Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8248

Borneo FC Ingin Shopee Liga 1 Tetap Ada, Bukan Turnamen

BOGORDAILY – Ada wacana untuk menghadirkan turnamen sebagai pengganti Shopee Liga 1 2020. Presiden Borneo FC, Nabil Husein, lebih memilih liga tetap jalan daripada turnamen.

Nasib Shopee Liga 1 2020 sampai saat ini masih belum jelas. Meski PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah meminta dibubarkan, PSSI masih belum mau ambil keputusan secepatnya.

PT LIB menyampaikan bahawa mayoritas klub ingin liga tak dilanjut lagi. Hal itu lantas memungkinkan untuk adanya turnamen untuk mengganti liga jika pandemi virus corona berakhir.

Nabil tak sepakat dengan itu. Dia lebih ingin tetap ada liga daripada menggelar turnamen, namun tetap bakal mengikuti keputusan PSSI.

“Borneo yang jelas ikut bagaimana PSSI. Semua harus jelas. Ini situasi di Indonesia belum bisa diketahui kapan berakhir,” ujar Nabil dilansir laman resmi klub.

“Mengenai turnamen, yang jelas menurut saya lebih baik liga. Tapi, ya itu lagi, saya tidak tahu kapan, karena kita semua tidak bisa menebak kapan pandemi ini berakhir,” tegasnya.

Turun di Overpass Tol, Ini Modus Baru Pemudik Pulang Kampung

BOGORDAILY – Penurunan pemudik di overpass tol menjadi modus baru agar pemudik bisa pulang ke kampung halamannya. Tetapi modus menurunkan warga di tengah jalan tol itu tak berhasil karena warga memergokinya.

Selama seminggu terakhir, 46 pemudik terjaring razia oleh warga saat diturunkan dari bus di overpass ruas tol Solo Ngawi. Warga memergoki para pemudik tersebut diturunkan oleh Bus Agam Tunggal Jaya, tepatnya di overpass masuk Desa Ngale Kecamatan Paron Ngawi.

“Memang benar saat ini sudah ada 46 orang pemudik yang diamankan warga saat memantau overpass tol di desa kami. Karena ditengarai jadi tempat penurunan pemudik oleh bus. Kan bahaya ada potensi membawa virus Corona,” terang Kepala Desa Ngale Teguh Wibowo saat dikonfirmasi detikcom Kamis (7/5/2020).

Teguh mengatakan penurunan pemudik di ruas jalan tol itu sudah berlangsung lebih dari sepekan terakhir. Modus itu dilakukan karena selama ini bus selalu dihalau di pintu keluar tol. Kebanyakan pemudik berasal dari Jakarta tujuan berbagai desa di Ngawi.

“Sudah seminggu terakhir ini kita memantau karena kecurigaan sering ada bus dan kendaraan yang lewat tol berhenti di overpass Ngale ini,” paparnya.

Teguh menambahkan semua perantau yang mudik ini telah didata dan diserahkan ke perangkat desa asal mereka untuk di karantina. Pengawas ketat para pemudik yang datang, lanjut Teguh, seiring upaya pemutusan mata rantai COVID-19.

“Kami serahkan ke masing-masing perangkat desa sesuai alamat di KTP mereka. Ini merupakan upaya kami untuk mencegah penyebaran Corona,” tandasnya.

Data yang dihimpun detikcom dari untuk untuk tim kesehatan yang dilibatkan yakni sesuai tujuan mudik para perantau, yakni Puskesmas Jogorogo, Ngrambe dan Paron.

Resmi! Bulan Ini Bundesliga Bergulir Lagi

BOGORDAILY – Bundesliga resmi bergulir lagi bulan ini. Pemerintah Jerman sudah memberikan lampu hijau untuk itu.

Dikutip AFP, Kanselir Jerman, Angela Merkel, memberikan izin tersebut setelah mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Liga Jerman (DFL), Rabu (6/5/2020) malam WIB. Dalam pertemuan itu hadir juga seluruh klub Bundesliga dan Bundesliga 2.

