Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8179

Ibu Kota Mulai Ramai, Ganjil-Genap Belum Dipakai

BOGORDAILY – Volume kendaraan di Ibu Kota terus meningkat di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Meski lalu lintas padat, sistem rekayasa lalu lintas ganjil-genap belum perlu diberlakukan di DKI Jakarta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menjelaskan rekayasa lalu lintas ganjil-genap tersebut bisa diterapkan secara situasional jika volume kendaraan di Jakarta terus meningkat.

“Kalau gage (ganjil-genap) ini kan nasional, kalau kami bilang sesuai PSBB, takutnya sebelum PSBB berakhir ada peningkatan volume yang akibatkan peningkatan kemacetan yang panjang, jadi ganjil-genap sifatnya situasional,” kata Fahri saat dihubungi, Kamis (28/5/2020).

Fahri menyebut untuk saat ini rekayasa ganjil-genap belum perlu diberlakukan berdasarkan situasi kondisi kepadatan volume kendaraan di DKI Jakarta.

Dia menyebut ada rekayasa lainnya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan.

“Beberapa minggu ini mulai ada peningkatan volume kendaraan, tapi dari pantauan kami kemacetan yang terjadi masih kategorinya masih tidak terlalu timbulkan dampak kemacetan luar biasa,” ucapnya.

“Masih bisa dilakukan dengan upaya-upaya dengan buka tutup dan alih arus, jadi masih belum perlu ganjil-genap,” lanjut Fahri.

Meski demikian, Fahri menegaskan rekayasa ganjil-genap tidak menyesuaikan pemberlakuan PSBB di DKI Jakarta. Artinya, sebut dia, ganjil-genap bisa diberlakukan kapan pun mengikuti situasi.

“Nggak bisa ikutin PSBB, kalau ikutin itu tapi tiba-tiba minggu depan ada peningkatan volume maka menurut saya situasional,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya memperpanjang masa pemberlakuan PSBB hingga 4 Juni 2020.

Senada dengan pemberlakuan PSBB, kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan metode ganjil-genap pun ditiadakan.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kembali memperpanjang peniadaan ganjil-genap di wilayah Jakarta.

Yang terakhir, Ditlantas Polda Metro Jaya mengumumkan peniadaan ganjil-genap sampai Jumat, 22 Mei 2020. Namun, Fahri menegaskan masa peniadaan ganjil-genap kembali diperpanjang sampai masa PSBB.

Kenalan di Aplikasi Kencan, Asisten Dokter Ini Diperkosa saat Pingsan, Telanjang Bulat saat Siuman

BOGORDAILY.net – Kasus perkenalan melalui jejaring sosial berupa aplikasi kencan, dapat berujung kriminal kembali. Seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai asisten dosen, digagahi setelah berkenalan dengan seorang pria melalui aplikasi kencan.

Asisten dokter berinisial NJ di Depok, Jawa Barat, menjadi korban pemerkosaan oleh lelaki ATG (31) yang dikenalnya melalui aplikasi daring perjodohan.

Kapolres Depok Komisaris Besar Azis Andriansyah, Kamis (28/5/2020), mengatakan perempuan berusia 26 tahun itu awalnya berkenalan dengan ATG melalui aplikasi kencan.

Setelah akrab, keduanya bersepakat bertemu di rumah makan kawasan Cinere. Usai pertemuan pertama, keduanya berjanji kembali bertemu.

“Pertemuan kedua tanggal 23 Mei 2020 di kontrakan terlapor. Awalnya mengobrol, tapi pelaku lantas menawarkan minuman keras yang membuat korban tak sadarkan diri,” kta Azis, Kamis (28/5/2020).

Ketika NJ tidak sadarkan diri karena mabuk berat, pelaku merudapaksa korban. Setelahnya, ATG meninggalkan NJ.

“Korban kemudian ditinggal pelaku. Saat korban tersadar, ia mendapati semua busana sudah terlepas dari badan. Dia menyadari telah terjadi pencabulan terhadap dirinya,” kata dia.

Sesampainya di rumah, korban lantas menceritakan hal tersebut kepada orangtuanya dan kemudian melaporkan ke polisi.

Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung menindaklanjuti hingga akhirnya pelaku ditangkap.

ATG dijerat pasal 286 KUHP tentang Tindak Pidana umum Perbuatan Persetubuhan terhadap korban dengan keadaan tidak berdaya dengan accaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Pelaku sudah ditangkap dan ditahan,” kata Azis.

Serie A Jalan Lagi, Lazio: Ini Kemenangan Semua Insan Sepakbola Italia

BOGORDAILY – Liga Italia 2019/2020 dipastikan kembali bergulir pada 20 Juni. Presiden Lazio, Claudio Lotito, menegaskan bahwa ini kemenangan publik Italia.

Nasib Serie A Italia kini sudah diketahui setelah sempat abu-abu karena pandemi virus corona. Lotito adalah salah satu sosok yang paling vokal mendesak kompetisi Italia bergulir lagi jika kondisi kondusif.

Liga Italia sudah diputuskan bergulir lagi pada 20 Juni. Lazio bisa bernapas lega dan kembali ke persaingan merebut Scudetto dengan Juventus.

“Ini bukan kemenangan bagi Lotito, tetapi untuk semua sepakbola Italia,” kata Presiden Lazio kepada kantor berita Adnkronos.

“Saya yakin bahwa dengan restart ini, sepakbola kami akan dapat mempertahankan standar kualitas tinggi yang diakui di seluruh dunia. Serie A adalah salah satu liga paling penting dalam olahraga,” tegasnya.

Biancoceleste saat ini duduk di posisi kedua klasemen Serie A dengan 62 poin. Lazio tertinggal satu angka dari Juventus selaku pemuncak klasemen.

Mulai Hari Ini, Masjid di Kota Bogor Boleh Gelar Shalat Berjamaah. Asalkan…

BOGOR DAILY – Hari ini Jumat (29/5/2020) Pemkot Bogor memperbolehkan sejumlah masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, dengan ketentuan protokol kesehatan diterapkan bagi jamaah yang nantinya akan melaksanakan shalat.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan semua kegiatan keagamaan (rumah ibadah) pada hari ini diperbolehkan menggelar ibadah berjamaah, terkhusus untuk masjid-masjid nantinya akan melakukan kegiatan keagamaan dengan syarat pengawasan ketat dari Gugus Tugas Covid-19.

“Tetap pada intinya harus menerapkan protokol kesehatan bagi masjid yang akan menggelar shalat berjamaah (Jumat) dan isinya,” kata Bima.

Menurut Bima, diperbolehkannya tempat ibadah menggelar kegiatan keagamaan, merupakan bentuk kesepakatan antara Pemkot Bogor bersama-sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta pemangku agama di Kota Bogor.

“Kita semaksimal mungkin melakukan ikhtiar tetapi usaha manusia ada batasnya. Ikhtiar manusia juga ada ujungnya. Bagaimanapun juga ketika dokter berusaha untuk mengobati, ketika Pemkot berikhtiar untuk melakukan pengawasan, ketika seluruh elemen di kota berikhtiar semaksimal mungkin untuk mengamankan, tetapi yang menyembuhkan, yang menghilangkan penyakit tidak lain dan tidak bukan adalah sang pencipta, Allah SWT,” jelas politisi PAN itu.

Maka dari itu kata Bima, Pemkot Bogor mengajak kepada semua warga untuk terus bermunajat memohon kepada Tuhan yang Maha Esa agar diberikan kekuatan, serta diberikan kesabaran untuk bisa melewati masa Pandemi Covid-19 ini.

“Saya mengajak kepada semua masyarakat, untuk sama-sama berdoa kepada Allah SWT meminta agar wabah yang sangat berat ini cepat usai,” ajaknya.

Ia menambahkan, masjid yang diperkenankan melakukan kegiatan keagamaan adalah yang mengikuti pedoman-pedoman dalam Surat Edaran. Pengurus DKM bisa mengirimkan permohonan kepada kelurahan terlebih dahulu untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah kota, untuk diputuskan masjid-masjid yang bisa diawasi dan diberlakukan ibadah bersama.

