Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8249

Berstatus PDP Korona, Remaja 16 Tahun Asal Cijeruk Meninggal Dunia

BOGORDAILY.net – Remaja usia 16 tahun asal Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, saat ini jumlah PDP yang meninggal ada sebanyak 42 orang.

“Ada PDP satu meninggal asal Cijeruk, total PDP meninggal ada sebanyak 42 orang, ini masih menunggu hasil Swab Tes dari Litbankes Kemenkes RI, apakah positif atau tidak,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (6/5/2020).

Data yang didapat, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 338 orang. Sedangkan, untuk PDP ada sebanyak 484 dan meninggal ada 42 orang.

Sementara itu, untuk total positif Covid-19 sebanyak 140, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan ada 15, dan meninggal 11 orang. Positif aktif dan masih menjalani perawatan di RS rujukan ada 114 orang.

Ia menghimbau, kepada masyarakat Kabupaten Bogor agar mematuhi peraturan pemerintah untuk tidak mudik dan patuhi PSBB. Karena, dengan kekompakan itu tentunya bisa mempermudah angka penekanan Covid-19 di Indonesia.

“Meneruskan himbauan Bupati Bogor, agar masyarakat mematuhi aturan PSBB, dan jangan mudik. Karena, dengan tidak mudiknya anda (kepada warga.red), telah menyelamatkan keluarga tersayang di kampung halaman,” tukasnya. (Andi).

Catat Jamnya! Malam Ini, Puncak Hujan Meteor di Langit Indonesia

BOGORDAILY.net – Puncak hujan meteor Eta Aquarids di Indonesia terjadi malam ini dan dapat diamati pada Rabu (6/5) dini hari dinikmati sembari santap sahur di bulan Ramadan 2020.

Sebab, puncak hujan meteor ini diperkirakan bakal terjadi pada pukul 03.00 WIB hingga sebelum Matahari terbit.

Momen hujan meteor ini terjadi ketika Bumi melewati jejak lintasan Komet Halley yang berisi batuan dan es. Jejak ekor komet itu sebagian masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga menyebabkan hujan meteor.

Peristiwa terbakarnya jejak ekor Komet Halley ini terjadi dua kali. Pada bulan Mei dinamakan hujan meteor Eta Aquarids dan disebut Orionids jika terjadi pada Oktober.

Di Jakarta, hujan meteor ini diperkirakan bisa dilihat pada Rabu (6/5) dini hari sekitar pukul 01:29 WIB tiap malam. Hal ini dikonfirmasi oleh Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto.

“Menurut International Meteor Organization, Eta Aquarids tidak punya puncak yang tajam. Biasanya sekitar tanggal 6-7 Mei dengan kisaran seminggu,” jelas Peneliti LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi lewat pesan teks, seperti dikutif dari CNNIndonesia.com, Selasa (5/5).

Lokasi hujan meteor ini ada disekitar horizon timur. Hujan meteor masih bisa disaksikan hingga fajar menjelang sekitar pukul 05:34 WIB.

Mengutip In The Sky, waktu terbaik untuk melihat puncak hujan meteor ini di Indonesia pada Rabu dini hari (6/5) pukul 03:00 WIB, bertepatan dengan saat sahur hingga sebelum matahari terbit.

Di Jakarta, diperkirakan pada puncak hujan meteor pengamat bisa menyaksikan 34 meteor per jam. Lokasi pemantauan terbaik di tempat tanpa polusi cahaya. Kondisi itu tampaknya banyak ditemukan saat ini mengingat mayoritas membatasi aktivitas di luar rumah yang membuat polusi menurun.

Melansir Fast Company, hujan meteor Eta Aquaridis dari debu komet Halley ini bisa disaksikan tanpa alat bantu teleskop. NASA mengatakan masyarakat hanya cukup beradaptasi dengan kegelapan langit selama 30-45 menit untuk menangkap momen hujan meteor itu.

“Berikan mata Anda 30 hingga 45 menit untuk beradaptasi dengan gelap dan pandang langit seluas mungkin dengan berbaring,” ujar Kepala NASA Meteoroid Environment, Bill Cooke.

Melansir NASA, puncak Eta Aquarids terjadi selama awal Mei setiap tahun. Meteor Eta Aquarid dikenal karena guyuran yang sangat cepat, sekitar 148.000 mil per jam. Ini setara dengan 66 kilometer per detik atau 238.182 kilometer per jam di atmosfer Bumi.

Kecepatan laju meteor itu dapat meninggalkan “garis” cahaya berkilauan (serpihan puing-puing di belakang meteor) yang berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Secara umum, 30 Eta Aquarid meteor dapat dilihat per jam selama puncaknya.

