Tuesday, 28 April 2026
Home Blog Page 8810

Bus Rombongan Umroh Bima Arya Diserang, Ini Kronologinya

0

BOGOR DAILY-Bus pariwisata yang ditumpangi rombongan jamaah umrah termasuk Bima Arya Sugiarto beserta keluarga dilempari batu saat melintas di Tol Jagorawi KM 27, kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/2). Bima menjelaskan peristiwa pelemparan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, diduga dilakukan oleh oknum ‘supporter’ bola yang berkumpul di sekitar tol.

“Ini dugaan saya, karena mereka tidak pakai atribut. Mereka duduk-duduk di pinggir jalan tol, setelah kami melintas kami melihat ada mobil suporter The Jakmania berjarak mungkin sekitar 500 meter dari lokasi mobil kami diserang,” kata Bima.

Akibat lemparan batu tersebut, kaca bus pariwisata dengan nomor polisi F 7950 AA yang ditumpangan 28 orang jamaah umroh pecah, serta retak-retak. Bahkan dua ibu jamaah umrah mengalami luka kecil pada bagian pipi akibat pecahan kaca.

Menurut Bima, saat kejadian pelemparan seluruh jamaah kaget. Bahkan supir bus sempat oleng, sehingga seluruh jamaah syok dengan kejadian tersebut. “Tadi supir sempat mau berhenti, tapi saya arahkan untuk tetap jalan dan berhenti di shell (rest area),” katanya.

Bima menduga, pelemparan dilakukan oleh supporter bola karena saat ini juga sedang dilaksanakan final sepakbola Piala Presiden yang mempertemukan antara Persija Jakarta dan Bali United di stadion Gelora Bung Karno.

“Ini baru dugaan, karena kebetulan seluruh jamaah umrah mengenakan baju oranye khasnya Persija,” kata Bima.

Hingga pukul 15.45 WIB seluruh penumpang bus jamaah umrah sudah dapat menenangkan diri. Pihak travel juga sudah mengirim bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta.

Sumber: Republika.com

Penutupan Jalur Puncak Paling Lama Sampai 3 Bulan

BOGOR DAILY-Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menghormati keputusan kepolisian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) terkait rencana perpanjangan waktu penutupan Jalur Puncak, Bogor. Dari rencana awal hanya berlangsung selama sepekan, penutupan jalur diprediksi berlangsung satu sampai tiga bulan.

Tapi, Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Budi Sulistio, berharap, pihak terkait bisa memberikan penjelasan secara mendetail. “Hemat kami, pemberitaannya harus jelas, titik mana sampai mana yang ditutup,” ujar Budi seperti dilansir Republika.co.id, Sabtu (17/2).

Budi menjelaskan, penjelasan tersebut dibutuhkan untuk menghindari kerugian lebih parah yang dialami para pelaku usaha pariwisata di area lain seperti kawasan Megamendung, Cipayung dan Cisarua. Sebab, persepsi masyarakat kini menganggap bahwa semua jalur Puncak rawan longsor. Padahal, hanya ada dua titik rawan, yakni Riung Gunung dan Gunung Mas.

Selama sepekan ini, Budi menilai, hotel maupun restoran di tiga area tersebut sudah terkena dampak dari isu penutupan jalur dan rawan longsor. Padahal, sampai saat ini, jalur-jalur itu dalam keadaan masih bisa dikunjungi oleh tamu yang akan berlibur, tuturnya.

Di samping itu, Budi juga berharap agar pihak terkait bisa menyelesaikan perbaikan jalur Puncak tidak dalam waktu lama. Ia menjelaskan, apabila terlampau lama dan berlarut, aktivitas perekonomian para pengusaha dan masyarakat Puncak sampai Cipanas tersendat.

Ketua Penelitian dan Pengembangan PHRI Kabupaten Bogor, Sofyan Ginting, menuturkan, dampak yang sudah dirasakan setelah penutupan jalur Puncak selama sepekan lebih adalah penurunan okupansi. Sementara hotel menurun 60 persen, restoran juga mengalami penurunan sitting occupancy 10 persen. “Dampak dirasakan di usaha di kawasan Cisarua dan sekitarnya,” ujarnya.

