Sunday, 26 April 2026
Home Blog Page 8761

Ibu Kandung Grace dan Orangtua Pelaku Sahabat Dekat

BOGOR DAILY-Polisi menangkap dan menetapkan R (15), tersangka pembunuhan Grace Gabriela Bimusu (6), yang jasadnya ditemukan di dalam karung di Perumahan Bogor Asri, Cibinong, Bogor. Kenakalan remaja ini sudah jadi rahasia umum di lingkungan tempat tinggalnya di Perumahan Bogor Asri.

Ayah kandung Grace, Jimmy Ananias Bimusu, mengatakan R merupakan siswa kelas III SMP di Bogor. R diduga pernah mencuri HP di salah satu rumah di Perumahan Bogor Asri Blok K3 tersebut.

“Ya waktu itu ada yang kehilangan HP di rumah ujung sana. Terus yang punya HP bilang mau kasih uang buat yang nemuin atau kalau HP dikembalikan. Nah, terus dia diam-diam datang, katanya HP itu ada di temannya. Dia minta bayaran dan bilang jangan bilang siapa-siapa,” kata Jimmy saat ditemui di rumahnya, Sabtu (26/5/2018).

Tak hanya itu, R juga disebut Jimmy pernah dikeluarkan dari sekolah karena kasus pencurian. Saat itu pihak sekolah kehilangan uang dan R diketahui sebagai pencurinya setelah melihat rekaman CCTV.

“Waktu itu pelakunya ada tiga. Nah, yang dua pelaku ini sudah mengaku. Tapi dia (R) mengelak terus, ya itu akhirnya dia dikeluarin dari sekolah. Jadi sekolah sekarang ini sekolah yang kedua,” kata Jimmy.

Menurut Jammy, hal yang disampaikan tidak dia karang. Dia mengatakan mengenal R sekaligus keluarganya. Bahkan Jimmy menyebut ibu kandung R dan ibu kandung Grace sebagai sahabat dekat.

“Kita ini memang tetanggaan, hubungan kami baik-baik saja. Ibu R sama istri saya itu cs (sahabat karib). Kadang kalau pergi ke mana-mana selalu berdua, anak kami Grace juga teman main adik R ini. Makanya awalnya kami memang tidak menyangka sama sekali kalau dia R setega ini,” kata Jimmy.

sumber Detik.com

Gawat! Puluhan Warga Bogor Keracunan Keong

BOGOR DAILY – 

Puluhan Warga menjadi korban keracunan diduga karena mengonsumsi keong di Kota Bogor. Tercatat, sudah 85 orang mengalami keracunan akibat keong sawah tersebut.

“Sabtu pagi sudah ada 60 orang yang dilaporkan dan dibawa ke pusat kesehatan, sampai siang ini bertambah lagi, totalnya ada 85 orang,” kata Sekretaris Kelurahan Tanah Baru, Muslim di Puskesmas Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (26/5).

Muslim merinci sekitar 20 orang dirawat di Puskesmas Bogor Utara, 15 orang di RSUD Kota Bogor, dengan rincian RSUD ada 15 orang, RS Mulia empat orang, RS Azra tiga orang, PMI dua orang, RS Vania satu orang, Puskesmas Tanah Sareal enam orang, Puskesmas Mekar Wangi tiga orang.

“Beberapa warga ada yang berinisiatif merawat sendiri tanpa rujukan puskesmas, dan ada sekitar 19 dirawat di rumah,” ujarnya.

Menurut Muslim, kejadian luar biasa keracunan tutut ini berawal sejak Jumat (25/6) dari laporan kader yang juga mantan RT di grup chat RW 007. Yang melaporkan banyak warga mengeluh mual, muntah dan diare setelah mengkonsumsi tutut.

Tutut tersebut dibeli dari Mang Juju, penjual jajanan yang ada di wilayah tersebut. Tutut yang dijual itu bersumber dari pembuat Bu Yayah warga RT 004/RW 007.

“Mereka itu pedagang lama, sudah biasa jualan tutut,” katanya.

Menurutnya, selama ini tidak pernah terjadi peristiwa tersebut. Untuk pertama kalinya warga mengalami keracunan setelah makan tutut. Dari laporan tersebut, pihak kelurahan menginstruksikan agar warga dibawa ke Puskesmas Bogor Utara untuk mendapatkan perawatan.

