Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8282

Adreena Village Simbol Real Property Syariah Selangkah ke Cibubur

0

BOGORDAILY.net – Satu lagi informasi pengembangan konsep bisnis Property Syariah yang semakin waktu, semakin menggurita. Adreena Village menjawab tuntas kehausan anda tentang konsep sesungguhnya skema pembelian unit rumah tanpa bank yang eksklusif, aman dan nyaman di wilayah bagian timur Bogor.

Berada di lahan yang berkontur datar dengan total luas 1,2 Hektar tersebut menjadi lahan yang diperuntukkan bagi 90 unit rumah desain modern kontemporer skema pembelian real syariah yang di persembahkan oleh Adreena Village.

“Ada dua type rumah yang dapat anda miliki di Adreena Village, ada type rumah 36/60 dan type rumah 42/72. Balutan konsep desain rumah islami dan green concept ada di Adreena Village.” papar Vinaya Pribadi Direktur PT. Gemilang Duabelas Prosindo, pengembang Adreena Village.

Vinaya Pribadi Direktur PT Gemilang Duabelas Prosindo saat memaparkan visi dan misi Adreena Village, beberapa waktu lalu.

 

Adreena Village tepat berada di Jalan H. Saman, Mekarsari, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, dengan jarak hanya kurang lebih 1 KM dari tempat wisata Taman Buah Mekarsari menjadikan project ini terus diminati masyarakat muslim untuk dimiliki. Adreena Village juga tercatat sebagai salah satu project member dibawah komunitas Developer Property Syariah atau DPS.

Vinaya juga menjelaskan bahwa balutan konsep desain islami di setiap rumah yang ada di Adreena Village terasa di bagian teras rumah dengan ada nya sekat atau hijab (red*) sehingga memudahkan anda untuk menerima tamu tanpa harus masuk ke dalam rumah. Sedangkan makna green concept ada di rumah type 42/72 dengan memberikan space lorong taman samping rumah untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan, semua dari keterangan diatas yang menjadikan harga kami tetap bersaing di kelasnya.

“Untuk informasi lengkap bisa langsung datang ke kantor kami untuk survey lokasi, ataupun buat perjanjian untuk survey online dan detail informasi lainnya click di www.adreenavillage.net.” tutup Vinaya Pribadi yang juga menjabat sebagai Direktur DPS Investama itu.

(Red-BDN).

Joko Sarjanoko : Ramadhan Aneka Komputer dan CCTV Tetap Full Service ke Tempat Anda

0

BOGORDAILY.net – Ramadhan di tengah wabah corona virus, memang membuat sebagian masyarakat sulit untuk menemukan tempat jasa perbaikan, dan pemeliharan Komputer dan CCTV di seputaran Bogor. Peluang tersebut, cermat ditangkap oleh Aneka Komputer dan CCTV yang justru kebanjiran order, saat Ramadhan ditengah pandemi corona virus ini.

Joko Sarjanoko Owner Aneka Komputer dan CCTV menjelaskan kepada Bogordaily.net melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu, dirinya bersama all team Aneka memberikan fasilitas Online jasa service, mulai dari perbaikan dan pemeliharaan unit-unit komputer dan CCTV anda semua dengan datang langsung kerumah anda.

Joko menjelaskan ditengah wabah corona virus ini justru tingkat belanja pembelian unit CCTV naik drastis, hal tersebut adalah efek dimana tingkat kejahatan meningkat sebelas persen selama wabah corona virus. CCTV dianggap mampu, ampuh dan efektif menurunkan niatan orang untuk melakukan tindak kriminalitas di jaman sulit ini.

“Promo paket pembelian harga terjangkau ini kami berikan untuk warga Bogor yang ingin menggunakan CCTV, baik di gunakan dirumah, ditempat bekerja maupun di tempat-tempat umum.” papar Joko.

