Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 8777

Dukun Cabul Spesialis Cewek Galau Diamuk Warga

BOGOR DAILY-Mengaku sebagai dukun, Arifin Rismawan mencabuli sejumlah wanita dewasa di Sukabumi, Jawa Barat. Sasaran pelaku, para wanita galau atau yang bermasalah dengan suami, pacar hingga yang ingin lancar dalam pekerjaannya.

Dalam melakoni ulah cabul, Arifin menelanjangi korban saat praktik perdukunan. Hingga kini polisi masih menyelidiki kemungkinan korban kejahatan seksual sang dukun.

Pria berusia 43 tahun itu sudah ditahan di Mapolsek Cibadak. Pada Senin (23/4/2018) pagi.

“Kita masih belum mendapat keterangan apakah ada perbuatan hubungan badan oleh pelaku atau tidak. Sejauh ini pengakuan korban hanya dipegangi bagian sensitifnya,” tutur Kapolsek Cibadak Kompol Suhardiman.

Arifin diamankan oleh warga dan salah satu ormas pada Jumat malam (20/4). “Penuturan pelaku, korbannya lima orang. Namun baru tiga orang yang kita mintai keterangan,” imbuh Suhardiman

Arifin berdomisili di Ciaul, RT 02 RW 08, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Namun dia melakukan aksinya di rumah kontrakan di wilayah Cibadak. Polisi sendiri menelusuri keterlibatan YT istri Arifin.

Rudi Mulyadi, Ketua RW 22 di Kampung Kebon Randu, menjelaskan Arifin nyaris diamuk massa saat proses penyergapan oleh sejumlah anggota ormas. Arifin berdomisili di Ciaul, RT 02 RW 08, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, itu sempat diinterogasi di rumah Budi. Menghindari amarah massa, Budi memboyong si dukun tersebut ke Polsek Cibadak.

Selain Arifin, ormas itu turut membawa seorang wanita dewasa yang diduga korban pencabulan ke Mapolsek Cibadak. “Korban itu mengaku ada sekitar 20 wanita lainnya menjadi korban,” ujar Budi.

sumber: detik.com

Bus IPB Terbalik, Begini Nasib Penumpangnya

BOGOR DAILY-Bus Institut Pertanian Bogor (IPB) terguling di Kampung Cekdam, Kecamatan Lengkong, Wangun Sukabumi pada Minggu (22/4/2018) kemarin.

Insiden tersebut terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Bus sedang dalam perjalanan kembali ke Bogor dari Geopark Ciletuh,Sukabumi.

Kecelakaan itu terjadi karena pengemudi bus membanting setir untuk menghindari seorang pejalan kaki yang menyeberang jalan.

Kejadian ini menyebabkan bus masuk ke parit atau gili-gili. Jumlah penumpang sebanyak empat orang, termasuk sopir dan kernet. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Semua penumpang selamat.

Ketika itu, Tim Biro Umum, Sarana dan Prasarana IPB dengan didampingi anggota Polsek setempat langsung melakukan evakuasi terhadap bus yang terguling tersebut. “Sebelumnya bus itu antar mahasiswa. Mahasiswanya eksplorasi di Ciletuh,” ujar Humas IPB, Indah.

Sementara itu, Sekjen DPC Himpunan Alumni (HA) IPB Kota Bogor, Samsi mengatakan, bus tersebut membawa penumpang sepulang dari acara DPD HA IPB JABAR DAN DEPT ESL FEM IPB di Ciletuh, Sukabumi.

Penumpang hanya berisi dua orang alumni IPB yang masing-masing bernama Beta Sagita dan Fauzal. “Keduanya merupakan alumni yang juga panitia dari HA DPD Jabar, keduanya selamat dan dijemput Ketua DPD HA Jabar,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa, Kejadian tersebut terjadi setelah acara di Ciletuh selesai dan hendak pulang ke Bogor.”Kalau mahasiswa yang sebelumnya naik bus sebagian besar pakai bus lainnya. Ada juga yang ikut dengan yang bawa mobil dan jemputan lainnya,” tandasnya.

Sumber: TribunnewsBogor.com

Kedatangan Anggota DPR, Warga Bogor Tumpahkan Unek-unek

BOGOR DAILY-Sekitar tujuh ratus warga menanti kedatangan Adian Napitupulu. Kehadiran politisi Senayan ini ditunggu masyarakat, karena warga ingin menyampaikan langsung keluhan mereka, guna diperjuangkan.