Adapun protokol kesehatan bagi rumah ibadah yang diperbolehkan kembali antara lain, menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun, melakukan pemeriksaan suhu tubuh jamaah, wajib menggunakan masker bagi pengurus maupun jamaah, membawa sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan dan berpelukan, menerapkan jaga jarak antara sesama jamaah sekitar dua meter, dianjurkan membaca ayat-ayat pendek, mempersingkat pelaksanaan khutbah, tidak berdesakan ketika masuk atau keluar masjid, dan juga dianjurkan membaca Al Quran dari gawai atau mushaf pribadi. (Andi).

Ini Suara MUI-PGI soal Aturan Rumah Ibadah yang Dibuka Lagi di Masa New Normal

BOGORDAILY – Kementerian Agama akan segera kembali membuka rumah ibadah dengan skema new normal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) angkat suara.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya menjelaskan bahwa aturan pembukaan kembali rumah ibadah telah rampung. Rencananya, aturan itu bakal diterbitkan minggu ini.

Pembukaan rumah ibadah harus melalui beberapa syarat, seperti daerah tersebut minim penyebaran COVID-19. Rumah ibadah ini berlaku untuk semua agama.

Nantinya, camatlah yang akan memberikan izin dibukanya tempat ibadah. Namun izin juga bisa diberikan bupati/wali kota atau gubernur, dengan kondisi tertentu.

Fachrul menjelaskan bahwa aturan akan dievaluasi per bulan. Jika kasus Corona meningkat di wilayah itu, izin dibukanya tempat ibadah belum tentu dikeluarkan.

Izin pembukaan tempat ibadah berlangsung fleksibel. Bisa juga, tempat ibadah mendapat izin untuk dibuka karena kasus Corona di kecamatan tersebut menurun.

Fachrul berharap camat hingga kepala daerah memotivasi warganya untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona, sehingga masyarakat bisa beribadah di tempat ibadah.

Menindaklanjuti hal itu, MUI hingga PGI tengah mempersiapkan protokol aturan pembukaan rumah ibadah saat tatanan new normal.

Berikut suara MUI hingga PGI seputar aturan rumah ibadah yang dibuka lagi di masa new normal:

MUI

MUI tengah membahas pola penyelenggaraan ibadah dan aktivitas keagamaan menghadapi tatanan hidup baru atau new normal. MUI tidak ingin terburu-buru mengeluarkan keputusan.

“Kita tidak mau terburu-buru,” kata Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa Sholahuddin Al Aiyub melalui keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).

Sholahuddin mengatakan MUI akan memberikan rekomendasi setelah mengevaluasi efektivitas aturan pemerintah terkait ibadah selama masa pandemi Corona ini. Keselamatan umat, sebut dia, harus diutamakan dibanding kepentingan lain.

“Sementara kalau untuk menjaga jiwa masyarakat atau umat Islam itu tidak ada alternatif lain. Maka dalam hal ini, MUI ingin mendahulukan itu (perlindungan jiwa masyarakat). Kesimpulan seperti apa, saat ini masih digodok,” jelas Sholahuddin.

Sholahuddin menjelaskan perlu mempertimbangkan kondisi daerah untuk memastikan apakah aktivitas keagamaan bisa dilakukan di rumah ibadah pada masa ‘new normal’ nanti.

“Kondisi daerahnya seperti apa, tingkat penyebarannya seperti apa, karena ini variabel yang penting,” ungkap Sholahuddin.

PGI

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) saat ini tengah merumuskan pedoman beribadah saat tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

PGI berharap agar jemaat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di gereja. “Tentu PGI sudah mendiskusikan hal ini lebih detil dalam percakapan WAG para pimpinan gereja seluruh Indonesia. Intinya kurang lebih sama dengan pedoman yang sudah pernah diedarkan PGI saat sebelum PSBB. Hanya saja ada penambahan soal peningkatan disiplin, peningkatan pola hidup bersih dan sehat dan peningkatan sistem kekebalan tubuh sebagai habitus baru umat,” ucap Ketua Umum PGI Gomar Gultum saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Gomar mengatakan durasi ibadah tidak akan dibatasi. Namun terkait pembatasan jumlah jemaat, saat ini tengah dikaji.