Pria yang juga tercatat sebagai pengurus PMI Kota Bogor itu pun memberikan keterangan bahwa Aneka Komputer dan CCTV juga menyediakan unit CCTV pendeteksi suhu badan manusia. CCTV canggih tersebut bisa mendeteksi suhu tubuh ratusan orang sekaligus dalam satu tempat, sangat efektif untuk mengurai dan menekan jumlah penyebaran corona virus.

“Penasaran, untuk anda yang ingin informasi lengkap bisa langsung hubungi customer service kami di 0251-7595181 atau langsung datang ke Aneka Komputer dan CCTV di Ruko Taman Yasmin Sektor VI No 158, Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kota Bogor.” tutup Joko Sarjanoko.

(Red-BDN).

Lagi, Satu Keluarga di Kecamatan Cileungsi Terinfeksi Virus Korona

BOGORDAILY.net – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah mengumumkan satu keluarga di Kecamatan Cileungsi, kembali dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona.

Syarifah -sapaan akrabnya- ini mengatakan, satu keluarga yang terpapar positif Korona itu berjumlah empat orang. Diantaranya, dua laki-laki usia 12 dan sembilan tahun, dan dua perempuan usia 66 serta 46 tahun.

“Ada empat orang yang terinfeksi Virus Korona di Cileungsi merupakan satu keluarga,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika dihubungi, Senin (27/4/2020).

Syarifah yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daeran (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor ini mengungkapkan, untuk satu keluarga yang terkonfirmasi positif baru diketahui pada hari ini Senin (27/4/2020).

“Kita masih melakukan tracking saat ini, satu keluarga itu bisa terpapar Virus berbahaya ini apakah dilingkungan sekitar, atau pernah melakukan aktivitas diluar,” ungkapnya.

Namun, dia belum bisa menjelaskan kronologis satu keluarga itu terjangkit Virus tersebut (Covid-19). Karena, masih melakukan kordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan, Kabupatem Bogor dan Puskesmas di sekitar Kecamatan Cileungsi.

“Belum bisa dijelaskan, karena kami juga masih menunggu data dari Dinkes, dan dari Puskesmas,” jelasnya.

Namun, kata Syarifah, tidak hanya satu keluarga saja yang pada hari ini terkonfirmasi positif. Ada juga tiga warga Kabupaten Bogor yang juga dinyatakan terinfeksi.

“Empat orang merupakan satu keluarga tadi, dan ada juga warga Kecamatan Gunung Putri jenis kelamin perempuan usia 55 tahun, dan laki-laki usia 19 tahun asal Gunung Sindur, serta warga Tamansari merupakan jenis kelamin laki-laki usia 60 tahun,” tukasnya. (Andi).

Iwa K Cerita soal Perbedaan Interaksi Sosial Dulu dan Kini

0

BOGORDAILY – Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan berbagai hal lainnya. Namun, di sisi lain kehadiran teknologi perlahan mengikis interaksi sosial antar individu. Kondisi tersebut dirasakan oleh rapper Iwa K. Ia memberikan contoh kecil mengenai perbedaan interaksi sosial dulu dan kini, salah satunya bertanya kepada orang di sekitar ketika mencari alamat. Hal itu jarang ditemukan saat ini.

“Dulu gue nanya alamat di warung tempat tongkrongan, gue beberapa kali warung yang gue tanyain jadi tempat gue nongkrong. Sekarang akhirnya kemajuan teknologi is good thing, tapi di sini interaksi antar manusianya jadi minim,” kata Iwa K.

Interaksi antar individu menjadi salah satu sumber kesenangan bagi rapper gaek itu. Hal itu pula yang membuatnya enggan membatasi diri untuk berinteraksi dengan siapapun dengan statusnya sebagai figur publik. Ia tidak ingin kehidupan yang menyenangkan terenggut karena popularitas di industri.

“Ketika orang mau foto kenapa sih, ketika orang mau ngobrol ya udah,” tegas Iwa K.

Pelantun lagu “Bebas” itu lantas mengemukakan pendapatnya soal media sosial. Iwa K punya perspektif menarik mengenai media sosial yang ia ibaratkan sebagai tempat nongkrong penggunanya.