Terkait rencana perpanjangan waktu penutupan jalur Puncak, Ginting melihatnya sebagai upaya menyelamatkan jiwa masyarakat yang sudah sepatutnya menjadi prioritas utama pemerintah. Ia pun memaklumi apabila pengerjaan mengalami hambatan akibat cuaca di kawasan Puncak yang kerap tidak kondusif.

Tapi, di sisi lain, Ginting melihat, percepatan perbaikan juga harus terus dilakukan. Di antaranya, dari segi pengadaan peralatan canggih dan sumber daya manusia yang sepatutnya dikerahkan secara maksimal. “Atau, lakukan pengawalan oleh pihak terkait jika ada yang mau melalui jalan Puncak,” tuturnya.

Secara prinsip, Ginting mengungkapkan bahwa PHRI Kabupaten Bogor setuju dengan anjuran Polda Jabar dan Kemenpupera yang sudah mempertimbangkan berbagai hal. Hanya, ia berharap, jalan alternatif patut ditingkatkan, seperti dari segi penambahan fasilitas penerangan dan keamanan agar masyarakat tetap merasa nyaman saat melintas.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, menjelaskan, perkiraan perpanjangan waktu terkait perbaikan jalur Puncak bukan tanpa sebab. Menurut kajian yang dilakukan Kemenpupera, paling cepat sebulan selesai. Dari hasil kajian, bawah tanah jalur Puncak ini mengandung air yang berarti potensi longsor masih terus ada, ucapnya saat melakukan peninjauan ke Riung Gunung, Sabtu (17/2).

Agung menyebutkan, penyebab lainnya adalah keberadaan warung yang tersebar di titik-titik jalur Puncak. Lapak mereka diduga menutupi saluran air, sehingga air hujan yang seharusnya mengalir dengan lancar, jadi menumpuk. Akibatnya, tanah semakin gembur dan potensi longsor kian tinggi.

Usai Pesta Sabu, Putri Si ‘Ratu Dangdut’ Resmi Tersangka

0

BOGOR DAILY-Polisi masih menelusuri asal-usul sabu yang dibeli pacar Dhawiya Zaida, Muhammad, serta sabu yang dikonsumsi bersama. Saat diperiksa, Muhammad memberikan keterangan yang berubah-ubah.

“Dari mana barang didapat sampai sekarang juga dari (keterangan) tersangka M, belum mendapatkan informasi itu (sabu) dari mana karena berubah-ubah keterangannya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/2/2018).

Muhammad saat diperiksa mulanya mengaku membeli sabu dengan cara transaksi pembayaran transfer. Namun, saat ditanya ulang, Muhammad kepada penyidik mengubah keterangan menjadi membeli sabu dengan transaksi langsung.

“Keterangan berubah-ubah, kita dalami kembali untuk tersangka M dan D karena yang bersangkutan berubah-ubah keterangannya,” sambung Argo.

Tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Jean Calvin Simanjuntak mulanya menangkap Muhammad. Setelahnya, ditangkap Dhawiya dalam kamar bersama abangnya bernama Syehan serta istrinya Chauri Gita.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui para tersangka ini membeli sabu dengan cara urunan masing-masing Rp 200 ribu.

“Sabu didapat urunan berempat, urunan Rp 200 ribuan, (total) Rp 800 ribu diserahkan ke tersangka M. M yang membeli (sabu),” sebut Argo.

Pasca Simulasi Pilkada, Rumput Lapangan Tegar Beriman Rusak

BOGOR DAILY- Pasca simulasi pengamanan Pilkada oleh Polres Bogor Senin (12/2) lalu di Lapangan Tegar Beriman, rumput area tersebut menjadi rusak. Akibatnya, untuk sementara lapangan tersebut terpaksa ditutup bagi masyarakat.

Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor Makmur Rozak menjelaskan, tidak ada penanganan khusus untuk lapangan itu. Namun, pasca simulasi pengamanan pilkada, beberapa bagian lapangan rusak karena dilintasi mobil-mobil polisi hingga mobil water canon hingga lapangan menjadi berlumpur.