Kemungkinan besar Liga Jerman 2019/2020 baru bisa bergulir lagi pada 22 Mei atau paling lambat 29 Mei dan tanpa penonton. Meski demikian, bakal ada protokol kesehatan ketat diberlakukan termasuk tes COVID-19 untuk seluruh pemain setiap pekannya.

Kepastian ini sekaligus membantah isu bahwa Bundesliga akan lebih lama ditangguhkan, setelah adanya 10 kasus baru virus corona setelah DFL mengadakan tes pekan lalu. Apalagi ada pemain Hertha Berlin Salomon Kalou sampai melanggar aturan lockdown.

Saat dihentikan Maret lalu, Bundesliga baru berjalan 25 pekan. Puncak klasemen dikuasai Bayern Munich dengan 55 poin, unggul empat poin atas Borussia Dortmund di posisi kedua dan lima poin atas RB Leipzig di posisi ketiga.

Bundesliga jadi kompetisi elite Eropa pertama yang menggulirkan lagi liganya di tengah pandemi virus corona. Sementara Liga Prancis, Liga Belanda, dan Liga Belgia sudah menghentikan total kompetisi musim ini.

Mei-Juni-Juli: Target-target Jokowi Menuntaskan Corona di RI

BOGORDAILY – Target mengenai penanganan kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia kembali disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi ingin kurva Corona melandai di bulan Mei ini.

“Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai sesuai dengan target yang kita berikan, yaitu kurvanya sudah harus turun. Dan masuk pada posisi sedang di Juni, di bulan Juli harus masuk posisi ringan. Dengan cara apa pun,” kata Jokowi saat membuka rapat kabinet paripurna seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/5/2020).

Jokowi ingin semua pihak terlibat dalam penanganan Corona ini mulai dari pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta. Menurut Jokowi, salah salah satu kunci keberhasilan penanganan Corona adalah soliditas antar semua anak bangsa.

“Itu dilakukan tidak hanya oleh Gugus Tugas tapi juga melibatkan seluruh elemen bangsa. Jajaran pemerintahan, organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan, relawan, parpol, dan sektor swasta. Ini yang harus betul-betul didirigeni dan diorkestrasi dengan baik,” ujar dia.

“Saya yakin jika kita bersatu, jika kita disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, semua rencana yang sudah kita siapkan yang lalu bisa mengatasi COVID secepat-cepatnya,” sambung Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lantas mengingatkan bahwa mereka yang keluar sebagai pemenang adalah negara yang berhasil mengatasi virus Corona. Untuk itu, dia meminta seluruh jajarannya mengerahkan semua kekuatan untuk mengendalikan virus Corona.

“Saya ingin mengingatkan fokus kerja yang paling utama sekarang ini tetap pada mengendalikan COVID secepat-cepatnya. Menurunkan secepat-cepatnya. Saya melihat negara yang akan menjadi pemenang adalah negara yang berhasil mengatasi COVID-19. Untuk itu, semua menteri, kepala lembaga panglima TNI, Kapolri, saya minta mengerahkan semua tenaga dan mengerahkan semua energi, mengerahkan semua kekuatan untuk mengendalikan COVID dan menangani dampak yang menyertainya,” ujar dia.

Jokowi juga menegaskan pemerintah harus bergerak cepat dalam penanganan Corona ini. Dia menyebut situasi saat ini termasuk kategori luar biasa.

“Dalam mencapai tujuan itu, kita semuanya pemerintah harus bergerak cepat. Karena betul-betul situasinya bersifat extraordinary dan memerlukan kecepatan dan ketepatan,” ujar Jokowi.

Karena itu, Jokowi mengatakan pemerintah harus siap untuk diawasi dan dipantau oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat.

