Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8648

Bima Blakblakan Soal Skenario Konversi Angkot Ber-Ac Gagal Mengaspal

0

Bogor Daily – Sejak diperke­nalkan awal September, kehadiran angkutan kota (angkot) ber-AC yang diadakan Koperasi Duta Jasa Usaha Mandiri (Kodjari) sebagai bagian dari transisi konversi angkot ke bus yang digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, menjadi perhatian publik.

Namun hingga kini angkot modern yang punya fasilitas kekinian seper­ti AC, Wifi, TV, CCTV, charger hand­phone dan mesin tapping e-money itu belum melengkapi surat kelayakan jalan. Alhasil, peluncuran angkot modern yang se­dianya dilaksanakan  Selasa (25/9) pun batal.

Tertundanya peluncuran ang­kot modern itu dianggap tepat oleh anggota DPRD Kota Bogor. Sebab, para wakil rakyat menilai Pemkot Bogor seakan tergesa-gesa dalam mengoperasikan angkot seharga Rp500 jutaan itu.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Sendhy Pratama menu­turkan, pihaknya melihat belum ada kesiapan yang matang, baik dari pemkot maupun badan usaha. Sehingga rencana yang ada belum bisa terealisasikan. “Kami minta tidak tergesa-gesa di lapangan, melihat kesiapan dari pemkot atau badan usaha. Melenceng dari target kan berar­ti ada kajian yang belum matang,” ujarnya.

Apalagi, sambungnya, angkot modern tersebut merupakan milik Kodjari dan bukan aset pemkot. Sehingga seharusnya Kodjari-lah yang mengurus, bu­kan Dishub. Berbagai kendala yang mendera peluncuran kon­versi angkot modern ini jadi indikator kuat belum siapnya kedua pihak melakukan kon­versi angkot. “Itu bisnis. Kami juga belum terima data dari ba­dan hukum, berapa angkotnya, dengan pelat nomor mana yang ingin dikonversi. Jangan hanya jadi kamuflase,” ungkapnya.

Politisi Hanura ini menamba­hkan, permasalahan efektivitas angkot modern juga menjadi kendala lainnya. Ia mengibarat­kan dua angkot modern dengan 14 penumpang bisa membawa 28 orang. Padahal ketika tiga angkot konvensional dengan 12 penumpang, ada 36 orang yang bisa terakomodasi. “Jadi harus dikaji juga, konversi itu buat peng­guna jalan supaya tidak macet atau pengguna angkot itu sen­diri. Kami akan bertemu dengan Dishub untuk membahas ini,” lanjutnya.

Menanggapi kebijakan kon­versi yang dianggap tergesa-gesa itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan perlu ada pemahaman yang sama tentang tahapan konversi, baik pemkot, DPRD, stakeholder hingga masyarakat. “Sejak awal tahapan konversi itu ada dua, berdasarkan kesepakatan juga dengan dewan, serta Organda yang sudah lama itu. Yaitu tiga angkot jadi satu bus dan tiga angkot jadi dua bus. Sekarang ini namanya saja angkot modern, tapi sebetulnya itu bagian dari 3:2 tadi, yang lama-lama 3:2 ini akan menjadi 3:1,” kata Bima usai rapat paripurna, kemarin.

Politisi PAN ini menambahkan, angkot modern ini pun nantinya dalam kurun waktu sepuluh ta­hun harus sudah berubah men­jadi bus. Jadi bukan suatu kebi­jakan yang tergesa-gesa, namun skenario yang sudah disepakati bersama sebelumnya. ”Semua itu kan perlu proses, perlu surat-surat, dinas perlu mengamankan jalur juga. Dishub sedang menga­mankan jalur TransPakuan Ko­ridor (TPK), terutama TPK 4 yang jadi jalur angkot modern itu,” terangnya.

Sementara itu, Ke­pala Bidang (Kabid) Angkutan pada Dishub Kota Bogor Jimmy Hutapea mengatakan, hingga kini Dishub baru selesai menan­datangani surat informasi ken­daraan. Yakni salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk penerbi­tan STNK dan BPKN, yang sifatnya rekomendasi ke Samsat untuk penerbitan pelat kuning. “Surat-suratnya belum ada, belum bisa jalan. Yang jelas 25 September diluncurkan itu target dari pemi­lik angkot,” katanya kepada awak media, kemarin.

