Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 7385

Asal-Usul April Mop!

0

Bogordailly.net – Jangan kaget jika Anda tertipu hari ini, Kamis (1/4). Wajar saja, tanggal 1 April dikenal sebagai April Fool’s Day atau April Mop. Momen ini merupakan hari di mana hampir semua orang melakukan kebohongan sebagai sebuah candaan.

April Mop dirayakan di berbagai negara dari generasi ke generasi. Namun, asal-usul April Mop sendiri tak diketahui secara pasti. Ada beberapa versi sejarah yang mencoba menemukan awal mula hadirnya momen April Mop di tengah masyarakat.

Mengutip laman History, sejarah yang paling populer mengaitkan April Mop dengan perubahan kalender Julian ke kalender Gregorian pada 1582 silam. Pada kalender baru ini, perayaan Tahun Baru yang sebelumya dirayakan pada setiap 1 April berubah menjadi 1 Januari.

Namun, tak semua orang bisa menerima perubahan ini. Banyak orang tetap merayakan Tahun Baru pada tanggal 1 April.

Akibatnya, kelompok modern–yang merayakan Tahun Baru pada 1 Januari–mulai mengolok-ngolok mereka yang masih mempercayai 1 April sebagai Tahun Baru. Orang-orang kelompok modern ini mencoba mengelabui kelompok tradisional agar percaya dengan apa pun yang mereka katakan, meski itu tak benar. Praktik ini kemudian menyebar ke seluruh Eropa.

Sejarah lain percaya bahwa April Mop berkaitan dengan Festival Hilaria yang merayakan kegembiraan. Festival ini dirayakan oleh bangsa Roma kuno pada setiap akhir Maret.

Dalam festival ini, orang-orang berdandan dan menyamar lalu mengejek banyak orang lain. Festival ini disebut terinspirasi dari legenda Mesir tentang Isis, Osiris, dan Seth.

Selain itu, ada pula yang berspekulasi bahwa April Mop berkaitan dengan titik balik musim semi atau hari pertama musim semi di belahan Bumi bagian utara. Pada momen ini, alam dianggap ‘membodohi’ manusia dengan perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi.

Tak hanya itu, sejarawan dari Boston University, Joseph Boskin juga mencoba menelaah asal-usul April Mop. Menurutnya, April Mop dimulai pada pemerintahan Constantine.

Momen ini dimulai saat sekelompok badut bergurau dengan Kaisar Romawi. Para badut mengaku bahwa mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada kaisar.

Constantine pun geli dan mengizinkan seorang badut, Kugel, untuk mencoba menjadi raja dalam sehari. Pertukaran peran ini menjadi sebuah keanehan pada hari itu. Momen ini pun menjadi acara tahunan pada masa tersebut dan dianggap sebagai salah satu asal-usul munculnya April Mop.

Sumber: cnnindonesia

Nama Ahok Ada Dalam Surat Wasiat ZA, Warganet :Masih Saja Di Sebut-Sebut

Bogordaily.net – Dalam surat wasiat yang ditinggalkan terduga teroris, ZA untuk keluarganya, terdapat nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pelaku meminta keluarganya tidak membanggakan Ahok, yang dia sebut sebagai kafir. Hal ini menjadi sorotan warganet di Twitter.

Terduga teroris yang menerobos masuk Mabes Polri Jakarta ini ternyata menulis nama Ahok dalam surat wasiatnya.

Hal ini menjadi sorotan warganet di Twitter dengan lebih dari 3 ribu cuitan.

“Kasihan pak Ahok Udah menjalani hukuman 2 tahun masih saja disebut2 Padahal, Ahoklah gubernur pertama yang memberangkatkan Umroh para marbot masjid di DKI Btw, Allah mana sih yg dimaksud sama bocah ini? Mencintai karena Allah kok mau membunuh? Allah emang senista itu ya?,” tulis seorang warganet.