“Tapi dalam menjalankan tugas ini, pemerintah dan kita semua harus siap untuk diawasi, siap untuk dikontrol. Bukan hanya oleh lembaga negara seperti DPR dan BPK, tetapi juga oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Pandangan Para Pakar

Menurut pemodelan dari para ahli, keinginan Jokowi agar kurva melandai di bulan Mei ini bisa tercapai asalkan semua mematuhi aturan physical distancing.

Ada beragam pemodelan matematis yang mendukung keinginan Presiden Jokowi. Pemodelan-pemodelan ini dihasilkan dari data perkembangan kasus Corona di Indonesia pada Maret dan April.

Bahkan pemodelan-pemodelan ini memperkirakan pandemi Corona di Indonesia akan berakhir pada Mei. Ada pula yang memperkirakan kasus Corona juga akan melambat pada bulan itu.

Pakar statistika dan alumni MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) memprediksi pandemi virus Corona di Indonesia bakal berakhir Mei 2020. Analisis ini mengembangkan dari pemodelan teori antrean.

“Dari hasil analisis, pandemi COVID-19 akan berakhir pada 29 Mei 2020 dengan minimum total penderita positif di sekitar 6.174 kasus. Dengan intervensi pemerintah yang berhasil dengan baik, total penderita Corona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020,” kata guru besar statistika UGM Prof Dr.rer.nat Dedi Rosadi, SSi, MSc, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom dari Humas UGM, Rabu (1/4/2020).

Pemodelan matematika ini dilakukan Dedi bersama Heribertus Joko dan Dr Fidelis I Diponegoro. Model yang dibuat dinamai model probabilistik yang berdasarkan data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM). Dengan model ini, diperkirakan penambahan maksimum total penderita virus Corona setiap harinya di sekitar minggu kedua April 2020, sekitar 7-11 April 2020.

“Penambahan lebih-kurang 740-800 pasien per 4 hari dan diperkirakan akan terus menurun setelahnya,” jelas dosen FMIPA ini.

Mengacu pada data yang ada, pandemi Corona ini bakal berakhir sekitar 100 hari setelah 2 Maret 2020 atau sekitar 29 Mei 2020.

Ada hitung-hitungan pemodelan lain yang mendukung keinginan Jokowi, yakni riset gabungan yang dibuat oleh pakar dari berbagai universitas dan tim SimcovID.

Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari ITB, Unpad, UGM, Essex and Khalifa University, University of Southern Denmark, Oxford University, ITS, Universitas Brawijaya, dan Universitas Nusa Cendana.

Peneliti membagi prediksi berdasarkan tiga level intervensi sebagai berikut:
1. Tanpa intervensi: Penyebaran virus dibiarkan tanpa penanganan.
2. Mitigasi (mulai 15 Maret 2020): Memperlambat penyebaran. 50 persen populasi diam di dalam tempatnya, 50 persen populasi bisa bepergian.
3. Supresi (jika mulai 12 April 2020): Menekan laju penyebaran. Karantina wilayah. Hanya mengizinkan 10 persen populasi yang bisa bepergian.

Untuk kasus Indonesia, pada saat itu belum masuk ke level supresi. “Indonesia cenderung mitigasi keras, belum supresi,” kata Nuning Nuraini, peneliti matematika epidemiologi ITB yang ikut serta dalam riset ini, menjawab pertanyaan detikcom, Kamis (9/4/2020).

Namun, ketika memasuki level supresi, puncak Corona akan muncul pada akhir April hingga awal Mei 2020. Artinya, pertengahan Mei kasus Corona di Indonesia sudah mulai melambat alias angka kasus turun. Berikut ini rinciannya:

1. Tanpa intervensi
– Jumlah kematian: 2,6 juta
– durasi epidemi sejak intervensi: 4-5 bulan
– puncak kasus aktif: 55 juta (tengah Mei 2020)
– puncak kebutuhan ICU: 6 juta

2. Mitigasi (mulai 15 Maret 2020)
– Jumlah kematian: 1,2 juta
– durasi epidemi sejak intervensi: 10-13 bulan
– puncak kasus aktif: 5,5 juga (awal Juli 2020)
– puncak kebutuhan ICU: 600 ribu

3. Supresi (jika mulai 12 April 2020)
– Jumlah kematian: 120 ribu
– durasi epidemi sejak intervensi: 6-7 bulan
– puncak kasus aktif: 1,6 juta (akhir April-awal Mei 2020)
– puncak kebutuhan ICU: 180 ribu

Penelitian dengan draf bertanggal 6 April 2020 ini didasarkan pada data sampai 31 Maret 2020. Hasil pemodelan ini ketika itu belum melalui penelaahan sejawat (peer review).