Jimmy menjelaskan, Kodjari sudah menyampaikan dokumen pada awal September. Namun tidak serta-merta informasinya langsung terbit karena Dishub melakukan verifikasi. Akhirnya ada beberapa kesalahan adminis­trasi yang harus dilengkapi ulang pemilik angkot. “Makanya hitung­an waktunya bukan dari saat awal mereka masukan dokumen, tapi saat sudah dilengkapi dan diper­baiki supaya satu kesatuan,” ucap­nya.

Terpisah, Sekretaris Organda Kota Bogor Farid Wahdi menu­turkan, untuk pengurusan surat kelayakkan jalan, tidak terlalu memakan waktu lama. Jika per­syaratan utama menjadi mobil pelat kuning sudah dipenuhi, prosesnya seminggu pun cukup. “Katakan STNK cuma dua hari, uji kir sehari dengan trayek. Men­urut saya, seminggu sudah bisa jalan kalau memenuhi syarat. Karena ada syarat-syarat kalau mobil ingin menjadi pelat kuning,” paparnya

Ridwan Kamil Panggil Bos Tambang Parungpanjang

0

Bogor Daily – Usai menda­patkan aduan dari warga Parungpan­jang, Gubernur terpilih Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) langsung meninjau jalur yang sering dilintasi truk-truk tambang. Bahkan Kang Emil akan memanggil para pengusaha ga­lian tambang.

Pria yang kerap disapa ’Emil’ ini mengatakan, para pemilik usaha tambang itu akan dipanggil ke Bandung dan tak bisa diwakilkan siapa pun. ”Saya punya gagasan meregistrasi perizinan. Sambil meregistrasi peri­zinan, di dalamnya me­muat pasal-pasal yang lebih adil,” ujar Emil saat meninjau kondisi jalanan di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Se­lasa (25/9).­

Emil menerangkan bahwa da­lam pasal-pasal tersebut berisi tentang dampaknya terhadap lingkungan, tentang adanya par­kir yang luas agar truk tidak di­parkir di jalan dan lain-lain. Ia akan mempelajari permasalahan yang dirasakan warga Parung­panjang tersebut sampai nanti ditemukan adanya solusi terbaik, termasuk permasalahan pem­batasan waktu jam lintasan truk yang juga dikeluhkan warga. ”Mudah-mudahan semua ini akan kami prioritaskan, seperti yang saya sampaikan dari tiga minggu ini (jabatan, red), keca­matan yang paling serius saya kunjungi adalah Parungpanjang,” ungkap Emil.

Sebagai informasi, perlintasan truk di kawasan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, cukup dikelu­hkan warga sejak puluhan tahun.

Jalan desa yang tak mampu menahan beban truk besar per­tambangan dijadikan jalur tambang satu-satunya hingga jalan menjadi rusak dan ber­debu tebal. Tidak hanya itu, kor­ban jiwa akibat kecelakaan me­libatkan truk tambang diakui cukup banyak bahkan dalam satu bulan terakhir terhitung sudah tujuh orang menjadi kor­ban tewas.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor Egi Gunadi yang mewakili warga mengatakan, ke­datangan Gubernur Ridwan Kamil ke Parungpanjang memberi ha­rapan untuk menyelesaikan per­masalahan tambang di wilayah Rumpin, Parungpanjang, Cigudeg dan Gunungsindur. ”Belum se­bulan dilantik jadi gubernur sudah meninjau ke sini. Ini memberikan sebuah harapan baru untuk menun­taskan masalah dampak per­tambangan di sini,” ungkap Egi.

Risty Tagor Sembunyikan Suami Ketiga

0

Bogor Daily – Dua kali gagal membangun rumah tangga, membuat artis Risty Tagor jadi makin tertutup soal jalinan asmaranya. Ia pun trauma untuk mengumbar pernikahan ketiganya setelah bercerai dari suami terdahulu, yakni Rofky Balweel dan Stuart Collin.

“Iya, jujur ya yang bikin aku se­perti ini. Kalau aku cerita terus misalnya ada apa, kadang yang nggak bikin malah yang nggak perlu-perlu jadi masalah. Kalau dibilang trauma ya trauma lah, waktu urusannya sama papanya Arka berapa lama tuh di depan rumah, panjang kan. Itu kalau drama Korea sudah bosan bang­et sebenarnya. Cuma tetap saja belum berakhir gitu kan,” beber Risty saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Selasa (25/9).

Walaupun trauma, Risty tetap harus mencarikan anak-anaknya sosok ayah. Namun, Risty akan merahasiakan pernikahan baru­nya dari publik. Hanya ia dan keluarga yang tahu.