“Iya sementara ditutup dulu, mumpung musim hujan. Kemarin kan baru dipakai untuk simulasi pengaman pilkada yah,” kata Makmur saat dihubungi, Jumat (16/2).

Menurutnya, tidak ada perawatan khusus untuk Lapangan Tegar Beriman, melainkan diistirahatkan sejenak dari aktifitas masyarakat yang biasa setiap sore berolahraga di lapangan itu.

“Ya, mudah-mudahan tidak lama ditutupnya. Itu mah memang lapangan untuk kegiatan formal sih, seperti upacara. Cuma karena agak rusak, perlu diistirahtkan,” kata dia.

Sejak Rabu (14/2), Lapangan Tegar Beriman tertutup untuk umum. Petugas memasang patok-patok kayu disertai tali plastik, agar masyarakat tidak masuk ke lapangan sementara waktu. Spanduk pemberitahuan pun terpasang di sudut-sudut lapangan.

Dalam spanduk itu bertuliskan ‘Mohon maaf untuk pemulihan rumput. Untuk sementara Lapangan Tegar Beriman tidak dapat digunakan untuk aktivitas apapun kecuali kegiatan kedinasan seizin pimpinan’.

Masyarakat pun memaklumi ditutupnya Lapangan Tegar Beriman. “Malas juga olahraga kalau lapangan rumputnya berlumpur gitu. Enggak apa kok ditutup dulu. Siapa tahu nanti jadi bagus,” ujar Iksan, warga Bojonggede yang harus gigit jari karena harus lari di area lain komplek Tegar Beriman

Truk Molen Terbalik Timpa Angkot di Bogor, 2 Tewas

0

BOGOR DAILY-Kecelakaan maut terjadi di Jalan KHR Abdullah Bin Nuh Sabtu (17/2) siang.  Truk berisi bahan coran terbalik akibat mengalami rem blong. Nahas, badan truk molen berukuran besar itu langsung menimpa angkot di jalan raya.

Informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi sekitar pukul 11:20 wib. Informasi sementara, dua orang tewas dalam kejadian di jembatan Yasmin arah Terminal Bubulak. Namun, identitas korban belum diketahui. Proses evakuasi masih berlangsung.

Berikut foto yang didapat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Gedung Sekolah di Cileungsi Ludes Terbakar

BOGOR DAILY- Kebakaran hebat melahap bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Surya Kencana di Jalan Raya Cibubur-Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (16/2/2018) malam. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/2) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena menerangkan, api berawal dari gudang buku lantai 1. Ia juga menjelaskan bahwa warga sempat mencoba memadamkan api tersebut dengan peralatan seadanya namun api tetap menjalar dan membesar hingga ke lantai 2 gedung sekolah tersebut.

Lanjut Ita, 7 unit pemadam kebakaran (damkar) pun dikerahkan setelah ada salah satu warga yang melapor ke Polsek Cileungsi.”Setelah melakukan pemadaman, pada pukul 23.45 WIB, api sudah bisa dipadamkan dalam keadaan aman,” katanya.

Beruntung dalam peristiwa tersebut menurutnya tidak ditemukan adanya korban jiwa namun api berhasil menghanguskan 5 kelas, gudang buku dan sejumlah komputer.

Sementara itu, lanjut dia, penyebab kebakaran belum diketahui.

Macet Parah, Perjalanan Jakarta-Bandung Sampai 10 Jam

0

BOGOR DAILY-Perjalanan dari Jakarta menuju Kota Bandung memerlukan waktu tempuh 10 jam lebih, Kamis (15/2/2018). Waktu tempuh yang tidak biasa. Sebab, biasanya perjalanan Jakarta-Kota Bandung hanya tiga jam.

Dodi, warga Kota Bandung, yang bekerja di sebuah lembaga pemerintahan, berangkat dari pool travel DayTrans, Jalan Kebon Jeruk Raya, Jakarta Pusat, menuju Kota Bandung, pada Kamis pukul 20.00 WIB. Karena jalanan macet, ia baru sampai di Kota Bandung pada Jumat pukul 06.30 WIB.