Setiap individu, menurut Iwa, mesti menghargai apa yang seseorang lakukan di akun media sosial pribadinya. Selain itu, penggunaan media sosial juga harus dibarengi oleh interaksi sosial di kehidupan nyata agar bisa memahami cara menjalin hubungan sosial yang baik.

“Anak 90’s ketika main ke tempat tongkrongan orang kita sopan dong. Gue yakin kalau siapapun, mau anak milenial kalau dia bergaul artinya bener-bener social life emang jalan, perlakuannya akan beda dengan orang yang nggak punya social life, dan akhirnya ngasih komen-komennya atau menyerap sesuatu dari sosial media. Interaksi antar manusia secara life itu penting,” jelas Iwa K.

Pembicaraan mengenai kehidupan sosial Iwa K tersaji dalam program Dinner With Shopia yang tayang di Mola TV. Dalam perbincangan itu, Iwa K juga membahas mengenai lagu-lagunya yang menggunakan metafor untuk menyampaikan makna tertentu.

Tayangan Dinner With Shopia dan acara lain di Mola TV bisa disaksikan dalam paket langganan Corona Care Mola TV yang dapat diakses dengan cara berdonasi mulai dari Rp 0 hingga Rp 5 juta. Melalui program Corona Care, Mola TV mengajak masyarakat untuk turut peduli membantu pemerintah melawan wabah virus COVID-19 di Indonesia.

Nantinya setiap sumbangan tersebut akan digandakan Mola TV dan disalurkan kepada BNPB dan PMI untuk membantu perjuangan melawan wabah virus Corona.

Hasil Swab Test, 51 Tenaga Medis di RSUD Kota Bogor Negatif Korona

0

BOGORDAILY.net – Setelah 26 tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dinyatakan negatif Virus Korona atau Covid-19. Kali ini sebanyak 25 tenaga medis dinyatakan negatif korona, setelah hasil Swab Testnya keluar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan, 25 tenaga kesehatan dinyatakan negatif Korona.

Dari total 51 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang Rapid Test Virus Korona atau Covid-19 terindikasi positif, sudah keluar sebanyak 51 orang dengan hasil negatif Swab.

“Tadi sudah di tanya ke dirut RSUD Kota Bogor, Swab kemarin dilakukan dua hari sudah keluar hasilnya sebanyak 25 dan total 51 tenaga medis hasilnya negatif,” katanya kepada Bogordaily.net ketika dihubungi, Senin (27/4/2029).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor ini menerangkan, 51 tenaga medis di RSUD Kota Bogor sudah bisa bekerja seperti biasanya.

“Sudah bisa bekerja lagi, alhamdulillah semuanya negatif aktivitas di RSUD juga normal,” tukasnya.

Data yang didapat Bogordaily.net, untuk update data Covid-19 Kota Bogor, Orang Tanpa Gejala saat ini berjumlah 128, selesai 38 dan masih dipantau 90.

Untuk data Orang Dalam Pantauan (ODP) ada sebanyak 1055, selesai atau sembuh sebanyak 904 dan masih dalam pemantauan sebanyak 151.

Untuk data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 167, selesai dan sudah ditangani sebanyak 51, sedangkan masih dalam pengawasan ada sebanyak 84. Sementara itu, status PDP meninggal sebanyak 32 orang masih menunggu hasil Swab Test dari Litbankes Kemenkes RI dan Laboratorium Collaborative Research Center IPB apakah positif atau tidak.

Sedangkan, untuk kasus positif terinfeksi Virus Korona ada sebanyak 76 orang, sembuh tujuh orang, dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit (RS) rujukan sebanyak 56 orang dan meninggal 13 orang. (Andi).

Bupati Bogor Tanggapi Demo RT/RW di Kelurahan Sukahati. Ini Penjelasannya!!