“Betul, pokoknya gini, mau ada laki-laki atau nggak ada laki-laki, saya menikmati hidup saya ber­sama anak-anak kok. Sudah, itu yang penting. Ya lah jangan trau­ma, anak-anak kan juga butuh figur (ayah, red), itu saja,” ujarnya.

Jika diberi kesempatan meni­kah lagi, Risty tak asal memilih laki-laki. Ia harus benar-benar hati-hati karena tak ingin keja­dian yang sama terulang lagi. “Kalau suatu saat gitu ya peng­innya diterima sama anak-anak, mencintai anak-anak dengan tulus. Yang nggak cuma kepal­suan di awalnya saja. Itu standar lah kalau mau sama ibunya dekatin anaknya, hanya basa-basi itu ya,” papar ibu dua anak itu.

“Ya penginnya yang nggak kayak gitu ya, penginnya yang mencintai secara tulus. Karena bagaimanpun meskipun bukan anaknya tetap dicintainya kan sebenar-benarnya,” tuturnya.

Ia pun digosipkan telah dinikahi seorang utadz, namun Risty tak terang-terangan menjawab. “Ka­lau sama ustadz, ustadznya siapa? Tolong kasih tahu saya. Saya tidak menikah dengan ustadz. Yang pasti bukan sama ustadz pokoknya. Doain saja biar happy terus, ba­hagia dan tenang sekarang,” te­gasnya.

Optimalisasi Pencapaian Target Pajak Daerah di Wilayah Unit Pelaksana Teknis Pajak Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah

0

Bogor Daily – Pajak Daerah merupakan komponen terbesar dalam Pendapatan Asli Daerah. Tahun 2018 Pajak Daerah ditetapkan sebesar Rp. 1,569,977,622,000 atau sekitar 66,85% dari PAD tahun 2018 sebesar Rp.2,348,303,470,000,-. Dari 10 jenis pajak daerah yang dikelola Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, terdapat 2 jenis pajak yang memiliki kontribusi terbesar yaitu BPHTB sebesar Rp. 455,000,000,000,- (28.98%) dan PBB P2 sebesar Rp. 439,420,501,000,- (27.99%). Sedangkan 8 jenis pajak daerah lainnya sebesar                              Rp 675,557,161,000.- (43.02%) yang terdiri dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Air Tanah, Pajak Parkir, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Reklame, Pajak Hiburan, Pajak Restoran, Pajak Hotel.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas BAPPENDA dalam mengelola pajak daerah telah ditetapkan Peraturan Bupati Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pajak Daerah pada Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah yang telah dibentuk 10 (sepuluh) UPT Pajak Daerah dengan tugas melaksanakan kegiatan teknis penunjang pengelolaan pajak daerah dan berfungsi menyusun dan menyampaikan data potensi dan objek pajak daerah, menghitung target pajak daerah di wilayah kerjanya, melaksanakan pemutakhiran data objek dan subjek pajak, mengadministrasikan penerimaan pajak dan piutang pajak, melaksanakan dan mengadministrasikan pendistribusian dokumen pajak, melaksanakan penagihan dan pelayanan pajak daerah, melaksanakan verifikasi dan sosialisasi di lapangan, menerbitkan surat himbauan, teguran 1 (satu) dan teguran 2 (dua), melaksanaan pendataan, penerbitan surat pengantar untuk menerbitkan SKPD atau surat pemberitahuan objek pajak, dan melaksanakan rekonsiliasi data perijinan reklame jenis spanduk, umbul-umbul dan reklame dalam ruang.

Untuk memudahkan pelaksanaan tugas UPT Pajak Daerah serta mempercepat pencapaian target kinerja, maka ditunjuk seorang koordinator meliputi kelompok jabatan fungsional dengan wilayah kerjanya paling sedikit 1 kecamatan di wilayah kerja UPT Pajak Daerah terkait. Koordinator berjumlah  34 orang yang memiliki tugas menyusun dan memutakhirkan data potensi pajak diwilayah kerjanya, menghitung dan menyusun target penerimaan pajak tahun berkenaan dan tahun berikutnya, memilah dan memverifikasi SPPT PBB P2 dan dokumen pajak lainnya dibantu petugas Lapangan Desa sebelum didistribusikan ke Wajib Pajak di wilayah kerjanya, melaksanakan pendistribusian dokumen pajak di wilayah kerjanya, melaksanakan verifikasi dan identifikasi objek dan subjek pajak dilapangan di wilayah kerjanya, melaporkan kegiatan yang dilaksanakan koordinator diwilayah kerja masing-masing kepada kepala UPT melalui kasubag TU, melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala UPT dan Kasubag TU.