“Tidak ada pembatasan durasi ibadah, karena rasanya tidak relevan. Pembatasan jumlah umat masih dikaji apakah perlu misalnya dengan menggunakan parameter hanya 50% kapasitas gereja atau jaga jarak setidaknya satu meter,” jelas Gomar.

Gomar menyebut PGI dalam kapasitas memberikan panduan. Sementara untuk pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing gereja.

“Kesiapan PGI adalah di tataran semacam SOP dan tuntunan praktis. Masalahnya ada di gereja-gereja. Sekalipun PGI siap dengan dokumen berisikan SOP dan tuntunan tersebut, yang kita kuatirkan adalah ketidak-siapan umat dan para pimpinan jemaat-jemaat lokal, karena masalah disiplin,” ucap Gomar.

“Kita tahu bahwa masyarakat kita masih belum merata kepatuhannya terhadap SOP atau aturan main. Kita masih membutuhkan peningkatan disiplin. Olehnya sejak awal kami mendorong para pimpinan gereja untuk mendidik umatnya mendisiplinkan diri, mematuhi disiplin,” imbuhnya.

DMI

Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengatakan pihaknya siap melaksanakan protokol kesehatan saat beribadah. Namun, seruan DMI itu tidak bisa dipaksakan.

“DMI seruan dua kali di maklumat DMI itu sudah cukup mengantisipasi untuk ‘new normal’ ke depan pola kehidupan, pola sosial dalam masjid itu sudah dirancang untuk itu. Paling nanti tetap menerapkan protokol, seruannyalah tidak bisa dipaksakan. Kalau dipaksakan DMI bukan lembaga penegak hukum,” kata kata Sekjen DMI Imam Addarqutni kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Imam mengatakan masjid nanti akan mengatur jarak pada tiap-tiap jamaah saat melakukan salat. Seperti meluruskan saf tapi berjarak satu meter.

“Nanti itu misalnya di masjid harus berjarak dengan prinsip physical distancing itu satu meter 1 meter paling dekat,” sebut Imam.

Imam menyebut pemaknaan rapatkan saf salat tentu tak bisa disamakan dengan situasi sebelum pandemi. Dia menyebut pandemi virus Corona telah merubah kehidupan masyarakat, termasuk penyesuaian tata cara ibadah untuk mencegah penularan virus.

“Sehingga pemaknaan bahwa rapatkan barisan itu, itu sudah rapat tidak seperti biasa, itu new normal. Memang ada transformasi masyarakat baru karena memang sudah kelelahan kita menunggui ini secara sosial dan ekonomi,” ungkapnya.

Polisi Belum Bisa Ungkap Pembuang Bayi di Dramaga

BOGOR DAILY – Masih ingat peristiwa penemuan jasad bayi perempuan dalam kantong plastik yang sempat menghebohkan warga Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Saat ini Polsek Dramaga masih melakukan penyelidikan terhadap jasad bayi yang sengaja digantungkan pelaku di motor seorang ibu rumah tangga bernama Ais.

Kanit Reskrim Polsek Dramaga, Ipda Ano Junaedi, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti serta mencari keterangan terhadap saksi dilokasi kejadian.

“Kita masih melakukan Lidik dan keterangan saksi-saksi dilokasi kejadian,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Ipda Ano Junaedi mengaku, belum terungkapnya pelaku pembuang bayi dalam kantong plastik itu dikarenakan tidak adanya saksi-saksi di lokasi kejadian yang menyadari peristiwa tersebut.

“Saat ini kita belum bisa ungkap siapa pelaku dengan sengaja membuang jasad bayi dalam plastik itu, minta doanya saja semoga cepat terungkap,” ucapnya.

Sebelumnya, pada hari Senin (18/5/2020) seorang ibu rumah tangga bernama Ais, warga Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dikagetkan dengan adanya jasad bayi yang menyatu dengan barang belanjaannya usai pulang dari pasar.