0

BOGORDAILY.net – Bupati Bogor merespon aksi unjukrasa yang dilakukan ketua RT/RW se-Kelurahan Sulahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang meminta penjelasan mengenai Bantuan Sosial (Bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini mengatakan, Pemkab Bogor terus melakukan verifikasi data, mana saja warga di Kabupaten Bogor, yang terkena dampak akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Didata dulu, kita juga saat ini sedang melakukan pembenahan data, mana saja warga yang benar-benar terdampak,” katanya kepada wartawan, ketika ditemui di Pendopo Bupati, Senin (27/4/2020).

Menurut politisi PPP ini, para ketua RT/RW serta kelurahan/desa yang ada di Kabupaten Bogor harus peka, mana saja warga yang benar-benar tidak mampu.

“Sekarang kan semuanya ingin mendapatkan, sementara pemerintah juga punya keterbatasan, baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Daerah. Makanya, lebih mendahulukan yang memang rentan miskin,” jelasnya.

Pemkab Bogor, kata dia, saat ini masih terus berkordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar. Karena, bantuan dari Pemerintah Pusat belum turun, yang baru turun hanya dari Pemprov Jabar.

Dia menegaskan, bantuan dari Pemprov Jabar hanya 29.018 KK, untuk warga Kabupaten Bogor. Dan bantuannya disalurkan melalui kantor POS dan Ojek Online.

“Ini kan bantuan ini ada kelas-kelasnya, baik Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jabar. Untuk di Kabupaten Bogor sendiri masih dalam pendataan dan masih disesuaikan, kalau dari Pemkab sendiri yaitu dari Bulog melalui penyaluran TNI dan Polri,” tukasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya puluhan Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, melakukan penyegelan kantor Kelurahan Sukahati.

Aksi itupun dilakukan karena RT RW sampai saat ini belum mendapatkan, kejelasan terhadap bantuan masyarakat yang terdampak Virus Korona atau Covid-19.

Pantauan Bogordaily.net dilokasi, tampak perwakilan puluhan ketua RT dan RW itu melakukan penyegelan kantor Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, dengan menggunakan tali.

Tidak hanya itu, mereka juga (RT/RW.red) memasang sepanduk dipintu utama masuk ke kantor Kelurahan Sukahati dengan tulisan ‘Pengurus RT dan RW Kelurhan Sukahati Cibinong Bogor menolak, bantuan pemerintah untuk warga yang terdampak Covid-19, karena tidak tepat sasaran’

Salah satu Ketua RT05/RW 03, Hendra (40), mengatakan, aksi penyegelan yang dilakukan para RT/RW itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap pejabat di Kelurahan Sukahati.

“Karena, sampai saat ini kita belum mendapatkan kejelasan sama sekali mengenai intruksi pendataan warga terdampak Covid-19 ini. Sampai saat ini kami belum mendapar kejelasan, kami minta kejelasan,” katanya kepada Bogordaily.net ketika ditemui dilokasi, Senin (27/4/2020). (Andi).

Kirimkan Surat Perpanjangan PSBB, Bupati Bogor Minta Daerah Diberi Kewenangan

0

BOGORDAILY.net – Pemkab Bogor mengajukan untuk perpanjangan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemprov Jawa Barat, Senin (27/4/2020).

Demikian diungkapkan Bupati Bogor, Ade Yasin, usai melakukan rapat evaluasi hari ke 12 pemberlakuan PSBB di Kabupaten Bogor, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Pendopo Bupati.

Politisi PPP ini mengatakan, alasan diperpanjang kembali PSBB selama 14 hari ke depan karena, belum maksimalnya penerapan PSBB di Bumi Tegar Beriman ini, dengan melihat banyaknya pabrik-pabrik yang masih buka.

“Masih banyak perusahaan yang masih buka. Padahal, yang diwajibkan bukan itu, hanya delapan sektor yang inti, untuk menopang kebutuhan masyarakat sehari-hari. Pabrik juga tidak mengindahkan larangan dari kita,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, Pemkab Bogor kembali mengajukan PSBB dengan beberapa catatan. Salah satunya, meminta kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan kewenangan penuh dalam penegakan sanksi kepada pelanggar.