Koordinator dibantu oleh Petugas Lapangan Desa (PLD) berjumlah 870 orang dari 435 desa yang diusulkan oleh kepala desa dan ditugaskan oleh BAPPENDA untuk membantu pemungutan pajak daerah khususnya PBB P2. PLD bertugas membantu pendistribusian SPPT PBB P2 Buku 1 dan 2, membantu pengecekan data fisik tanah dan bangunan di lapangan dengan data di SPPT PBB, melaporkan jika terdapat perbedaan data di SPPT dengan fakta di lapangan, apabila terjadi kondisi tertentu yang menyebabkan wajib pajak menitipkan setoran PBB P2 kepada PLD di wilayah kerjanya maka PLD memberikan tanda terima sementara yang akan ditukarkan dengan STTS PBB P2 bila sudah selesai, mengembalikan sisa blanko tanda terima setoran sementara setiap akhir bulan kepada koordinator di wilayah kerjanya.

Oknum Bobotoh Keroyok Pendukung Persija sampai Tewas

0

Bogor Daily – Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dinodai tewasnya seorang pria yang diketahui bernama Haringga Sirila (23), warga Jalan Bangunusa, RT 13/03, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang dikeroyok sejumlah orang di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Aksi pengeroyokan tersebut viral di sejumlah akun media sosial (med­sos). Terpantau para pelaku pengeroyokan yang mengenakan atribut Persib Bandung melaku­kan aksinya terhadap seorang pria.

Dalam video tersebut, pria ber­tubuh gempal yang menjadi korban dipukuli juga diinjak-injak oknum Bobotoh. Pada akhir video terlihat seorang pria yang mengenakan jaket putih-biru memukulinya menggunakan benda tumpul yang cukup pan­jang.

Sementara suporter yang meng­gunakan atribut Persib lainnya bukan melerai justru turut me­nyoraki, seakan hiburan bagi mereka.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/9) sore di luar ka­wasan Stadion GBLA. Korban dikroyok sebelum pertandingan dimulai.

Kapolrestabes Bandung Kom­bes Irman Sugema membenar­kan informasi tersebut. ”Me­mang ada insiden pengeroyo­kan di luar stadion, di lapangan parkir. Korban dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan mening­gal dunia,” kata Irman usai pertandingan.

Kronologis kejadian, menurut keterangan dari suporter yg be­rada di GBLA, pukul 13:00 WIB di luar Stadion GBLA, tepatnya di area parkiran gerbang biru, ada satu orang yang dikejar ke­rumunan orang.

Kerumunan orang tersebut berteriak bahwa orang yg di­kejar adalah pendukung Per­sija Jakarta. Korban yang dike­jar sempat meminta tolong kepada tukang bakso namun kerumunan langsung mengeroyok korban menggunakan balok kayu, piring, botol dan benda-benda lainnya sehingga korban meninggal dunia.

Kejadian pengeroyokan terse­but direkam salah satu suporter yang menyaksikan kejadian ter­sebut. Setelah mengamati ciri-ciri tersangka, anggota Satreskrim melaksanakan penyisiran dan mengamankan enam orang yang diduga tersangka dan satu orang sebagai saksi kunci.

Sementara itu, saat ini jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi

Taklukkan Aragon

0

Bogor Daily – Masih jelas dalam ingatan bagaimana panasnya duel an­tara Marquez versus Dovizioso, yang mana DesmoDovi mampu mengoleksi dua keme­nangan pada 2017 (Red Bull Ring dan Motegi) serta satu podium tertinggi awal 2018 (Qatar).

Kali ini pun, pertarungan sengit keduanya terulang pada MotoGP Aragon, Minggu (23/9). Kecelakaan Lorenzo, high side di tikungansatu selepas start, praktis membuat perebutan kemenangan menjadi hanya milik Marquez dan Dovizioso. ­

Memang ada sosok Andrea Iannone, mengancam lima lap terakhir, namun nama Marquez- Dovizioso yang paling menonjol selama 23 lap. Duel mereka di­mulai pada Lap 14, ketika The Baby Alien menyalip rivalnya di tikungan 12.

Sejak lap pertama hingga me­masuki pertengahan balapan, Dovizioso tampil begitu dominan. Kendati demikian, Marquez terus menempel dan membayangi ke­tat pebalap Ducati itu.