“Dari surat ini jelas sekali twit gue kemaren tentang 3 hal yang harus kita awasi orang2 disekitar kita yang terindikasi ada benih2 teroris ..Bahkan orang tua sendiri pun dianggap bersalah… Yang kasihan lagi2 Ahok udah dipenjara masih aja disalahin,” tulis warganet lain.

“Hebat Ahok ya. Ga ngapa-ngapain pun, namanya mereka sebut-sebut terus & dibawa sampe mati.,” ucap waranet lain.

“Pak Ahok be like: ‘Gue lagi gue lagi’,” ucap seorang warganet.

Sebelumnya, video amatir situasi tegang diiringi dengan terdengarnya beberapa kali suara tembakan kepada terduga teroris ZA (25) di Mabes polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Rabu, 31 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 viral.

ZA menerobos Mabes Polri lalu menodongkan senjata dan membawa map kuning merangsek masuk kedalam Markas Besar Polisi Republik Indonesia.

Ia pun tewas tertembak oleh polisi saat ingin menghentikan aksinya tersebut.

Ternyata sebelum melancarkan aksinya, ZA sempat menulis surat untuk keluarganya yang berisikan permintaan maaf.

Dalam surat wasiat itu juga ZA meminta kedua orang tuanya untuk tidak meninggalkan solat lima waktu.

Serta ZA mengingatkan sang kakak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan segera untuk memakai kerudung. Dan meminta keluarganya untuk tidak membanggakan Ahok. ***

Pelaku Penusukan Alm. Syekh Ali Jaber Divonis Hukuman 4 Tahun Kurungan Penjara

0

Bogordaily.net- Alpin Andrian pelaku penusukan Alm. Syekh Ali Jaber di masjid Falahudin, divonis 4 tahun kurungan penjara Kamis 1 April 2021.

Dalam putusan majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Alpin tidak melakukan perencanaan pembunuhan kepada Syekh Ali Jaber.

“Menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah telah melakukan tindak pidana percobaan menghilangkan nyawa” kata Ketua Majelis Hakim dikutip dari indozoneid.

Dalam hal ini, terdakwa Alpin dibebaskan dalam dakwaan percobaan menghilangkan nyawa orang yang diketahui menggunakan pisau dapur.

Ketua Majelis Hakim melanjutkan bahwa tindakan terdakwa ini terbukti telah melakukan penganiyaan kepada Alm. Syekh Ali Jaber.

Maka dari itu, Majelis Hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 4 tahun kurungan penjara akibat penusukan yang telah dilakukan. Adapun yang meringankan hukuman terdakwa karena dalam persidangan ia bersikap sopan dan korban telah memaafkan terdakwa sejak awal persidangan.

Sebelumnya terdakwa dituntut dengan hukuman 10 tahun penjara karena melanggar Pasal 340 tentang percobaan pembunuhan. Namun vonis Majelis Hakim lebih ringan dengan tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung.

Atas putusan tersebut yang diterima terdakwa Alpin, Penasehat Hukum memilih untuk pikir-pikir lebih dahulu. ***

Pabrik Plastik di Surabaya Kebakaran, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Bogordaily.net – Pabrik dan gudang palet plastik, PT Yana Surya di Jalan Karang Poh, Tandes, Kota Surabaya kebakaran. Api membuat asap hitam membumbung tinggi dari dalam pabrik pada Rabu, 31 Maret 2021 pukul 12.00 WIB.

Lokasi kebakaran tersebut dekat SPBU Bundaran Margomulyo, Surabaya, asap membumbung tinggi hingga terlihat dari jarak 4 KM. sebanyak 26 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di pabrik tersebut.

Awal mula kejadian ini diketahui oleh dua karyawan pabrik yang kembali ke area pabrik setelah selesai jam istirhat makan siang.

Keduanya lalu segera melaporkan temuan kebakaran tersebut itu ke satpam pabrik.