“Surat pada Senin (27/4/2020) telah diserahkan kepada Gubernur. Dan nantinya, Gubernur akan menyerahkan langsung ke Pemerintah Pusat yaitu Kemenkes RI,” jelasnya.

Mengenai perpanjangan Work From Home (WFH), juga lanjut Ade, Pemkab Bogor akan melihat intruksi dari berbagai kementerian untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN). Apakah kembali diperpanjang atau tidak. Karena, terakhir itu pada tanggal 29 April 2020.

“Kita lihat dulu suratnya, apakah akan diperpanjang atau tidak WFH bagi para ASN di Kabupaten Bogor ini,” tukasnya. (Andi).

The Green Student Village II, Pengelolaan yang Berbasis Syariah

0

BOGORDAILY.net – Menghidupkan implementasi konsep syariah pada proyek-proyek The Green Student Village adalah integritas yang dijaga dan siap dijalankan oleh PT. Madani Realti Indonesia sebagai pengembangnya.

Rencana pembangunan masjid tahap II di the green student village

Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduk beragama Islam, terbukti dengan Pemerintah melalui Dewan Syariah Nasional, telah memfasilitasi terbentuknya berbagai regulasi yang memungkinkan terlaksananya sistem ekonomi yang berbasis Syariah, antara lain seperti kehadiran perbankan yang berbasis Syariah, penginapan berbasis Syariah, transaksi-transaksi Syariah, bahkan belakangan ini sudah dibentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dipimpin langsung oleh Presiden RI.

Selanjutnya mengenai tujuan dari Ekonomi Syariah selaras dengan tujuan dari syariat Islam itu sendiri yaitu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat melalui suatu tata kehidupan yang baik dan terhormat atau hayyah thayyibah.

“Kita sebagai warga Muslim sudah sewajarnya ikut mengimplementasikan sistem ekonomi Syariah tersebut pada berbagai aspek kegiatan yang mungkin dapat kita laksanakan.” ungkap Erzon Djazai President Direktur PT. Madani Realti Indonesia.

Dalam konteks proyek Aparkost The Green Student Village (GSV) kita menerapkannya antara lain pada jenis bank yang digunakan untuk melaksanakan transaksi yaitu Bank Syariah Mandiri.

Sistem pembayaran yaitu bisa tunai atau bayar bertahap tanpa bunga, tanpa denda dan bisa menggunakan KPR/KPA dari bank Syariah. Sistem pengelolaan hunian yaitu dipisahkannya Tower untuk Ikhwan dan Akhwat, penyediaan masjid atau musholla untuk sholat berjamaah dan kegiatan kajian keagamaan.

“Penerapan sistem penginapan Syariah pada guesthouse yang akan dikembangkan pada proyek The Green Student Village II.” jelas Erzon.

Dengan penerapan sistem Syariah pada proyek-proyek The Green Student Village diharapkan para investor Muslim dapat memiliki sarana investasi yang sesuai Syariah dan konsep ini pun bahkan mempunyai daya tarik tersendiri bagi investor non-muslim, mereka melihat sistem ini lebih adil dibanding sistem ekonomi kapitalis dan dapat membawa ketenangan investasi karena gedung hunian Akhwat dan Ikhwan terpisah.

“Kami membuktikan dengan telah diterapkan sistem pengelolaan untuk The Green Student Village I yang In Syaa Allah menjaga kadar Syariah secara jelas.” tutup Erzon Djazai.

(Red-BDN).

Bupati Bogor Lantik 4 Pejabat Eselon 3

0

BOGORDAILY.net – Pemkab Bogor melantikan empat pejabat Eselon 3A, di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19 di Pendopo Bupati Bogor, Senin (27/4/2020).

Mereka adalah, Dedi A Bachtiar yang awalnya menjabat Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda), kali ini menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Azhahir yang sebelumnya Staf Ahli Bupati Bogor, Bidang Ekonomi kini menjabat sebagai Kepala Inspektorat.

