Wednesday, 22 April 2026
Home Blog Page 8726

Aktivis 98 Usulkan 7Juli Jadi Hari Kebhinekaan

 

BOGOR DAILY – Aktivis 98 mengadakan rembug nasional dengan tema Rakyat Melawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7).  Selama 20 tahun, para aktivis beranggapan kalau perjuangan reformasi masih belum selesai. Ini dipicu adanya  penumpang gelap yang coba melakukan manuver dengan melakukan hal-hal yang tak sejalan dengan ideologi negara, Pancasila.

Termasuk adanya pihak yang ingin menggantikan Kebhinekaan yang saat ini sudah ada serta mengganti Pancasila dengan  ideologi dari internasional. “Kami sudah rumuskan dalam pertemuan sebelumnya. Intinya bahwa kamu tetap akan menjaga, mengawal NKRI sebagai harga mati,”ujar Radyo Adi, salah satu perwakilan Aktivis 98 dari Bogor.

Tak cuma itu, para aktivis juga mengusulkan pada Presiden Joko Widodo agar setiap 7 Juli itu menjadi Haru Kebhinekaan. “Kami juga ingin agar teman-teman yang gugur pada 98 menjadi pahlawan nasional,”terangnya.

Menurut Radyo, acara Rembug Nasional ini penting sebagai tonggak perjuangan aktIvis 98. Sekaligus mengukuhkan soal dukungan Aktivis’98 untuk melanjutkan dua periode sesuai kesepakatan aktivis 98. “Pak Jokowi adalah anak reformasi. Track recordnya baik. Ini tidak bisa terbantahkan,”tandasnya

Aksi Celine Dion Sukses Sihir Penonton di SICC Bogor

BOGOR DAILY- Usia senja tak mengurangi kualitas vokal Celine Dion. Penyanyi 50 tahun asli Kanada itu benar-benar layak mendapat gelar diva. Tadi malam (7/7), Dion sukses membuat sekitar 5000 orang penonton terpukau di konser solo perdana Celine Dion Live 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.

Ini merupakan pertama kalinya Celine Dion konser di Indonesia. Tetapi, ternyata sang diva pop dunia ini sudah lama mengidamkan tampil di tanah air.

“Aku sudah lama ingin berkunjung ke sini. Akhirnya sekarang baru bisa,” ujarnya.

Penampilan perdananya di Indonesia langsung disambut antusias pencinta musik di tanah air. Sebagian besar kelas tiket sold out. Bahkan, barisan bangku terdepan atau zona Diamond yang harganya mencapai sekitar Rp 25 juta terjual habis!

Konser dimulai pukul 20.30 WIB. Setelah penyanyi pembuka Veronic Dicaire tampil, sang diva membuka konser dengan salah satu lagu hit-nya, The Power of Love. Dia tampak cantik dalam setelan emas yang dibawanya sendiri.

Selama kurang lebih 2 jam, istri mendiang Rene Angelil itu membawakan sekitar 23 lagu. Di antaranya adalah superhit I’m Alive, To Love You More, All By Myself, dan Because You Loved Me.

Tak lupa, Celine Dion pun menyanyikan original soundtrack (OST) dari beberapa film. Misalnya, Beauty and The Beast dari film berjudul sama dan Ashes dari film Deadpool 2.

Melihat para fans menyanyikan lagunya dengan lancar, Celine Dion rupanya merasa sangat tersanjung.

“Terima kasih sudah mendengar lagu-lagu saya hampir 30 tahun,” kata Dion.

Para penonton memang datang dari beragam usia. Ada lansia, orang dewasa, hingga remaja. Hal ini tak mengherankan mengingat Celine Dion sudah berkarir cukup lama. Alhasil, lagu-lagunya dinikmati tiap generasi berbeda.