Ratusan masyarakat yang terbagi di empat titik berbeda ini, satu per satu didatangi. Adian datang ditemani Bayu Syahjohan dan H Barkah, anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Pada acara bertajuk “Ngopi Bareng Adian” ini, warga menyampaikan keluhan mulai dari sikap tidak ramah rumah sakit kepada mereka sebagai pemegang kartu BPJS, lapangan kerja, rusaknya jalan hingga masalah pungutan biaya sekolah.

Pak Adian, kami sering mendapat perlakuan judes dan kerap tidak mendapat pelayanan yang baik. Bahkan di rumah sakit pemerintah, pakai nomor urut kalau mau berobat. Kadang kami diminta pulang, karena nomor antrian sudah habis. Ini bagaimana pak.

Mendapat pertanyaan ini, Adian, anggota DPR RI asal Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, rumah sakit di seluruh Indinesia, dilarang menolak atau menetelantarkan pasien.
Politisi senayan dari Dapil Jabar V Kabupaten Bogor ini langsung meminta masyarakat mencatat nomor teleponnya.

“Tolong catat nomor HP saya. Kalau ada yang mengalami hal demikian, langsung SMS atau WA saya. Saya nanti yang langsung bicara dengan direktur rumah sakit,”kata Adian.
Aktifis Forkot ini menekankan, bahwa pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, harus menjadi perhatian serius pihak terkait.

Aktifis yang diburu penguasa orde baru ini bahkan yakin, jika pendidikan diperhatikan dengan serius dan anak-anak mendapat sekolah gratis tanpa embel-embel pungutan, maka kelak akan lahir pejabat-pejabat baru dari Kabupaten Bogor.

“Saya berharap, ada anak dari Bogor yang kelak bisa menjadi anggota DPR. Bisa menjadi menteri. Bahkan bisa menjadi presiden. Hal ini bisa terwujud, jika anak-anak mendapat pendidikan yang layak dan benar-benar gratis,”kata Adian disambut aplous meriah ratusan warga yang mayoritas ibu-ibu.

Banyaknya warga Kecamatan Bojonggede ini memberi apresiasi bagi Adian yang sudah banyak membantu warga Kabupaten Bogor, mulai dari motor sampah hingga ambulance.
Politisi banteng moncong putih ini memuji sikap kritis warga yang tinggal hanya beberapa kilometer dari pusat ibukota Pemda Kabupaten Bogor.
Sementara Bayu Syahjohan, calon Wakil Bupati Bogor yang se-partai dengan Adian Napitupulu berjanji, jika dirinya terpilih pada Pilkada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, maka sikap ridak ramah terhadap pasien, harus dihilangkan.

Bahkan dengan APBD Kabupaten setiap tahun mencapai Rp 6,7 triliun, Bayu yang mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor dua periode iniengatakan, akan membangun Puskesmas ditiap desa lengkap dengan sarana ambulance dan menambah rumah sakit daerah.

Warga bahkan meminta Bayu, agar tetap merakyat, walau nanti menjadi pejabat. “Jangan ragu bu, saya akan tetap bersahaja seperti ini. Saya pernah jadi anggota dewan 10 tahun dan saya tidak berubah. Selepas jadi anggota dewan, saya menjabat posisi penting disebuah bank. Dan saya masih tetap seperti ini. Jadi jangan ragu bu, Bayu akan tetap seperti ini, walau nantienjadi Wakil Bupati,”kata Bayu disambut aplous.

Ditambahkan Bayu Syahjohan, masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan intensif bagi pengurus RT dan RW serta guru ngaji, menjadi program yang akan diutamakan, saat diberi amanah oleh masyarakat memimpin Kabupaten Bogor.

Sumber: Poskota.com

Jasad Wakapolres Ditemukan Sudah Mengambang di Sungai

BOGOR DAILY-Jasad Wakapolres Labuhan Batu Kompol Andi Chandra yang hilang akibat kapal tenggelam di Sungai Barombang, Sumut, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi tewas.

