Friday, 17 April 2026
Home Blog Page 7247

Tembus 204 Kasus Positif Covid-19 Sehari, Kota Bogor Zona Merah Lagi

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan bahwa hari ini dilaporkan ada 204 kasus positif. Ini tertinggi selama pandemi.

Situasi Kota Bogor dalam hal Covid-19 sedang genting dengan adanya 204 kasus positif ini dan harus disikapi dengan serius.

Bima menyebut, data menunjukan bahwa angka ketersediaan tempat tidur di angka 60 persen. Sudah di ambang batas.

“Minggu lalu masih di bawah 20 persen,” ujar Bima Arya saat konferensi pers mendadak terkait tingginya kasus Covid-19 di Kota Bogor, Kamis 17 Juni 2021.

Sebelumnya, Bima memaparkan bahwa kasus tertinggi sebanyak 180an di Bulan Februari lalu. Oleh karena itu pihaknya melakukan beberapa langkah cepat.

Ia menghimbau kepada semua warga Kota Bogor untuk mematuhi protokol kesehatan dan jam operasional.

Bima mengatakan, Pemkot, TNI, Polri dan Satgas akan tegas pada pukul 21:00 WIB malam tidak ada aktifitas. Terkait dengan jam operasional.

“Kita akan tindak tegas apabila ada pelanggaran,” tegasnya.

Bima juga menghimbau kepada selurah warga Kota Bogor untuk betul-betul menghindari kerumunan. Tidak melakukan aktifitas yang melibatkan lebih dari 10 orang.

“Apabila itu terjadi, maka akan ditindak tegas,” ucapnya.

Bagi warga yang sudah merencanakan kegiatan lebih dari 10 orang, silahkan berkoordinasi dengan satgas.

Kemudian, Bima menjelaskan, untuk pasar tradisional akan dilakukan pembatasan jam operasional. Yang akan di umumkan secara langsung teknisnya oleh PD pasar.

“Jalur Sistem Satu Arah (SSA) pedestriannya Sabtu – Minggu akan kami tutup. Tidak bisa digunakan oleh publik,” katanya.

Bima menambahkan, tempat wisata wajib untuk mensyaratkan antigen. Bagi para pengunjungnya dan pembatasan 50 persen kapasitas.

Ditempat yang sama, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa untuk membatasi mobilitas masyarakat maka di dalam Kota akan memberlakukan ganjil-genap.

“Pada pukul 10:00 WIB sampai 16:00 WIB. Dan untuk dari luar Kota, secara situasional maka kami dapat menutup ruas tol menuju Kota Bogor,” katanya.

Kemudian, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Robby Bulan menghimbau, kepada warga masyarakat untuk membatasi mobilitas. Hindari kerumunan dan patuhi protokol kesehatan, khususnya 5 M.

“Mari kita sukseskan vaksinasi di wilayah Kota Bogor,” ujarnya.***

Ketua MUI Kota Bandung Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bogordaily.net Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, KH Miftah Faridl terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan uji Swab PCR yang dilakukan pada hari Rabu (16 Juni 2021)

Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi di ruang perawatan Rumah Sakit Edelweis, Kota Bandung.

“Iya, betul. Beliau dirawat di Rumah Sakit Edelweis,” ujar CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan saat dikonfirmasi, Rabu (16 Juni 2021)

Asep menuturkan bahwa KH Miftah Faridl saat dikonfirmasi positif, mengalami gejala ringan yaitu demam. Beliau dites Swab pada pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, Juru bicara KH Miftah Faridl, Arief Chandra meminta doa dari seluruh masyarakat untuk kesembuhan KH Miftah Faridl.

“Mohon doa kepada seluruh warga masyarakat, bapak terkonfirmasi positif Covid 19. Semoga Allah berkenan segera mengangkat penyakit ini, dan beliau kembali sehat walafiat,” ujarnya.

KH Miftah Faridl mengimbau kepada seluruh rekan, kerabat dan keluarga yang pernah melakukan kontak selama sepekan terakhir untuk dites swab.