Usai mengambil alih posisi puncak, pada Lap 14, Marquez tidak sepenuhnya aman. Dovi­zioso menolak menyerah. Bah­kan beberapa kali melancarkan serangan, di mana ia kembali memimpin saat enam lap ter­sisa.

Pertarungan semakin ketat da­lam tiga lap terakhir. Sang juara dunia bertahan melewati rivalnya di tikungan satu, namun dibalas Dovizioso. Seolah belajar dari lap-lap sebelumnya, Marquez mam­pu mempertahankan urutan te­ratas.

Jelang berakhirnya balapan, Marquez memacu kencang mo­tornya, sedangkan Dovizioso terlihat memilih mengamankan podium kedua, dengan finis ke­tiga direbut Iannone, sekaligus mengungguli rekan setim Alex Rins.

Kemenangan di Aragon meru­pakan hat-trick bagi Marquez, yang menguasai podium tertinggi pada 2016 dan 2017, serta meru­pakan keenam musim ini. Tetapi terpenting bagaimana ia akhirnya bisa mengalahkan Dovizioso, rival terkuatnya.

Dani Pedrosa finis kelima, di depan Aleix Espargaro dan Da­nilo Petrucci. Valentino Rossi start dari grid ke-17, memetik hasil cukup memuaskan, yakni posisi kedelapan. The Doctor menakluk­kan Jack Miller, diikuti Maverick Vinales sepuluh besar.

Lorenzo bukan satu-satunya yang tak finis, dua pebalap lainnya adalah Alvaro Bautista dan Cal Crutchlow. Sementara peng­ganti Tito Rabat, Jordi Torres, menghuni urutan terbawah. Mo­toGP berikutnya akan dihelat di Buriram, Thailand pada 7 Oktober mendatang.

SBY Ngambek

0

Bogor Daily – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan kampanye damai yang dia­dakan KPU karena merasa diperlakukan tidak adil. Cawapres Sandiaga Uno mengaku paham dengan apa yang menimpa SBY.

”Saya sendiri nggak heran, kita juga digitukan. Tadi kami senyum saja dan memang ada euforia dari pendukung tadi kita di yel-yel seperti itu. Tapi kami senyum aja. Terus Dia Minta foto juga sama saya, sama Pak Prabowo,” kata Sandiaga di Gedung Smesco, Jalan Gatot Sub­roto, Jakarta Selatan, Minggu (23/9) kemarin. ­

Sandiaga menyadari tidak ada­nya SBY saat kembali ke tenda usai karnaval. Capres Prabowo Subianto sempat menanyakan keberadaan SBY kepadanya. ”Saya lagi duduk tadi terus Pak Pra­bowo nanya saya, ‘Pak SBY ke­napa pulang?’. Kita juga nggak tahu,” terangnya.

Sandiaga meminta KPU tegas dalam menegakkan aturan. Dia meminta momen tersebut men­jadi pelajaran bagi KPU untuk lebih tegas. ”Buat kita sih per­baiki ke depan aturan dan kese­pakatan agar tidak dilanggar. Kita perlu kampanye yang damai, jujur dan adil,” sebutnya.

SBY meninggalkan lapangan Monas saat acara deklarasi kampanye. SBY bersama Ani Yud­hoyono dan kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Eddy Baskoro Yudhoyono, meninggalkan acara, lima menit setelah pembukaan. ”Tadi dite­riaki dari sebelah kanan oleh Projo,” kata Ketua Bidang Advo­kasi Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Karena merasa aturan tidak ditegakkan, SBY yang kebetulan bersama Ketua Umum PAN Zul­kifli Hasan kemudian mening­galkan acara. SBY akan melapor­kan hal tersebut ke Bawaslu. ”Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, me­mang terdapat kesepakatan tidak boleh membawa atribut partai di area deklarasi kampanye da­mai. Menurutnya, hanya dapat membawa bendera partai yang disediakan KPU.

”Jadi untuk deklarasi kampanye damai itu ada kesepakatan an­tarpeserta pemilu bahwa di area lokasi yang disediakan KPU itu tidak diperbolehkan mengguna­kan atribut partai. Sehingga ke­mudian yang digunakan adalah atribut-atribut baju adat daerah, kemudian bendera partai pun bendera yang disiapkan KPU,” terang Hasyim.