Di lagu-lagu bertempo sedang, Celine Dion tak malu berjoget dengan asyik dan energik. Bahkan, di lagu Falling Into You, dia berdansa dengan seorang penari latar pria. Suaranya tetap stabil walaupun menyanyi sambil berdansa.

Di akhir konser, Celine Dion memberikan penampilan puncak yang ditunggu-tunggu. Dia membawakan lagu super populer My Heart Will Go On yang merupakan OST Titanic.

4 Atlet Panahan Dapat Jaket Gratis dari Jokowi

BOGOR DAILY- Empat anggota Komunitas Panahan mendapatkan jaket Asian Games dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara cuma-cuma.  Mereka mendapatkan jaket tersebut saat mengikuti acara pertemuan dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (7/7).

Pada acara ini, Jokowi terlihat mengenakan jaket Asian Games berwarna merah. Namun, di tengah-tengah sambutannya, Jokowi melepas jaket yang dikenakannya itu. “Saya lihat-lihat kok saya pake jaket sendiri. Saya lepas aja ya,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/7).

Ternyata, Jokowi punya niatan lain. Ia ingin memberikan jaket tersebut kepada salah satu pemanah yang hadir. “Mau saya berikan ini. Mau saya berikan jaket saya ini,” ucap Jokowi.

Alhasil, Jokowi pun memberikan jaketnya itu kepada atlet panah asal Papua. “Karena dari Papua, jauh banget. Saya kasih,” kata Jokowi. Selain pemanah asal Papua, mantan Wali kota Solo ini juga memberikan jaket Asian Games kepada dua atlet lainnya. Namun, warna jaketnya berbeda dengan yang Jokowi kenakan, yakni warna hitam.

Dua atlet yang beruntung mendapat jaket Jokowi berasal dari Semarang dan Palembang.”Ini ada ukuran M. Cukup ya. Sudah habis,” ujar Jokowi.

Selain jaket Asian Games, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memberikan dua buah sepeda untuk pemanah muda. Mereka yang mendapatkan sepada merupakan pemanah asal Solo dan Bogor. Sebelum membagikan sepeda, Jokowi terlebih dahulu menguji mereka dengan hapalan Pancasila.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan puluhan anggota Komunitas Panahan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (7/7/2018).

Pantauan di lokasi, Jokowi menerima mereka di halaman belakang Istana Kepresidenan. Para anggota Komunitas Panahan juga merupakan turnamen 2nd Bogor Open Archery 2018.

“Sore hari ini saya sangat berbahagia bisa bertemu dengan komunitas pemanah, club-club emanah, anak-anak yang jago memanah,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/7/2018).

Dalam sambutannya, Jokowi berharap para anggota komunitas panahan ini agar bisa menciptakan bibit-bibit muda penerus atlet di cabang olahraga memanah. Sehingga, kata Jokowi, Indonesia bisa berprestasi di kompetisi memanah tingkat internasional.

“Karena kalau dimulai sejak kecil, usia dini ini akan mempermudah pembibitan sejak awal. Bibit-bibit muda yang baik, saya kira akan mudah regenerasi pemanah-pemanah untuk waktu-waktu yang akan datang,” ucap Jokowi.

Kejuaraan Nasional, Bogor Open Archery Championship 2018 berlangsung di Lapangan Wirayudha, Pusat Pendidikan Zeni kodiklat TNI AD, Kota Bogor sejak Kamis 5 Juli 2018. Kejuaraan ini diikuti 732 peserta dari 24 provinsi daerah, 102 klub dan dua klub dari negara Malaysia.

Kejuaraan tersebut memperebutkan piala bergilir Presiden dan akan ditutup pada Minggu (8/7/2018) mendatang

Saksi Paslon yang Kalah Ramai-ramai Protes

BOGOR DAILY-Aksi protes mewarnai hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor.