Arief mengatakan imbauan disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation ini dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

“Kepada rekan, kerabat dan keluarga yang pernah kontak sepekan ke belakang diimbau bisa melakukan cek laboratorium atau isolasi mandiri guna meminimalisir penyebaran,” ujar KH Miftah Faridl melalui Arief Chandra saat dikonfirmasi.***

Tirta Pakuan Kota Bogor Perbaiki Koneksi Pipa 8″ Akibat Longsor

0

Bogordaily.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor melanjutkan program perbaikan layanan, dengan pengerjaan koneksi pipa 8″ akibat longsor di lokasi Kayumanis, Kelurahan Kayumanis, Kota Bogor.

Program perbaikan layanan pipa 8″ ini berlangsung sejak Kamis 17 Juni 2021, pukul 13:00 WIB dan direncanakan akan berakhir pada pukul 17:00 WIB.

Karena program perbaikan layanan koneksi pipa 8″ sejumlah daerah berpotensi terdampak gangguan antara lain Kayumanis, Jalan Kencana, Sebagaian Perumahan Bukit Cimanggu City, Kelurahan Mekarwangi, Bumi Kencana Permai dan Perumahan Dharmais.

Diupayakan seluruh proses koneksi dan normalisasi pengaliran dilakukan secara cepat, untuk meminimalisir gangguan pasokan.

PDAM Tirta Pakuan meminta mohon doa dan dukungan dari pelanggan, agar proses pekerjaan berjalan lancar dan petugas yang menjalankan diberi keselamatan.

Untuk informasi dan pemesanan tangki, silakan hubungi call center 0251-8324111 atau chat WA 08111182123.***

BRI Buat Ulah, Sembilan Bintang Somasi 5 Milyar

0

Bogordaily.net – Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partner memberikan somasi 5 milyar kepada Bank BRI, terkait hilangnya uang nasabah sebesar Rp 200 juta rupiah.

Sebelumnya, Managing Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partner, R. Anggi Triana Ismail, S.H menjelaskan kronologis kejadian.

“Kronologisnya, laki-laki asal bogor berinisial TW (66) seorang pensiunan dari departemen kesehatan selama 40 tahun, harus dihadapkan dengan permasalahan yang cukup menguras tenaga dan waktu. Pasalnya uang hasil pensiunan yang telah dikumpulkan bertahun-tahun lamanya sebesar Rp 200 juta, kini raib begitu saja tanpa jejak yang jelas,” jelas Anggi.

Lanjutnya, TW merupakan Nasabah Prioritas PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. KCP KPPN Bogor yang beralamat di Jl. Juanda No.1 Bogor Tengah, Kota Bogor.

“Pada tanggal 26 Februari 2020, TW didatangi oleh pegawai PT. Ansuransi BRI Life berinisial PS, yang direferensikan oleh KCP KPPN Bogor berinisial CBS yang menawarkan produk Ansuransi BRI Life, akan tetapi PS tidak menjelaskan secara detail dan komprehensif tentang produk asuransi tersebut,” ujarnya.

Setelah berbincang pelaku kemudian mengarahkan TW untuk menandatangani Formulir Surat Permintaan Ansuransi Jiwa (SPAJ), yang menyampaikan bahwa formulir yang ditandatangani tersebut hanya untuk keperluan pengajuan.

“Ngomongnya untuk keperluan pengajuan, lalu prosesnya akan diinformasikan lebih lanjut kepada TW setelah menandatangani formulir Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ),” kata Anggi.

Pasalnya, sejak penandatanganan formulir SPAJ pada tanggal 26 Februari 2020, tidak ada kabar maupun informasi lanjutan yang disampaikan kepada TW.

Kemudian, pada bulan Mei 2021, TW melakukan penarikan uang di rekening PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KCP KPPN Bogor, namun saldo rekening miliknya berkurang sebesar Rp 200 juta rupiah.