Kanit Reskrim Polsek Tandes, Ipda Gogot Purwanto menyebutkan, pekerja dan satpam pabrik itu sempat melakukan lokalisasi api dengan menggunakan APAR atau tabung pemadam yang ada di posko jaganya.

Dilansir dari Jawapos Ipda Gogot mengatakan bahwa saat ini petugas belum tahu penyebab kebakaran tersebut.

”Karyawan satunya lapor ke satpam. Satpam bawa tabung APAR. Khawatirnya nggak nutut memadamkan karena api besar. Ketika telepon PMK, langsung berangkat,” ucap Gogot.

Api yang sangat besar merambat ke perkampungan warga di bagian selatan dan timur.
”Belum tahu rumahnya berapa yang ikut terbakar. Tapi semua warga sudah dievakuasi,” tutur Gogot.

Warga disekita panik dan takut api terus merembet hingga membakar kediamannya, akhirnya memilih menyelamatkan barang berharga dan mengevakuasi diri.

Selain takut kediamannya terbakar warga pun panik karena pabrik yang kebakaran tersebut terletak dekat SPBU Bundaran Margomulyo, Surabaya.***

Walah, Demokrat Malah Memberi Peluang Moeldoko Maju Cagub DKI Jakarta 2024, Begini Maksudnya

Bogordaily.net – Partai Demokrat malah membuka peluang bagi Moeldoko untuk dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik Rachland yang menyampaikan hal itu dalam unggahan di akun Twitternya @RachlanNashidik pada Rabu, 31 maret 2021.

Ia mengatakan Demokrat akan membantu Moeldoko lewat Ketua Badan Pemilihan Umum (Bapilu) Partai Demokrat Andi Arief jika ingin berkompeetisi menjadi calon gubernur (Cagub) DKI Jakarta.

Dengan maksud, Moeldoko mau merapat ke kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota Partai pimpinan Agus Yudhoyono. Ketua Bapilu
@Andiarief__
akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi Cagub DKI dalam pilkada mendatang. You are warmly welcome!,” tulisnya.

Dikeetahui, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara yang memenangkan Moeldoko sebagai Ketua Umum nyatanya tidak memenuhi syarat karena tidak punya dukungan Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Daerah (PDP).

Padahal sebelumnya, Moeldoko mau dijadikan ketua umum lantaran didaulat, karena kekistruhan di Partai Demokrat sudah terjadi sebelumnya.

Kekisruhan itu menurutnya sudah mengarah kepada bergesernya demokrasi di dalam Partai Demokrat.

“Saya orang yang didaulat untuk memimpin Demokrat. Kekisruhan sudah terjadi, arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat,” tulis Moeldoko dalam akun Instagram pribadinya @dr_Moeldoko pada Minggu, 28 Maret 2021.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Demokrat yang sah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat mengadakan konferensi pers menegaskan bahwa DPC dan DPD solid mendukungnya.

AHY begitu heran dengan Moeldoko yang berani mau didaulat mengambil posisi ketua umum Partai Demokrat padahal orang luar partai dan tidak memiliki dukungan PDC dan DPD.

Saat itu, AHY meminta Kemenkumham untuk tidak mengesahkan hasil KLB itu karena tidak memenuhi syarat sesuai AD/ART partainya.

Ada sejumlah poin yang ia sampaikan terkait syarat yang tidak terpenuhi oleh KLB, di antaranya dukungan AD/ART, persetujuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Kini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) hari ini, Rabu 21 Maret 2021 secara resmi menolak pengesahan kepengurusan Partai Demokrat Kongres Luar Biasa (KLB) yang mana ditunjuk Moeldoko sebagai ketua umumnya.

Penolakan tersebut disampaikan oleh Menkumam, Yasonna Laoly yang didamping Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melalui konferensi pers virtual pada Rabu 31 Januari 2021.

“Pemerintah menyatakan bahwa permohonan pengesahan KLB Deli Serdang 5 Maret 2021 ditolak ” ucap Yasonna.