Protes dilakukan karena beberapa peserta rapat pleno menduga telah terjadi kecurangan. Dalam rapat pleno yang berlangsung sejak Kamis (5/7) hingga Jumat (6/7), KPU Kabupaten Bogor menetapkan pasangan nomor urut dua, Ade Yasin-Iwan Setiawan, menang dengan perolehan suara terbanyak sebesar 41,14 persen.

Pasangan yang diusung PPP, PKB dan Gerindra, ini unggul tipis dengan mengantongi 912.221 suara sah. Disusul paslon nomor urut tiga yang diusung Golkar, Demokrat, Nasdem, PAN, PKS, PKPI dan Partai Berkarya, Ade Ruhandi-Ingrid Kansil dengan raihan 859.444 suara atau 38,74 persen.

Kemudian diikuti Fitri Putra Nugraha-Bayu Syahjohan (PDIP dan PKB) dengan perolehan 177.153 suara atau 7,98 persen. Lalu, pasangan dari jalur independen, Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat dengan 168.733 suara atau 7,60 persen. Terakhir, Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama (jalur independen) meraih 100.745 suara atau 4,54 persen.

Hasil pleno itu rupanya mengundang reaksi dari sejumlah saksi pasangan calon (paslon) nomor urut tiga, empat, dan lima. Mereka melakukan walk out dan menolak menandatangani hasil rapat pleno tersebut.

Hal ini diungkapkan Asep Asary yang merupakan saksi dari paslon nomor urut tiga, Ade Ruhandi-Ingrid Kansil. Ia menilai, penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Bogor telah gagal secara sistem.

Asep mengatakan, hal tersebut berawal dari temuan perubahan berita acara yang tak melewati mekanisme aturan pemilihan umum.

Menurutnya, semua mekanisme soal Pemilu sudah diatur ke dalam Undang-undang. Dirinya mencontohkan seperti yang terjadi di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Di lokasi itu, tertulis jumlah suara sebanyak 1.296.

“Dari temuan kami dan itu sudah diakui oleh KPU, ternyata ada perubahan DA1 (rekap kecamatan) yang dilakukan di 27 kecamatan,” ungkap Asep, Sabtu (7/7).

“Mereka merevisi hasil penghitungan suara di luar mekanisme pleno. Artinya, ada kejadian pengambilan keputusan di luar aturan pemilu. Bagi kami ini kejahatan pemilu,” sambung Asep.

Tidak hanya itu, Asep juga mengaku sudah mengantongi bukti adanya tindak politik uang (money politic) yang terjadi pada Pilkada Kabupaten Bogor 2018.

“Kami dari paslon tiga juga menemukan kejanggalan. Kami punya bukti soal dugaan money politic,” ucapnya.

Senada, saksi dari paslon nomor urut empat, Budi, mengaku kecewa dengan keputusan dan ketidakjelasan aturan yang diberlakukan KPU Kabupaten Bogor. Bahkan dirinya menilai, semuanya terkesan sudah diatur oleh penyelenggara.

“Bayangkan saja, untuk Daftar Pemilihan Tambahan (DPTb) itu yang disepakati ada 13 kecamatan, tapi faktanya ada di 40 kecamatan. Dan mereka tidak bisa mempertanggungjawabkan itu semua,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Haryanto Surbakti menjelaskan, segala bentuk penolakan dan ketidakpuasan terhadap hasil pleno, dapat ditempuh melalui gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Haryanto menyebut, penolakan oleh para paslon tidak akan mempengaruhi hasil pleno. Pihaknya pun memberikan waktu sampai lima hari ke depan kepada para paslon untuk mengajukan gugatan tersebut.

“Sesuai dalam ketentuan perundangan-undangan, bagi siapa pun pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil rapat pleno dapat mengajukan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi,” sebutnya

Ade Yasin Sah Jadi Bupati Bogor

BOGOR DAILY–Selesai sudah penghitungan suara pemilihan bupati Bogor. Setelah perang klaim kemenangan antara dua Ade: Ade Yasin-Iwan Setiawan dan Ade Ruhandi-Ingrid Kansil, tadi malam (6/7) KPU menetapkan raihan suara pada kontestasi di Bumi Tegar Beriman itu.