Setelah dicek melalui Mobile Banking ternyata telah diketahui ada 2 kali penarikan uang pada tanggal 25 Februari 2020 sebesar Rp 100.1 juta dan pada tanggal 25 Februari 2021 sebesar Rp 100 juta.

“Setelah mengetahui adanya penarikan uang tersebut TW langsung mendatangi pihak PT. Bank Rakyat Indonesia KCP KPPN Bogor, untuk melakukan klarifikasi atas adanya transaksi penarikan uang dalam rekening miliknya mengingat TW tidak pernah melakukan transaksi pengiriman uang (transfer) maupun pendebetan,” 9bebernya.

Setelah menghadap pihak PT. Bank Rakyat Indonesia KCP KPPN Bogor TW baru mengetahui bahwa ada penarikan melalui autodebet oleh PT. Asuransi BRI Life dan kemudian TW di arahkan petugas bank untuk bertemu dengan pihak Asuransi BRI Life.

TW kemudian menemui pihak Asuransi BRI Life dan meminta untuk segera mengembalikan uang yang telah diambil oleh PT. Asuransi BRI Life, karena TW tidak pernah menyepakati akad sebagai pihak pertanggung didalam tawaran asuransi PT. BRI Life.

Dan fatalnya TW tidak pernah memberikan nomor rekening atau persetujuan pembayaraan autodebet, kepada petugas asuransi maupun pihak BRI KCP KPPN BOGOR.

“Namun faktanya TW tidak pernah diberikan informasi setelah penandatanganan Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ) baik melalui telepon, WhatsApp maupun surat oleh pihak Asuransi BRI Life maupun oleh pihak BRI KCP KPPN BOGOR bahkan polis asuransinya pun tidak pernah diterima oleh TW,” ungkap Anggi.

Pihak BRI KPPN Bogor sama sekali tidak pernah mengkonfirmasi dan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada TW sebelum dilakukannya proses autodebet oleh PT. Ansuransi BRI Life.

Pada tanggal 3 Juni 2021 setelah TW meminta pengembalian uang, namun pihak asuransi dan Bank menolak permintaan dari seorang abdi negara TW. Keesokan harinya TW didatangi oleh pihak PT.

Asuransi BRI Life berinisial MIS selaku Business Regional Head dan berinisial A serta dari BRI KCP KPPN untuk menyerahkan Polis Ansuransi Nomor 81248563, dari bertahun-tahun lamanya TW baru diberikan polis asuransi tersebut.

“Setelah itu TW langsung melakukan pengecekan terhadap Polis Asuransi tersebut, ternyata telah ditemukan beberapa tanda tangan TW yang diduga dipalsukan. Atas adanya permasalahan perbuatan tersebut TW pada akhirnya meminta bantuan hukum ke Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners,” jelasnya.

Hukum Sembilan Bintang & Partners TW menduga keras PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk KCP KPPN Bogor ini telah melanggar hukum sebagaimana yang diatur Pasal 88 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pasal 49 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Pasal 1366 KUH Perdata dan masih banyak lagi lainnya.

“Sementara untuk dugaan kami terhadap perbuatan PT. Asuransi BRI Life yaitu Pasal 88, Pasal 362 KUHP, Pasal 263, Pasal 264 KUHP,  Pasal 75 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, Pasal 1365 Jo. Pasal 1366 KUHPerdata,” kata Anggi.

Dengan adanya perbuatan yang dilakukan oleh PT. Bank BRI Tbk dan PT. BRI Life, dengan ini Sembilan Bintang menyampaikan somasi (peringatan) guna meminta kepada jajaran direksi PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, dan PT. Asuransi BRI Life untuk bertanggung jawab.

“Kami menuntut pihak mereka segera mengembalikan uang yang telah dilakukan pendebetan tanpa dasar yang jelas kepada klien kami sebesar Rp 200 juta rupiah. Dan membayar ganti rugi materil maupun immateril terhadap klien kami sebesar Rp 5 Milyar 1 Rupiah,” tegasnya.

Ungkap Anggi, Bintang Sembilan telah melakukan aduan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI dan Bank Indonesia (BI).