Bukan hanya melalui model matematika, prediksi Corona turun atau bahkan berakhir di bulan Mei pun disampaikan oleh para pakar.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, sempat menyebut wabah Corona diperkirakan usai pada pertengahan April hingga Mei.

“Banyak yang membuat prediksi perjalanan wabah di Indonesia. Terus terang prediksi labnya agak sulit sekarang karena penyebabnya multifaktorial. Saya pribadi memprediksi puncaknya akan terjadi dalam waktu dua-tiga minggu ke depan.Setelah itu diharapkan jumlah kasusnya akan menurun. Pertengahan puasa, mungkin pertengahan April ke Mei akan mencapai puncak,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), mengatakan akhir wabah Corona di Indonesia bergantung pada tingkat kepatuhan dan perilaku masyarakat. Ia memprediksi antara Mei dan Juni apabila didukung oleh perilaku masyarakat yang baik.

“Bergeser, tergantung perilaku masyarakat, yang dulu sudah bikin kan akhir April. Iya mungkin Mei, Juni, ya apalagi kalau mudik nanti bergeser lagi, ya kalau terus bergeser begitu beban kita, beban pelayanan kesehatan nggak sanggup, tenaga kesehatan juga sudah banyak yang jadi korban, ya kan,” ungkapnya.

Ini Lho yang Bikin Tagihan Listrik Bengkak

BOGOR DAILY- PT PLN (Persero) mengakui adanya perubahan perhitungan tagihan listrik selama pandemi virus Corona (COVID-19). Tidak semua tagihan listrik dilakukan berdasarkan perhitungan meteran pelanggan.

“Ada fakta memang terjadi banyak kenaikan, didasarkan benar bahwa di tengah penerapan protokol COVID-19, ada perubahan mekanisme sedikit modifikasi,” kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka melalui telekonferensi, Rabu (6/5/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President (EVP) Quality Assurance Produk dan Layanan, Hikmat Dradjat menjelaskan selama ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pihaknya melakukan pencatatan konsumsi listrik hanya berdasarkan rata-rata.

“Artinya tidak dicatat oleh petugas meter, tidak juga pelanggan mengirim stand meter. Maka kami lakukan pencatatan secara rata-rata,” ucapnya.

Atau pelanggan mengirim sendiri stand meternya melalui online. Cara ini sedang didorong PLN untuk pembayaran tagihan listrik di bulan Mei. Perhitungan menggunakan metode ini masih sangat sedikit yakni di bawah 1% pelanggan yang inisiatif mengirim.

Sedangkan pencatatan meteran secara langsung yang biasanya dilakukan oleh petugas PLN secara door to door, saat ini dibatasi. “Ada yang masih menerapkan, ada yang sudah tidak menerapkan. Jadi tetap ada metode pencatatan manual oleh petugas meter. Di atas 50% masih menggunakan catat manual,” imbuhnya.

PLN memberikan ilustrasi bagaimana perhitungan tarif listrik di bulan April sehingga terjadi pembengkakan.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka menjelaskan penerapan Work From Home (WFH) dilakukan sejak dua minggu terakhir di bulan Maret. Di situ menurutnya mulai terjadi lonjakan konsumsi listrik rumah tangga tanpa disadari.

Namun tagihan listrik di bulan Maret hanya dihitung PLN berdasarkan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir, kelebihan konsumsinya belum ikut dihitung.