Berdasarkan hasil rapat pleno KPU Kabupaten Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan meraih suara terbanyak dari paslon lainnya. Paslon nomor urut dua itu memperoleh 912.221 suara atau 41,12 persen. Disusul paslon nomor urut 3 Ade Ruhandi (Jaro Ade)-Ingrid Kansil dengan raihan 859.444 suara atau 38,74 persen.

Kemudian diikuti Fitri Putra Nugraha (Nungki)-Bayu Syahjohan dengan perolehan 177.153 suara atau 7,98 persen. Lalu, Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat dengan 168.733 suara atau 7,60 persen. Terakhir, Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama meraih 100.745 suara atau 4,54 persen.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan hasil rekapitulasi malam ini sebelum jam 00:00 WIB. Dari hasil hari ini, pasangan nomor urut dua unggul,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Subakti usai pleno.

Sementara itu, Saksi Tim Pemenangan Hadist Usep Suratman bersyukur hasil real qount yang dilakukan tim sesuai hasil rekapitulasi. Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen pendukung dan masyarakat Kabupaten Bogor yang telah menyukseskan pilkada Kabupaten Bogor. “Kemenangan ini kemenangan masyarakat Bogor, kemenangan Pancakarsa. Kita masih harus berjuang merealisasikan semua program,” kata Usep yang juga Wakil Tim Pemenangan Hadist.

Pasangan Ade-Iwan pun bakal segera mewujudkan Pancakarsa. Saat kampanye dulu, Pancakarsa selalu digaungkan ke masyarakat Kabupaten Bogor. Melalui Pancakarsa, ada lima program unggulan untuk memajukan Kabupaten Bogor, yakni Bogor Membangun, Bogor Cerdas, Bogor Maju, Bogor Beradab dan Bogor Sehat. “Itu adalah lima program unggulan saya agar Bogor semakin maju dan nyaman untuk warganya,” tuturnya.

Dari kelima prioritasnya, Bogor Cerdas menjadiandalannya karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinannya nanti akan mengeluarkan Kartu Bodas (Bogor Cerdas). Ade ingin meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, mulai dari menekan angka putus sekolah yang saat ini berjumlah 1.117 siswa hingga membebaskan 758 bangunan SD dari bayang-bayang atap ambruk

Polisi Ciduk Preman Jalanan di Kota Bogor

BOGOR DAILY -Banyaknya aduan soal keberadaan preman yang kerap memenuhi beberapa titik jalanan di Kota Bogor, aparat Polresta Bogor Kota merazia preman. Hasilnya, dalam waktu tiga hari saja, Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota menciduk 37 preman dan anak punk. Dari data yang dihimpun Metropolitan, wilayah Bogor Barat ‘menyumbang’ jumlah terbanyak dengan 15 preman dari beberapa titik.

Kapolsek Bogor Barat Kompol Pahyuniati mengatakan, pihaknya menerima banyak laporan soal warga yang resah karena ulah preman kerap mengganggu kenyamanan. Seperti misalnya di sekitaran Terminal Bubulak. Dalam dua hari, ada 15 orang yang kami jaring. Usianya pun masih usia kerja. “Harusnya bisa berkarya lebih. Yang kami sisir itu selain terminal Bubulak, ada di sekitaran perempatan Semplak, Perempatan Cifor, dan Loji. Uang yang kami amankan berjumlah Rp140 ribu, hasil dari calo menaikan penumpang,” katanya kepada awak media, kemarin

Selain itu, wilayah Sindangbarang, Jalan Gardu Raya Bubulak, dan sekitaran ruko Terminal Bubulak pun tak luput dari operasi. Hasilnya, petugas mengamankan uang sebanyak Rp25 ribu dari tujuh orang preman disekitar lokasi tersebut. “Daerah perbatasan kan memang harus ada perhatian lebih, banyak mobilitas orang dari dua daerah. Makanya potensinya lebih tinggi,” ucapnya.