Yasonna menjelaskan, kubu Moeldoko mengajukan permohonan perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga serta perubahan kepengurusan Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang.

Data yang diberikan oleh kubu Moeldoko diperiksa dan diverivikasi oleh Kemenhumkam, namun hasil perbaikan dokumen yang diserahkan pihak KLB masih terdapat beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi.

Kelengkapan yang belum terpenuhi oleh kubu Moeldoko tersebut yakni belum ada DPD DPC, serta tidak disertai mandat dari ketua DPD dan DPC.

“Masih terdapat beberapa kelengkapan yang belum dipenuhi, antara lain perwakilan DPD, DPC tidak disertai mandat ketua DPD dan DPC,” tutur Menhumkam, Yasonna.

Diketahui bahwa KLB yang dilakukan pada Jum’at 5 Maret 2021 dielar oleh kubu berlawanan AHY, dan menetapkan Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tahun 2021 – 2025.

Secara terbuka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat mengunggah keterangan tertulis di media sosial Twitternya @AgusYudhoyono.

Dengan lugas AHY menyatakan ada segelintir orang dari dalam dan luar Partai Demokrat merencanakan KLB untuk menggulingkan dirinya.

Setelah itu ketua Umum partai Demokrat yang sahAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Senin, 8 Maret 2021 untuk menyerahkan dokumen dan berkas sebagai bukti bahwa Kongres Luar Biasa (KLB) yang kemarin digelar adalah ilegal.

AHY membawa bukti berupa dokumen yang diunakan sebagai bukti KLB di Deli Serdang pada Jum’at 5 Maret 2021 adalah ilegal. Berkas tersebut diberikan kepada Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Cahyo Rahadian Muzhar.***

Pengamanan Istana Presiden Bogor Diperketat usai Penyerangan di Mabes Polri

0

Bogordaily.net- Pengamanan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat diperketat usai terjadi penyerangan Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya ancaman atau gangguan.

Informasi itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 061 Suryakencana, Brigjen TNI Ahmad Fauzi di Bogor, Kamis (1/4/2021).

“Perlu kami sampaikan untuk mengantisipasi pengamanan VVIP termasuk terorisme atau gangguan keamanan lain termasuk pengamanan gereja kami sudah antisipasi, pengamanan instalasi Istana Bogor juga kami pertebal,” katanya.

Fauzi mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menambah beberapa pos penjagaan dan meningkatkan patroli di seputar Istana Kepresidenan Bogor maupun objek vital lainnya.

Dalam pengamanan ini ada sekitar 300 personel TNI yang dilibatkan dalam peningkatan pengamanan.

“Kami tambah beberapa pos untuk melaksanakan patroli jalan kaki, kami juga melaksanakan patroli bermotor dalam rangka memastikan objek vital aman termasuk juga dalam kaitannya dalam pengamanan gereja. Dari Kodim termasuk dari Korem sekitar ada 300 orang yang dilibatkan,” ujarnya.

Tak hanya di wilayah Bogor, peningkatan keamanan ini juga dilakukan di wilayah lainnya seperti Sukabumi dan Cianjur.

“Semua sama karena di Sukabumi juga ada peningkatan keamanan Istana Presiden di sana. Kemudian di Puncak Cipanas juga ada jadi semua wilayah sama pemberlakuannya. Dan saya sudah perintahkan kepada para Dandim termasuk para Danyon memperkuat dalam rangka pengamanan ini. Kami harus antisipasi semuanya mulai dari terorisme, gangguan kriminal maupun gangguan keamanan yang lain,” tutur Fauzi.

Bahkan, pihaknya telah menyiapkan pasukan ‘Ready Force’ yang bisa diterjunkan kapanpun jika eskalasi gangguan mengalami peningkatan. Termasuk kendaraan taktis yang siap apabila diperlukan.