“Jasad Wakapolres ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB tadi oleh tim gabungan TNI/ Polri,” kata Dandim 0209/LB, Letkol czi Deden Sumarlin, Minggu (22/4/2018).

Deden menambahkan, jasad korban ditemukan hanya berjarak 2 km dari lokasi tenggelamnya kapal yang ditumpangi rombongan Kapolres Labuhan Batu AKBP Frido Situmorang.  “Jasadnya ditemukan tidak jauh dari lokasi. Hanya berjarak 2 km saja.” jelasnya.

Jasad Wakapolres yang masih mengenakan seragam Polri langsung dievakuasi dari dalam sungai. Rencananya, jasad Wakapolres akan langsung disemayamkan ke rumah sakit di Labuhanbatu.

Sebelumnya, kapal romobongan Kapolres Labuhanbatu itu tenggelam perairan Sungai Berombang, Labuhan Batu, Sabtu (21/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu Kapolres dan rombongan pulang menghadiri acara di Berombang. Baru berjalan 10 menit, speet boat milik Polair yang dinaiki Kapolres dan rombongan, tenggelam

sumber: detik.com

Guru yang Tampar Muridnya Jadi Tersangka

BOGOR DAILY-Lagi dan lagi, kekerasan di sekolah terjadi di Purwokerto, Jawa Tengah. Sebuah video yang viral di jagat maya memperlihatkan guru SMK menampar muridnya di hadapan kelas.

Dalam video berdurasi 9 detik itu, seorang guru tampak beberapa kali mengelus kepala murid sebelum menampar pipi murid tersebut. Dari video yang beredar, suara tamparan terdengar keras.

Tak berselang lama, guru berinisal LK itu memberikan klarifikasinya melalui sebuah video. Tak sendiri, ia juga mengajak murid-muridnya termasuk murid yang ditampar.

“Saya tidak serta merta melakukannya tanpa tujuan. Kamu merasa diintimidasi enggak, saya ngancam kamu enggak? bener ya saya tidak mengancam kamu ya,” katanya kepada sejumlah siswa.

Ia lalu mempersilakan kepada muridnya apabila ingin membalas atau bahkan melaporkan ke pihak berwajib. LK mengaku dirinya mengerti perasaan murid-muridnya itu.

“Karena saya sudah pernah merasakan, saya pun dulu dendam karena itu, rasa sakit yang saya berikan itu sebagai pengingat karena kamu sudah benar-benar keterlaluan. Supaya kalau kamu keterlaluan lagi kamu tidak perlu merasakan yang lebih sakit lagi,” lanjutnya.

Ia kemudian meminta maaf atas perbuatannya kepada murid-muridnya. Dirinya berharap, para orang tua dari anak-anak tersebut bisa mengerti alasannya menghukum murid-muridnya secara keras.

“Ini klarifikasi dari saya. Saya minta maaf sama kalian. Saya harap orang tua dari anak-anak ini paham kenapa saya melakukannya, dan saya kira anak-anak ini bisa menjelaskan ke bapak-ibu sekalian,” ucapnya di penghujung video.

Meski telah meminta maaf, Polres Banyumas tetap menciduk LK pada Kamis (19/4) lalu.  Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan bahwa kasus LK dapat digolongkan kepada kekerasan terhadap anak dan dapat dipidana berdasarkan undang-undang.

“Jadi kita melihat ancaman hukuman kepada guru tersebut, pasal 80 ayat 1 Undang-undang nomer 35 tahun 2014, dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan,” ujarnya.

Tak berselang lama pada Sabtu (21/4) LK ditetapkan menjadi tersangka dan langsung ditahan. Bambang mengatakan menerima laporan dari orang tua korban terkait tindakan yang dilakukan LK. Setelah menerima laporan polisi langsung mengamankan LK untuk dilakukan pemeriksaan.

“Jadi kita melihat ancaman hukuman kepada guru tersebut, pasal 80 ayat 1 Undang-undang nomer 35 tahun 2014, dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan,” kata Bambang.