“Seperti lebaran, macetnya parah banget,” ujarnya di tengah perjalanan menuju Kota Bandung, Kamis (15/2/2018).

Travel menjadi pilihan kedua Dodi setelah tidak mendapatkan tiket kereta api. Ia sudah beberapa hari berusaha mendapatkan tiket kereta api melalui aplikasi pembelian tiket daring, namun semua kursi telah terbeli.

Perjalanan Dodi dari Jakarta-Bandung mungkin akan lebih lama jika sopir DayTrans tak mengambil keputusan menyusuri jalan-jalan di pinggir Jakarta hingga masuk ke Bekasi. “Maaf, Jakarta macet luar biasa. Bagaimana kalau kita lewat Bekasi, lalu masuk lagi ke tol?” tanya sopir Daytrans kepada para penumpang.

Semua penumpang mengiyakan pilihan tersebut. Jakarta memang sangat padat. Bahkan hingga ke gang-gang di Jakarta Pusat, sesak oleh kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor.

Sebagai gambaran, pejalanan dari gedung Kompas Gramedia di Jalan Pal Merah menuju pool  DayTrans di Jalan Kebon Jeruk Raya, yang mestinya hanya butuh waktu 10 menit, malam itu, perjalanan ditempuh dalam waktu 30 menit. Itu pun sudah memotong jalan masuk ke jalan-jalan kecil.

Maka, bisa dibayangkan bagaimana macetnya jalan-jalan di jalur utama hingga masuk ke gerbang Tol Cikampek.

Jalan-jalan utama itu disesaki mobil hingga empat lajur. Para pengendara sepeda motor hanya kebagian di tepian. Karena ruang sangat sempit, mereka melaju sangat pelan menunggu ada sela untuk maju.

Setelah para pengendara moboil, termasuk bus-bus travel berhasil menerobos kemacetan di jalanan Jakarta, mereka harus berjuang mengatasi kemacetan di dalam tol.

Di tol, jalan yang dirancang agar para pengendara bisa bergerak cepat tanpa hambatan, kondisinya tak jauh berbeda ketika mobil-mobil itu berjuang dari hambatan mobil-mobil yang melaju sangat pelan di depannya.

Kemacetan luar biasa itu satu di antaranya karena akhir pekan yang berbarengan dengan libur tanggal merah memperingati tahun baru Imlek 2018.

Sehingga banyak orang-orang dari Jakarta yang berlibur ke Bandung. Atau orang-orang Bandung yang bekerja di Jakarta pulang ke Bandung lebih awal dari akhir pekan biasa, pada Jumat.

sumber: Tribunnewsjabar.com

Belasan Warga Citeureup Ditipu Calo Lowongan Kerja Bodong

BOGOR DAILYBerbagai modus penipuan dilakukan demi merauh pundi rupiah. Baru baru ini, seorang proa insial DI (58) ditangkap Polsek Citeureup karena ketahuan menjadi calo lowongan kerja bodong. DI diduga telah melakukan penipuan kepada sejumlah warga yang sedang mencari pekerjaan.

Tak hanya itu, pria yang ditangkap pada Selasa (13/2/2018) itu juga meminta sejumlah uang kepada calon pelamar jika ingin bekerja ditempat yang ia janjikan.

Kapolsek Citeureup,  Kompol Darwan mengatakan, awalnya DI menyebarkan informasi kepada warga disekitar rumahnya yang berlokasi di Kampung Nyangkokot RT 1/ 5 Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor jika ditempatnya bekerja sedang mmembuka lowongan pekerjaa pada awal 2018 lalu. Namun, rupanya, itu hanya akal-akalan pelaku. Warga yang termakan tawaran DI pun akhirnya rela memberikan uang Rp300 ribu hingga Rp 500 ribu per-orang demi mendapatkan pekerjaan yang ternyata bodong.

“Sekitar 11 orang warga yang percaya dan memberikan sejumlah uang kepada DI,” ujar Kapolsek seperti dilansir Tribunnewsbogor.com, Jumat (16/2/2018).

Kapolsek melanjutkan, belasan warga itu dijanjikan dapat bekerja pada awal februari lalu, namun hingga saat ini warga yang sudah memberikan berkas lamaran dan sejumlah uang pun belum juga bekerja.