“Kami mengutamakan pencegahan dan kita juga menyiapkan pasukan ‘ready force’ yang siap digerakkan dalam rangka mengantisipasi eksalasi semakin meningkat. Kami juga siapkan rantis (kendaraan taktis) kalau misalnya perlu dengan melihat eksalasi ancaman yang ada,” ujarnya. ***

 

Sumber: Inewsid

Perempuan Penyerang Mabes Polri, Deddy Corbuzier: Aksi Teror Paling Bodoh

Bogordaily.net – Deddy Corbuzier memberikan tanggapan terkait aksi teror perempuan penyerang Mabes Polri, 31 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia memberikan tanggapan melalui kanal YouTube miliknya beberapa saat setelah kejadian aksi teror di Mabes Polri itu.

Menurut Deddy Corbuzier, membawa senjata api dan menodongkan pistol di kantor polisi merupakan hal yang bodoh. Pastinya polisi tidak akan tinggal diam dan langsung mengambil tindakkan dengan cara menembak pelaku.

“Aksi teror paling bodoh, siapapun yang menodongkan pistol di kantor polisi, ya pasti akan ditembak oleh kepolisian,” ujar Deddy Corbuzier.

Deddy Corbuzier pun mengatakan bahwa aksi teror dapat terjadi karena adanya pengaruh doktrin radikalisme. Sehingga orang seperti itu berani berbuat aksi teror.

Mantan mentalis itu pun mengatakan bahwa dirinya pernah dikatakan kafir oleh salah satu pemuka agama yang mengompori jemaahnya untuk tidak menonton acaranya.

“Saya tuh pernah dikafir-kafirkan oleh pemuka agama, ini tuh ajarannya seperti apa, dibilang acara saya gak boleh ditonton diboikot, digaungkan kata-kata kafir itu,” ungkapnya.

Sadar akan kesalahan hal tersebut, Deddy Corbuzier menjelaskan bahwa hal-hal tersebut dapat memicu perpecahan dan membuat orang membenci agama lain.

“Ini secara tidak langsung membuat orang membenci agama lain, sedangkan Islam itu agama yang cinta kasih dan Ahklak,” kata dia.

Deddy turut menjelaskan alasan memilih menjadi seorang muslim karena Agama Islam sangat mengajarkan cinta kasih dan akhlak yang baik.

Tegas, dirinya menyampaikan bahwa orang-orang dengan paham radikal yang suka mengkafir-kafirkan dan menunjukkan aksi teror hanya akan membuat perpecahan saja.

“Orang-orang yang mengkafir-kafirkan itu hanya mengadu domba yang tujuannya ingin adanya perpecahan,” tegasnya.

Sebelumya, kabar mengejutkan kembali terjadi, aksi terduga teroris menerobos Mabes Polri tewas ditembak petugas pada Rabu, 31 Maret 2021 sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa itu tersebar luas melalui beberapa video amatir yang merekam penembakaan terhadap terduga teroris tersebut.

Kapolri Jendaral Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa terduga teroris berafiliasi dengan ISIS.

“Dia lone wolf, ISIS, yang dibuktikan dengan postingan bersangkutan di sosial media” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Listyo menyatakan bahwa terduga teroris mengarah langsung ke pos utama Mabes Polri dengan masuk melalui pintu belakang kompleks Mabes Polri.

“Yang bersangkutan kemudian menanyakan ke anggota, di mana keberadaan kantor pos. Oleh anggota ditunjukkan arah ke kantor pos,” kata Kapolri.***

Ketua RT Ungkap Gerak Gerik Zakiah Sebelum Peristiwa di Mabes Polri

0

Bogordaily.net- Ketua Rukun Tetangga atau RT setempat menyatakan tidak melihat adanya perilaku mencurigakan dari Zakiah Aini sebelum melakukan aksi penyerangan di Mabes Polri.

Sebelum melancarkan aksinya, Zakiah Aini hanya terlihat keluar dari rumah di pagi hari.