Hingga kini polisi masih memeriksa keterangan saksi dari korban dan orangtuanya untuk penyidikan lebih lanjut.

sumber: Kumparan,com

JASMERAH, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah

PERNYATAAN SIKAP PWI PROVINSI JAWA BARAT

ATAS INISIASI DEWAN PERS MENGENAI RENCANA PERUBAHAN TANGGAL PERINGATAN

HARI PERS NASIONAL

Sikap Dewan Pers  yang mengakomodasi  hasrat beberapa gelintir pihak untuk membahas  perubahan tanggal peringatan Hari Pers Nasional (HPN) melalui sebuah rapat di Jakarta 18 April 2018 adalah sebuah upaya meninggalkan sejarah pers  dan menutup mata bahkan berupaya menghapus sejarah perjuangan pers yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.  

Entah dengan niatan apa, beberapa pihak  begitu menggebu ingin mengubah tanggal peringatan Hari Pers  Nasional 9 Februari yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 5 tahun 1985 tanggal 23 Januari 1985. Hari Pers Nasional disandarkan pada lahirnya organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia yakni  Persatuan Wartawan Indonesia yang lahir 9 Februari 1946.

Menanggapi hasrat  menggebu tersebut, Kami Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jawa Barat menyatakan sikap :

  1. MENOLAK KERAS hasrat untuk mengubah  tanggal peringatan Hari Pers Nasional, yang selalu diperingati setiap tanggal 9 Februari, dengan alasan apapun apalagi hanya untuk memenuhi hasrat eksistensi  diri pihak tertentu.
  2. MENDESAK  Dewan Pers untuk tidak berusaha mengutak-atik tanggal peringatan Hari Pers Nasional  9 Februari, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 5 tahun 1985 tanggal 23 Januari 1985,
  3. MENDUKUNG Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menolak  tegas segala upaya pihak tertentu untuk mengubah tanggal peringatan Hari Pers Nasional karena  hanya akan membuat kegaduhan dan menghabiskan energi tak berguna dan berpotensi membahayakan persatuan dan kesatuan pers nasional.
  4. MENDESAK  Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajukan MOSI TIDAK PERCAYA atas kepimpinan Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo.
  5. MENDESAK  Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memperjuangkan revisi statuta Dewan Pers, dan menetapkan pola rekruitmen anggota Dewan Pers dengan sistem proporsional sesuai dengan jumlah anggota organisasi pers.
  6. MENDESAK Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memperhatikan aspirasi yang berkembang di seluruh PWI Provinsi di Indonesia.

Demikian Pernyataan Sikap PWI Provinsi Jawa Barat.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa  Melindungi Perjuangan Kita

Bandung, 18 April 2018

Pengurus PWI Provinsi  Jawa Barat

Mirza Zulhadi                                                                                             H. Wawan Ruswana

Ketua                                                                                                                Sekretaris

Ketua PWI Kota/Kabupaten se-Jawa Barat

  1. Plt. Ketua PWI Kota Depok,  H. Wawan Ruswana
  2. Ketua PWI Kabupaten Bogor,  H. Khoirul Azwar
  3. Ketua PWI Kota Bogor,  Arieta
  4. Ketua PWI Kota Sukabumi,  Ahmad Rayadi
  5. Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Rachmat Djuniardi
  6. Ketua PWI Kabupaten Cianjur, Esya Mahendra
  7. Ketua PWI Kabupaten Bandung Barat, Heni Suhaeni
  8. Ketua PWI Kota Cimahi, Tedi Kustiadi
  9. Ketua PWI Pokja Kota Bandung, Hardiansyah
  10. Ketua PWI Pokja Gedung Sate, Agus Hermawan
  11. Ketua PWI Kabupaten Sumedang, Cecep Wahdiana
  12. Ketua PWI Kabupaten Majalengka,  Jejep Falahul Alam
  13. Ketua PWI Kabupaten/Kota Cirebon,  Irwan
  14. Ketua PWI Kabupaten Kuningan,  Iyan Irwandi
  15. Ketua PWI Kabupaten Indramayu,  Agung Nugroho
  16. Ketua PWI Kabupaten Subang, Nano Suwarno
  17. Ketua PWI Kabupaten Purwakarta, Taufik Ilyas
  18. Ketua PWI Kabupaten Karawang, Olan Sibarani
  19. Ketua PWI Kabupaten/Kota Bekasi,  Aidil Yan Matondang
  20. Ketua PWI Kabupaten Ciamis, Anjar Asmara
  21. Ketua PWI Kabupaten/Kota Tasikmalaya,  Samsul Ma’arif
  22. Ketua PWI Kabupaten Bandung, H. Rachmat Sudarmadji
  23. Ketua PWI Kabupaten Garut,  Aep Hendi

Diputus Cinta, Pemuda Ini Malah Lompat dari Jembatan

BOGOR DAILY- Pemuda di Kota Palembang, Sumatera Selatan, bernama Okda Bimantara nekat terjun dari atas Jembatan Ampera, Kamis (19/4/2018). Namun, nyawa Okda masih bisa  diselematkan oleh warga sekitar setelah dirinya terjun bebas dari atas jembatan.