Sementara di wilayah Tanahsareal, dalam operasi yang dilakukan, ada sembilan preman yang dijaring petugas karena meresahkan warga di beberapa titik, seperti Jalan Sholeh Iskandar, Jalan Pemuda dan Jalan Kebonpedes. “Sebetulnya tidak hanya razia preman, tapi memang setelah Lebaran biasanya tren meningkat. Kami antisipasi sebagai potensi tindak kriminal,” ujar Kapolsek Tanahsareal AKP Muhammad Suprayogi.

Selain itu, belasan preman pun dijaring Satreskrim Polresta Bogor Kota di wilayah lain. Ada tiga preman dari Bogor Selatan, tujuh orang dari Bogor Tengah, dan tiga orang dari Bogor Timur. Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Yuni Astuti mengatakan, tiga daerah itu juga terdapat beberaba titik rawan preman. Untuk di Bogor Selatan, perempatan Empang hingga BTM jadi fokus razia petugas. Untuk Bogor Tengah ada di Jalan Paledang, Jalan MA Salmun, hingga Jalan Merdeka. Kemudian, Terminal Baranangsiang menjadi daerah rawan preman di wilayah Bogor Timur.

“Di Bogor Selatan kami amankan uang hasil calo RP 80.000. Dari empang. Kami amankan, kami data agar mereka tidak kembali ke jalan. meresahkan,” pungkasnya

.

Nining Tenggelam 1,5 Tahun Cuma Rekayasa, Ini Krononya

BOGOR DAILY- Nining Sunarsih (52) dilaporkan hilang tenggelam pada 8 Januari 2017 saat berwisata di Pantai Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Keluarga, Tim SAR hingga kepolisian kehilangan jejak Nining. Belakangan, Nining pulang dengan kondisi tubuh penuh pasir.

Belakangan kisah itu terungkap hanya sebuah rekayasa. Berikut rentetan fakta rangkaian peristiwa Nining tersebut.

8 Januari 2017

Nining dikabarkan hilang tenggelam, saksi mata saat itu Tini dan Dedah yang membuat laporan ke Tim SAR dan kepolisian. Kabar beredar, Nining sempat melambaikan tangan saat terseret arus pantai selatan.

Sabtu 30 Mei 2018
8.00 WIB

Paman Nining, Jejen, mengaku bermimpi didatangi Nining dan meminta dijemput di tempat pertama dikabarkan hilang. Mengaku mendapat mimpi yang sama selama tiga hari berturut-turut, Jejen menceritakan mimpinya itu lalu mengajak anggota keluarga berikut Tating orang tua Nining untuk mendatangi ke Palabuhanratu.

21.00 WIB-23.50 WIB

Sebanyak 10 orang keluarga Nining berangkat menuju pantai, tepat pukul 00.00 WIB Nining ditemukan tergeletak dengan kepala ke arah pantai. Bajunya basah kuyup penuh dengan pasir. Bahkan setelah tiba di rumah Tating menemukan banyak pasir dirambut Nining.

Minggu 1 Juli 2018

Kehebohan melanda Kampung Cibunar, RT 5 RW 2, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi. Warga berduyun-duyun mendatangi kediaman orang tua Nining. Saat itu beredar kabar Nining pulang setelah 1,5 tahun dikabarkan hilang tenggelam. Elah, adik Nining dan Tating ibunda Nining bercerita kisah ‘ajaib’ yang dialami Nining kepada warga.

Kisah Nining sampai ke telinga Polsek Kadudampit. Polisi berusaha meredam isu mistis dan meminta warga untuk lebih berpikir logis. Tidak lama setelah itu Nining menjalani perawatan, lalu pulang dengan alasan tidak ada biaya.