Misal, rata-rata penggunaan listrik di bulan Desember-Januari-Februari 50 kWh. Namun karena ada WFH di bulan Maret, konsumsi listrik naik menjadi 70 kWh. Tapi PLN menghitungnya masih berdasarkan rata-rata konsumsi yakni 50 kWh, lebih 20 kWh-nya lagi tidak dihitung di tagihan bulan Maret.

“Karena protokol COVID-19 kita menggunakan rata-rata yang 3 bulan tadi. Jadi real konsumsinya mereka adalah 70 kWh tapi kita mem-billing dengan catatan 50 kWh. Berarti ada 20 kWh yang belum tertagih,” kata Made.

Nah 20 kWh-nya itu dimasukkan dalam tagihan bulan April. Ditambah konsumsi listrik di bulan April yang tanpa disadari membengkak karena satu bulan full WFH, katakanlah menjadi 90 kWh. Dalam kata lain pelanggan harus membayar tagihan dengan pemakaian 110 kWh di bulan April.

“Di sana tercatat 90 kWh plus 20 kWh yang carrying over (terbawa) dari bulan Maret. Jadi sudah jelas akan muncul tagihan sebesar 110 kWh seolah-olah konsumsinya naik di situ padahal tidak semua naik di situ, ada kontribusi pengeluaran di bulan Maret,” ujarnya.

PLN menyadari kurangnya sosialisasi di masyarakat sehingga kenaikan ini menyebabkan berbagai polemik. Namun ia membantah tuduhan terkait adanya kenaikan tarif listrik, silang subsidi, hingga manipulasi meteran.

Kerja di Kapal Pesiar, Jenazah Tiga ABK RI Dilarung ke Laut. Ini Respon Kemlu

BOGOR DAILY- Sebuah video yang menampilkan pelarungan jenazah ABK WNI ke laut, viral di media sosial. Terlebih, salah satu media televisi Korea Selatan turut mengangkat peristiwa pelarungan ini.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Judha Nugraha membenarkan adanya peristiwa pelarungan ini. Kemenlu akan memanggil Dubes China untuk mengklarifikasi berita tersebut.

“Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenazah dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemlu akan memanggil Duta Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” ujar Judha dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Judha menyebut terdapat 3 jenazah WNI dilarungkan ke laut karena kematiannya disebabkan oleh penyakit menular. Kematian 3 ABK itu, sebut Judha, terjadi pada bulan Desember 2019 dan Maret 2020.

“Pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal menjelaskan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya,” ujar Judha dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Belum diketahui jenis penyakit menular yang diderita ketiga ABK tersebut. Kementerian RRT, sebut Judha, mengklaim pelarungan telah sesuai praktek kelautan internasional. Pelarungan terpaksa dilakukan untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang mengelilingi sebuah karung jenazah berwarna orange. Karung jenazah itu berada di tepi kapal.

Kemudian, keempat orang tersebut bersama-sama mengangkat karung jenazah. Keempat pria itu secara serentak melempar jenazah ke laut.

SUMBER: Detik.com

Berstatus PDP Korona, Remaja 16 Tahun Asal Cijeruk Meninggal Dunia

BOGORDAILY.net – Remaja usia 16 tahun asal Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, saat ini jumlah PDP yang meninggal ada sebanyak 42 orang.

“Ada PDP satu meninggal asal Cijeruk, total PDP meninggal ada sebanyak 42 orang, ini masih menunggu hasil Swab Tes dari Litbankes Kemenkes RI, apakah positif atau tidak,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (6/5/2020).

Data yang didapat, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 338 orang. Sedangkan, untuk PDP ada sebanyak 484 dan meninggal ada 42 orang.

Sementara itu, untuk total positif Covid-19 sebanyak 140, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan ada 15, dan meninggal 11 orang. Positif aktif dan masih menjalani perawatan di RS rujukan ada 114 orang.