“Warga percaya karena mereka tahu kalau DI sudah bekerja cukup lama di perusahaan tersebut,” tambahnya.

Darwan melanjutkan bahwa, DI memberikan kuitansi kepada para pelamar yang bersedia memberikan uang kepadanya.

“Di kuitansi tersebut tertera tanda tangan copy dari HRD, DI mendatapatkannya tanpa seizin pihak perusahaan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejumlah pelamar pun akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihaknya lantaran tak kunjung mendapat kabar dari DI. “Ada beberapa yang laporan dan memang janji pemberian pekerjaan itu tidak ditepati, sampai tanggal 5 Februari 2018 para pelamar tidak mendapat kabar,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, DI masih dalam proses pemeriksaan doleh penyidik  Polsek Citereup “Pelaku terancam hukuman penjara di atas lima tahun, kalau kerugian sekitar Rp 4,9 juta ” tandasnya.

Mayat Pencuri Ditemukan Sudah Mengambang di Sungai Ciliwung

BOGOR DAILY- Lagi-lagi penemuan mayat pencuri membuat geger warga di sekitar aliran Sungai Ciluwung. Mayat pria ditemukan mengambang di Sungai Ciliwung, Bogor Timur. Mayat itu diduga maling yang nekat kabur dengan menceburkan diri ke sungai.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di Sungai Ciliwung, tepatnya di Kampung Lebak Kantin RT 03 RW 05 Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor,” tulis BPBD Kota Bogor, Jumat (16/2/2018).

BPBD Kota Bogor melaporkan pria berbadan tinggi besar dan berambut panjang itu diduga menceburkan diri di Kampung Sukamulya RT 07 RW 03 Kelurahan Sukasari, Bogor Timur. Mayat itu diketahui memakai jaket biru dongker dan celana hitam.
Salah seorang saksi bernama Jajang (41) mengatakan korban merupakan pelaku kejahatan yang beroperasi sekitar pukul 03.30 WIB, dini hari tadi.

“Korban melakukan tindak kejahatan di wilayah tersebut dan diketahui oleh warga sekitar sehingga melarikan diri lalu menceburkan diri ke dalam Sungai Ciliwung,” katanya seperti dilansir detik.com

Akhirnya korban berhasil ditemukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor dan tim SAR gabungan pada pukul 10.30 WIB. Mayat korban tersebut kemudian dibawa ke RSUD Ciawi, Bogor.

Bayi Tetangga Nangis, Pria di Gunungputri Tusuk Orangtuanya

BOGOR DAILY- Insiden mengerikan terjadi di Kampung Pabuaran, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. AKibat tangisan bayi,  seorang pria berinisial AR (32) nekat menusuk tetangganya sendiri yang tak lain orangtua si bayi.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Yudi K mengatakan peristiwa tersebut bermula saat pelaku yang tengah beristirahat mendengar tangisan bayi tetangganya sekira pukul 21.30 WIB pada Rabu 14 Februari 2018.

“Pelaku kesal dengan tangisan bayi lalu mendatangi rumah tetangganya yang berdekatan. Kemudian pelaku menegur ayah bayi yang juga korban AD (22) dan terlibat cekcok,” kata Yudi seperti dilansir okezone.com, Jumat (16/2/2018).

Setelah terlibat adu mulut dengan AD, pelaku pun pergi ke rumah temannya untuk mengambil senjata tajam. Tidak lama pelaku kembali mendatangi rumah korban dan langsung menusuknya dengan pedang.

“Pelaku menusuk ayah bayi di bagian dada dan kepala. Setalah menusuk pelaku langsung melarikan diri dan kami berhasil amankan Kamis kemarin di daerah Nagrak, Gunung Putri,” jelas Yudi.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolsek Gunung Putri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban masih menjalami perawatan medis di RS Thamrin, Cileungsi akibat luka tusukan.

“Kita juga sudah amankan barang bukti sebilah pedang untuk menusuk korban. Pelaku sekarang masih kita mintai keterangan lebih lanjut,” tandasnya.