Senin 2 Juli 2018

Kisah mistis tentang Nining kian berhembus kencang. Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo bahkan turun langsung untuk melihat peristiwa itu. Saat itu, Susatyo meminta agar publik berpikir secara logis. Sebagai bukti bahwa peristiwa Nining bukan mistis dan gaib, Susatyo berjanji akan mengungkap hingga tuntas.

Di hari yang sama, Susatyo membujuk keluarga agar Nining bisa menjalani pengobatan. Keluarga awalnya menolak, setelah mendapat jaminan dari kepolisian akhirnya Nining dirawat di RSUD R Syamsudin SH.

Selasa 3 Juli 2018 

Satu persatu fakta mulai terungkap. Polisi mengumpulkan setiap informasi dari sejumlah saksi. Total tujuh orang diperiksa yang mayoritas keluarga dan tetangga dekat Nining. Polisi tidak mau gegabah dan baru akan menyampaikan hasil penyelidikan setelah proses medis di rumah sakit selesai.

Di hari yang sama tim medis RSUD R Syamsudin SH menggelar rilis. Hasilnya, Nining tidak memiliki bekas atau tanda-tanda seperti korban tenggelam. Dokter menegaskan memang ada bekas pasir tapi tidak ada cairan aneh di organ dalam Nining. Hari itu juga Nining di konsultasikan ke Dokter Spesialis Kejiwaan.

Rabu 4 Juli 2018

Dokter akhirnya membuat pernyataan, Nining mengidap depresi berat dengan psikotik alias mengalami gangguan kejiwaan. Penyebab depresi berat bisa karena Nining bertahan hidup setelah hilang atau ada dugaan karena tekanan.

Kamis 5 Juli 2018

Setelah mengantongi banyak informasi dari sejumlah saksi, polisi membuat pernyataan tidak ada unsur mistis dalam kisah hilangnya Nining. Hari itu polisi menjemput seorang perempuan yakni Dedah yang tidak lain adalah adik Nining sebagai saksi kunci. Dedah juga diketahui sebagai orang yang bersama Nining saat dinyatakan hilang.

Jumat 6 Juli 2018

Polisi merampungkan penyelidikan. Dalam rilisnya polisi dengan tegas mengungkap kisah Nining tenggelam lalu pulang adalah rekayasa. Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo memastikan Nining sengaja menghilangkan diri karena hutang piutang. Polisi belum memastikan ada atau tidaknya pihak yang akan dijerat secara pidana. Sebab hingga kini proses penyidikan masih berlangsung.

Tenda Punya PKL di Pakansari Dibakar Satpol PP

BOGOR DAILY-Jelang Asean Games 2018, ratusan pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran Stadion Pakansari diberangus Satpol PP Kabupaten Bogor. Bahkan, tenda terpal milik pedagang juga habis dibakar petugas, hingga membuat pemiliknya tak bisa berkutik.

Siti Aisyah (40), pedagang yang biasa berjualan di area itu mengaku pasrah saat melihat tempat berjualannya sudah rata dengan tanah.  “Saya tahu kalau berjualan di areal Jalan Lingkar Stadion Pakansari itu dilarang, tapi mau bagaimana lagi,,”kata Siti

Menurutnya, tempat itu jadi andalan satu-satunya untuk ia berjualan. “Gerobak dan lapak sudah rata saja dengan tanah,” Sedih Aisyah kepada Metropolitan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Herdi Yana mengatakan, penertiban ini dilakukan untuk menyambut Asean Games, Agustus nanti. Untuk itu, area di sekitaran stadion Pakansari harus steril dari para pedagang. “Selain areal Jalan Lingkar Stadion Pakansari, penertiban bangunan-bangunan liar juga akan dilanjutkan ke Jalan Tegar Beriman,”kata Herdi.