Ia menghimbau, kepada masyarakat Kabupaten Bogor agar mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mudik dan patuhi PSBB. Karena, dengan kekompakan itu tentunya bisa mempermudah angka penekanan Covid-19 di Indonesia.

“Meneruskan himbauan Bupati Bogor, agar masyarakat mematuhi aturan PSBB, dan jangan mudik. Karena, dengan tidak mudiknya anda (kepada warga.red), telah menyelamatkan keluarga tersayang di kampung halaman,” tukasnya. (Andi).

Catat Jamnya! Malam Ini, Puncak Hujan Meteor di Langit Indonesia

BOGORDAILY.net – Puncak hujan meteor Eta Aquarids di Indonesia terjadi malam ini dan dapat diamati pada Rabu (6/5) dini hari dinikmati sembari santap sahur di bulan Ramadan 2020.

Sebab, puncak hujan meteor ini diperkirakan bakal terjadi pada pukul 03.00 WIB hingga sebelum Matahari terbit.

Momen hujan meteor ini terjadi ketika Bumi melewati jejak lintasan Komet Halley yang berisi batuan dan es. Jejak ekor komet itu sebagian masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga menyebabkan hujan meteor.

Peristiwa terbakarnya jejak ekor Komet Halley ini terjadi dua kali. Pada bulan Mei dinamakan hujan meteor Eta Aquarids dan disebut Orionids jika terjadi pada Oktober.

Di Jakarta, hujan meteor ini diperkirakan bisa dilihat pada Rabu (6/5) dini hari sekitar pukul 01:29 WIB tiap malam. Hal ini dikonfirmasi oleh Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto.

“Menurut International Meteor Organization, Eta Aquarids tidak punya puncak yang tajam. Biasanya sekitar tanggal 6-7 Mei dengan kisaran seminggu,” jelas Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi lewat pesan teks, seperti dikutif dari CNNIndonesia.com, Selasa (5/5).

Lokasi hujan meteor ini ada disekitar horizon timur. Hujan meteor masih bisa disaksikan hingga fajar menjelang sekitar pukul 05:34 WIB.

Mengutip In The Sky, waktu terbaik untuk melihat puncak hujan meteor ini di Indonesia pada Rabu dini hari (6/5) pukul 03:00 WIB, bertepatan dengan saat sahur hingga sebelum matahari terbit.

Di Jakarta, diperkirakan pada puncak hujan meteor pengamat bisa menyaksikan 34 meteor per jam. Lokasi pemantauan terbaik di tempat tanpa polusi cahaya. Kondisi itu tampaknya banyak ditemukan saat ini mengingat mayoritas membatasi aktivitas di luar rumah yang membuat polusi menurun.

Melansir Fast Company, hujan meteor Eta Aquaridis dari debu komet Halley ini bisa disaksikan tanpa alat bantu teleskop. NASA mengatakan masyarakat hanya cukup beradaptasi dengan kegelapan langit selama 30-45 menit untuk menangkap momen hujan meteor itu.

“Berikan mata Anda 30 hingga 45 menit untuk beradaptasi dengan gelap dan pandang langit seluas mungkin dengan berbaring,” ujar Kepala NASA Meteoroid Environment, Bill Cooke.

Melansir NASA, puncak Eta Aquarids terjadi selama awal Mei setiap tahun. Meteor Eta Aquarid dikenal karena guyuran yang sangat cepat, sekitar 148.000 mil per jam. Ini setara dengan 66 kilometer per detik atau 238.182 kilometer per jam di atmosfer Bumi.

Kecepatan laju meteor itu dapat meninggalkan “garis” cahaya berkilauan (serpihan puing-puing di belakang meteor) yang berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Secara umum, 30 Eta Aquarid meteor dapat dilihat per jam selama puncaknya.

Hujan meteor Eta Aquiridis sendiri dimulai sejak 19 April lalu hingga 28 Mei mendatang. Namun, banyaknya meteor yang jatuh mungkin tak akan sebanyak saat puncak.

