian masyarakat memandang proses penyusunan dokumen dan pelaksanaan studi amdal hanyalah sebuah tahap formalitas dari proses perolehan izin usaha. Sebagian lain memandang amdal sangat penting sebagai upaya manusia mempertahankan kualitas lingkungan.

Selama ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mewajibkan setiap tempat usaha memiliki tempat pembuangan sampah. Keberadaan tempat sampah sudah tertuang di dalam izin lingkungan sebelum izin usaha dikeluarkan dinas terkait.

Kepala DLH Kota Bogor Elia Buntang mengatakan, salah satu penilaian yang anjlok dalam penghargaan Adipura adalah faktor kebersihan Kota Bogor, termasuk saluran airnya, ditambah tempat usaha yang belum menyediakan tempat sampah. “Sebenarnya saya optimistis Kota Bogor bisa meraih kembali Adipura. Saya sudah sampaikan surat ke beberapa tempat usaha untuk wajib menyediakan tempat sampah besar, sebab dalam izin lingkungannya tempat sampah harus ada,” ujarnya. Menurut Elia, sampah yang memenuhi saluran air/drainase sekitar 60 meter kubik.

“Mudah-mudahan kami bisa membersihkan dan menuntaskan hari ini juga sampai mengangkutnya menggunakan 10 truk,” ucapnya. Sampah di saluran air sebenarnya tidak akan bermasalah kalau dirutinkan pengangkutannya.

sumber: Okezone.com

Kakek Nenek Jadi Korban Perampokan, Satu Dikabarkan Tewas

BOGOR DAILYPasangan kakek nenek di Komplek KPKN, Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor diduga menjadi korban perampokan disertai kekerasan pada Senin (26/3/2018) malam.

Akibat peristiwa tersebut sang Kakek yang diketahui bernama Aritonang tewas dan istrinya mengalami luka-luka.Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat warga tengah salat maghrib berjamaah di masjid yang tak jauh dari rumah korban sehingga suasana komplek pun sepi.

Ia juga mengatakan bahwa sebelumnya ada warga yang mendengar suara jeritan ketika hendak shalat ke mesjid namun dibiarkan karena dikira suara orang gila yang kerap muncul di kawasan tersebut. “Ada yang denger yang jerit, pas mau salat ke sini (mesjid) cuman ada yang ngejerit dikirain orang gila yang ngejerit, maka kita terusin aja salat,” ujarnya.

Kemudian menurutnya sekitar pukul 19.15 WIB, istri dari Aritonang berjalan menuju mesjid meminta tolong dengan kondisi kepala luka parah. “Itu ketahuan saat si ibunya jalan ke mesjid minta tolong, dia masih bisa jalan, ininya berdarah, iya di kepalanya, yaudah sama imamnya dia berteriak minta tolong,” ujarnya.

Saat itu menurutnya, seketika warga langsung ramai berkumpul di sekitar rumah korban dan polisi pun berdatangan setelah menerima laporan. Selain itu, ia juga mengatakan korban sang kakek Aritonang, juga mengalami luka cukup parah dibagian kepala. “Saya denger si bapaknya meninggal, sama si ibu dibawa ke PMI, tapi kita gak tahu apanya yang dirampok, soalnya rumahnya langsung ditutup polisi, sampai jam 11 maleman lah, banyak polisi di sini,” ungkapnya.

Sampai saat ini rumah korban terpantau masih ditutup garis polisi dan tampak kosong namun beberapa jendela masih terbuka dan hingga kini kepolisian belum bisa dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

 

Suami Dian Sastro Diperiksa KPK, Ini Lho Kasusnya

0

BOGOR DAILY-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan suami artis Dian Sastrowardoyo, Maulana Indraguna Sutowo, Selasa, 27 Maret 2018.

Indraguna selaku Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi dipanggil terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus di PT Garuda Indonesia.

“Dia (Indraguna Sutowo) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (mantan Dirut PT Garuda Indonesia),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkatnya.

Saat ini Indra menjabat sebagai CEO PT Mugi Rekso Abadi, menggantikan posisi Soetikno Soedarjo, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain Indra, penyidik KPK turut memanggil VP Network Management PT Garuda Indonesia, Tenten Wardaya, sebagai saksi untuk Emirsyah. Diduga Tenten mengetahui banyak kasus korupsi yang menjerat Emirsyah.

Sebelumnya, penyidik KPK juga memanggil ayah Indra, Adiguna Sutowo dan bekas istri Soetikno Soedarjo, Dian Muljadi. Namun, hanya Dian yang memenuhi panggilan penyidik KPK, sementara Adiguna yang juga kerabat Soetikno Soedarjo mangkir pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Beredar Foto Opick dengan Yulia Mochamad, Ini Kata Istri Pertama

0

BOGOR DAILY- Istri pertama Opick, Dian Rositaningrum seperti peduli tak peduli dengan kabar suaminya mempunyai istri ketiga bernama Yulia Mochamad. Ketidaktahuan Dian tentang pernikahan ketiga suaminya itu pun diragukan.

Perempuan yang kini memakai cadar itupun disodori foto saat Opick berdiri dengan Yulia Maochamad. Dian terlihat seperti tak kaget.

“Saya nggak tahu. Kalau itu yang beredar,” kata Dian di Pengadilan Agama Jakarta Timur, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (27/3/2018).

Dalam foto yang diposting oleh Yulia pada Desember 2017, terlihat Opick bersanding dengan dua orangtua perempuan yang berprofesi sebagai politisi itu. Mereka pun memakai baju dengan warna senada, yakni putih.