Belakangan diketahui, warga Kawasan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang ini, hendak bunuh diri hanya gara-gara jalinan cintanya diputus sang kekasih bernama Peki. Berdasarkan informasi, sebelum insiden itu terjadi, Okda dan Peki tampak asyik memadu kasih dan bercanda di pinggir jembatan ikon kota Palembang tersebut.

Tapi pada menit-menit selanjutnya, warga menyaksikan keduanya beradu mulut karena Okda tak mau ikhlas diputus Peki. Peki berkukuh hendak memutuskan jalinan asmara mereka, Okda akhirnya mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidup dengan melompat dari atas jembatan.

Peki tampak cemas dan berteriak meminta pertolongan warga yang melintas. Beruntung, Okda masih bisa diselematkan. “Pacar saya itu awalnya berdiri di pinggir, setelah kami ribut dan saya putuskan, dia marah dan langsung melompat dari atas jembatan,” kata Peki saat ditemui di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, Kamis malam.

Para penarik kapal jukung yang ada di sungai Musi bawa jembatan itu, ikut menyelamatkan Okda. “Saya dari bawah (jembatan) langsung menghidupkan mesin perahu dan mencari lokasi dia melompat. Kebetulan korban itu bisa berenang dan akhirnya bisa diselamatkan,” ujar Alex, penarik perahu jukung yang ikut menyelamatkan Okda.

Kepala SPKT Polresta Palembang Ipda A Chairil membenarkan adanya kejadian tersebut.“Untuk sementara, dugaan kami, dipicu masalah percintaan. Korban tak terima diputus pacarnya, tapi korban berhasil diselamatkan,” pungkasnya

Satpol PP Kota Bogor Angkut Puluhan Miras

BOGOR DAILY-Puluhan liter minuman keras oplosan disita oleh petugas dalam operasi gabungan yang dilaksanakan oleh Satpol PP, Polresta Bogor Kota, Denpom III/1 Bogor, dan Dishub Kota Bogor, Kamis (19/4/2018).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, razia dilakukan di antaranya bertujuan untuk mengurangi peredaran miras oplosan yang telah memakan banyak korban jiwa di berbagai wilayah Indonesia.

“Untuk mengantisipasi kejadian tersebut tidak terjadi di Kota Bogor maka kami di antaranya menggelar razia atau operasi penertiban gabungan,” kata Herry di Bogor, Kamis (19/4/2018).

Herry menuturkan, razia dilakukan dengan cara menyusuri warung-warung yang disinyalir menjual miras oplosan. Salah satunya berada di kawasan Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat.

Dalam razia yang dilakukan, ditemukan bahwa warung-warung tersebut menjual miras oplosan dengan cara yang mudah dan harga murah kepada calon pembeli. Puluhan liter miras oplosan yang diamankan adalah jenis ciu dan tuak. Miras itu ditempatkan dalam jeriken dan ember besar.

“Selain jenis ciu dan tuak, petugas juga mengamankan puluhan botol bir, anggur putih, dan anggur hitam,” kata Herry.

Penjual miras oplosan yang terjaring operasi akan diberi sanksi tegas dan bagi mereka yang tidak memiliki identitas diri seperti KTP langsung digelandang dan disidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri Bogor.

Terkuak, Begini Aksi Tipu-tipu Kecelakaan Novanto

BOGOR DAILY-Satu per satu rekayasa yang dilakukan Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo atas peristiwa hilangnya Setya Novanto ketika tengah diburu KPK tersibak. Kongkalikong antara Fredrich dan Bimanesh itu juga berkaitan dengan rekam medis Novanto.

Jaksa KPK membongkar fakta-fakta itu melalui keterangan saksi yang dihadirkan dalam setiap persidangan. Mulai perawat hingga jajaran dokter dari RS Medika Permata Hijau membeberkannya di sidang.