Jika di luar arena deklarasi di­temukan atribut, menurutnya bukan disediakan KPU. Atribut parpol di luar area disebut Ha­syim dibawa parpol dan pendu­kung capres. ”Begitu keluar dari arena deklarasi, kalau mis­alkan ada partai politik atau kelompok masyarakat pendukung paslon capres dan cawapres, itu di luar area yang ditentukan tadi,” sambungnya.

Hasyim mengatakan, atribut yang terdapat di luar area dekla­rasi kampanye damai tidak dip­ermasalahkan. ”Nggak jadi ma­salah, karena ada juga masyara­kat yang pada pakai bendera dan kaus tagar hastag 2019GantiPre­siden ada tadi di luar,” ungkapnya. (dtk/mam/run)

Polisi Sita Duit Palsu Rp1,8 M

0

Bogor Daily – Tiga hari jelang kampanye calon legislatif (caleg), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Bogor Timur menggagalkan peredaran uang palsu (upal). Sedikitnya lebih dari Rp1,8 miliar duit palsu berhasil disita polisi dari tangan para pengedar.

MUCHTAR (48) warga Cianjur, Heri Suryana (48) warga Ciomas Kabupaten Bogor dan Rahmat (49) warga Sukabumi, harus be­rurusan dengan aparat kepoli­sian atas tuduhan kepemilikan upal tersebut saat dibekuk di kawasan Jalan Puncak, Sirnaga­lih, Pacet, Kabupaten Cianjur, Rabu (19/9) malam.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya men­gatakan, pengungkapan kasus upal ini merupakan hasil penyeli­dikan jajarannya setelah menda­patkan informasi dari warga di wilayah Bogor Timur, soal adanya warga yang menawarkan penu­karan uang Peruri yang diperju­albelikan dengan nilai lebih tinggi. “Ketiganya ditangkap, sedangkan satu orang berhasil melarikan diri dan DPO,” katanya di Mako Polsek Bogor Timur, kemarin.

Selain mengamankan para pelaku, aparat kepolisian juga berhasil menyita barang bukti berupa upal dengan nilai Rp1,8 miliar, dengan rincian 1.800 lem­bar pecahan Rp100 ribu, dua lembar koran uang pecahan Rp100 ribu yang belum digunting dan selembar koran uang pecahan 1 dolar Amerika yang belum di­gunting senilai 50 dolar.

“Kasus ini sedang dilakukan pengembangan lebih lanjut oleh anggota Satreskrim Polsek Bogor Timur. Orang-orang ini pekerja­annya apa, uang palsu ini dida­pat dari mana, produksinya, distribusinya dan akan dikemana­kan? Masih kita dalami. Jelang pilpres dan kampanye pileg jadi salah satu kerawanan aliran uang,” beber Ulung.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo mengatakan, pengungkapan kasus duit palsu Rp1,8 miliar itu dilakukan selama dua pekan. Mulanya polisi men­curigai adanya transaksi jual beli upal di Bogor Timur. Pihaknya pun berhasil mendapatkan no­mor telepon salah seorang pelaku yang diketahui berperan sebagai perantara, lalu polisi berpura-pura menjadi calon pembeli.

Pelaku kemudian memberi sampel untuk meyakinkan upal tersebut berkualitas, bahkan lolos deteksi bank. Pelaku pun memberi contoh uang lewat sistem transfer. Saat itu, pelaku menawarkan upal dengan dua banding satu, yakni upal pecahan Rp200 ribu ditukar dengan Rp100 ribu uang asli. ”Sempat kami tawar satu banding sepuluh, tapi sepakat, lalu kami minta lihat dulu,” paparnya.

Kedua pihak sepakat bertemu di perbatasan Cianjur-Bogor, tepatnya di daerah Pacet, Kamis (19/9) pukul 22:30 WIB. ”Ketemu saja alot. Beberapa kali pindah tempat,” tandasnya.

Setelah yakin, polisi langsung menyergap para pelaku yang mengendarai Honda Mobilio saat sedang menunggu di par­kiran Puncak Resort Drive Pacet. Dari empat pelaku, satu di anta­ranya berhasil melarikan diri. Sang sopir juga sempat melarikan diri namun berhasil ditangkap setelah petugas menabrakkan mobilnya ke kendaraan pelaku.

Dari hasil penyergapan tersebut, dalam mobil tersangka, polisi menemukan juga sebanyak 1.800 lembar atau 18 gepok upal pe­cahan Rp100 ribu dan dua lem­bar mata uang dolar AS yang dipotong-potong. ”Total barang bukti uang yang ditemukan da­lam mobil lebih Rp1,8 miliar,” ujar Marsudi.