Hujan meteor Eta Aquiridis sendiri dimulai sejak 19 April lalu hingga 28 Mei mendatang. Namun, banyaknya meteor yang jatuh mungkin tak akan sebanyak saat puncak.

Eta Aquarids dapat dilihat di belahan utara dan selatan pada hini hari hingga menjelang pagi. Dibandingkan belahan bumi selatan, hujan meteor di belahan bumi utara hanya 10 meteor perjam. Hal itu terjadi karena pancaran dari garis lintang yang berbeda.

Rasi bintang Aquarius, rumah bagi pancaran Eta Aquarids lebih tinggi di langit Belahan Bumi Selatan daripada di Belahan Bumi Utara.(CNN)

Satu Warga Cileungsi Positif Covid-19

BOGOR DAILY – Warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, terkonfirmasi positif Virus Korona atau Covid-19 baru, pada hari ini Rabu (6/5/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, bertambah satu pasien positif terpapar Covid-19 usia 52 tahun asal Cileungsi.

“Hari ini terdapat satu yang positif Covid-19 jenis kelamin perempuan, usia 52 tahun asal Kecamatan Cileungsi,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia menjelaskan, untuk saat ini total kasus positif Covid-19 ada sebanyak 140, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan ada 15, dan yang meninggal dunia ada sebanyak 11 orang.

“Untuk Cileungsi kali ini bertambah satu, jadi totalnya ada 21 orang positif,” jelasnya.

Data yang didapat, sampai saat ini Kecamatan Gunung Putri masih menjadi puncak tertinggi kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 28 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu Cileungsi 21 orang serta di Cibinong tadinya 17 bertambah dua menjadi 19 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 16 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur, dan Tajurhalang ada sebanyak tiga orang.

Kecamatan Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng dan Jonggol ada sebanyak satu orang. (Andi)

Viral, Polisi-TNI Kabur Dikejar Orang Ini

BOGORDAILY.net – Sebuah video singkat menghebohkan jagat Maya. Isi video itu anggota polisi dan TNI, kabur saat menangkap seseorang.

Bukannya bertindak lebih tegas, para aparat ini malah lari tunggang langgang.

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota polisi dan TNI dibuat panik, hingga kabur saat hendak menangkap seseorang pria yang menjadi target operasi, baru-baru ini menjadi viral di Twitter.

Video viral tersebut mencuri perhatian hingga mendapat berbagai komentar netizen usai diunggah akun @Joker_killer76 pada Senin (4/5/2020) lalu.

“Ternyata pak polisi dan TNI-nya kabur,” tulis cuitan akun tersebut.

Dari video berdurasi 20 detik yang diunggah, nampak sejumlah anggota polisi dan TNI yang menghampiri salah satu rumah, untuk menangkap seorang pria yang menjadi target operasi tersebut.

Berhasil menggiring pria ini keluar dari rumah tersebut, sejumlah anggota polisi dan TNI ini justru dibuat kabur saat pria tersebut mengamuk dan balik mengejar mereka.

Berdasarkan cuitan akun tersebut, ternyata pria yang menjadi target operasi para polisi dan TNI ini adalah orang dengan masalah kejiwaan atau ODGJ.

Entah apa yang membuat pria ini lalu ditangkap oleh pihak keamanan. Langsung menjadi viral di Twitter, unggahan ini langsung mendapat berbagai balasan dari netizen.

”Astagfirullah, yaa gitu aja pada lari, ODMK nggak megang apa-apa, cuma tangan kosong” balas netizen dengan akun @Syambari.

”Kan kan udah gue kasih tahu, yang waras ngalah, masih ngeyel. Kalau gitu siapa yang beneran gila” komentar akun Twitter @vey_ti.

”Bhuahahaha, pak polisi dan TNI aja pada kabur ngadepin ODMK, apalagi gue” ungkap akun @Hendry_VAAN.

”Hahaha baru lihat ada yang kayak gini, ini mah ODMK hebat” tulis netizen dengan akun Twitter @AlanFaeza.

Sejak diunggah dan menjadi viral di Twitter, unggahan mengenai anggota polisi dan TNI yang kabur saat tangkap orang ini telah ditonton sebanyak lebih dari 86 ribu kali dan mendapat ratusan komentar.

Fakta Terkini, Tabrakan Dahsyat di Bogor. Motor Ringsek, Korban Selamat

BOGORDAILY.net – Tabrakan Dahsyat Mobil vs Motor di Kota Bogor tidak memakan korban jiwa, meski korban terseret dan mengalami hantaman keras.