Lantas benarkah Dian benar-benar tidak tahu jika sang suami memiliki istri ketiga? Atau hanya pura-pura tidak tahu?

“Saya tidak dikasih tahu,” tegas Dian.

Dari sebuah tayangan, pernikahan Opick dan Yulia dibenarkan oleh salah satu sahabat mereka bernama H. Munawir. Meski begitu, Dian Rositaningrum yang sudah memberikan enam orang anak pada Opick tetap mengatakan dirinya tak tahu soal Yulia Mochamad.

 

Tukang Becak Jutawan Ini Dijaga Ketat, Ini Alasannya…

0

BOGOR DAILY-RSUD Dr Soetomo Surabaya meningkatkan penjagaan kepada Askan, tukang becak yang ditemukan lemas di Tambaksari dengan membawa uang Rp 49 juta. Sebab selama ini memang banyak yang mengaku sebagai anggota keluarga dan teman Askan. Dengan tegas, pihak rumah sakit tidak memberi izin menjenguk jika identitasnya tidak jelas.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Ruang Palem RSUD Dr Soetomo, Dwi Wahyuni. Dia mengatakan dulu ketika Askan baru masuk rumah sakit, sempat ada beberapa yang menjenguk dan telah diizinkan masuk. Namun, Askan mengeluh kelelahan akibat meladeni orang-orang yang mengaku teman dan keluarganya. Askan juga tidak ingat siapapun yang menjenguk.

“Waktu itu karena kondisinya masih sedikit pikun akibat drop. Dia tidak ingat dan mengaku kelelahan karena banyak yang menjenguk,” ujar Dwi.

Menilik keluhan pasien, pihak rumah sakit berkoordinasi untuk meningkatkan penjagaan. Selain demi pemulihan pasien, juga tidak ditemukan data yang benar mengenai keluarga asli Askan.

“Sehingga yang menjenguk dan tidak bisa memberikan data asli tidak akan diizinkan masuk,” tambah Dwi.

Dwi mengatakan, selama ini memang banyak yang mengaku-aku sebagai keluarga Askan. Namun ketika dimintai data, dan diberi pertanyaan terkait identitasnya, banyak orang yang justru tidak dapat memberikan data. Mereka pun selanjutnya tak pernah kembali lagi menjenguk.

Untuk itu, pihak rumah sakit benar-benar memberikan penjagaan. Dwi mengatakan yang bisa menjenguk Askan adalah orang-orang yang telah mendapat id card, yakni yang telah diizinkan untuk masuk dan menjenguk.

“Nanti yang masuk adalah yang telah menggunakan id card,” kata Dwi.

Biasanya memang yang menjenguk adalah pegawai Kecamatan Tambaksari dan Dinas Sosial Surabaya. Tak hanya itu, untuk mengatasi penjenguk yang mengaku-aku Dwi telah menyiapkan beberapa antisipasi .

“Jadi nanti yang menjenguk akan dibilang jika pasien ini sekarang sudah resmi dalam pengawasan Dinas Sosial,” ujar Dwi.

Askan dirawat di RSUD Dr Soetomo usai ditemukan lemas dengan demam tinggi di becaknya, Rabu (21/3/2018). Diketahui, pria berusia 72 tahun asal Jombang ini sudah berpuluh tahun tinggal di Surabaya. Askan yang tinggal di becak didiagnosa menderita infeksi paru-paru

Edan! Komplotan Ini Edarkan Uang Palsu Rp6 Miliar di Bogor

BOGOR DAILY- Polisi menangkap 3 pengedar uang palsu di sebuah kontrakan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Dari para tersangka, polisi mengamankan uang palsu sebanyak Rp 6 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, ketiga tersangka ditangkap setelah pihak Polsek Bogor Timur mendapat laporan warga terkait dugaan adanya peredaran uang palsu di wilayah hukum Polsek Bogor Timur.

“Kemudian dilakukan penyelidikan, hingga akhirnya tadi pagi anggota melakukan penangkapan kepada ketiga tersangka di rumah kontrakan di Bogor Timur. Dari rumah kontrakan itu diamankan uang palsu sebanyak Rp 6 miliar,” kata Kombes Ulung di Polsek Bogor Timur, Selasa (27/3/2018).

Ketiga tersangka yang diamankan yakni Candra (55) asal Blitar, Masimilianus Jasri Abrur ((36) asal Flores, dan Yornes Sanitado (31) asal Flores. “Saat penangkapan sebenarnya ada 5 orang yang diamankan tapi sementara 2 orang lainnya masih sebagai saksi. Jadi yang ditetapkan tersangka tiga orang ini,” kata Ulung.

Kepada polisi, ketiga tersangka mengaku mendapat uang palsu sebanyak Rp 6 miliar tersebut dari seseorang yang kini masih diburu polisi. Uang palsu sebesar Rp 1 miliar dibeli tersangka dengan uang asli Rp 750 juta. “Kemudian pelaku menjual kembali dengan perbandingan Rp 1 miliar uang asli ditukar dengan Rp 3 miliar uang palsu,” jelasnya.

Ulung menyebut, uang palsu sebanyak Rp 6 miliar tersebut didatangkan dari luar Bogor dan rencananya akan dijual kembali kepada seseorang di Tangerang Selatan.  “Kita masih kembangkan kasus ini, pelaku masih akan di dalami keterangannya. Terkait di mana uang palsu ini dibuat, ke mana saja diedarkannya, dan siapa saja jaringannya,” kata Ulung.