Menurutnya, penertiban semacam ini sudah sering dilakukan. Namun, para pedagang kerap kembali.” Sebenarnya ini juga sudah rutin.. Tapi mereka selalu muncul lagi. Padahal, itu kan lahan milik Pemkab Bogor,”tandasnya

Cagub Maluku Utara Terpilih Ditahan KPK

BOGOR DAILY –Rompi oranye melekat di badan Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus, Senin 2 Juli 2018 malam. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan pria 49 tahun usai memeriksanya sebagai tersangka.

Ahmad Hidayat Mus ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua DPRD Kepulauan Sula Zainal Mus yang merupakan adik kandungnya. Mereka diduga merugikan negara sebesar Rp 3,4 miliar atas dugaan pengadaan fiktif dalam pembebasan lahan Bandara Bobong yang menggunakan APBD Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara tahun anggaran 2009.

Padahal, Ahmad Hidayat Mus merupakan Gubernur Maluku Utara terpilih versi quick count Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama pasangannya, Rivai Umar.

Dari 99,11 persen suara yang masuk, pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar unggul 31,82 persen dibanding pesaingnya Abdul Gani Kasuba-M Yasin yang memperoleh 30,40 persen suara. Lalu, bagaimanakah nasib Ahmad Hidayat Mus setelah ditahan KPK?

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan pihaknya tidak bisa membatalkan terpilihnya Ahmad sebagai Gubernur Maluku Utara jika memang menang berdasarkan real count. Ahmad pun tetap akan dilantik menjadi Gubernur Maluku Utara. Terlebih, belum ada putusan tetap terkait perkara yang menjeratnya.

“Menurut UU Pilkada, paslon itu bisa digugurkan jika sudah dijatuhi vonis berkekuatan hukum tetap. Nah, status tersangka itu masih jauh dari vonis. Karena itu belum bisa digugurkan atau dibatalkan,” kata Pramono, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar menjelaskan, Ahmad baru bisa dinonaktifkan ketika berstatus sebagai terdakwa. Artinya, saat itu terjadi, perkara korupsi yang menjeratnya sudah bergulir di pengadilan.

“Diberhentikan sementara pada saat itu juga ketika sudah terdakwa. Ini sesuai Pasal 163 ayat 7, UU 10 tahun 2016 tentang Pilkada,” ujar Bahtiar.

Ayat 7 Pasal 163 UU Pilkada mengatur tentang, “Dalam hal calon Gubernur dan/atau Calon Wakil Gubernur terpilih ditetapkan menjadi terdakwa pada saat pelantikan, yang bersangkutan tetap dilantik menjadi Gubernur dan/atau Wakil Gubernur dan saat itu juga diberhentikan sementara sebagai Gubernur dan/atau Wakil Gubernur.”

sumber: Liputan6

Pemuda Asal Bogor Cekik Pacarnya Sampai Tewas

BOGOR DAILY -Aris mengaku masih mencintai Rina Casrina (21), kekasihnya yang ia bunuh dengan cara dicekik. Ia sakit hati karena sang kekasih enggan menjalin cinta dengannya lagi. Pria berusia 33 tahun ini pun mengaku khilaf membunuhnya. “Saya khilaf. Saya ini masih cinta sama dia (Rina). Saya sakit hati dia tak mau lagi (berpacaran) sama saya. Padahal saya sudah niat juga untuk melamarnya,” ungkap warga asal Bogor, Jawa Barat, yang bekerja sebagai kenek buruh bangunan di Kembangan, di halaman Polres Metro Jakarta Barat, Jumat, 6 Juli 2018.