Eta Aquarids dapat dilihat di belahan utara dan selatan pada hini hari hingga menjelang pagi. Dibandingkan belahan bumi selatan, hujan meteor di belahan bumi utara hanya 10 meteor perjam. Hal itu terjadi karena pancaran dari garis lintang yang berbeda.

Rasi bintang Aquarius, rumah bagi pancaran Eta Aquarids lebih tinggi di langit Belahan Bumi Selatan daripada di Belahan Bumi Utara.(CNN)

Satu Warga Cileungsi Positif Covid-19

BOGOR DAILY – Warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, terkonfirmasi positif Virus Korona atau Covid-19 baru, pada hari ini Rabu (6/5/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, bertambah satu pasien positif terpapar Covid-19 usia 52 tahun asal Cileungsi.

“Hari ini terdapat satu yang positif Covid-19 jenis kelamin perempuan, usia 52 tahun asal Kecamatan Cileungsi,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia menjelaskan, untuk saat ini total kasus positif Covid-19 ada sebanyak 140, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan ada 15, dan yang meninggal dunia ada sebanyak 11 orang.

“Untuk Cileungsi kali ini bertambah satu, jadi totalnya ada 21 orang positif,” jelasnya.

Data yang didapat, sampai saat ini Kecamatan Gunung Putri masih menjadi puncak tertinggi kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 28 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 21 orang serta di Cibinong tadinya 17 bertambah dua menjadi 19 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 16 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur, dan Tajurhalang ada sebanyak tiga orang.

Kecamatan Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng dan Jonggol ada sebanyak satu orang. (Andi)

Viral, Polisi-TNI Kabur Dikejar Orang Ini

BOGORDAILY.net – Sebuah video singkat menghebohkan jagat Maya. Isi video itu anggota polisi dan TNI, kabur saat menangkap seseorang.

Bukannya bertindak lebih tegas, para aparat ini malah lari tunggang langgang.

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota polisi dan TNI dibuat panik, hingga kabur saat hendak menangkap seseorang pria yang menjadi target operasi, baru-baru ini menjadi viral di Twitter.

Video viral tersebut mencuri perhatian hingga mendapat berbagai komentar netizen usai diunggah akun @Joker_killer76 pada Senin (4/5/2020) lalu.

“Ternyata pak polisi dan TNI-nya kabur,” tulis cuitan akun tersebut.

Dari video berdurasi 20 detik yang diunggah, nampak sejumlah anggota polisi dan TNI yang menghampiri salah satu rumah, untuk menangkap seorang pria yang menjadi target operasi tersebut.

Berhasil menggiring pria ini keluar dari rumah tersebut, sejumlah anggota polisi dan TNI ini justru dibuat kabur saat pria tersebut mengamuk dan balik mengejar mereka.

Berdasarkan cuitan akun tersebut, ternyata pria yang menjadi target operasi para polisi dan TNI ini adalah orang dengan masalah kejiwaan atau ODGJ.

Entah apa yang membuat pria ini lalu ditangkap oleh pihak keamanan. Langsung menjadi viral di Twitter, unggahan ini langsung mendapat berbagai balasan dari netizen.

”Astagfirullah, yaa gitu aja pada lari, ODMK nggak megang apa-apa, cuma tangan kosong” balas netizen dengan akun @Syambari.

”Kan kan udah gue kasih tahu, yang waras ngalah, masih ngeyel. Kalau gitu siapa yang beneran gila” komentar akun Twitter @vey_ti.

”Bhuahahaha, pak polisi dan TNI aja pada kabur ngadepin ODMK, apalagi gue” ungkap akun @Hendry_VAAN.

”Hahaha baru lihat ada yang kayak gini, ini mah ODMK hebat” tulis netizen dengan akun Twitter @AlanFaeza.

Sejak diunggah dan menjadi viral di Twitter, unggahan mengenai anggota polisi dan TNI yang kabur saat tangkap orang ini telah ditonton sebanyak lebih dari 86 ribu kali dan mendapat ratusan komentar.