Ia menjelaskan, sementara ini belum tergambarkan upal seba­nyak itu akan digunakan untuk apa, masih dalam penyelidikan pihaknya. “Sekarang juga ang­gota masih mengejar satu pela­ku yang ditetapkan DPO dari pengakuan sebagai bosnya,” pungkasnya.

Para pelaku kini akan dijerat Pasal 378 KUHP Subsider Pasal 36 UU 7/2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun atau denda Rp100 miliar.

Adanya penyergapan sindikat upal ini juga mengingatkan lagi pada kasus Maret 2018 lalu. Tak tanggung, sebanyak Rp6 miliar upal berhasil disita polisi dari tangan para pengedar yang men­gontrak di Kelurahan Katulam­pa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa (27/3/18). Saat itu, penyer­gapan dilakukan pada masa kampanye calon kepala daerah (cakada) jelang pilkada 2018.

Ada tiga tersangka yang ditang­kap. Ketika itu Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sam­purna Jaya mengatakan, uang itu rencananya dijual dengan sistem 3:1. “Jadi selembar Rp100 ribu asli ditukar dengan tiga lem­bar uang palsu,” kata Ulung.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), jumlah duit palsu yang beredar sejak Janua­ri-Juli 2018 di wilayah Jawa Barat tercatat sebanyak 7.694 lembar. Jumlah itu meningkat di dua bulan terakhir, yakni pada Juni (590 lembar) dan Juli (820 lembar).

Menanggapi hal tersebut, De­kan Fakultas Hukum Universitas Pakuan R Muhammad Mihradi angkat bicara. Menurutnya, jelang pesta demokrasi seperti saat ini bisa saja jadi salah satu motif penyebab maraknya kasus upal. Pada hakikatnya, lanjut Mihradi, tindak kejahatan kerap terjadi bukan karena faktor ekonomi semataa, tren yang sedang marak­pun bisa jadi salah satu motif penyebab kejahatan itu sendiri.

“Tidak menutup kemungkinan momen demokrasi menjadi sa­lah satu penyebab maraknya kasus peredaran upal. Terlebih beberapa waktu lalu jelang pil­kada pihak kepolisian berhasil menyita miliaran upal,” papar Mihradi.

Mihradi menambahkan, pihak berwenang mesti mengungkap fakta dan motif kejahatan dari pelaku secara mendalam. Jangan sampai momen pileg ini men­jadi ajang kejahatan juga karena banyak beredarnya upal. “Intinya pihak berwenang mesti men­gungkap fakta dan motif pere­daran upal tersebut agar tidak menimbulkan praduga di ma­syarakat di momen situasi poli­tik seperti ini,” tutupnya.

Angkutan Online Pelat Merah Dibatalkan

0

Bogor Daily – Wacana Apli­kasi Transportasi Online Pelat Merah mendadak dibatalkan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluru­skan soal kabar pembuatan aplikasi transportasi online (daring) pelat merah atau milik pemerintah.

Dirjen Perhubungan Darat Kemen­hub Budi Setiyadi menegaskan pe­merintah sama sekali tidak meren­canakan menjadi operator. ”Saya meralat kembali aplikasi pelat merah nggak ada lagi. Kalau ada badan hukum atau lem­baga lain, silakan saja,”  Budi, kemarin. baga lain,” kata

Budi menegaskan saat ini pe­merintah tidak mengerjakan pembuatan aplikasi transpor­tasi daring. Ia memastikan Ke­menhub akan konsentrasi dan fokus membangun regulasi trans­portasi daring, khususnya taksi online.

Menurutnya, wacana aplikasi pelat merah bukan dari pemerin­tah, melainkan dari para opera­tor. ”Kalau ada pemberitaan mengenai aplikasi pelat merah, sebetulnya ide itu muncul disam­paikan juga oleh teman-teman aliansi taksi online yang kemarin mendatangi kantor Gojek dan Grab,” jelas Budi.

Menurut Budi, para pengem­udi taksi daring merasa kedua aplikator yang ada saat ini me­miliki sistem yang berbeda. Teru­tama saat kali pertama para pengemudi bergabung dan se­karang setelah melakukan ekspan­si. ”Tapi belakangan dengan kondisi yang semakin meningkat jumlah mitranya, khususnya taksi online, itu penghasilan me­reka (pengemudi, red) saat ini bisa dikatakan agak menurun,” ungkap Budi.