Total ada sekitar 38 warga yang dibawa ke Puskesmas Bogor Utara pada Jumat (25/5) malam. Karena daya tampung puskesmas tidak mencukupi, sebagian warga dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Hingga Sabtu pagi, jumlah warga yang datang dirawat terus bertambah menjadi 60, dan siang harinya bertambah lagi datanya menjadi 85 orang.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari warga, tutut yang dimakan saat itu sudah agak berlendir, bahkan aromanya kurang enak. Selain mengkonsumsi tutut secara utuh, ada juga warga yang hanya meminum air kuahnya saja ikut mengalami gejala yang sama.

Muslim mengatakan hampir sebagian besar mereka yang mengalami keracunan berstatus anak-anak dengan usia antar 10 sampai 15 tahun, dan sebagian lagi orang dewasa.

“Dari tadi malam kebanyakan pasiennya anak-anak, tapi banyak juga yang dewasa,” katanya.

Ancam Tembak Jokowi, Remaja Ini Resmi Tersangka

BOGOR DAILY-Penyidik Polda Metro Jaya resmi menetapkan RJ alias S (16) sebagai tersangka kasus video viral yang berisi pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pemuda tanggung itu resmi ditetapkan sebagai tersangka usai dilakukan pemeriksaan selama 1 x 24 jam pasca-ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (23/5/2018) sore.

“Jadi berkaitan dengan proses dari kemarin anak yang viral dengan berinisial RJ itu sampai tadi malam itu masih di Polda Metro Jaya dan kasus tetap diproses,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jumat (25/5/2018).

Meski telah menjadi tersangka, polisi tidak menahan RJ. Selama proses penyidikan, RJ akan dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra milik Kementerian Sosial di Cipayung, Jakarta Timur.

“Jadi kita tempatkan di sana (panti sosial) sebagai anak yang berhadapan dengan hukum,” kata Argo.

Dalam kasus ini, RJ yang masih berstatus pelajar SMA itu dijerat Pasal 27 ayat 4 Juncto, Pasal 45 Undang Undang Nomor 19 tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Ancamannya (penjara) 6 tahun,” kata dia.

Sebelumnya, beredar video viral perihal aksi nekat pria berbadan kekar yang melecehkan foto Presiden Jokowi. Dalam video berdurasi 19 detik itu, pria berkacamata itu menujuk foto Jokowi sambil mengeluarkan kata-kata bernada ancaman.

Pria bertelanjang dada itu mengeluarkan kata-kata kasar sambil menunjuk foto Jokowi. Bahkan, pria tersebut menantang Jokowi untuk bisa menangkapnya.

“Gue tembak loe ye. Jokowi gila, gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang cari gua 24 jam, kalau nggak loe temuin gua, gua yang menang,” kata RJ dalam video tersebut.

Terkait kasus ini, polisi juga sudah mengetahui lokasi pembuatan video ancaman terhadap Jokowi yang dilakukan RJ. Video itu ternyata dibuat RJ di sekolahnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Februari 2018 lalu.

Dendam Kesumat Bocah SMP Hingga Habisi Nyawa Grace

BOGOR DAILY-Pelaku pembunuhan bocah dalam karung berisnial RV (15) mengaku nekat menghabisi nyawa Grace (6) lantaran memiliki dendam terhadap ibu korban yakni Immi Nancy Elisa.

“Berdasarkan pengakuan dari tersangka, dia nekat membunuh karena merasa dendam terhadap ibu korban,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, Jumat (25/5/2018).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait pemicu dari dendam anak yang baru saja lulus SMP tersebut. Sehingga nekat melampiaskannya kepada korban Grace.

Pelaku pembunuhan bocah dalam karung berisnial RV (15) mengaku nekat menghabisi nyawa Grace (6) lantaran memiliki dendam terhadap ibu korban yakni Immi Nancy Elisa.

“Berdasarkan pengakuan dari tersangka, dia nekat membunuh karena merasa dendam terhadap ibu korban,” kata Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan, Jumat (25/5/2018).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait pemicu dari dendam anak yang baru saja lulus SMP tersebut. Sehingga nekat melampiaskannya kepada korban Grace.