Bahkan salah satu terdakwa, yaitu Bimanesh, turut membongkar adanya skenario. Dalam persidangan Kamis (19/4), Bimanesh buka-bukaan ketika menjadi saksi bagi Fredrich.

Awalnya, dia mengatakan Fredrich memintanya merawat dengan diagnosis berbagai penyakit, seperti hipertensi. Namun tiba-tiba Fredrich mengubah rencananya menjadi ‘skenario kecelakaan’.

“Saya sedang tidur, terbangun dering telepon terdakwa, sore pukul 17.50 WIB ditelepon, (Fredrich bilang) ‘Dok, skenario kecelakaan,'” ucap Bimanesh dalam persidangan.

Dalam persidangan sebelumnya, rekayasa itu lebih jelas. Salah satunya seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Medis RS Medika Permata Hijau dr Francia Anggreni. Dia menyebut ada beberapa kejanggalan pada visum yang dibuat Bimanesh untuk Novanto.

“BAP nomor 15, bahwa dr Bimanesh selaku dokter spesialis seharusnya tidak perlu membuatkan administrasi visum, karena yang membuat adalah petugas. Adapun saya pernah membaca visum atas nama Setya Novanto dibuat Bimanesh dan ada kejanggalan,” kata hakim saat membacakan BAP Francia dalam persidangan, Kamis (12/4).

Francia–dalam BAP–mengaku mendapatkan salinan asli dari visum itu karena Bimanesh membuat rangkap dua untuk diserahkan ke kepolisian dan arsip. Atas BAP itu, Francia, yang juga hadir dalam persidangan, mengiyakannya.

Hakim melanjutkan membaca BAP tersebut. Beberapa kejanggalan dibongkar, seperti kop surat yang tidak resmi serta pencantuman pangkat ‘kombes pol’ yang dianggap tidak perlu.

“Kejanggalan itu, Bimanesh menggunakan logo RS Medika Permata dan kop surat tidak resmi serta nomor surat tidak dikenal sebagai surat administrasi. Dan format surat bukan standar Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Stempel bukan RS Medika Permata dan tidak perlu ada stempel yang perlu stempel dokter. Tidak perlu mencantumkan pangkat polisi dan militer, dalam hal ini Bimanesh gunakan pangkat ‘kombes pol’, itu betul ya?” kata Saifuddin kepada Francia, yang kemudian membenarkannya.

Kemudian, ada pula praktik tipu-tipu Novanto yang disebut sakit tapi dibongkar melalui keterangan Indri Astuti, perawat yang menangani Novanto. Indri menyebut memang ada benjolan pada dahi Novanto, tapi tidak sebesar bakpao seperti yang disampaikan Fredrich. Menurut Indri, benjolan itu hanya sebesar kukunya.

Indri pun sempat kaget ketika akan meninggalkan ruangan karena Novanto berteriak kepadanya agar memasangkan perban di kepalanya. Indri juga terkejut ketika Novanto meminta obat merah padanya, padahal tidak ada darah yang keluar dari luka Novanto.

Selain itu, Indri mengungkapkan tentang infus anak-anak yang dipasangkan ke Novanto. Indri mengaku memasangkan infus anak-anak itu karena tidak menemukan pembuluh darah Novanto.

“Saya mau pasang infus di tangan kanan. Karena pembuluh darah tidak kelihatan, saya mau pasang di pergelangan tangan, sebelumnya saya pasang alat, namun tidak kelihatan (pembuluh darah). Saya coba pukul dengan tiga jari. Saat pukulan kedua, saya terkejut karena tangannya itu (mengangkat), kayaknya marah,” kata Indri.

Indri mengaku telah meminta izin kepada Novanto untuk memasang infus, tetapi gerakan-gerakan Novanto membuatnya bingung. Dia kemudian mengambil keputusan untuk memasang jarum infus anak kepada Novanto. Jarum infus untuk anak itu, menurutnya, memang tersedia di dalam kamar.

“Dengan keputusan saya sendiri karena pembuluh darah tidak kelihatan, tapi saat saya sentuh sekali dapat, saya menggunakan yang kuning. Itu jarum untuk anak-anak,” ucap Indri.