Bilamana pihak perusahaan tidak mengindahkan bunyi somasi selama 14 hari kerja, Anggi akan melakukan laporan kepolisian dan gugatan.

“Ini peristiwa pilu yang dialami oleh klien kami, maka itu kami tak akan membiarkan klien kami mengalami kesakitan di hari tuanya,” pungkas Anggi Triana Ismail.***

Bupati Bogor Nyatakan Siap Wujudkan Harapan Presiden Jokowi

0

Bogordaily.net – Atas harapan dari Presiden Joko Widodo terkait dilakukannya vaksinasi massal di Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ade Yasin menyatakan siap untuk mewujudkannnya.

Hal tersebut diungkapkan setelah Joko Widodo yang meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal yang telah diadakan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis, 17 Juni 2021.

Jokowi mengharapkan vaksinasi terus diadakan massal karena melihat dari udara di Stadion Pakansari yang bagus, serta masyarakatpun sangat antusias.

Sesuai arahan Jokowi, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor Ade Yasin menegaskan bahwa, siap untuk memenuhi harapan Presiden dengan melanjutkan vaksinasi massal di Kabupaten Bogor.

Ia pun mengatakan masih tersedianya stok vaksin yang nantinya akan memunggu target-target yang sudah dicanangkan.

“Presiden paham kalau jumlah penduduk Kabupaten Bogor terbesar di Indonesia, makanya beliau juga meminta Kemenkes untuk terus penuhi kebutuhan vaksin di Kabupaten Bogor. Saya bilang, kami siap meneruskan kegiatan vaksinasi massal di Kabupaten Bogor,” jelas Bupati Bogor, Ade Yasin pada Kamis, 17 Juni 2021.

Kemudian, Ade Yasin mengungkapkan, 10.000 dosis vaksin massal pada Kamis, 17 Juni 2021 setengahnya akan diberikan kepada masyarakat di Stadion Pakansari. Sementara 5.000 dosis lainnya tersebar di 50 Puskesmas dan rumah sakit swasta di Kabupaten Bogor.

“Untuk stok vaksin kita punya 60.000 vaksin, tapi tahap sekarang 10.000 dulu, berarti masih ada 50.000 vaksin lagi, tapi nanti dibantu lagi sama Kementrian Kesehatan untuk penyediaan berikutnya,” ujar Ade Yasin.

Dengan begitu, Ade Yasin mengungkapkan dipastikan bisa melakukan vaksinasi massal 6.000 sampai 10.000 dosis, karena jumlah puskesmas terbesar, ada lebih dari 100.

Lalu di rumah sakit swasta juga diberi fasilitas vaksinasi, sehingga ini bisa melebihi, tergantung dari kesanggupan.

“Akan dilakukannya vaksinasi massal yang berkelanjutan juga memperhatikan target-target dosis vaksin yang akan disalurkan ke puskesmas. Meski begitu tidak bisa setiap hari, karena tenaga kesehatannya tetap perlu menjaga stamina, dan jangan sampai keteteran. Jadi Insyaallah seminggu bisa dilakukan dua sampai tiga kali,” pungkas Ade Yasin.***

Diduga Pungli, Pembagian BPUM Bank Biru Jadi Polemik

0

Bogordaily.net – Pembagian Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang dilakukan Bank BRI Cabang Cibungbulang, Desa Cemplang Kabupaten Bogor menjadi polemik.

Selain soal dugaan adanya pugli yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, lokasi pembagian BPUM itu juga sering menimbulkan kerumunan warga dari jumlah yang sudah dibatasi.

Bahkan terkait hal itu Pihak Pemerintah Desa Cemplang membantah soal adanya pungutan liar, yang melibatkan pegawai Desa Cemplang.

Menurut Sekdes Cemplang Diki, pihaknya tidak tahu-menahu soal adanya pungutan dalam program penyaluran di Wilayah tersebut.

“Saya gak tahu dan desa juga gak ada kader jadi kalau adanya informasi dan pungutan itu tidak benar,” tegas Diki.