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut termasuk memeriksa hasil otopsi dengan tim dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya kekerasan seksual yang dialami korban

“Untuk ada atau tidaknya kekerasan seksual kita akan mendalami dari hasil otopsi dengan tim dokter. Yang pasti korban meninggal karena lemas,” tandasnya.

Kuasa hukum keluarga Grace, Tobbyas Ndiwa menduga RV bukan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan ini. Orangtua pelaku disinyalir juga ikut terlibat kasus pembunuhan ini.

“Kami berasumsi bahwa pelaku RV ini bukan pelaku tunggal. Ada pihak lain yang membantu dalam pidana ini dalam artia orangtuanya juga terlibat kasus ini,” kata Tobbyas kepada Suara.com.

Tobbyas menjelaskan kecil kemungkinan seorang anak yang baru lulus SMP melakukan pembunuhan sendiri mulai dari membekap korban hingga tewas, membungkusnya dengan karung dan membuang jasadnya ke kebun di sekitar lokasi.

Pihaknya meminta agar polisi tidak terlalu prematur menentukan RV pelaku tunggal. Tobbyas berharap agar kasus ini diungkap secara tuntas termasuk ada atau tidaknya kekerasan seksual yang dialami korban sebelum tewas dibunuh oleh pelaku.

Sementara itu, ayah Grace, Jimmy Bimusu merasa bersyukur karena pelaku yang membunuh putrinya sudah tertangkap. Namun, ia tetap berharap agar RV mendapat hukuman setimpal dengan perbuataannya sehingga kasus seperti ini tidak kembali terjadi.

“Kami bersyukur pelaku telah tertangkap. Sekarang kita serahkan semua ke kepolisian tetapi saya harap RV bisa dihukum seberat-beratnya,” ungkap Jimmy.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan bocah dalam karung Grace Gabriela Bimusu (6). Pelaku tersebut masih tetangga dekat dengan korban dan di bawah umur berinisial RV (15). Atas perbuatannya, RV dijerat dengan Pasal berlapis yaitu 340, 338 KHUP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 80 Ayat 2 UUD No 35 Tahun 2015 tentang perlindungan anak ancaman hukuman 20 penjara.

Remaja Pembunuh Grace Diserahkan ke Bapas di Kota Bogor

BOGOR DAILY-Pelaku pembunuhan bocah Grace Gabriela Bimusu (6) di Bogor ternyata seorang remaja yang masih berusia 15 tahun. Pelaku kemudian diserahkan ke Balai Permasyarakatan (Bapas) milik Pemerintah Kota Bogor.

“(Ditahan) Di Bapas, itu semua kan terikat dengan UU Peradilan Anak. Jadi tidak ditahan di polres,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading saat dihubungi, Sabtu (26/5/2018).

Hal itu dilakukan karena pelaku masih belum masuk kategori dewasa.Pelaku merupakan tetangga korban. Kasus ini akhirnya terungkap setelah berjalan sekitar 3 minggu. Pada awalnya pengungkapan kasus menghadapi hambatan karena minimnya informasi dan petunjuk soal pelaku pembunuhan ini.

Dicky mengatakan pengungkapan kasus dilakukan setelah tim secara intensif melakukan proses penyelidikan. Hingga akhirnya diketahui motif pembunuhan ini disebabkan pelaku yang menyimpan dendam kepada ibu korban.

“Itu hasil lidik anggota, olah TKP, pengambilan keterangan saksi-saksi kita gali, kita analisa terus,” ujar Dicky.

Sebelumnya, jasad Grace ditemukan di kebun singkong di Kampung Tarikolot, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Bogor, pada Selasa (1/5) dini hari. Mayat Grace ditemukan dibungkus karung.

Jasad Grace baru ditemukan pada tanggal 1 Mei 2018 sekitar pukul 01.50 WIB. Grace sebelumnya dilaporkan hilang pada tanggal 30 April 2018 pagi hari.

Kuy! Ngabuburit di Pekan Raya Lebaran

BOGOR DAILY-Hadir dengan menawarkan harga yang murah dan fasilitas baik, membuat Pekan Raya Lebaran yang dihadirkan PT.Perdana Ria Jakarta ramai pengunjung apalagi saat ngabuburit. Bazar multi produk dan stand makanan ini hadir di Lapangan Sakura, Desa Kotabatu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Festival ini rencananya akan dibuka hingga 30 Juni mendatang.