“Akibat dari kejadian tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian laka lantas tersebut,” jelas Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti kepada wartawan.

Ya, gara-gara terobos lampu merah, pengendara motor terlibat kecelakaan dengan mobil di Jalan Raya Padjajaran dekat Kampus IPB Pasca Sarjana, Kota Bogor.

Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti, mengatakan, peristiwa kecelakaan tragis antara motor dan mobil itu terjadi pada pagi tadi, Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi saat pengendara sepeda Motor Honda CB dengan nomor Polisi F 6315 EK datang dari arah Warung Jambu, dan hendak menuju Taman Kencana.

Akibat melanggar Lampu Merah, pengendara Motor Honda CB itupun tertabrak, oleh kendaraan Toyota Avanza Nomor Polisi B 1672 NOY yang datang dari arah Mc Donald Lodaya.

Tampak terlihat, dari rekaman CCTV milik Dinas Perhubungan Kota Bogor yang beredar di media sosial. Kendaraan roda dua itupun terpental jauh oleh mobil. Bahkan, pengendara motor itu sempat nyangkut di atas mobil. (Andi).

 

Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor Mau Di- Pansus-kan DPRD. Ini Alasannya?

BOGORDAILY.net – Tidak ada keterbukaan, DPRD Kabupaten Bogor akan membentuk Panitia Khusus (Pansus), untuk mengawasi kegiatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

Hal itupun diungkapkan oleh, Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana, kepada wartawan, usai melakukan rapat Badan Musyawarah (Banmus), Rabu (6/4/2020).

Menurut Ruhyat -sapaan akrabnya, pembentukan Pansus sendiri. Tujuannya, untuk mengawsi kegiatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, yang saat ini dinilai tidak terbuka.

“Tapi di Banmus, beberapa fraksi sudah menyuarakan soal pembentukan pansus ini. Tinggal nanti didorong lewat surat resmi kepada pimpinan,” katanya.

Pasalnya, perlu ada keterbukaan publik, mengenai penggunaan dana Covid-19 di Kabupaten Bogor ini.

“Kalau kita tidak awasi. Pemkab Bogor keenakan nantinya, banyak bantuan datang dari perusahaan atau yang lainnya. Akan tetapi, sampai saat ini DPRD belum pernah diberitahu,” tegasnya.

Hal senada juga diutarakan, Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi. Menurutnya, anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, cukup besar yaitu Rp477 miliar hasil dari pergeseran anggaran pada awal April lalu.

“Anggarannya sangat besar jadi dirasa perlu dibentuknya pansus ini. Demi kebaikan masyarakat juga. Karena kami sebagai anggota dewan juga sering ditanyakan oleh masyarakat,” singkatnya. (Andi).

Ketua Pansus DPRD Kab. Bogor Sebut, Raperda Kepemudaan Tinggal Dua Tahapan Lagi

BOGORDAILY – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kepemudaan, yang dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bogor, tinggal dua tahapan lagi untuk finalisasi.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pansus DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi kepada Bogordaily.net, Rabu (6/5/2020).

Menurut politisi Gerindra ini, pembahasan mengenai Raperda tentang kepemudaan sempat terhenti, akibat adanya Covid-19 di Bumi Tegat Beriman.

“Alhamdulillah, kali ini bisa dibahas lagi Raperda tentang Kepemudaan ini di tingkat Pansus,” katanya.

Kata Adi -sapaan akrabnya- yang merupakan politisi senior dari Gerindra ini, ditingkat Pansus DPRD Kabupaten Bogor Raperda itu sudah matang. Artinya, tinggal beberapa tahapan lagi menjadi Perda.

“Tahapan nanti yaitu, tinggal tahap berikutnya akan disampaikan di agenda kegiatan DPRD. Yaitu, dibahas di tingkat anggota Bamus (Badan Musyawarah.red) dan nanti kita akan bahas selanjutnya di Paripurna,” jelasnya.

Jika dilihat secara esensi, Raperda Kepemudaan ini untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Ia menjelaskan, dengan terbentuknya Perda Kepemudaan ini. Nantinya pemberdayaan pemuda bisa berimplikasi membangkitkan potensi dan peran aktif dalam pembangunan di Bumi Tegar Beriman.

“Dan kedepannya, organisasi kepemudaan menjadi wadah dalam pengembangan potensi di daerah. Sebab, mengembangkan potensi dan keterampilan akan memosisikan pemuda lebih mandiri lagi,” tukasnya. (Andi).

Dilema Ayu Dewi Saat Masih Harus Kerja Saat Pandemi Corona

BOGORDAILY – Ayu Dewi masih tetap kerja di masa pandemi Corona. Awalnya, Ayu Dewi juga sangat khawatir.

Menurut Ayu Dewi Corona memang berimbas pada semua lapisan. Tidak hanya pekerja, tapi juga pemilik bisnis.

“Kalau ngomongin bisnis sebenarnya yang punya banyak bisnis adalah suami aku. Aku cuma bantuin doang. Ada beberapa bisnis toko kue, restoran, semua aspek dalam bisnis ini kena sih,” kata Ayu Dewi saat ngobrol bareng dengan detikcom dalam live Instagram.

“Makanya kalau ngomongin bisnis jadinya diubah jadi home delivery. Apalagi yang tempatnya di mal kan tutup,” sambungnya.
Ayu Dewi bersyukur dirinya masih mendapat kesempatan bekerja. Akan tetapi, Ayu Dewi tetap diliputi rasa khawatir.

“Parno-parnonya, gila gue harus kerja sedangkan keadaan lagi kayak gini gimana ya? Itu waktu awal-awal aduh harusnya kan kita di rumah aja, takut keluar rumah, kita nggak tahu keadaan di sana, balik lagi di sini ada anak kecil tiga, orang tua satu,” akunya.

Istri Regi Datau itu berpikir rezeki ini memang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Kesempatan pekerjaan yang Ayu Dewi dapat saat ini, sepatutnya disyukuri sebagai berkah.

Di saat dirinya tetap harus kerja, Ayu Dewi sadar ada hikmah di balik semua itu.

“Mungkin dengan cara ini aku harus bekerja untuk THR orang-orang yang kerja sama aku, untuk bantu suami kalau misalnya bisnis harus gimana-gimana. Aku jaga-jaga aja sih. Tetap punya simpanan buat bantu dia,” ungkao Ayu Dewi.

Selama masih harus bekerja di luar, Ayu Dewi memilih untuk jalan sendiri. Biasanya ada asisten yang mendampingi, kini dirinya hanya sendirian.

“Gue akan maju sendiri, supaya rezeki yang gue dapet saat ini untuk bantu THR karyawan,” tukas Ayu Dewi.

Ini Kronologis Lengkap Tabrakan Dahsyat di Bogor

BOGORDAILY.net – Gara-gara terobos lampu merah, pengendara motor terlibat kecelakaan dengan mobil, di Jalan Raya Padjajaran dekat Kampus IPB Pasca Sarjana, Kota Bogor.

Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti mengatakan, peristiwa kecelakaan tragis antara motor dan mobil itu terjadi pada pagi tadi, Rabu (6/5/2020).

Menurutnya, kecelakaan itu terjadi saat pengendara sepeda Motor Honda CB, dengan nomor Polisi F 6315 EK datang dari arah Warung Jambu, dan hendak menuju Taman Kencana.

Akibat melanggar Lampu Merah, pengendara Motor Honda CB itupun tertabrak, oleh kendaraan Toyota Avanza Nomor Polisi B 1672 NOY yang datang dari arah Mc Donald Lodaya.

“Akibat dari kejadian tersebut, kedua kendaraan mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian laka lantas tersebut,” singkatnya.

Tampak terlihat, dari rekaman CCTV milik Dinas Perhubungan Kota Bogor yang beredar di media sosial. Kendaraan roda dua itupun terpental jauh oleh mobil. Bahkan, pengendara motor itu sempat nyangkut di atas mobil. (Andi).

 

Ini video detik-detik tabrakan terjadi:

Ngeri, Tabrakan Dahsyat Motor Vs Mobil di Bogor. Ini Videonya!

BOGORDAILY.net – Kecelakaan dahsyat di Kota Bogor kembali terjadi. Sebuah motor ditabrak sebuah mobil hingga terpental.

Kecelakaan itu di Jalan Raya Pajajaran, di Simpang Hotel Pangrango, Rabu (6/5/2020) pagi sekitar pukul 06:30 WIB.

Tabrakan hebat itu, terekam kamera CCTV. Dalam rekaman itu, sebuah pengendara sepeda motor dari arah Jambu Dua menuju Tugu Kujang berbelok menuju arah Taman Kencana.

https://www.instagram.com/p/B_2Nv8fFfUa/?igshid=7aefrpg97xip

Disaat bersamaan, sebuah mini bus melaju dari arah Tugu Kujang menuju Jambu dua. Tabarakan pun tak terelakan, saat pengendara sepeda motor berada di tengah jalan.

Saking kerasnya tabrakan, pengendara sepeda motor sampai terpental dan terseret. Sedangkan kondisi motornya ringsek.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui kondisi pengendara sepeda motor tersebut. (*/bdn)