“Tadi pagi memang keluar rumah sekitar setengah sembilan atau jam sembilanan lah. Pamit sama orang tuanya katanya,” kata Kasdi, Ketua RT di tempat Zakiah berdomisili, daerah Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu 31 Maret 2021 malam dikutip dari suaracom.

Kasdi mengatakan kaget dan tak habis pikir ketika pertama kali mengetahui Zakiah Aini, seorang warganya nekat melakukan aksi penyerangan di Mabes Polri.

Apalagi saat sejumlah aparat Kepolisian mendatangi rumah Zakiah Aini pasca kejadian.

Sementara itu Kasdi mengatakan, Zakiah Aini merupakan sosok yang sangat tertutup. Bahkan, Kasdi sendiri selaku RT jarang bertegur sapa dan bertemu dengan yang bersangkutan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Zakiah Aini (25), wanita terduga teroris yang tewas saat menyerbu Mabes Polri berstatus mantan mahasiswi di sebuah kampus swasta di Depok, Jawa Barat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, saat menempuh semester lima, Zakiah di drop out (DO) oleh pihak kampus.

“Yang bersangkutan (Zakiah Aini) mantan mahasiswa di suatu kampus, dan DO (Drop Out) pada semester 5,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) malam.

Mantan Kabareskrim Polri itu juga menjelaskan jika wanita muda ini adalah warga yang tinggal di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. ***

Marak Aksi Terorisme, Warganet Naikan Tagar #KamiTidakTakut

Bogordaily.net – Belakangan ini sedang marak aksi terorisme yang sempat membuat masyarakat panik dan merasa takut. Namun warganet di Twitter menaikan #KitaTidakTakut untuk menentang radikalisme dan terorisme.

Tagar #KamiTidakTakut menjadi trending dengan sebanyak 61ribu cuitan dari berbagai kalangan, warganet serta akun Twitter Polri.

Dengan menaikan #KamiTidakTakut adalah langkah untuk menentang aksi terorisme yang saat ini sedang marak dilakukan.

Warganet juga menentang radikalisme dan mengatakan bahwa keluarga memegang peran terbesar untuk mencegah hal tersebut.

“Jangan Biarkan Aksi terorisme Kita Merusak dan Bikin Gaduh Masyarakat kita #KitaTidakTakut,” tulis akun @PatrangSektor.

“Untuk mencegah masuk dan berakarnya paham radikalisme, keluarga terutama orang tua harus punya peran yang kuat. #KitaTidakTakut NKRI Basmi Teroris,” tulis @poldakeprihumas.

“Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jateng menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk aksi terorisme di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. #KitaTidakTakut NKRI Basmi Teroris,” tulis akun resmi @poldajateng_.

“Tujuan dariterorisme adalah menyebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Maka kita harus melawannya, salah satu caranya adalah tidak menyebarkan konten-konten hoaks tentang aksi terorisme serta lebih bijak menerima informasi. #KitaTidakTakut NKRI Basmi Teroris,” tulis akun @PidNgunut.

“Kita tahu bahwa mengantisipasi paham radikalisme dan terorisme ini tidak gampang. Kita meyakini bahwa semua bisa diselesaikan kalau masyarakat Indonesia ini menyadari NKRI harga mati Dan kita semua harus menentang gerakan radikalisme. #KitaTidakTakut NKRI Basmi Teroris,” P_SungaiKakap.

Badan Intelijen Negara (BIN) membeberkan beberapa hal yang jadi pemicu aksi terorisme yang sedang marak dalam waktu sepekan ini. Mulai dari keliru pemahaman ideologi sampai sakit hati kepada aparat hukum.

Juru bicara (Jubir) BIN, Wawan Hari Puranto pada Kamis 1 April 2021 membeberkan beberapa alasan pemicu aksi terorisme yang sedang marak dalam waktu sepekan ini.

“Pemicu terjadinya teror atau teroris banyak, di antaranya keliru pemahaman tentang agama atau ideologi, keliru dalam mencerna persoalan, dan ada juga masalah ekonomi. Jika terjadi penindakan oleh aparat, lantas timbul sakit hati dan ingin balas, apalagi jika mereka beranggapan ada ketidakadilan dalam masyarakat,” kata Wawan Hari Puranto.

Musrenbang Kota Bogor Tahun 2020, Pemkot Ingin Tingkatkan IPM

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di halaman luar kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Rabu 31 Maret 2021.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan selain penanganan pandemi, ada kondisi darurat lainnya yang saat ini sedang menjadi fokus di Kota Bogor, terutama untuk rencana pembangunan di tahun 2020 mendatang.

“Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) kita turun, sebab IPM adalah indikator yang paling lazim yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya saat Musrenbang, Rabu 31 Maret 2021.

Bima Arya menjelaskan, dari data yang ada, IPM Kota Bogor tahun 2020 yang lalu turun 0,12 poin menjadi 76,11, sehingga pada tahun 2024, Pemkot Bogor memiliki target 78,89 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Memang bukan Kota Bogor saja yang turun, semuanya juga turun, yang jelas kita harus kerja keras agar bisa kembali normal, kalau Kota lain normal, kita masih turun, berarti ada yang salah dengan kita,” jelasnya.

Kemudian Bima Arya merancang di tahun 2022 mendatang, akselerasi untuk mengejar ketertinggalan realisasi. Tak hanya itu data lain menunjukan ekonomi yang turun 6,57 persen, pengangguran naik 3,6 persen dan tingkat kemiskinan yang berada di angka 6,68 persen.

Selanjutnya Bima menjelaskan, dengan angka Covid-19 yang perlahan sudah terkendali, sehingga Pemkot Bogor bisa kembali fokus dengan hal-hal yang lain.

“Seperti yang saya sampaikan tetap fokus pada kesehatan, Vaksinasi kita geber terus, kemudian kampanye Germas hidup sehat terus kita gencarkan. Adanya hubungan antara mobilitas warga, aktifitas dan juga tingkat Covid-19” ungkapnya.***

Musrenbang Kota Bogor Tahun 2020, Pemkot Ingin Tingkatkan IPM.

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang di laksanakan dihalaman luar kantor Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Rabu 31 Maret 2021.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan selain penanganan pandemi, ada kondisi darurat lainnya yang saat ini sedang menjadi fokus di Kota Bogor, terutama untuk rencana pembangunan di tahun 2020 mendatang.

“Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) kita turun, sebab IPM adalah indikator yang paling lazim yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya saat Musrenbang, Rabu 31 Maret 2021.

Bima Arya menjelaskan, dari data yang ada, IPM Kota Bogor tahun 2020 yang lalu turun 0,12 poin menjadi 76,11, sehingga pada tahun 2024, Pemkot Bogor memiliki target 78,89 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Memang bukan Kota Bogor saja yang turun, semuanya juga turun, yang jelas kita harus kerja keras agar bisa kembali normal, kalau Kota lain normal, kita masih turun, berarti ada yang salah dengan kita,” jelasnya.

Kemudian Bima Arya merancang di tahun 2022 mendatang, akselerasi untuk mengejar ketertinggalan realisasi. Tak hanya itu data lain menunjukan ekonomi yang turun 6,57 persen, pengangguran naik 3,6 persen dan tingkat kemiskinan yang berada di angka 6,68 persen.

Selanjutnya Bima menjelaskan, dengan angka Covid-19 yang perlahan sudah terkendali, sehingga Pemkot Bogor bisa kembali fokus dengan hal-hal yang lain.

“Seperti yang saya sampaikan tetap fokus pada kesehatan, Vaksinasi kita geber terus, kemudian kampanye Germas hidup sehat terus kita gencarkan. Adanya hubungan antara mobilitas warga, aktifitas dan juga tingkat Covid-19” ungkapnya. Adv