Warga Situ Uncal itupun kaget setelah memeriksa belanjaan tetapi terdapat plastik yang berbeda, setelah dibuka ternyata didalamnya ada sesosok jasad bayi.

Jasad bayi berjenis kelamin perempuan itupun langsung diamankan oleh pihak kepolisian Dramaga dan dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi. (Andi).

BMKG : Bogor Berpotensi Hujan Ringan Siang Hingga Sore Ini

BOGOR DAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di wilayah Bogor secara umum cerah berawan pada Jumat (29/5/2020). Namun pada siang dan sore harinya berpotensi hujan ringan.

BMKG menyebutkan hujan ringan pada siang dan sore itupun terjadi di 19 daerah di Jawa Barat diantaranya :

Bogor, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Sedangkan pada malam hari secara umum berawan dan juga masih berpotensi hujan ringan di 19 daerah yang ada di Jawa Barat tersebut.

Untuk dinihari sendiri diprediksi berpotensi hujan ringan hingga sedang di lima wilayah yang ada di Jawa Barat, yaitu Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca pada dini hari, adanya hujan disertai kilat dan petir.

“Waspada potensi hujan yang dapat di sertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Bogor, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pagandaran,” ujar Kasie Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga Bogor, Hadi Saputra. (Andi).

Polisi Belum Bisa Ungkap Siapa Pembuang Jasad Bayi Dalam Plastik di Dramaga

BOGOR DAILY – Masih ingat peristiwa penemuan jasad bayi perempuan dalam kantong plastik yang sempat menghebohkan warga Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Saat ini Polsek Dramaga masih melakukan penyelidikan terhadap jasad bayi yang sengaja digantungkan pelaku di motor seorang ibu rumah tangga bernama Ais.

Kanit Reskrim Polsek Dramaga, Ipda Ano Junaedi, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti serta mencari keterangan terhadap saksi dilokasi kejadian.

“Kita masih melakukan Lidik dan keterangan saksi-saksi dilokasi kejadian,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Ipda Ano Junaedi mengaku, belum terungkapnya pelaku pembuang bayi dalam kantong plastik itu dikarenakan tidak adanya saksi-saksi di lokasi kejadian yang menyadari peristiwa tersebut.

“Saat ini kita belum bisa ungkap siapa pelaku dengan sengaja membuang jasad bayi dalam plastik itu, minta doanya saja semoga cepat terungkap,” ucapnya.

Sebelumnya, pada hari Senin (18/5/2020) seorang ibu rumah tangga bernama Ais, warga Kampung Situ Uncal, Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor dikagetkan dengan adanya jasad bayi yang menyatu dengan barang belanjaannya usai pulang dari pasar.

Warga Situ Uncal itupun kaget setelah memeriksa belanjaan tetapi terdapat plastik yang berbeda, setelah dibuka ternyata didalamnya ada sesosok jasad bayi.

Jasad bayi berjenis kelamin perempuan itupun langsung diamankan oleh pihak kepolisian Dramaga dan dibawa ke RSUD Ciawi untuk dilakukan autopsi. (Andi).

BMKG : Bogor Berpotensi Hujan Ringan Siang Hingga Sore Ini

BOGOR DAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di wilayah Bogor secara umum cerah berawan pada Jumat (29/5/2020). Namun pada siang dan sore harinya berpotensi hujan ringan.

BMKG menyebutkan hujan ringan pada siang dan sore itupun terjadi di 19 daerah di Jawa Barat diantaranya :

Bogor, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Sedangkan pada malam hari secara umum berawan dan juga masih berpotensi hujan ringan di 19 daerah yang ada di Jawa Barat tersebut.

Untuk dinihari sendiri diprediksi berpotensi hujan ringan hingga sedang di lima wilayah yang ada di Jawa Barat, yaitu Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bekasi, Karawang.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca pada dini hari, adanya hujan disertai kilat dan petir.

“Waspada potensi hujan yang dapat di sertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Bogor, Bekasi, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pagandaran,” ujar Kasie Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga Bogor, Hadi Saputra. (Andi).