Herdi yang tadinya menjabat Kepala Satpol PP, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan Oetje Soebagdja tadinya menjabat sebagai Kadisdukcapil, kini menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, untuk Dedi A Bachtiar, Oetje Soebagdja dan Azhahir sebelumnya mengikuti open bidding. Karena, jabatan yang mereka isi sebelumnya kosong dan dijabat oleh seorang Plt.

Sedangkan untuk Herdi. Mantan advokat ini menerangkan bahwa Oetje Soebagdja sudah tujuh tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sehingga sudah sangat layak untuk dirotasi.

“Oetje sudah tujuh tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, untuk posisi Kepala Bappenda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM yang saat ini kosong juga akan di ‘open bidding’ dalam waktu dekat,” katanya kepada wartawan.

Politisi PPP ini berharap, di posisi atau jabatan barunya, para pejabat yang baru, bisa meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas pemerintahan, di lingkup dinas masing-masing.

“Pengangkatan seseorang pada suatu jabatan pada hakekatnya merupakan dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam rangka meningkatkan kinerja hingga itulah yang saya harapkan,” tukasnya. (Andi).

Didemo RT/RW Soal Bansos. Ini Jawaban Lurah Sukahati

0

BOGORDAILY.net – Sebanyak 600 sampai 700 kartu keluarga (KK) yang didata oleh para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, untuk masyarakat yang terdampak terhadap pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masih belum jelas.

Hal itupun diungkapkan oleh Pengurus RW 03, Ruslan. Menurutnya, jika memang Pemerintah Kelurahan Sukahati tidak bisa menyelesaikan permasalahan di masyarakat, mengenai bantuan sosial yang direncanakan oleh pemerintah untuk warga terdampak Covid-19, makan tentunya akan menjadi bumerang bagi para ketua RT dan RW.

“Terkait bantuan masyarakat yang bersinggungan langsung dengan mereka, tetangga kami gak makan tetangga kami gak masak. Hari ini kami dan pengurus RW RT memperjuangkan itu. Mohon doa. Tadi saya sempat menyampaikan. Terkait membela kemaslahatan masyarakat kami. Kami cukup gerah dalam beberapa waktu terakhir,” katanya kepada wartawan ketika ditemui dilokasi, Senin (27/4/2020).

Menurut Ruslan juga, hampir semua RW mendata ada sebanyak 600 sampai 700 KK yang didata. Akan tetapi, bantuan yang turun hanya 30 sampai 50 KK saja. Padahal, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan karena ekonominya sedang turun.

“Jadi terlalu jauh, ini sangat berbahaya bagi RT dan RW di lapangan langsung. Karena, pasti komplain masyarakat itu tertuju ke RT RW. Sebelum itu terjadi kami melakukan protes ini. Harapan kami yang didata itu bisa masuk. Kalo pun tidak masuk kami bisa berargumentasi dengan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Sukahati, Haerudin, mengatakan, mengenai data penerima bansos baik itu dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah, masih dalam tahap Verifikasi.

“Untuk Sukahati saya intinya, kemarin dari informasi Dinsos (Dinas Sosial) kita hanya dikasih waktu, maaf saya sedang berjuang. Saya langsung ke dinsos langsung, hasilnya dari dinsos lagi difinalisasi. Ini, yang sekarang ada 440 itu baru bantuan dari pusat. Ada bantuan dari gubernur, dan dari bupati,” akunya.

Menurut Haerudin yang sudah menjabat enam tahun di Kelurahan Sukahati ini, mengenai data semuanya itu melalui di kecamatan dan langsung diserahkan ke RT dan RW. Karena, kriteria pendataam seperti itu.

“Saya menerima dari dinsos, waktu itu jam 6 hari Jumat, itu instruksi dari dinsos harus segera dilaporkan jam 21. Saya juga berpikir, wah ini kasian RT RW, saya nanya ke pak camat gak jawab. Itu ada perpanjagan waktu. Dari awal sudah menduga bahwa ini akan berdampak ke RT RW ini akan dikasih waktu yg mendadak,” tutupnya. (Andi).