Aris mengaku tak bisa menahan emosinya ketika Rina mengungkapkan tak ingin lagi menjalin cinta bersamanya di sebuah gudang, di RT 02/01, Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat, 29 Juni 2018 malam. Tidak dapat menahan emosi, Aris langsung mencekik hingga menginjak-injak leher Rina di gudang tersebut. “Iya saya cekik, saya betul-betul sakit hati,” ujar Aris.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, Aris memang mantan kekasih Rina. Aris menghabisi nyawa pacarnya tersebut di sebuah gudang pada malam hari. “Hasil pemeriksaan terhadap tersangka Aris ini diketahui berawal pada Rabu, 27 Juni 2018, tersangka Aris mengajak korban Rina untuk bisa bertemu dengan kedua orangtuanya. Rina pun menolak mentah-mentah, alasan ada kerjaan serta mau mengantarkan temannya untuk melamar kerja,” papar Edy.

Penolakan itu, lanjut Edy, menuai cekcok. Percekcokan itu membuat hubungan Aris dan Rina terhenti. Rina memutuskan Aris saat itu juga. “Tersangka (Aris) bilang ke korban (Rina) saat itu ‘Kamu lebih memilih teman daripada aku’, kata Aris, si duda anak satu ini,” jelas Edy.

Namun, Aris tak menyerah memperjuangkan hubungan asmaranya. Ia berniat meminta maaf dengan mengajak Rina ke sebuah gudang di Meruya Ilir. Aris akhirnya menjemput Rina dari rumahnya di RT 06/08, Jalan Kepa Duri Asam Raya, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengendarai sepeda motor pada Jumat, 29 Juni 2018 sekitar pukul 21.30 WIB.

Gudang itu berada di sebuah rumah yang saat itu tengah dibangun oleh Aris dan buruh lainnya. Rumah yang tengah dibangun ini milik warga setempat bernama Hamid, dan sedang kosong.

“Lokasi itu (Gudang) lah jadi lokasi Aris untuk menghabisi nyawa kekasihnya, Rina. Sebelum Aris membunuhnya, di dalam gudang Aris mencurahkan isi hatinya dan meminta maaf ke Rina. Namun, tetap saja Rina ogah untuk kembali menjalin kasih dengan Aris. Rina yang bersikukuh membuat Aris naik pitam. Rina akhirnya dicekik dan lehernya diinjak-injak oleh Aris sampai tewas,” beber Edy.

Setelah Rina tewas, ungkap Edy, Aris langsung mengambil barang berharga Rina berupa cincin, kalung, dan ponsel. Kemudian, Rina yang terlentang tak bernyawa, dikunci dari luar oleh Aris. “Setelah kejadian itu, Aris langsung pergi ke Indramayu, Jawa Barat. Mendapatkan ongkos agar bisa ke Indramayu, Aris menjual motor miliknya, sekaligus digunakan sebagai ongkos untuk kabur ke Lampung. Aris kala itu gunakan jasa travel, dan bersembunyi di sana,” terang Edy.

Jasad Rina ditemukan dalam kondisi membusuk oleh warga dan pihak keluarga Rina, di gudang tersebut. Aris sebelumnya sudah memberitahu pihak keluarga Rina, bahwa jasad Rina ada di sebuah gudang di Meruya Ilir. “Ternyata, pihak keluarga tahu Rina ini dibunuh oleh Aris dan dikunci di gudang, dari Aris yang mengirimkan pesan singkat. Kami yang dapati laporan dari pihak keluarga Rina, langsung kita lakukan tindak lanjut. Aris kami bekuk di Jalan KH Gholib, Pringsewu, Lampung, Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 16.30, atau dua hari setelah dapati laporan pembunuhan,” tutur Edy.

Selain berupaya melawan petugas dan hendak melarikan diri, Aris juga dihadiahi timah panas oleh petugas di bagian betis kanan. Aris saat ini dibui di Polres Metro Jakarta Barat. “Akibat ulahnya, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis. Masing-masing dijerat dengan pasal 338 KUHP pembunuhan berencana, dan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan, dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” urai Edy.***

Copy Editor: Riyaldi

 

Simak Video Lainnya dan Kunjungi YouTube BogordailyTV