Bahkan Diki menjelaskan untuk lokasi penyaluran bantuan BPUM yang berada di Desa Cemplang itu tidak hanya desa-desa yang ada di Kecamatan Cibungbulang saja, namun beberapa Kecamatan juga pembagiannya dilakukan di BRI Cabang Cemplang.

“Karena bukan hanya kecamatan Cibungbulang, ada Kecamatan lain seperti Pamijahan dan Ciampea kadang masuk ke sini. Dulu itu pembagiannya di kantor BRI karena penuh, akhirnya BRI sewa di lahan full bus. Namun dengan adanya informasi pungli akhirnya kita tutup dulu dan sekarang kembali kedepan Kantor BRI,”paparnya.

Terikat prokes pihak desa Cemplang juga dalam pengamanan memang tidak dilibatkan oleh pihak BRI, karena sambung Diki pihak BRI sudah berkoordinasi dengan TNI Polri.

“Linmas kami juga tidak dilibatkan jadi untuk pengamanan itu udah ada dari Polsek dan Koramil, kalau terjadi penumpukan warga kami hanya mengimbau itu juga tidak standby dilokasi,” katanya.

Sementara menurut Kepala Cabang BRI Cemplang Luky membatah adanya pungli yang dilakukan pihak BRI.

Dan terkait sewa lahan, lanjutnya itu hanya seperlunya saja ketika bantuan itu disalurkan.

“Dia sewa lahan itu seperlunya aja setiap setiap UMKM cair, terkait adanya pungli dari internal itu tidak ada. Kecuali dengan eksternal saya gak tahu,” pungkasnya.***

Tanggapi RR Soal BuzzerRp, Saiful Anam: Sudah Bingung Tutupi Bobroknya Pemerintah

0

Bogordaily.net – Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam menyetujui Rizal Ramli (RR) yang mengatakan, pemiliki kekuasaan sudah bingung menutupi bobroknya pemerintahan.

Saiful Anam mengomentari pernyataan eks Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini yang menyebut keberadaan jutaan BuzzerRp di medsos adalah sampah demokrasi.

“Saya kira sangat betul apa yang dikatakan Rizal Ramli, karena kita lihat pemilik kekuasaan sudah mulai kebingungan mencari jalan keluar dalam upaya menghadapi persoalan bangsa,” ujarnya dikutip dari RMOL, Rabu 16 Juni 2021.

“Sehingga, buzzerlah yang dikontrak untuk menutupi segala kekurangan dan bobroknya jalannya pemerintahan,” sambungnya.

Saiful menyatakan dukungannya atas ajakan Rizal Ramli yang meminta masyarakat melawan balik BuzzerRp , dengan menjadi pengkritik yang konstruktif.

Dengan hal itu menurutnya, mengkritik merupakan tugas mulia yang bisa dilakukan masyarakat melalui kanal-kanal informasi dan media.

“Kita tidak bisa hanya berpangku tangan kepada pemerintah, apalagi DPR kita yang justru lebih banyak mendukung jalannya pemerintahan, mereka enggan untuk mengaspirasikan kepentingan rakyat,” jelas Saiful.

Ia menyatakan, pers salah satu bagian dsri pilar demokrasi di era sekarang.

“Maka sangat tepat apabila medsos di samping pers merupakan bagian dari pilar demokrasi dalam era kemajuan teknologi informasi,” tutupnya.***

Tingkatkan Pelayanan Kelistrikan, PLN Lakukan Hal Ini..

0

Bogordaily.net – Dalam upaya peningkatan layanan dan memastikan tidak ada kendala terkait kelistrikan kepada pelanggan khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, PT PLN (Persero) UP3 Bogor melaksanakan kegiatan Gelar Peralatan dan Gelar Pasukan Pelayanan Teknik, Billing Management, dan P2TL.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap 3 (tiga) bulan sekali dan serentak dilaksanakan di seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah kerja UP3 Bogor, yaitu ULP Bogor Kota, ULP Bogor Timur, ULP Bogor Barat, ULP Leuwiliang, ULP Jasinga, ULP Cipayung, dan ULP Pakuan.