Sejak dibuka Sabtu (19/5) lalu, Pekan Raya Lebaran selalu dijadikan lokasi ngabuburit. Produk yang ditawarkan pun cukup terjangkau untuk semua kalangan. Sehingga selalu ramai dikunjungi. Mulai dari baju hingga alat dapur disediakan di Pekan Raya Lebaran ini. Kuliner yang disediakan ada food truck community dengan berbagai jenis camilan seperti es kepal milo, sosis bakar dan masih banyak lainnya.

Owner PT Perdana Ria Jakarta Dedy Syt Nst menuturkan, Pekan Raya Lebaran yang dihadirkan di Lapangan Sakura sudah cukup ramai pengunjung. Dengan menghadirkan 21 wahana bermain untuk anak-anak dan remaja, bazar pakaian dan pernak pernik ramadan dengan harga yang murah dan kuliner atau camilan yang hits membuat Pekan Raya Lebaran ini ramai pengunjung.

Di minggu pertama dan kedua puasa pengunjung banyak datang untuk menikmati 21 wahana bermain di sore hari dan menikmati kuliner di malam harinya. Sedangkan di minggu ketiga, pengunjung banyak mencari pernak pernik Ramadan di bazar. “Jumlah pengunjungnya bisa mencapai dua ribu orang perhari di hari kerja dan lima sampai tujuh ribu di akhir pekan. Dan di minggu ke empat bisa mencapai delapan ribu pengunjung perharinya,” tuturnya.

PDAM Tirta Pakuan Bogor : Perawatan Reservoir Rancamaya

Perawatan Reservoir Rancamaya

Menindaklanjuti surat pembaca pada salah satu media di Bogor, edisi 23 Mei 2018 yang berjudul “Air PDAM di Rancamaya Mati” dengan nomor HP 08121914xxx, bersama ini kami lampirkan hal-hl sebagai berikut:

  1. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
  2. Gangguan pelayanan di sebagian wilayah zona I, khususnya di wilayah Rancamaya merupakan dampak dari perawatan Reservoir Rancamaya pada Senin tangggal 21 Mei 2018 pukul 10.00 s.d 15.00 WIB yang sudah diinformasikan melalui media massa dan media sosial.
  3. Apabila hingga saat ini masih terjadi gangguan dan membutuhkan pasokan air bersih melalui tangki, silakan hubungi layanan Call Center 24 Jam PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di nomor 0251-8324111 atau Whatssap di nomor 08111182123.

Demikian hak jawab disampaikan, atas terhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Bogor, 23 Mei 2018

a.n DIREKTUR UTAMA

PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SEKRETARIS PERUSAHAAN

TTD

RINDA LILIANTI

 

R, Remaja Diduga Pembunuh Bocah Nanggewer Diangkut Polisi

BOGOR DAILY– Polisi masih menyelidiki  pembunuhan terhadap Grace Gabriela Bimusu,  bocah enam tahun yang ditemukan tewas dalam karung. Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian ihwal perkembangan penyelikan kasus itu.

Puluhan polisi siang ini, Kamis, 24 Mei 2018, terlihat berjaga di kediaman rumah orang tua korban di Perumahan Bogor Asri Kelurahan Nanggewer Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Situasi itu memancing penghuni perumahan untuk mendatangi rumah pasangan Jemi Bimusu dan Immy Nancy Elisa Simatupang, orang tua Grace.

Belakangan diketahui, kedatangan polisi itu ternyata untuk menangkap orang yang diduga membunuh Grace. Orang itu adalah remaja 15 tahun berinisial R yang terhitung masih tetangga korban. “R diduga sebagai pelakunya, dia ditahan sejak Selasa (22 Mei 2018) sore,” kata Joko Bandung, ketua RT setempat.

Joko mengatakan, R merupakan anak sulung pasangan L dan E. “Ayahnya buruh pabrik, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga,” kata Joko.

R selama ini memang dikenal sebagai remaja yang nakal. Ia tidak disukai tetangga karena suka mencuri. “Dia suka ngambil barang, tapi karena masih anak-anak ya kami maklumi,” kata Joko.