“Alasan Anda apa pakai itu?” tanya hakim.

“Pertama, saya dikejutkan dengan tangan dia. Saya pikir bapak ini marah. Saya makin nggak berani. Saya membuat tindakan sekali tusuk saya dapat, karena (pembuluhnya) tidak kelihatan, saya pakai perabaan. Saya raba ada, saya tusuk dapat,” ujar Indri.

Kejanggalan lainnya disebut Indri terjadi ketika keesokan harinya ingin mengecek kondisi Novanto. Saat itu pagi pukul 06.00 WIB, Indri berniat mengecek tensi Novanto.

Namun, saat masuk ke kamar, Indri mendapati Novanto masih tidur sehingga dia memutuskan untuk kembali lagi 5 menit kemudian. Saat akan kembali ke kamar itu, Indri membuka pintu perlahan karena takut Novanto masih tidur. Namun dia malah mendapati Novanto sedang berdiri dan kencing di samping tempat tidur.

“Saya kembali lagi ke situ, saya lihat bapak itu sudah berdiri tegak sedang buang air kecil. Dia berdiri tegak, kencing di urinal,” ucap Indri.

“Nggak di toilet?” tanya hakim.

“Nggak. Dia di sisi kiri tempat tidur,” jawab Indri.

“Begitu saya masuk, mungkin si bapak ini nggak mendengar karena saya buka pintu memang pelan-pelan karena saya pikir masih tidur dan tidak mau membangunkan. Saya lihat saya langsung bilang, ‘Pak, saya bantuin.’ Si bapak itu kaget, kayak naik badannya gitu. Setelah itu, dia merebahkan badannya dengan susah payah, padahal sudah bisa berdiri,” imbuh Indri.

Pingin Ganti Ponsel? Cek Harga Redmi Note 5 di Sini

0

BOGOR DAILY- Xiaomi resmi membawa Redmi Note 5 ke pasar gadget Indonesia. Sebelumnya, ponsel tersebut sempat diperkenalkan lebih dulu di India. Vendor asal Tiongkok ini menyematkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sang empunya ponsel ini diklaim akan merasakan pengalaman fotografi yang mumpuni dari kamera Redmi Note 5, karena AI ini ditempatkan di dua titik, yakni di kamera depan dan kamera belakang.

Pengalaman fotografi yang dimaksud, mulai dari menjernihkan area untuk foreground dan background sehingga menghasilkan foto bokeh lebih maksimal. Kemudian, adanya AI juga diklaim menghasilkan foto yang lebih tajam, halus, sampai untuk face unlock atau membuka layar.

“Kali ini kami ingin hadir yang lebih memanjakan pengguna untuk memberikan pengalaman lebih di bidang fotografi,” ujar Head of Xiaomi South Pacific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager Steven Shi di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dual camera yang berada di punggung ponsel ini punya lensa 12 megapixel dan 5 megapixel dengan diafragma 1,4 micron pixel. Sedangkan kamera depan 13 megapixel yang didukung LED selfie-light dan beautify 4.0.

Spesifikasi lainnya, Redmi Note 5 ini datang mengusung lebar layar 5,99 inch dengan rasio 18:9 serta resolusi 2160 x 1080 FHD+. Tak hanya mengandalkan kemampuan AI di kamera saja, Xiaomi juga turut memperhatikan kekuatan dapur pacunya, di mana kali ini pada Redmi Note 5 disokong oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 636.

“Ini adalah smartphone pertama yang telah mendukung Snapdragon 636 di Indonesia,” klaim Shi

Redmi Note 5 memiliki slot SIM card hybrid yang dapat dimanfaatkan untuk satu slot SIM card utama dan satu slot lagi untuk SIM card atau SD card. Bahkan, smartphone ini mampu menjalankan dual 4G secara bersamaan.

Redmi Note 5 disokong baterai kemampuan lumayan besar, yakni 4.000 mAh yang katanya bisa digunakan selama dua hari yang dipakai secara normal. Xiaomi memberikan dua varian harga, RAM 3 GB dan memori internal 32 GB dibanderol Rp 2,499 juta, sedangkan RAM 4 GB dan memori internal 64 GB dihargai Rp 2,999 juta. Kedua versi ini hadir dalam tiga warna, black, blue, dan gold.