Menurut Pejabat Pelaksana K3L UP3 Bogor, Dimas Aditya Nugroho, mengatakan kegiatan ini juga sebagai awareness untuk menekan zero accident.

“Kami wajib memastikan kesiapan seluruh personel dan juga peralatan yang digunakan dalam keadaan layak pakai dan aman. Sehingga tidak akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan saat sedang bekerja,” ujarnya.

Kelistrikan
Suasana kegiatan Gelar Peralatan dan Gelar Pasukan Pelayanan Teknik, Billing Management, dan P2TL oleh PT PLN (Persero) UP3 Bogor.(Istimewa/Bogordaily.net)

Selain itu, kegiatan ini pula sebagai sarana untuk mengingatkan kembali kepada seluruh petugas tentang protokol kesehatan Covid-19. Bahwa setiap petugas wajib mematuhi protokol kesehatan, selama melaksanakan tugas khususnya saat ke lapangan.

“Meskipun saat ini petugas telah tervaksin, namun bukan berarti abai protokol kesehatan. Karena kesehatan adalah yang utama agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya

Pihak PLN juga mengimbau agar segera melapor apabila terjadi gangguan kelistrikan, melalui contact center 123 atau mengunduh aplikasi ‘New PLN Mobile’ untuk kemudahan layanan kelistrikan. Adv

Ini Harapan Presiden Jokowi untuk Vaksinasi Massal Stadion Pakansari

0

Bogordaily.net – Presiden Joko Widodo mengungkapkan harapannya saat meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal yang diadakan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Kamis, 17 Juni 2021.

Didampingi Bupati Bogor Ade Yasin dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jokowi meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor untuk rutin menggelar vaksinasi secara massal di Stadion Pakansari.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo meminta agar vaksinasi massal tarus terus dilakukan.

Jokowi pun berjanji apabila stok vaksin kurang, agar langsung menyampaikan ke Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan akan segera dipenuhi apa yang dibutuhkan.

“Pak Jokowi dan Pak Gubernur Ridwan Kamil juga memerintahkan untuk terus melakukan vaksinasi di Stadion Pakansari. Karena melihat dan merasakan sirkulasi udaranya yang bagus,” ucap Bupati Bogor, Ade Yasin di lokasi vaksinasi massal Stadion Pakansari Kamis, 17 Juni 2021.

Menanggapi hal tersebut, Ade Yasin selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyebutkan bahwa, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memiliki 6.000 vial atau 60.000 dosis vaksin Covid-19.

“Dinkes Kabupaten Bogor memiliki 60.000 dosis untuk vaksinasi Covid-19, khusus pada hari ini ditargetkan 10.000 ribu dosis terpakai. Dari 10.000 vaksinasi massal itu tak hanya dilakukan di Stadion Pakansari, yakni juga tersebar di rumah sakit dan beberapa Puskesmas Kabupaten Bogor,” papar Ade Yasin.

Ade Yasin pun menambahkan, sebelum Jokowi menginstruksikan untuk vaksinasi rutin di Stadion Pakansari, sampai saat ini kesadaran masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjalani vaksinasi Covid-19 terbilang tinggi dari laporan Puskesmas dan rumah sakit.

“Bisa sampai 6.000 orang sampai 10.000 orang per hari, karena jumlah puskesmas kita lebih dari 100, belum lagi vaksinasi di rumah sakit swasta. Jadi setidaknya dua kali dalam satu pekan vaksin massal,” ungkap Ade Yasin.

Dalam wawancara bersama wartawan lainnya, vaksinasi Covid-19 massal yang berlangsung di Stadion Pakansari khusus bagi masyarakat berusia 18 tahun hingga 59 tahun.

Mulai dari masyarakat umum berisiko tinggi, masyarakat difabel, dan pelaku usaha pariwisata, terutama para pelaku usaha, tokoh agama, dan tenaga pendidik.