Karena itu, Budi memastikan beberapa dari pengemudi taksi daring memberi masukan ke­pada kedua aplikator tersebut. Menurut Budi, para pengemudi menyuarakan adanya aplikator baru yang disiapkan pemerintah.

Budi juga menegaskan Kemen­hub pada dasarnya juga terbuka jika muncul suara tersebut. ”Saya tanggapi, tapi sampai saat ini konsentrasi pemerintah adalah sebagai regulator. Saya tidak mau mencampuradukan antara re­gulator dengan operator,” tutur Budi.

Untuk itu, Budi menegaskan tanggung jawab Kemenhub se­bagai regulator bukan dengan membuat aplikasi baru pelat merah. Budi memastikan Kemen­hub hanya menyusun regulasinya dan untuk operator dipersilakan kepada badan hukum lain atau swasta. Sebelumnya, Kemenhub dikabarkan tengah mengkaji pembuatan aplikasi transpor­tasi daring baru. Kemenhub bahkan sudah melakukan per­temuan dengan PT Telkom In­donesia (Persero) Tbk.

Hanya saja, hal tersebut masih sebatas kajian dan Menteri Per­hubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang juga menegaskan masih hanya wacana. Sebab, pembuatan aplikator transpor­tasi taksi daring pelat merah merupakan usulan dari sekelom­pok pengemudi taksi daring. ”Itu hanya wacana dari masyarakat kita. Itu ada alternatif dan kita sebagai pemerintah menangkap saja itu sebagai wacana,” kata Menhub Budi di Balai Kartini, Selasa (18/9).

Budi mengatakan, pembuatan aplikasi transportasi daring pelat merah masih prematur untuk disampaikan sebagai rencana pemerintah. Untuk itu, dia me­mastikan hal tersebut masih sebatas wacana yang belum ada kepastiannya. 

Konser Incess Bertabur Emas

0

Bogor Daily – Penyanyi Syahrini akan menggelar konser solo bertajuk ’Journey of Princess Syahrini’ di Ciputra Artpreneur Ja­karta pada Kamis (20/9) malam. Konser se­puluh tahun Syahrini menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, harga tiketnya menyamai diva sekelas internasional, seperti Celine Dion. Syahrini membanderol tiket termahal konsernya seharga Rp25 juta.

Syahrini pun buka-bukaan soal bingkisan istimewa untuk para pembeli tiket konser sehargaRp25 juta dan Rp15 juta. Dikemas dalam sebuah boks dengan logo namanya, SR, Syahrini ternyata memberi cincin emas 24 karat untuk penggemar setia yang rela mengeluarkan uang hingga Rp25 juta demi meny­aksikan penampilannya. ­

Selain itu, dalam boks juga terdapat minyak wangi baju dan topi khusus produknya. Ditam­bah lagi sejumlah kosmetik keluaran dari merk Lakme. ”Se­lain akan disambut dengan suguhan-suguhan yang manja yang tiket termahal itu. Di an­taranya dia akan membawa pulang ucapan terima kasih. Ada cincin emas 24 karat dari saya, emas asli. Ada scarfnya princess Syahrini, ada parfumnya princess Syahrini, ada merchendise ber­bagai macam, baju, topi dan kosmetik dari Lakmee. Ini boks­nya sangat ekslusif,” papar Sy­ahrini pada awak media jelang konser, Kamis (20/9).

Menurut Syahrini, boks berisi barang-barang mewah tersebut adalah bentuk apresiasinya pada penonton yang rela mengeluarkan uang banyak untuk menyaksikan penampilannya. Bahkan, Syahrini mengaku terkejut ada yang mem­beli tiket seharga Rp25 juta. ”Ke­napa saya ingin memanjakan yang beli tiket Rp25 juta? Karena me­reka ini yang mengapresiasi tinggi karya saya, kiprah saya sampai sepuluh tahun ini. Ter­nyata ada juga orang Indonesia yang luar biasa. Saya ingin ber­temu nanti di panggung,” ungkap Syahrini.

Hanya saja, Syahrini mengaku masih belum mengetahui siapa pembeli tiket termahal konser­nya. Sebab, masih dirahasiakan pihak manajemen dan promo­tor konsernya. Sebelumnya, dikatakan bahwa tiket dengan kategori Incess Seat seharga Rp25 juta sudah habis terjual. Di an­tara deretan penggemar yang membeli tiket, ternyata ada beberapa keluarga dari Kera­jaan Malaysia.