Kebutuhan Pangan di Tengah Pandemi, itu Penting

BOGORDAILY – Pangan menjadi sektor utama di tengah pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini. Jangan lupa, bahkan Badan Pangan Dunia Food Agriculture Organization (FAO) pun sudah mengingatkan, bahwa dunia kini di ambang krisis pangan.

Oleh sebab itu, tak salah bila DR.Ir Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Gerindra itu, acap kali mengingatkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian juga masyarakat bahwa ketahanan pangan ditengah pandemic covid-19 ini, sangat penting. Terutama terkait dengan kesiapan produksi pangan hingga menyoal pendistribusiannya.

“Saya berharap betul agar para petani dan peternak disini dapat merealisasikan program-program pengelolaan sumber daya alam. Salah satunya yakni di bidang pertanian yang terkait pemenuhan kebutuhan pangan pada saat ini,” kata Hj. Endang kepada Bogordaily, Rabu,(28/5/2020)

Asal tau saja, dalam kegiatan menyerap aspirasi masyarakat sebagai salah satu program Reses para Anggota DPR RI. Pejuang politik dari Partai Gerindra asal Daerah Pemilihan (Dapil) III Jawa Barat (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) itu tak kunjung bosan mengingatkan serta mengajak para petani dan peternak di dapilnya agar lebih serius mengelola lahan-lahan pertanian dan peternakan yang mereka miliki dikelola dengan maksimal.

“Kemudian saya ingin juga memberikan dorongan motivasi, supaya para petani dan warga khusus nya Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur hidupnya bisa lebih sejahtera, tercukupi dan semua aspirasinya bisa tersampaikan dan dapat direalisasikan,” ujar Hj. Endang.

Menyoal program pertanian, politisi asal Gerindra itu, mengatakan bahwa program pertanian juga harus ada dan nyata dan dalam bentuk apa? Itu semestinya, disesuaikan dengan aspirasi. Jadi, kita harus mengetahui bagaimana teknik pengaplikasian pertanian yang tepat sekaligus memperhatikan iklim, ini penting. Kemudian keadaan tanahnya, apa yang cocok ditanam lalu lingkungan dan pemasarannya sesuai dengan potensi lokal.

“Nah, kita berikan edukasi pembekalan supaya menghasilkan hasil pertanian khususnya pangan yang baik. Sebetulnya, tidak perlu kita selalu mengkonsumsi daging dan ikan saja.
Jagung, pisang dan singkong, pun mengandung banyak vitamin yang diperlukan bagi kesehatan kita. Tapi, oleh karena tidak ada pembekalan pendidikan, mereka kurang mengetahui.” papar Hj. Endang.

Peraih gelar S-3 Doktorat Universitas Montpellier I Perancis itu menambahkan, saat ini, Fraksi Gerindra mempunyai tujuan bagaimana kita memperjuangkan kedaulatan pangan, energi dan air. Selain itu, kita juga ingin memberikan motivasi dan inovasi, kepada masyarakat agar lebih mengerti bahwa potensi lokal di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur banyak sekali yang bisa digali untuk dimanfaatkan, tentunya.

“Jadi jangan mengucapkan kata, sudah cukup. Untuk mengetahui pemanfaatan sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian yang lebih mengarah pada konsumsi di dalam negeri yang disesuaikan dengan potensi lokal.” ujar Pembina dan Dewan Pakar Partai Gerindra itu.

Ada yang menarik, salah satu warga yang bernama tati (45 th) di Desa Pasir Kuda mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan Hj. Endang di kegiatan reses wakil rakyat pilihannya itu yang datang bersama tim tenaga ahli, sespri, tim dapil dan didampingi oleh struktur DPC Partai Gerindra dengan membagikan bantuan sosial berupa beras, sembako, masker, handsanitizer, dan lain-lainnya.

“Kami atas nama warga sini mengucapkan terimakasih, kepada Hj. Endang sebagai Anggota DPR RI dari Komisi IV yang ikut memperhatikan nasib warga masyarakat Kota Bogor dan mudah-mudahan aspirasi kami ini dapat tersampaikan, sekaligus bisa terwujud dan nyata secara berkesinambungan” ujar tati (45) dengan singkatnya sambil diamini warga lainnya.