“Sejauh ini berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari tenaga kesehatan, hingga fasilitas yang dibutuhkan pada saat vaksinasi. Saya pun memastikan, tenaga kesehatan yang akan dilibatkan dalam kondisi siap serta sudah menjalani vaksinasi Covid-19 dua dosis,” pungkas Ade Yasin.***

RR Tanggapi BuzzerRp: Inilah Sampah Demokrasi yang Minim Prestasi

Bogordaily.net – Nama seorang Rizal Ramli atau yang kerap disebut RR sudah tidak asing lagi di telinga bagi sebagian besar orang Indonesia.

Peran besar itu sangat nyata demi menuntaskan krisis demokrasi di Indonesia.

Sosok utama itu bahkan sebagai tokoh pergerakan yang menjadi sasaran empuk buzzer pemerintah atau yang selama ini senang melakukan puji-puji terhadap pemerintah.

Dilansir dari Terkini, RR menyatakan bahwa para buzzer ini sebenarnya jumlahnya tak lebih dari 100 ribu. Sehingga masyarakat pun bisa mengalahkan para buzzer ini.

Para buzzer tersebut tidak bergerak sendirian, RR menyebut bahwa yang menggerakkan buzzer ialah sosok yang RR sebut pembina dan influenceRp.

Setiap hari buzzer tersebut dikerahkan untuk membuat 1 juta informasi di berbagai platform media sosial.

“Mereka digerakkan oleh pembina dan influencerRp, 1 juta tweets, IG, FB per hari. Kesannya super kuat,” ujar Rizal Ramli pada Rabu, 16 Juni 2021.

Dalam kesempatan yang sama Rizal Ramli juga mengatakan bahwa para buzzer ini membuat krisis demokrasi.

RR menyebut para buzzer pemerintah dengan sebutan BuzzerRP yang menghadirkan ilusi dan mempabrikasi kebohongan untuk memecah belah anak bangsa bahkan bisa merusak fondasi demokrasi.

“BuzzerRP menghadirkan ilusi, mempabrikasi kebohongan demi kebohongan, memecah belah anak bangsa, dan akhirnya merusak fondasi demokrasi. Mereka dipelihara oleh kekuasaan. Cc @jokowi Mas @Dr_Moeldoko,” ucap Rizal Ramli, dalam unggahan cuitan di akun pribadi miliknya @ramlirizal pada 12 Juni 2021.

Para buzzer tersebut mengira bahwa dengan melakukan serangan terhadap Rizal Ramli, dia akan bungkam. Namun, mereka rupanya salah sangka.

RR terus berupaya untuk mengambil perannya demi selamatkan Indonesia dari krisis demokrasi apalagi para pendengung yang menjadi sampah demokrasi.

Hal ini karena menurutnya mereka ditugaskan dan dibayar oleh para pejabat yang tak berprestasi.

RR mengungkapkan bahwa pendengung itulah yang merupakan sampah demokrasi dan dibayar oleh pejabat-pejabat minim prestasi beserta koruptor.

Oleh karena itu, Rizal Ramli mengajak masyarakat agar sama-sama melawan demi demokrasi beserta para aktivis untuk bangkit bersatu dan melakukan serangan balik di media sosial.

Dia kembali menekankan bahwa kesan kuat BuzzerRp sebatas ilusi dan bisa dikalahkan jika semua bersatu dan masih di medsos.

Akan tetapi, RR menekankan agar serangan balik dilakukan tidak dengan cara-cara murahan yang dilakukan BuzzerRp. Seperti mem-bully pribadi pembawa pesan. Melainkan harus faktual, analitik, dan solutif.

“Serangan balik via social media yang masif harus faktual, analitik, kalau bisa solutif. Setiap Selasa Kamis siang. Ajak seluruh aktivis dan rakyat yang ingin perubahan dan perbaikan nasib,” ajaknya.

“Alerta! Alerta ! Blok BuzzerRp dan influenceRP segera! Rakyat menang,” pungkas Rizal Ramli Mantan Menko Kemaritiman Indonesia.***