Grace ditemukan tak bernyawa dalam sebuah karung beras di kebun kosong pada 1 Mei 2018. Kebun itu tidak jauh dari kediaman orang tuanya dan masih berada di lingkunan Perumahan Bogor Asri. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga bocah ini adalh korban pembunuhan.

sumber: tempo.com

Bandara Kertajati Resmi Beroperasi

BOGOR DAILY-Tepat pukul 09.30 WIB, Pesawat Indonesia 1 yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau yang sering disebut Bandara Kertajati Majalengka. Ini menjadi penerbangan bersejarah (historical flight) di Bandara Kertajati setelah pengerjaannya rampung.

Mendampingi Jokowi dalam historical flight, yaitu Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Tak selang berapa lama rombongan Presiden Jokowi mendarat dengan pesawat kepresidenan, tepat pukul 10.00 WIB, pesawat Garuda Indonesia menjadi pesawat ke-2 yang landing di Bandara Kertajati dengan mengangkut rombongan VIP. Pendaratan pesawat tersebut menandai telah resminya BIJB beroperasi. “Alhamdulliah sudah kita saksikan pendaratan resmi yang pertama pesawat turun di Bandara Internasional Kertajati setelah kemarin ada percobaan-percobaan yang dilakukan,” ujar Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi berharap bandara ini bisa melayani masyarakat yang ingin ke Jawa Barat. Dia juga berharap, dengan adanya bandara ini bisa meningkatan perekonomian masyarakat Jawa Barat. “Selain itu kita berharap ada dampak ekonomi untuk Kabupaten Majelengka dan Jawa Barat secara keseluruhan,” kata Jo

Untuk meningkatkan ekonomi Jawa Barat, Jokowi memastikan Bandara Kertajati ini akan terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban. Tidak hanya itu, bandara tersebut saat ini telah terkoneksi dengan jalur tol Cipali.

“Kita ingin Bandara Kertajati ini terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban yang jaraknya kurang lebih 40 km, sehingga integrasi ini bisa memberikan kemudahan pelayanan fasilitas investor masuk. Dengan itu, harapannya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat bisa meningkat,” Jokowi memaparkan.

Asyik Main PS, Motornya Digondong Maling. Ini Pelakunya

BOGOR DAILY-Yayat Hidayat kehilangan sepeda motor kesayangannya saat asik bermain PlayStation di kontrakannya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Untunglah, saat ini motornya sudah berhasil ditemukan kembali oleh anggota Polsek Klapanunggal.
Kejadian bermula ketika Yayat memarkirkan sepeda motor MegaPro yang sudah dimodifikasi bergaya klasik ini di halaman kontrakannya dengan kunci kontak masih menempel.

“Pada hari Selasa, 22 Mei 2018 sekitar pukul 16.00 WIB, Yayat memarkirkan sepeda motor Honda MegaPro berpelat B 6286 CYA di depan teras kontrakan dengan kunci kontak menempel. Setelah berbuka puasa Yayat Hidayat melihat sepeda motor masih ada di depan teras kontrakan,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky, Kamis (24/5).

Usai berbuka puasa, Yayat bersama teman-temannya bermain game PlayStation di kontrakan. Saking asyiknya bermain PlayStation, tak sadar motornya digondol maling. “Sekitar jam 19.00 WIB pada saat korban keluar dari kontrakan dia melihat sepeda motor sudah tidak ada, kemudian korban memberitahukan kepada para saksi dan melaporkan langsung ke Polsek Klapanunggal,” jelas Dicky.

Unit Reskrim Polsek Klapanunggal langsung bergerak dan berhasil mengamankan salah satu pelaku, KA (27), warga Kampung Narogong, Kecamatan Klapanunggal. Sedangkan pelaku I masuk dalam Daftar Pencarian Orang. “Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 1 unit sepeda motor merek MegaPro Nomor Polisi B 6286 CYA, 1 lembar STNK merek MegaPro B 6286 CYA, 1 buah handphone merek Xiaomi Redmi 4X warna gold dan 1 buah pisau lipat,” papar Dicky.

Dicky menjelaskan, modus operandi yang yang dilakukan pelaku adalah dengan mengambil motor yang diparkir di depan kontrakan korban. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 KUHP diancam dengan hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara.